Roh mereka yang mati di dalam Kristus sedang apa sekarang?

Maka, silahkan tunjukkan hal mudah tersebut.
Menurut pemahamanku, seorang kudus, dalam arti selama hidup duniawinya melayani karya penyelamatan manusia oleh Tuhan, mendapat “kelebihan” dalam dunia orang mati bila dibandingkan kepada orang yang hanya mati dalam Kristus (misalnya, seorang penjahat yang disalib bersama Tuhan Yesus Kristus).

Tidak nyambung. Kenapa ujug-ujug membicarakan gentayangan?
Yang @Maren Kitatau kutip itu (roh jahat keluar dari manusia) bukan roh orang bersangkutan melainkan roh jahat yang tadinya masuk atau menempel atau berdiam pada orang bersangkutan.

Hal-hal yang tercatat di Perjanjian Lama menurut pemahamanku, bukan perkataan Tuhan Yesus Kristus. Pada waktu Perjanjian Lama berlangsung, berlaku, ato teraplikasi, Tuhan Yesus Kristus belum berhadir di dunia, Dia belum lahir dari Rahim Maria, Dia belum inkarnasi menjadi manusia. Maka, perkataan Paulus iman timbul dari pendengaran akan firman Yesus Kristus, [b]bukan pendengaran terhadap Perjanjian Lama, melainkan pendengaran terhadap Perjanjian Baru.

Bukan detik-detiknya.
Tidak kutemukan pernyataan dari Paulus, bahwa dia mengatakan Rom 10:17 berdasarkan atau mengartikan atau menjelaskan Luk 16:31.
Jika @Maren Kitatau menemukan ayat yang mengartikan bahwa perkataan Paulus di Rom 10:17 itu mengacu kepada Luk 16:31, kemukakan.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Boleh saja @Maren Kitatau menuliskan apa saja, agar bukan tulisan kosong, berikan landasan pemahamanmu. Menurut Tuhan Yesus Kristus, Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes (Luk 16:16).

@Maren Kitatau jangan memaksakan penangkapanmu mengenai orang lain, termasuk mengenai @Sotardugur Parreva yang bukan mencari detik-detik.
Perjanjian Lama tidak lenyap, melainkan digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus. Perjanjian Lama tidak bertentangan dengan Perjanjian Baru, tetapi Perjanjian Lama berlaku sampai zaman Yohanes. Jelas, bukan?
Jika intinya ialah mendengar Allah = mendengar Yesus Kristus = mendengar ROH KUDUS, sia-sialah inkarnasi Yesus Kristus menjadi manusia. Cukup hanya mendengar atau membaca Perjanjian Lama. Faktanya, Firman Allah telah menjadi manusia, agar manusia (bukan hanya Israel) mendengar firman Kristus dan melihat contoh perbuatan Yesus Kristus dengan begitu akan menumbuhkan iman.

Menggunakan Perjanjian Lama tidak harus sama dengan mendengarkan Perjanjian Lama. Menggunakan Perjanjian Lama meliputi mendengarkan, melihat, membaca, mengabarkan, dll yaitu segala kegiatan yang melibatkan Perjanjian Lama.

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Maksudku,
Menggunakan Perjanjian Lama
Hrs lebih kpd mendengarkan
Bukan melakukan ritualnya
Ritual baca mereka beda

Mendengar meliputi:
Melihat dgn telinga,
Membaca dgn mata ke telinga
Mengabarkan dgn mulut ke telinga

Syalom!


Dunia roh tak bisa ditunjukan pd mata, Bro.
Spt-nya hanya penampakan saja petunjukmu
Petunjukku org normal beda dgn org kesurupan

Menurut pemahamanku, seorang kudus, dalam arti selama hidup duniawinya melayani karya penyelamatan manusia oleh Tuhan, mendapat “kelebihan” dalam dunia orang mati bila dibandingkan kepada orang yang hanya mati dalam Kristus (misalnya, seorang penjahat yang disalib bersama Tuhan Yesus Kristus).

Kelebihan spt apa maksudmu, Bro!
Apa “kelebihannya” merdeka menanti pun pegi2 dari Firdaus?
Atau apakah “kelebihannya” lagi2 menjadi teman sekerja Allah?
Bukankah itu menjadi kekurangan, kurang kerjaan, kurang pujian?

Tidak nyambung. Kenapa ujug-ujug membicarakan gentayangan?
Yang @Maren Kitatau kutip itu (roh jahat keluar dari manusia) bukan roh orang bersangkutan melainkan roh jahat yang tadinya masuk atau menempel atau berdiam pada orang bersangkutan.

Yg gentayangan adalah Iblis, roh2 jahat.
Itu soal merdeka pegi2, soal gentayangan dan itulah musuh kita, roh2 di udara
Thp itu ROH KUDUS me-layang2 membentengi kita yg hidup, Tuhan beserta kita

Tercatat:
Pertama kali Yesus berfirman ialah kpd Iblis, yaitu setelah Yesus lahir baru di Sungai Yordan
Demikian juga setelah bangkit, Yesus pertama kali berfirman kpd Maria Magdalena
Yg dr pd-nya pernah dienyahkan oleh Yesus tujuh roh2 jahat

Hal-hal yang tercatat di Perjanjian Lama menurut pemahamanku, bukan perkataan Tuhan Yesus Kristus.

Firman itu perkataan Allah, Allah adalah Roh
Perkataan2 yg Ku-katakan kpd-mu adalah roh dan hidup [Yoh 6:63]
Yesus ber-kata2 apa yg didengar-Nya, mengerjakan apa yg dilihat-Nya
Jadi tak hrs beda sumber PL dan PB, mana ada yg bukan perkataan-Nya

Pada waktu Perjanjian Lama berlangsung, berlaku, ato teraplikasi, Tuhan Yesus Kristus belum berhadir di dunia, Dia belum lahir dari Rahim Maria, Dia belum inkarnasi menjadi manusia. Maka, perkataan Paulus iman timbul dari pendengaran akan firman Yesus Kristus, bukan pendengaran terhadap Perjanjian Lama, melainkan pendengaran terhadap Perjanjian Baru.

Aku tidak melihat ada kontradiksi di situ
Mungkin endapan “Uppss” mu masih ada (PL kadaluarsa)
Padahal firman Yesus adalah firman Anak Allah = firman Allah
Dan Paulus memang ex-ahli kitab PL yg piawai, murid dr Gamaliel

Bukan detik-detiknya.
Tidak kutemukan pernyataan dari Paulus, bahwa dia mengatakan Rom 10:17 berdasarkan atau mengartikan atau menjelaskan Luk 16:31. Jika @Maren Kitatau menemukan ayat yang mengartikan bahwa perkataan Paulus di Rom 10:17 itu mengacu kepada Luk 16:31, kemukakan.

Detik2 itu = tunjukanlah
Jadi kutunjukkan, akulah yg mengatakan itu,
Sebab ke dua ayat itu sangat bersesuaian sekali
Dan Paulus memang ahli kitab dan sangat belajar Yesus

Samal Damai!

Ooo… begitu.
Perjanjian Lama berlaku sampai zaman Yohanes saja.
Kalo Anda ato siapapun hendak menggunakannya, silahkan saja.

Syalom tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Apanya yg berlaku, Bro!

Kurasa trit ini sudah klaar and klir
Sisanya hanya tingga kerak2 saja
Yg kalau dimakan bisa oot

Trit: "Roh mereka yg mati di dlm Kristus” sedang apa sekarang?
Simpelnya: “Roh org beriman” yg mati sedang apa sekarang?
Sampelnya: “Roh Abraham sedang apa sekarang?”
Simpulnya : “Sedang menanti akhir zaman”

Salam Damai!

kutulis seperti itu untuk membantu pembaca supaya lebih mudah mengerti ayat itu.
dengan adanya kata “Akan” pada ayat itu berarti orang mati dalam Kristus “Akan” dihidupkan sekalipun ia sudah mati.

kata akan menunjukkan suatu waktu di masa depan… ?
pernahkah @Sotardugur belajar Future Tense ? artinya akan terjadi di masa yang akan datang.

dihidupkan-Nya orang orang mati bukanlah tepat pada saat manusia itu mati. sudah beberapa kali ku-ikuti acara duka, tidak pernah kulihat orang yang mati hidup kembali. mulai dari tempat acara duka, sampai dalam liang kubur, orang mati tetap mati, tidak pernah kulihat hidup…

atau pernahkan @Sotardugur melihat orang mati hidup ??? mungkin @Sotardugur akan berkata pernah, tapi @Simatupang123 tidak percaya sampai @Sotardugur mengirimkan video orang mati yang hidup itu di topik ini…

Berdasar Luk 16:19-31, Abraham Bapa Orang Percaya yang sudah mati itu, dapat memangku orang miskin dan berkomunikasi dengan orang kaya yang sudah mati. Jangankan orang percaya, ternyata orang kaya yang sudah mati itupun masih memperhatikan kebutuhan saudara-saudaranya akan pertobatan. kita lanjut di topik yang berhubungan itu saja ya..

lazarus miskin dan orang kaya pada perumpamaan itu saja tidak pernah betul betulan ada, tapi @Sotardugur tetap membuat perumpamaan itu menjadi pondasi Doktrin ajaran.

lazarus miskin dan orang kaya pada perumpamaan itu sekalipun orangnya tidak ada. adalah suatu pelajaran yang indah dari Yesus Kristus, banyak orang orang miskin seperti Lazarus, miskin dalam pengetahuan, miskin dalam rohani miskin dalam materi… yang harus di tolong oleh orang kaya baik materi dan baik rohani.

apabila sikaya rohani dan materi ketika hidup di dunia ini lalai atau lupa atau cuek atau acuh tak acuh kepada kebutuhan saudara saudaranya yang miskin, maka perkara tersebut tidak selesai hanya ketika masih hidup.
di hidup yang akan datangpun perkara tersebut masih akan terbuka dan perbuatan perbuatan baik dan jahat itu akan naik saksi untuk membenarkan atau mempersalahkan orang kaya…

apabila lalai dan lupa dan cuek kepada kebutuhan saudara saudaranya yang miskin maka siksa nerakalah upahnya…

apabila didapati setia maka nikmat surgalah yang diperolehnya…

itulah arti perumpamaan itu.
perumpamaan itu mengajarkan pelajaran rohani bahwa segala sesuatu yang kita lakukan selama hidup tidak berhenti hanya pada waktu hidup saja, masih akan ada hidup yang akan datang, orang orang akan mendapat upah setimpal perbuatannya ketika masih hidup.

perumpamaan itu tidak menjelaskan detail mengenai apa yang terjadi setelah mati. tidak menjelaskan detail keadaan orang mati. tidak pas untuk menjadikan perumpamaan sebagai Doktrin pengajaran.

salam Damai
TYM

Hmmm… maksud @Simatupang@123, orang yang percaya Yesus, kalo sudah mati tidak dapat berbuat apa-apa, dan tidak mengetahui apa-apa lagi, lalu kemudian nanti akan dihidupkan. Begitu?

@Simatupang percaya perkataan Yesus yang dicatat di Perjanjian Baru?
“Akan” yang @Simatupang@123 bahas di atas, hanya sebagian dari perkataan Yesus yang dicatat dalam Perjanjian Baru.
Kalo membaca:
Yoh 6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Ayat itu berarti orang yang memakan daging Kristus tidak pernah mati.
Yoh 6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya." Ayat itu memberi arti bahwa orang yang makan roti hidup akan hidup selama-lamanya.
1 Yoh 2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Ayat itu memberi arti bahwa orang yang melakukan kehendak Allah, tidak pernah mati.

@Simatupang@123 percaya akan ayat-ayat yang menuliskan bahwa ada orang yang tidak pernah mati?
Mereka ialah orang yang memakan daging Kristus yang disebut juga roti hidup, memakan roti yang turun dari sorga, dan melaksanakan kehendak Allah.
Menurut mata manusia, mereka memang mati dan dikubur ato dikremasi ato hilang di laut, ato hal-hal lainnya, tetapi rohnya, sesuai dengan judul trit, tidak mati. Ada yang meringkuk di alam maut, ada yang berbaring di pangkuan Abraham.

Bisa ditangkap?

Maksud @Simatupang@123, ajaran Yesus dengan perumpamaan yang dicatat di Injil itu, tidak dapat dipercaya?
Nekat juga.
O ya, wajar. Karena Yesus Kristus bagi @Simatupang@123 adalah Mikhael Kristus.

Menurut pendapatku, kisah Luk 16:19-31 sangat sesuai dengan judul trit. Sebab kisah Luk 16:19-31 menceritakan perjalanan roh orang kaya dan Lazarus setelah mati, sebelum Penghakiman Terakhir.
Jika @Simatupang tidak menerima Luk 16:19-31 itu kisah perjalanan roh orang kaya dan Lazarus setelah mati, lantas menurutmu, apa yang akan diajarkan Yesus pada perikop itu?

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Lhah, dari bagian mana perikop itu pula @Simatupang@123 menarik makna seperti itu?
Kondisi orang kaya dan Lazarus setelah mati itu belum di sorga atau neraka, loh.
Lazarus di pangkuan Abraham bukan di sorga. Si orang kaya di alam maut, bukan di neraka.

Sudah diceritakan, bukan?
Si orang kaya meringkuk di alam maut. Lazarus berbaring di pangkuan Abraham. Pastinya, kondisi itu belum akhir zaman. Tidak diceritakan di sana hadirnya Hakim Yang Adil.

Terkait dengan pernyataan @Simatupang@123 bahwa orang mati tidak mengetahui apa-apa, tidak benar. Itu hanya pemahaman tak berdasar. Ternyata dari perikop tiu dapat diketahui bahwa si orang kaya masih memikirkan saudara-saudaranya. Abraham masih santai memangku Lazarus sambil memberi konsultasi kepada si orang kaya. Lazarus berbaring di pangkuan Abraham.
Ada kondisi itu yang tidak berterima di akal @Simatupang@123?

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Salam nimbrung!

Yakinlah, Yesus bukan mengajarkan kisah perjalanan roh
Bukan penampakan2, tapi keselamatan oleh perkataan2-Nya
Perkataan2-Nya yg menumbuhkan iman keselamatan manusia

Sbg Juruselamat:
Intin perkataan-Nya adalah pd Ay.31
Bagai mana menyelamatkan 5 sdr2nya
Demikian juga keselamatan itu bagi kita

NB:
Baca Ulang Luk 16:19-31

Yakinlah, bahwa bukan hanya Luk 16:31 inti perikop Luk 16:19-31.
Sebab, sebelum Yesus Kristus berhadir di dunia melalui Rahim Maria, kesaksian Musa dan para nabi sudah ada terbundel di kalangan kaum Yahudi, setidaknya di tangan kaum Farisi dan alim ulama. Itu pula yang diajarkan kepada jemaat Yahudi dalam peribadatan.
Jika Tuhan Yesus Kristus melalui Luk 16:19-3 bukan sebagian menceritakan perjalanan roh orang yang mati fisik, lantas, kenapa Dia menceritakannya? Apakah Tuhan Yesus Kristus menyampaikan hal yang tidak berguna?

Akan kukomentari hal yang kuanggap perlu kukomentari.

Pada poin komunikasi Abraham dengan si orang kaya di perikop itu, benar, berisikan bahwa iman timbul dari pendengaran akan firman Allah. Selain karena pendengaran, penglihatan akan suatu kejadian juga dapat menimbulkan iman.

Contoh perbuatan yang dilakukan Tuhan Yesus Kristus untuk dilihat oleh orang banyak dan diharap menimbulkan iman bagi orang banyak ialah pada pembangkitan Lazarus saudara Marta dan Maria. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” (Yoh 11:42-43). Ayat 45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya, menginformasikan bahwa banyak orang Yahudi percaya kepada Yesus karena menyaksikan pembangkitan Lazarus.

Contoh penglihatan yang menimbulkan iman juga ditunjukkan oleh Tomas, lalu Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29).

Dari perikop bersangkutan, aktivitas Abraham memang memangku Lazarus, dan memberi konsultansi kepada orang kaya. Jika Abraham ternyata masih melakukan hal selain dari itu, tidak diceritakan dalam perikop.
Dialog atau komunikasi antara Abraham dan orang kaya tidak mengubah apa-apa. Si orang kaya hanya dapat berubah dari tidak, menjadi mendengar(dalam arti mematuhi) kesaksian Musa dan para nabi selama dia belum mati fisik. Setalah dunianya diubah dari hidup fisik ke mati fisik, orang kaya kehilangan daya mobilitas. Tentang saudara-saudara orang kaya, perikop tidak banyak membahasnya.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Untuk apa? Ada hal yang ingin @Maren Kitatau sampaikan?

Apa yang hendak @Maren Kitatau sampaikan?

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.


Pada mana kita hrs yakin?
Pilihlah inti ajaran-Nya yg menurutmu, “Yakinlah”
Menurutku inti selalu satu, yaitu iman, bungkusnya yg ber-lapis2

Jika intinya bukan Ay.31, ayat berapa s/d berapa dan ttg apa itu?
Jelas intinya bukan ttg “hades”, bukan ttg penampakan roh2 org mati
Sebab yg diperlukan oleh manusia yg hidup adalah ajaran keselamatan

Jika Tuhan Yesus Kristus melalui Luk 16:19-3 bukan sebagian menceritakan perjalanan roh orang yang mati fisik, lantas, kenapa Dia menceritakannya?

Itulah cerita bungkus2-nya

Apakah Tuhan Yesus Kristus menyampaikan hal yang tidak berguna?

Pengajaran iman itulah gunanya bagi ke-5 sdr2-nya
Bukan pengajaran kisah roh2 orang mati yg intinya

Kurasa sudah sampai semuanya

Salam Damai!

Perikop itu dicatat dalam Injil, pasti untuk memberi pengertian kepada pembacanya.
Ambil contoh, si orang kaya tidak disebut nama, itu mengartikan bisa siapa saja, tetapi inti yang hendak disampaikan ialah tidak tercatatnya nama orang kaya itu dalam Kitab Kehidupan. Lazarus si miskin digambarkan sebagai pengemis, untuk menggambarkan pengikut Kristus yang selalu mengemis pada belas kasihan Tuhan, walaupun namanya sudah tercatat dalam Kitab Kehidupan.

Jika Tuhan Yesus Kristus melalui Luk 16:19-31 bukan sebagian menceritakan perjalanan roh orang yang mati fisik, lantas, kenapa Dia menceritakannya?

Itulah cerita bungkus2-nyaBah. Tuhan Yesus Kristus yang mengajarkan, “Katakan ya kalo ya, katakan tidak kalo tidak,” memerlukan bungkus-bungkus?

Apakah Tuhan Yesus Kristus menyampaikan hal yang tidak berguna? ---[color=blue] Pengajaran iman itulah gunanya bagi ke-5 sdr2-nya Bukan pengajaran kisah roh2 orang mati yg intinya
Ayat 31 itu adalah perkataan Abraham, yang seolah-olah menganjurkan agar kelima saudara si orang kaya yang masih hidup mendengarkan (baca: membaca) kesaksian Musa dan para nabi. Padahal, sebelumnya, yaitu pada ayat 16, Tuhan Yesus Kristus sudah mengatakan bahwa Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes. Maksud @Maren Kitatau, kelima saudara orang kaya itu diharapkan mendengarkan (baca:membaca) Hukum Taurat dan kitab para nabi yang dikatakan Tuhan Yesus Kristus berlaku sampai kepada zaman Yohanes? @Maren Kitatau memandang anjuran Abraham lebih patut ditaati daripada pesan Tuhan Yesus Kristus?

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.


Kurasa intinya malah kabur bagimu, Bro!
Ajaran bukan catat mencatat dlm Kitab Kehidupan
Melainkan gimana iman yg menyelamatkan ke-5 sdr-nya

Kali2 kau terlalu keras berpikir pd penampakan roh2 org mati
Sehingga Ay.31 tdk dpt menjadi inti ajaran dr cerita Yesus itu
Juruselamat bertugas menyelamatkan, bukan cata-mencatat

Salam Damai!

Itu kita diskusikan di trit Luk saja spy tdk oot
Mungkin masih ada ide-mu yg najong
Di sini contoh trit [Luk 16:16]:

Seperti biasa, @Maren Kitatau mengarang tanpa dasar selain perasaan saja. Intinya bagiku menjadi kabur bagaimana maksudmu?
Perikop itu berisi ajaran Yesus menunjukkan perjalanan roh orang yang mati fisik sebelum hari penghakiman. Roh orang yang namanya tercatat di kitab kehidupan, beristirahat di pangkuan Abraham. Roh orang yang tidak tercatat dalam kitab kehidupan, tersiksa di alam maut.

Alkitab adalah catatan yang berupa ajaran Tuhan kepada umatNya. Tadinya hal-hal yang tercatat dalam Alkitab itu bukan berupa catatan. Alkitab dicatat dari pengalaman-pengalaman umat Tuhan. Dari kisah-kisah yang dicatat di Alkitab diketahui adanya kitab kehidupan. Contoh di PL, Mazmur 69:29, di PB, Wahyu 20:15.

Siapa pula yang membahas penampakan pada perikop Luk 16:19-31? Semangat kepengaranganmu suka keluar jalur. Perikop[ itu bukan bercerita tentang penampakan. Perikop itu adalah perkataan Tuhan Yesus Kristus yang mengambil tokoh Abraham, orang kaya, dan Lazarus yang miskin. Perikop itu menceritakan roh orang kaya dan roh Lazarus setelah mereka mati. Roh Lazarus dihantar malaikat ke pangkuan Abraham, roh orang kaya mengikuti jasad orang kaya masuk ke alam maut.

@Maren kitatau bersikukuh bahwa inti perikop itu adalah ayat 31, di mana Abraham mengatakan bahwa lima orang saudara orang kaya yang tidak mau mendengar kesaksian musa dan para nabi. @Maren Kitatau mengabaikan perkataan Tuhan Yesus di ayat 16 bahwa Hukum Taurat yang merupakan kesaksian Musa dan kesaksian para nabi dalam kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes. Hal itu menunjukkan bahwa @Maren Kitatau lebih mengutamakan perkataan Abraham yang bernada menganjurkan untuk mendegar (membaca) kesakisan Musa dan para nabi. @Maren Kitatau mengabaikan perkataan Tuhan Yesus Kristus.

Dengan semangat kepengarangan yang tinggi, @Maren Kitatau menyiratkan bahwa @Sotardugur Parreva seakan-akan menyatakan, Juruselamat bertugas catat-mencatat. Tanpa dasar @Maren Kitatau menyimpulkan seenak perut. Luar biasa.

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Idealnya sih begitu, bahwa Luk 16:16 dibahas di trit yang sesuai.
Tapi, di trit ini juga, keberlakuan Hukum Taurat dan kitab para nabi masih relevan, karena pada cerita yang diceritakan Yesus itu, pada ayat 31, Abraham seolah menganjurkan kelima saudara orang kaya agar mendengar (membaca[?]) kesaksian Musa(Hukum Taurat) dan kesaksian para nabi(kitab para nabi).
Sangat disayangkan, naluri kepengarangan @Maren Kitatau tidak menangkapnya.

Bwahhaahhaahhaa…
Itu yang biru dan italic itu [b]kusalin dari sini:

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.


Dasar karanganku dr catatanmu yg berulang

Intinya bagiku menjadi kabur bagaimana maksudmu?

Maksudku ajaran keselamatan oleh iman menjadi kabur
Dominan perikop itu bagimu ajaran penampakan
Berupa bayangan aktivitas roh2 org mati

Perikop itu berisi ajaran Yesus menunjukkan perjalanan roh orang yang mati fisik sebelum hari penghakiman. Roh orang yang namanya tercatat di kitab kehidupan, beristirahat di pangkuan Abraham. Roh orang yang tidak tercatat dalam kitab kehidupan, tersiksa di alam maut.

Nah, itu dia.
Seolah perumpamaan itu ajaran penampakan perjalanan roh
Ambila saja penampakan Musa dan Elia, itu bukan perumpamaan
Kali2 itu bisa menunjang penampakan roh Maria dari Fatima nantinya

Alkitab adalah catatan yang berupa ajaran Tuhan kepada umatNya.

Tentu ajaran itu utk keselamatan umat pilihan-Nya
Bukan ajaran utk menguji atau memilah roh2

Tadinya hal-hal yang tercatat dalam Alkitab itu bukan berupa catatan.
Alkitab dicatat dari pengalaman-pengalaman umat Tuhan.

Ya! Abraham tidak punya catatan apa2 saat itu
Dia hanya mendengar, taat dan mengalami kemuliaan-Nya
Itu sebab dia disebut bapak segala bangsa, bapak org beriman

Dari kisah-kisah yang dicatat di Alkitab diketahui adanya kitab kehidupan.
Contoh di PL, Mazmur 69:29, di PB, Wahyu 20:15.

Ya!
Roh Allah yg mendorong nabi2, raja2, rasul2 utk menuliskan firman-Nya

Siapa pula yang membahas penampakan pada perikop Luk 16:19-31?

Yg timbul bagimu ialah perjalanan roh

Semangat kepengaranganmu suka keluar jalur.

Aku tetap pd jalur ajar menumbuhkan iman,
Bukan hal catat-mencatat di Kitab Kehidupan
Bukan pula hal aktivitas roh2 org yg sudah mati

Perikop[ itu bukan bercerita tentang penampakan.

Bukan pula cerita “hades” atauwa “firdaus”, kan?
Dan bukan cerita aktivitas roh2 org yg telah mati
Semua cerita di atas adalah pengantar ajaran inti
Yaitu iman utk dpt menyelamatkan ke 5 sdr2-nya

Perikop itu adalah perkataan Tuhan Yesus Kristus yang mengambil tokoh Abraham, orang kaya, dan Lazarus yang miskin. Perikop itu menceritakan roh orang kaya dan roh Lazarus setelah mereka mati. Roh Lazarus dihantar malaikat ke pangkuan Abraham, roh orang kaya mengikuti jasad orang kaya masuk ke alam maut.

Itu bungkus/pengantar ajaran-Nya
Tayangan itu tak berguna utk keselamatan
Baik bagi ke 5-sdr-nya maupun bagi kita yg hidup

@Maren kitatau bersikukuh bahwa inti perikop itu adalah ayat 31, di mana Abraham mengatakan bahwa lima orang saudara orang kaya yang tidak mau mendengar kesaksian musa dan para nabi.

Bukan “tidak mau”…
Melainkan, “Jika tidak mau” beriman (mendengar FT), maka
Kebangkitan Yesus pun tidak akan menyelamatkan mereka (kita) yg hidup

@Maren Kitatau mengabaikan perkataan Tuhan Yesus di ayat 16 bahwa Hukum Taurat yang merupakan kesaksian Musa dan kesaksian para nabi dalam kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes.

Itu oot di sini
Di halaman Luk saja, Bro!
Jika masih panas aran laku-nya

Hal itu menunjukkan bahwa @Maren Kitatau lebih mengutamakan perkataan Abraham yang bernada menganjurkan untuk mendegar (membaca) kesakisan Musa dan para nabi. @Maren Kitatau mengabaikan perkataan Tuhan Yesus Kristus.

Sebab Abraham pun demikian semasa hidup
Iman datang dr pendengaran Firman Tuhan
Itu sebab Yesus mengatakan semua itu

Dengan semangat kepengarangan yang tinggi, @Maren Kitatau menyiratkan bahwa @Sotardugur Parreva seakan-akan menyatakan, Juruselamat bertugas catat-mencatat. Tanpa dasar @Maren Kitatau menyimpulkan seenak perut. Luar biasa.

Dasar-ku catatanmu

Alkitab Hari Ini - 26 Juni 2020
Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan
berbahagialah org yg percaya kepada TUHAN. - Amsal 16:20

Salam Damai!