ROTI HIDUP dan SAKRAMEN EKARISTI

Memberi peringatan dan/atau sanksi tidak bisa menjadi solusi dalam jangka panjang.
Ini sudah pernah kami coba. Member yang dibanned masih bisa dengan mudah melakukan registrasi dan melanjutkan aksinya.
Saya sendiri berharap bahwa member Katolik meluruskan setiap kesalahpahaman yang dilontarkan oleh beberapa member tertentu. Saya percaya bahwa member Katolik di sini mampu menyatakan kebenaran ajaran Katolik tanpa campur tangan otoritas forum.
Dengan demikian solusinya bertahan dalam waktu yang lama karena fitnah-fitnah member tertentu tadi berhasil dipatahkan dan buktinya tersimpan di forum ini.

Salam

Saya setuju sekali dengan pendapat momod.

Kebenaran adalah kebenaran, sama seperti bila ya katakan ya, bila tidak katakan tidak. Kebenaran bukan didasarkan pada OTORITAS yang berkuasa sebagaimana sistim yang dianut oleh Gereja Katolik. Parahnya lagi, sekarang non katolik juga diusahakan menganut sistim yang sama.

Bukan memberi sanggahan atau argumen, malahan perwakilan GK melakukan ad hominem, memfitnah, menipu, black campaign, membujuk otoritas agar mengikuti kemauan mereka dsb.

Yang terakhir malah akun FB saya diblokir juga.

Paling tidak para pembaca sudah punya bayangan bagaimana nantinya jika “PERSATUAN/ OIKUMENE” yang tunduk pada “tuhan” dan nasib dari perintah Yesus.

Kasihan sekali nasib umat katolik dibawah pemerintahan mereka-mereka ini.

Ini berlaku juga untuk topik buatan member Katolik yang menentang Sola Scriptura dan ajaran Protestan lainnya. Member Protestan didorong untuk memberikan sanggahan tanpa membawa-bawa otoritas forum.

Salam

Sudah berkali-kali diluruskan koq, tapi kan dibengkokkan lagi? Apakah akhirnya moderator memposisikan diri menjadi sama dengan yang bengkok sehingga perlu minta pelurusan kembali sesuatu yang sebelumnya sudah diluruskan namun dibengkokkan lagi?

Bengkok itu yang seperti bagaimana Roderick? apakah karena saya menghimbau anda agar jangan terus menipu umat katolik maka saya dikatakan bengkok Roderick?

Bagaimana dengan penghapusan ayat Firman Tuhan atau kata-kata Yesus yang kamu lakukan? apa bukan bengkok itu namanya?

Yang anda kutip memang ajaran PAUS mengenai Ekaristi, yakni dengan MENGHAPUS kata-kata Yesus berikutnya yang berbunyi demikian:

[i]Mat 26:2 Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk DISALIBKAN.

26:21 Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan MENYERAHKAN Aku (untuk DISALIBKAN).

Mat 26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”

Mat 26:27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.
Mat 26:28. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan (KETIKA DI INQUISISI DAN DISALIBKAN ROMA) bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Luk 22, 1 Korintus 11 Perbuatlah ini menjadi PERINGATAN akan Aku.[/i]

Baik Matius 26, Lukas 22 maupun 1 Korintus 11 menceritakan peristiwa Perjamuan Terakhir yang SAMA.

Nah, yang kamu katakan itulah yang ajaran PAUS/ Gereja Katolik.

Ajaran Yesus yang DIHAPUS ketika mengatakan “Perbuatlah ini menjadi PERINGATAN akan Aku” yang anda sampaikan memang ajaran PAUS/ Gereja Katolik. Dan sekarang anda juga ikut menghapus juga kata-kata Yesus sebagaimana Tradisi Paus.

Sama juga dgn ajaran bahwa roti yang dikonsekrasi PAUS dan imam2nya bisa menjadi daging dan menebus dosa manusia yang anda sampaikan adalah ajaran PAUS/ GK.

Karena itu saya sarankan jangan mengganti ajaran PAUS seakan-akan hal itu diajarkan Yesus sambil menghapus kata-kata Yesus selanjutnya. Bukankah sudah saya nasihatkan kalau keadaan kamu mungkin jauh lebih baik tidak beragama, daripada beragama tapi menghujat Yesus.

Demi apakah saudara Roderick sampai tega menghapus kata-kata Yesus? demi menipu umat katolik kah? atau demi janji keselamatan yang diberikan agama anda?

Ada yang sudah, ada juga yang belum.
Yang harus diluruskan ialah yang masih bengkok.

Salam

Saya ingin meluruskan dengan bertanya kenapa Roderick mengikuti teladan PAUS/ Gereja Katolik yang MENGHAPUS perintah Yesus mengenai Perjamuan Terakhir, yaitu “Perbuatlah ini menjadi PERINGATAN akan Aku”

Bukan saja MENGHAPUS perintah Yesus, PAUS kemudian mengganti tubuh dan darah Kristus diatas kayu salib dengan “daging” hasil merapal KONSEKRASI untuk menebus dosa manusia.

PAUS/ Gereja Katolik kemudian menyatakan SESAT ajaran Yesus yang sudah dihapusnya, termaksud Protestan yang tidak mengikuti ajaran PAUS mengenai Ekaristi diatas.

loo justru tiap misa dilakukan ,kok anda bilang dihapus…cabeee dehhhh…

Gereja Katolik bukan saja cuma MENGHAPUS, tapi menyatakan SESAT ajaran Yesus mengenai Perjamuan Terakhir sebagai PERINGATAN akan diriNya.

masa sihhh… pernah ikut misa katolik??? belum ya?? …

Gereja Katolik menyatakan perintah Yesus sebagai suatu kesesatan itu apa hubungannya dengan ikut Misa Kudus di Gereja Katolik?

Kalau kurang paham juga, saya bisa bantu membuatkan thread baru mengenai Gereja Katolik yang menyatakan “LET HIM BE ANATHEM” - “Biarkan Dia menjadi seorang TERKUTUK” terhadap perintah Yesus ini.

Juga Protestan maupun gereja lain yang menolak hosti hasil konsekrasi PAUS dan imam2nya tidak luput dari kutukan PAUS/ Gereja Katolik.

Gimana bro Iceng? Roderick? rekan2 utusan GK? perlu nggak dibahas kutukan Gereja Katolik terhadap perintah Yesus yang sudah dihapus PAUS dan Roderick?

lah … yang diatas pernyataan anda ngawur… dah ngerti belon??? mo bikin topik lagi… ntar tambah ngawur deh :slight_smile:

apakah kalo pendeta gereja anda pindah ke is**lam, gereja anda akan memberikan julukan “Yang Berbahagia” gituuu…wooowwww :slight_smile:

apa hubungannya kutukan Gereja Katolik terhadap Yesus dan perintahNya dgn komentar anda yang seperti orang mengigau? kamu baru ikut sakramen apa sih kok kayak kepenuhan roh gitu ;D

Gw bantu meluruskan :

Jesuits Order menetapkan & menyatakan bahwa Gereja Katolik bukan saja cuma MENGHAPUS, tapi menyatakan SESAT ajaran Yesus mengenai Perjamuan Terakhir sebagai PERINGATAN akan diriNya.

;D

Thanks mas Siapakah,

Lho apa sampeyan belum nyadar…
Bro Jes ini AHLI banget & HAPAL Luar Kepala atas & bawah semua hukum-hukum, dogma-dogma, tradisi-tradisi yang ada di gereja khatolik.

Dia paham betul semuanya itu… LEBIH PAHAM daripada Paus & Kardinal & Uskup & para ulama semua kalo digabung…
Kalo dibandingkan dengan pendapat para orang-orang itu, Pendapat Bro Jes lah yang PALING KOMPREHENSIF, MENDALAM atas PEMAHAMANNYA tentang Lembaga & Ajaran Roma Khatolik itu sendiri…
Kalah semua lah mereka itu dibanding pengetahuannya Bro jes…

Mulai sekarang, saya usul Bro Jes… id-nya diganti aja jadi POPE WANNABE gimana?
kayanya lebih cocok om…
Nanti biar kita arahkan semua member yang ingin belajar Dogma Khatolik yang tepat & mendalam agar berkonsultasi dengan PAKAR-nya, yaitu si POPE WANNABE ini… ehehe…

Back to Topik

Sepakat.

Sepakat.

Tidak sepakat, Makan Roti Hidup dan Percaya Pada Roti Hidup

Ayat sebelumnya yang dimaksud yang mana?
Yoh 6.49 (tidak dicantumkan di posting, entah apa maksudnya) / Yoh 6:48.
dengan Yoh 6: 49 tidak sama
dengan Yoh 6: 48 sama yaitu Yesus Kristus.

Kurang jelas maksudnya, tapi saya coba jawab
Ketika bicara Roti hidup adalah kiasan dari Yesus, Kiasan dalam Arti Yesus bukan Roti (benda Mati) tapi Yesus disamakan dengan Roti/Roti Hidup dan bisa dimakan.
Ketika bicara Makan, kami percaya bukan kiasan.

Kapan menurut siapa, Kalau menurut Allah sejak awal.
Kalau menurut sejarah manusia sejak Firman Allah inkarnasi menjadi Manusia.

Ayat yg kamu kutip itu memberitahu agar kita terus mengingat dan memberitakan kematian Yesus yang sudah menebus dosa manusia sampai Yesus datang kembali nanti.

Masalahnya, PAUS i.e magisterium BUKAN memberitakan kematian Yesus diatas kayu salib untuk menebus dosa manusia, malah memberitakan bahwa mujizat roti yang dikonsekrasi PAUS lah yang menyelamatkan manusia dalam SAKRAMEN EKARISTI.

PAUS i.e magisterium juga memberitakan bahwa Yesus SUDAH datang kembali untuk menjemput “Maria” dan menjadikannya Ratu yang memerintah di sorga.

PAUS i.e magisterium juga memberitakan Kerajaan Roma Katolik dan Ratu Sorga pada umatnya.

Bukankah ini berarti PAUS i.e magisterium Gereja Katolik mengajar umatnya dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, sehingga berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan?

Kenapa Paus/ GK mengajarkan umatnya supaya berdosa pada Tuhan dan menggantungkan keselamatannya pada Raja PAUS dan Ratu Sorga?

Jelas sekali saudara Bruce sendiri belum menguji, apakah tubuh KRISTUS yang disalibkan itulah yang sudah menyelamatkan saudara atau mujizat PAUS dan imam2nya merapalkan konsekrasi merubah roti menjadi daging betulan itulah yang menyelamatkan saudara dan seluruh umat Paus/ GK?

Bukankah Gereja Katolik mengajarkan bahwa rupa2 mujizat Paus dgn kuasa ilahinya itulah yang menyelamatkan manusia?

Ini pernyataan buat Gereja Katolik:

Kenapa PAUS i.e magisterium/ Gereja Katolik justru mengajarkan umatnya agar BERDOSA terhadap tubuh Kristus yang sudah DISALIBKAN untuk menebus dosa manusia?

Dan yang disembah dalam Sakramen Ekaristi ini siapa?

PAUS atau rupa2 mujizat yang dibuat PAUS?

Terlebih setelah PAUS mengganti Tubuh Kristus yang sudah disalibkan di bukit Golgota dengan daging hasil rupa2 mujizat kuasa ilahi Paus merubah roti menjadi daging?

OOT Pak.
Modus Operandi baru yah?
Mencoba menghubungkan dengan dogma-dogma lain yang sudah Anda imajinasi dimasukan ke topik ini seolah-olah berhubungan.

Fokus saja kepertanyaan TS, Menurut Anda bagaimana sesuai dengan pendapat TS atau tidak?

Syalom Kata-Holos

Kalau anda tidak mengerti apa yang sedang anda baca, coba pelan-pelan dilihat lagi ayat yang menjadi pokok perbincangan, yaitu:

[i] 1Kor 11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

1Kor 11:27 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia BERDOSA terhadap tubuh dan darah Tuhan.

1Kor 11:28 Karena itu hendaklah tiap-tiap orang MENGUJI dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.

1Kor 11:29 Karena barangsiapa makan dan minum TANPA mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. [/i]

Ayat yg dikutip perwakilan GK itu memberitahu agar kita terus mengingat dan memberitakan kematian Yesus yang sudah menebus dosa manusia sampai Yesus datang kembali nanti.

Masalahnya, PAUS i.e magisterium BUKAN memberitakan kematian Yesus diatas kayu salib yang menebus dosa manusia, malah memberitakan bahwa mujizat roti yang dikonsekrasi PAUS (hosti) lah yang menyelamatkan manusia dalam SAKRAMEN EKARISTI.

PAUS i.e magisterium juga memberitakan bahwa Yesus SUDAH datang kembali untuk menjemput “Maria” dan menjadikannya Ratu yang memerintah di sorga.

PAUS i.e magisterium juga memberitakan Kerajaan Roma Katolik dan Ratu Sorga pada umatnya.

Bukankah ini berarti PAUS i.e magisterium Gereja Katolik mengajar umatnya dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, sehingga berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan?

Kenapa Paus/ GK mengajarkan umatnya supaya berdosa pada Tuhan dan menggantungkan keselamatannya pada PAUS dan Ratu Sorga ajarannya?

Jelas sekali Bruce yg mengutip ayat tersebut belum menguji, apakah tubuh KRISTUS yang disalibkan yang menyelamatkan atau mujizat PAUS dan imam2nya merapalkan konsekrasi merubah roti menjadi daging betulan itulah yang menyelamatkan.

Bukankah Gereja Katolik mengajarkan bahwa rupa2 mujizat Paus dgn kuasa ilahinya itulah yang menyelamatkan manusia?

Ini pernyataan buat Gereja Katolik:

Kenapa PAUS i.e magisterium/ Gereja Katolik justru mengajarkan umatnya agar BERDOSA terhadap tubuh Kristus yang sudah DISALIBKAN untuk menebus dosa manusia?

Dan yang disembah dalam Sakramen Ekaristi ini siapa?

PAUS atau rupa2 mujizat yang dibuat PAUS?

Terlebih setelah PAUS mengganti Tubuh Kristus yang disalibkan di bukit Golgota dengan hasil rupa2 mujizat Paus merapalkan konsekrasi merubah roti menjadi daging b[/b]?