Roma 10:4 - Hukum Taurat SUDAH BERAKHIR / SUdah Selesai (Sudah digenapi)

Sifat Hukum Taurat menekankan hal-hal lahiriah yang telah dipahami oleh orang Israel secara turun temurun sebagai tuntutan tradisi yang mengikat,
dan
hukum Taurat itu jika diperinci ada 613 perintah yang harus dipikul! (MITSVOT),

untuk itu TAURAT disebut dengan istilah “KUK” yang juga disebut sebagai הלכה - HALAKHAH (petunjuk moral yang berisikan soal-soal hukum dan praktek ibadah Yahudi)

“613 MITSVOT” adalah penjabaran dari Taurat Musa.

Jikalau hendak melaksanakan hukum Taurat, pelaksanaannya harus sempurna 613! (Yakobus 2:10).
Dan nyatanya tak ada orang yang mampu memikul kuk Taurat yang jumlahnya sebanyak itu :

* Galatia 2:16
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat,
tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.

Hanya Yesus Kristus yang bisa melaksanakan Hukum Taurat itu dengan sempurna, karena kedatanganNya untuk menggenapi Taurat.

* Roma 10:4
LAI TB, Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
KJV, For Christ is the end of the law for righteousness to every one that believeth."
TR, τελος γαρ νομου χριστος εις δικαιοσυνην παντι τω πιστευοντι
Translit, telos gar nomou khristos eis dikaiosunên panti tô pisteuonti

Anda tentu paham bahasa Inggris “the end of the law”. Hukum Taurat sudah selesai (tetelestai)!. Rasul Paulus adalah seorang ahli taurat dan farisi, paham betul mengenai Taurat dan ia juga faham betul terhadap apa yang telah Yesus Kristus lakukan. Apa yang ditulisnya didasari oleh karya nyata Sang Mesias. Bahwa Tuhan Yesus telah menyelesaikan/ menggenapi TAURAT dengan sempurna, dengan tegas di kayu salib Ia berkata “SUDAH SELESAI”, lihat ayat ini :

* Yohanes 19:30
LAI TB, Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
KJV, When Jesus therefore had received the vinegar, he said, It is finished: and he bowed his head, and gave up the ghost.
TR, οτε ουν ελαβεν το οξος ο ιησους ειπεν τετελεσται και κλινας την κεφαλην παρεδωκεν το πνευμα
Translit interlinear, hote {sesudah} oun {oleh karena itu} elaben {Dia menerima} to oxos {anggur asam} ho iêsous {Yesus} eipen {Dia berkata} tetelestai {sudah selesai} kai {dan} klinas {menunduk} tên kephalên {kepala} paredôken {Dia menyerahkan} to pneuma {Roh}

Perkataan terakhir dari 7 perkataan salib “τετελεσται – tetelestai” (sudah selesai) menggunakan Kata Perfek yang berarti penebusan telah dilaksanakan, sekali untuk selamanya, efeknya terasa hingga kini. Perfect Tense dalam tata bahasa Yunani ini memiliki fungsi yang khas. Tidak ada padanan baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang mampu menyatakan makna yang terkandung di dalamnya secara utuh.

Perfect Tense melibatkan tiga gagasan: tindakan yang berlangsung intensif; tindakan yang mengarah pada titik penyelesaian; dan keberadaan dari hasil tindakan. Proses yang dilibatkan dalam Perfect Tense adalah proses yang telah mencapai penyelesaian dengan suatu hasil pasti dari sudut pandang pembaca.

Ada beberapa ayat lagi dimana Yesus Kristus sendiri yang mengatakan:

TAURAT BERAKHIR :

* Lukas 16:16
LAI TB, Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
KJV, The law and the prophets were until John: since that time the kingdom of God is preached, and every man presseth into it.
TR, ο νομος και οι προφηται εως ιωαννου απο τοτε η βασιλεια του θεου ευαγγελιζεται και πας εις αυτην βιαζεται
Translit interlinear, ho nomos {(kitab) Taurat} kai {dan} hoi prophêtai {(kitab) nabi-nabi} hoes {hingga} iôannou {yohanes} apo tote hê basileia tou theou euaggelizetai kai pas eis autên biazetai

Bandingkan :

* Matius 11:13
LAI TB, Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
KJV, For all the prophets and the law prophesied until John.
TR, παντες γαρ οι προφηται και ο νομος εως ιωαννου προεφητευσαν
Translit interlinear, pantes {semua} gar {karena} hoi prophêtai {para nabi} kai {dan} ho nomos {hukum [taurat]} heôs {hingga} iôannou {Yohanes} proephêteusan {mereka bernubuat}

Matius memberi penjelasan lebih jelas dengan menempatkan kata “mereka nubuat” berakhir hingga tampilnya Yohanes Pembaptis. Dengan demikian kita mengerti bahwa TAURAT dan Nubuat-nubuat para nabi dalam Perjanjian Lama berakhir pada saat tampilnya Nabi Terbesar, yaitu Yohanes Pembaptis.

Maka selaras dengan perkataan Yesus Kristus dalam Lukas 16:16, Matius 11:13, dan terakhir di Yohanes 19:30 saat Ia berkata “τετελεσται – tetelestai”. Berdasarkan hal-hal tersebut Rasul Paulus dengan berani dan sangat tegas mengatakan “KEMATIAN YESUS DI KAYU SALIB itu TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT”

Kita kaji ayat ini :

* Efesus 2:15
LAI TB, “sebab dengan mati-Nya sebagai manusia IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,”
KJV, “Having abolished in his flesh the enmity, even the law of commandments contained in ordinances; for to make in himself of twain one new man, so making peace;”
NIV, “by abolishing in his flesh the law with its commandments and regulations. His purpose was to create in himself one new man out of the two, thus making peace,”
TR, την εχθραν εν τη σαρκι αυτου τον νομον των εντολων εν δογμασιν καταργησας ινα τους δυο κτιση εν εαυτω εις ενα καινον ανθρωπον ποιων ειρηνην
Translit interlinear, tên ekhthran {perseteruan/ (kematian)} en {di dalam} tê sarki {tubuh} autou {-Nya} ton nomon {hukum taurat} tôn entolôn {dari perintah-perintah} en dogmasin {dalam ketentuan-ketentuan/ pengajaran} katargêsas {telah membatalkan} hina {supaya} tous duo {dua} ktisê {ia menciptakan} en {didalam} eautô {DiriNya} eis {menjadi} hena {satu} kainon {abru} anthrôpon {manusia} poiôn {(untuk) mengadakan} eirênên {perdamaian}

IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT, καταργησας – katargêsas, aorist aktif partisip nominatif tunggal maskulin dari kata kerja καταργεω – katargeô.

Kata Yunani καταργεω – katargeô bermakna : membinasakan, membatalkan, menghilangkan, menyebabkan tidak bekerja lagi, tidak beroperasi lagi, tidak aktif, berakhir, dan makna-makna lain yang sejenis. Hukum Persepuluhan adalah salah satu dari hukum Taurat dan tentu ini telah batal.

Selanjutnya juga dijelaskan dalam Alkitab, KASIH yang adalah HUKUM KRISTUS adalah KEGENAPAN HUKUM TAURAT :

* Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Kasih adalah kegenapan Hukum Taurat.
Dan kalau ada gereja-gereja yang masih melaksanakan “sebagian ketentuan Taurat”,
tetap harus diingat sabda Yesus “Yang satu harus dilakukan, yang lain jangan diabaikan”
(Matius 23:23b).

sumber : http://www.sarapanpagi.org/persepuluhan-vt315.html

Taurat adalah kantung lama, dan anugerah adalah anggur baru.
Karena sudah diberikan anugerah Allah , kita tidak bisa menyimpannya lewat melakukan Taurat,

otherwise

anggur baru akan merobek kantung yang lama.
Satu-satunya cara ialah menyimpan anggur baru tersebut dengan kantung yang baru,
yaitu perjanjian yang baru lewat darah KRISTUS.

  • Kisah 15:10
    Kalau demikian,
    mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu
    kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?

  • Galatia 5:1
    Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita.
    Karena itu
    berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Kesimpulah :

Hukum Taurat sudah digenapi = Hukum Taurat sudah berakhir (End of The Law)

YESUS yang adalah Kasih adalah kegenapan hukum Taurat

  • Roma 13:10
    Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia,
    karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

hukum Taurat sudah selesai. dan digantikan dengan KASIH

Pandanglah persepuluhan sebagai KASIH bukan sebagai kewajiban melakukan hukum Taurat, pasti Yesus dan Paulus mengatakan demikian.

Salam

Kejadian 14
14:20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

Kejadian 28
28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Sebelum ada hukum Taurat, Abraham dan Yakub melakukan persembahan persepuluh sebagai wujud iman dan kasih mereka kepada Allah…^0^

Bandingkan ini:

Roma
4:9. Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran.
4:10 Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau sesudah ia disunat? Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya.
4:11 Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka,
4:12 dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat.
4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.
4:14 Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.

Hiduplah dan menerima janji seperti iman Abraham, berikan persepuluhan yang bukan persepuluhan hukum Taurat, namun persembahan persepuluhan yang merupakan IMAN ABRAHAM…^0^

Salam

Pandanglah persepuluhan sebagai KASIH bukan sebagai kewajiban

kenapa tiba-tiba ngomong persepuluhan ya :slight_smile:

ini kan lagi bahas berakhirnya Hukum Taurat (613 peraturan Taurat)
sedangkan persepuluhan kan cuma salah 1 Taurat saja :slight_smile:

jadi sebenarnya ini lagi membahas GLOBAL , bukan cuma 1 saja :slight_smile:

tapi baiklah karena persepuluhan termasuk di dalam salah satu hukum taurat.

ok. sebentar ke persepuluhan

MODE OOT ke Persepuluhan = ON

Pandanglah persepuluhan sebagai KASIH bukan sebagai kewajiban

saya setuju sekali. artinya
apabila mau dilakukan. jangan lakukan dengan cara “TAURAT”

*) lalu bagaimana kalau tidak melakukan persepuluhan ?
sama sekali tidak masalah.

ini persis banget dengan cara Abraham.

bro SP pernah menulis “lakukan dengan cara Abraham, tidak dengan cara Taurat Musa”

dimana sangat berbeda sekali

Abraham apabila tidak melakukan = sama sekali tidak salah apapun
Taurat Musa apabila tidak melakukan persepuluhan = bersalah

posisi Abraham adalah free giver . memberi tanpa dituntut perintah / peraturan / iming2

Tuhan tidak pernah menyuruh Abraham perpuluhan.

jadi apabila Abraham memberi persepuluhan sebagai ucapan syukur… ya bagus
tapi apabila Abraham tidak memberi persepuluhan sebagai ucapan syukur… ya ga masalah

berbeda dengan Taurat Musa. Tuhan memang menyuruh persepuluhan
tetapi
setelah YESUS datang Taurat Musa berakhir termasuk persepuluhan Taurat juga berakhir

jadi jika ada yg ingin melakukan persepuluhan Taurat Musa.
ingat jangan lupa melakukan 612 Taurat yg lain

tapi jika ada yg ingin melakukan persepuluhan metode Abraham maju saja.

Karena persepuluhan metode Abraham bukan Kewajiban
jadi kalau tidak memberi persepuluhan juga Tidak Masalah sama sekali

Apabila pada jaman PB ini masih ada yg meWAJIBkan orang lain selain dirinya untuk melakukan persepuluhan

arti kata meWAJIBkan persepuluhan adalah TIDAK melakukan Persepuluhan = DOSA

maka sama saja itu menyuruh orang lain utk sekali lagi kembali ke persepuluhan Taurat Musa

terakhir

  • YESUS sudah menyelesaikan Hukum Taurat
    CHRIST is END OF THE LAW

    Roma 10:4 - KJV : For CHRIST is [b]the end of the law[/b] for righteousness to every one that believeth."
    tinggal percaya apa tidak ? atau masih tetap ngotot melakukan Taurat (termasuk persepuluhan) ?
  • Taurat (termasuk persepuluhan) sudah digantikan dengan yg baru yaitu KASIH

  • YESUS TIDAK PERNAH melarang persepuluhan metode Abraham
    memberi persepuluhan sebgai free giver
    (beda dengan persepuluhan yg diWAJIBkan … dimana kalau tidak persepuluhan maka dosa)

  • YESUS TIDAK PERNAH MENGAJARKAN PERSEPULUHAN.

dan tolong jangan main “pelintir” ayat
yg menyuruh orang percaya pada jaman PB utk sekali lagi menjalankan Taurat Baru bikinan doktrin gereja
ayat yg sering “dipelintir”/di"abuse" untuk pundi2 owner gereja dan menakut2i jemaat :
Maleaki 3:10 , Matius 23:23

Thx

MODE OOT ke Persepuluhan = OFF :slight_smile:

ok utk selanjutnya bagaimana kalau kita kembali ke bahasan “Hukum Taurat sudah Berkahir” (End of the LAW)

Sebenarnya hal yang anda bawa adalah suatu hal yang memudahkan, tapi sayangnya belum tentu semuanya semudah seperti itu.

Bro Repento bagaimana menjelaskan perkataan Tuhan Yesus sendiri dalam ayat ini?
Matius 5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Salam

Saya awam walaupun sudah kristen sejak kecil, tapi saya ingin tahu apakah sepuluh perintah Allah itu termasuk yang enam ratus tiga belas itu bro?

10 FIRMAN atau DASA TITAH adalah bagian dari Hukum Taurat (bagian dari 613 printah/ mitsvot)

10 Firman :

[01] Ilah-ilah asing; Mitsvot ke-2, 312, 313

[02] Berhala; Mitsvot ke-318 - 319

[03] Nama Allah, Mitsvot ke-204:

[04] Sabat; Mitsvot ke-110-109:

[05] Orang tua; Mitsvot ke-59:

[06] Pembunuhan; Mitsvot ke-278:

[07] Perzinahan; Mitsvot ke-82 - 106

[08] Pencurian; Mitsvot ke-279:

[09] Kesaksian palsu; Mitsvot ke-241:

[10] Ketamakan, Mitsvot ke-282.

613 Perintah selengkapnya di http://www.sarapanpagi.org/613-mitsvot-vt218.html#p424

@bro sarapan pagi , bisa jawab pertanyaan hans ga? Tks

Perjanjian Baru yang membebaskan adalah:

Pertama - Kematian Yesus untuk menebus dosa manusia.
Kedua - Roh Kudus di dalam umat pilihanNya.

Yehezkiel 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 36:27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

2Korintus 3:6. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

Ibrani 8:10 “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 8:11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku. 8:12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.” 8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

Salam.

Ayat yg dipersoalkan ada pembahasannya di http://www.sarapanpagi.org/menggenapi-dan-membatalkan-taurat-vt545.html#p1022

Saya berpendapat bukan hukumnya dirubah semua. Sebab melanggar apa yang disebut dalam 10 hukum sampai sekarang pun tetap disebut dosa.

Perbedaannya:

  1. Ada penebusan dosa melalui Yesus Kristus. Tidak perlu lagi ada korban bakaran sesuai Taurat.
  2. Umatnya dilengkapi dengan kuasa untuk melakukan kehendak dan perintah Tuhan (termasuk di dalamnya kesepuluh hukum tersebut). Ini diwujudkan dengan ada Roh Kudus.
  3. Ada pengharapan di dalam Janji Allah. Hukum Taurat tidak membawa pengharapan melainkan hukuman, tapi melalui kebangkitan Yesus Kristus memberikan pengharapan akan hidup yang kekal.

Salam.

Reff: http://www.sarapanpagi.org/menggenapi-dan-membatalkan-taurat-vt545.html#p1022

Mengenai persoalan DASA TITAH yang seolah masih berlaku bagi orang Kristen:

[i][b]"Kalau hukum Taurat "batal", apakah benar yang dulunya dilarang berzinah boleh berzinah? (Firman ke 7) dan yang dulunya dilarang membunuh boleh membunuh?"[/b][/i]

Perlu kita sadari bahwa, pembatalan Taurat tidak menjadikan orang Kristen menjadi “TANPA HUKUM” (ανομος – ANOMOS), Tuhan kita Yesus Kristus sudah memberikan dasar kepada para murid suatu HUKUM yang BARU sebelum kematianNya di Kayu Salib itu “membatalkan Taurat” :

* Matius 11:28-30
11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Lihat penjelasan di http://www.sarapanpagi.org/pikullah-kuk-matius-11-28-30-vt39.html#93

Tuhan Yesus mengatakan dalam Matius 11:30, bahwa KUK (hukum) yang Dia pasang itu “easy” karena KUK Kristus hanya ada 2, bukan 613.

Kuk Hukum Kasih :

* Matius 22:37-40
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Hukum Kasih juga dikenal dengan istilah Hukum Kristus (lihat penjelasannya di http://www.sarapanpagi.org/hukum-law-nomos-torah-vt1312.html#4353 )

Kembali kepada persoalan : Kalau hukum Taurat “batal”, apakah yang dulunya dilarang berzinah boleh berzinah? Dan yang dulunya dilarang membunuh boleh membunuh?

Perlu kita ketahui Firman ke-7 : “Jangan Berzinah” itu dijelaskan lebih lanjut dalam kitab Taurat misalnya Imamat 18:20 dan masih banyak lagi. Tidak ada satu pun ajaran Taurat seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus bahwa setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Inilah yang sering saya kutip bahwa Yesus Kristus merombak habis-habisan hukum Taurat Perjanjian Lama.

Firman ke-6 : “Jangan Membunuh”, bandingkan dengan Hukum balas-dendam {Lex Talionis): Mata ganti mata. Jika perintah itu diubah menjadi mata beri mata, apakah hal ini berarti menjelaskan arti yang sebenarnya? Bagi saya, itu artinya membalikkan hukum Taurat seratus delapan puluh derajat. Hukum balas-dendam yang “permissive” terhadap pembunuhan, juga dirombak habis-habisan.

Kalau Hukum Taurat mengenai pembunuhan itu terbatas pada hilangnya nyawa. Dan Perzinahan terbatas pada perbuatan kontak seksual fisik. Hukum Kristus lebih lagi, lihat Artikel : “YESUS MEMURNIKAN HUKUM PEMBUNUHAN DAN PERZINAHAN DARI FISIKAL MENJADI MORAL-SPIRITUAL”, di
http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=1392#1392

Demikianlah perbuatan-perbuatan dosa yang dalam Taurat hanya disorot secara Fisik, dalam Hukum Kristus disorot secara Moral-Spiritual. Dan Hukum Taurat yang termasuk 10 Firman di dalamnya pun sudah digenapi oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Dengan 2 macam hukum saja, Kasih kepada Allah dan Kasih kepada manusia. Yesus Kristus telah menetapkan HUKUM BARU yaitu HUKUM KASIH, karena KASIH adalah kegenapan hukum Taurat (Roma 13:10)

Amin.

Tks bro sarapan pagi ,saya baca dulu sampai habis.

Bro S P , terima kasih artikelnya bagus sekali. sudah menjawab seluruh TS. :cheesy:

Kalau demikian sebagian dari taurat masih berlaku kan bro. Misal jangan membunu, jangan mencuri, jangan berzinah, jangan menyembah patung atau ilah2 lain .

Perkataan Paulus itu rada sulit loh untuk dimengerti bahkan bisa disalahgunakan yang mengakibatkan kebinasaan…^-^

2 Petrus
3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
3:16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.
3:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.
3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Lihat perkataan Rasul Petrus ini, untuk meng-counter orang2 yang salah mengerti maksud dari perkataan Paulus di dalam tulisannya, Petrus mengatakan: kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum.

Jadi tetap ada hukum…^0^

Apakah yang dimaksud dengan kuk/beban hukum Taurat? Saya berpandangan bahwa pelaksanaan lahiriah dari hukum Taurat yang menjadi kuk/beban bagi orang percaya itu yang dibatalkan termasuk hukuman pelanggaran atas praktek pelaksanaan lahiriah dan penebusannya, namun essensi hukum Taurat secara rohani tidak pernah dibatalkan.

Jangan membunuh, jangan mencuri, jangan bersaksi dusta, jangan berzinah, dll adalah bentuk hukum rohani bukan hukum lahiriah.

Salam

Tambahan lagi, yang rohani dinilai secara rohani dan tidak dinilai secara lahiriah.

Contoh: Kuduskanlah hari Sabat.

Perintah ini masih tetap berlaku secara rohani namun prakteknya tidak dinilai secara lahiriah.

Jika ada yang menuntut pelaksanaan Sabat mesti hari Sabtu maka ia telah menilai perintah rohani ini secara lahiriah belaka.

Salam

Setuju, bro santo, seluruh hukum kasih mencakupi sebagian hukum Taurat, maksudnya tidak termasuk yang adat istiadat yang di bikin ahli Taurat, padahal mereka sendiri tidak melakukannya.

Hukum kasih, kalau kita mengsihi sesama, tentu kita tidak akan membunuhnya, mencuri dari dia, mengingini barangnya.

jadi penggenapan dari hukum Taurat ada dalam hukum kasih yang juga mencakupkan 10 perintah Tuhan.

Hukum 1 - 4 mengasihi Tuhan Allah
Hukum 5 - 10 mengasihi sesama.

Dan masih adalagi di khotbah di bukit yang di ajarkan Tuhan Yesus.

Hukum Taurat menunjukkan kesalahan kita, sedang hukum kasih menunjukkan bagaimana kita behave yang benar.

Hukum Taurat dengan usaha manusia, sedangkan hukum kasih dengan pertolongan Tuhan.

Usaha manusia sudah di jalankan oleh bangsa Israel dengan gagal, makanya dengan kasih karunia , Tuhan memampukan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.