Runtuhnya Pandangan 7 Tahun Tribulasi

Pandangan 7 tahun tribulasi yang telah umum diterima sebagian kalangan Kristen :

  1. Antikris akan muncul pada 7 tahun terakhir dari sejarah gereja.
  2. Memerintah sebagai pemimpin yang baik selama 3,5 tahun
  3. Memerintah sebagai pemimpin yang jahat selamat 3,5 tahun
  4. Menolong orang Yahudi mendirikan bait suci
  5. Memulai lagi sistem pengorbanan binatang
  6. Membuat “patung berbicara”
  7. Menghentikan korban bakaran
  8. Menghancurkan bait suci selama 3,5 tahun terakhir
  9. Berbalik melawan orang Yahudi
  10. Menganiaya orang Kristen selama 7 tahun tribulasi
  11. Memulai perang Armageddon
  12. Menjadi iblis dalam bentuk manusia

Nanti akan saya buktikan bahwa semua hal-hal diatas adalah MITOS BELAKA dan karangan manusia saja, karena tidak didukung baik oleh Alkitab maupun Sejarah.

Argumen utamanya sudah pasti meliputi ayat-ayat kebanggaannya berikut ini :

  1. Daniel 12:11
    Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari. (1290 hari ditafsirkan sebagai 3,5 tahun).

  2. Wahyu 11:2
    Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya." (42 bulan ditafsirkan sebagai 3,5 tahun)

  3. Daniel 9:27
    Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu." (1 x 7 masa ditafsirkan sebagai 7 tahun)

  4. Daniel 7:25 Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (Ditafsirkan sebagai 1 + 2 + 1/2 masa = 3,5 tahun)

  5. Daniel 12:7
    Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: “Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!” (Ditafsirkan sebagai 1 + 2 + 1/2 masa = 3,5 tahun)

  6. Wahyu 12:6
    Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. (1260 hari ditafsirkan sebagai 42 bulan)

Apakah Anda sudah tahu bahwa pencetus pertama teori ini berasal dari teolog Jesuit Katolik dari Spayol ? Lihat disini : http://en.wikipedia.org/wiki/Francisco_Ribera

Pada Abad 16-17, para reformator (Luther, Zwingli dan Calvin) menyebarkan ajaran bahwa hierarki Katolik Roma adalah “Pelacur Besar” yang disebut dalam Wahyu 17. Untuk menghentikan ini, gereja Katolik Roma memulai sebuah program untuk merusak / menghentikan reformasi protestan. Mereka mengamanatkan kepada dua imam Jesuit untuk mengembangkan sebuah doktrin yang akan mengeluarkan reformasi dari jalurnya…dan mereka hampir saja berhasil.

Dikembangkan dan dipopulerkan pertama kali oleh Fransisco Ribera seorang Jesuit. Pandangannya meng-klaim bahwa kitab Wahyu tidak akan digenapi sampai tiba akhir era Kekristenan. Ribera mengajarkan Babilonia yang dibangun kembali, Bait suci yang dibangun kembali di Yerusalem, diadakannya kembali pengorbanan binatang dan Antikris masa depan.

Terdengar akrab di telinga ? ? ?

Harusnya sudah tidak mengherankan lagi…karena Ribera adalah pendiri paham [i]Futurist /i eskatologi.

Bersambung…

Sambungan…

Lalu pada tahun 1614 >> hadirnya pandangan preterist

Dibuat dengan alasan dan maksud yang sama , oleh Alcazar, seorang Jesuit Katolik. Ia mengklaim bahwa nubuat akhir zaman di Markus 13, Matius 24, Lukas 21 serta Kitab Wahyu telah digenapi melalui jatuhnya Yerusalem pada tahun 70 M !

Preterisme, begitulah pandangan ini disebut, mendukung “replacement theology” (teologi penggantian). Ini adalah sebuah ide bahwa Tuhan akan membatalkan perjanjian (baca: covenant) dengan keturunan jasmani Abraham melalui peristiwa Kalvari, dan gereja adalah satu-satunya Israel pada era kekristenan. Dengan mengesampingkan bukti yang ada di depan mata mereka sendiri (berdirinya negara baru Israel mengakomodasi secara penuh kembalinya orang-orang Yahudi), pandangan yang sangat meragukan ini masih diterima oleh banyak gereja Injili.

Dua pandangan diatas dimulai oleh dua imam Jesuit Katolik untuk menjegal / menghentikan reformasi gereja. Demikian pula, selanjutnya kedua pandangan tersebut menjadi doktrin yang diterima oleh sebagian besar gereja-gereja protestan. MASALAH UTAMA-NYA ADALAH : KEDUA-DUANYA SECARA LANGSUNG BERTENTANGAN DENGAN KITAB SUCI DAN SEJARAH !

APA BUKTINYA SECARA ALKITAB DAN SEJARAH, BAHWA DUA PANDANGAN TERSEBUT ADALAH HANYA MITOS ATAU DONGENG ISAPAN JEMPOL BUATAN MANUSIA BELAKA ? ? ?

BUKTI #1:

Daniel 12:11
“Sejak dihentikan korban sehari-haridan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada 1290 hari.”

Dengan memakai unit pengukuran hari-tahun b[/b] untuk ayat tersebut, Daniel kemudian dapat memahami penglihatan tersebut ( ini yang menyebabkan bagaimana Daniel dapat memahami nubuatan. Tuhan memberikan penglihatan 1290-hari, 50 tahun setelah korban bakaran yang biasa dilaksanakan dhentikan. Dapat diketahui bahwa Daniel tidak melihat sesuatu yang penting dan khusus mengenai 1290 hari dalam hitungan 24 jam sehari setelah korban bakaran tersebut dihentikan, jadi dia tahu bahwa Tuhan berbicara mengenai sesuatu waktu dari pada hari yang biasa. Daniel kemudian memakai definisi nubuatan hari yang diberikan kepada Yehezkiel [ Yeh 4:6 “ Aku menetapkan satu hari untuk satu tahun ] dan melihat bahwa kekejian akan terus selama 1290 tahun nubuatan Perjanjian Lama di masa yang akan datang ).

Dia mengingat kapan korban bakaran yang biasa dilakukan pada pagi dan sore hari telah dihentikan. Dia kemudian melihat 1290 tahun nubuatan ke depan dari waktunya saat itu. Dia sekarang melihat suatu kekejian yang tidak dapat dipercaya yang akan memasuki bukit dimana Bait Suci berdiri, suatu kejahatan yang akan membawa kepada kebinasaan. Daniel telah mengetahui mengenai kekejian yang akan datang kemudian yang akan mencemari dan mencegah dilaksanakannya korban bakaran kepada Allah Yahwe orang Israel di sana di masa depan.

Apakah kejadian yang mengerikan yang akan terjadi ? Daniel tidak dapat mengetahuinya apa, tetapi kita dapat karena 1290 tahun nubuatan dipenuhi 1300 tahun yang lalu, nubuatan tersebut digenapi pada tahun 688 M ( Beberapa orang mungkin berargumen bahwa korban bakaran telah dihentikan satu atau dua tahun sebelumnya, atau beberapa tahun kemudian daripada tahun 583 SM, seperti yang telah diperkirakan penulis.
Tetapi tidak ada dari salah satu argument tersebut yang menyatakan bahwa penghentian korban bakaran dilaksanakan sebelum dilakukan penghancuran Bait Suci [ 586 SM ], atau tidak lebih dari 10 tahun kemudian. The Dome of the Rock dan mesjid Al-Aqsa dibangun di bukit Bait Suci selama 20 tahun, dari 685 sampai 705 M. Dengan membiarkan kebebasan berpikir yang paling jauh dari argument para ahli, bahwa pandangan 20 tahun tidak dapat dihindari ).

Jadi apa yang terjadi pada tahun 688 M ? Jelas, dari tahun 685 M sampai dengan 705 M, Kalifah Muslim, Abd el Malik ibn Marwan, membangun sebuah memorial untuk mengenang MHMD, The Dome Of The Rock, di Bukit Bait Suci ! Jadi kita sekarang memiliki sebuah identifikasi yang positif. Yaitu sebuah [u][i][b]stuktur spiritual dari agama IL*M[/b][/i][/u]: The Dome of The Rock adalah kekejian yang membinasakan !

Hal diatas bukan hanya sebuah kebetulan atau suatu teologi dugaan ( suppositional ). Interpretasi hari-tahun sesuai terhadap ayat yang terdapat dalam Daniel 12 : 11 dan nubuatan tersebut sesuai dengan sejarah dalam hal tahun. Waktu dari pembangunan The Dome of The Rock dapat jelas sekali diketahui sehingga kalian dapat membuktikan sendiri dari ensiklopedia manapun.

Bersambung…

Sambungan…

Dan karena itu, untuk pertama kali dalam Firman, kita mencapai ILM. Tidak ada orang lain tetapi ILM yang bertanggung jawab untuk pembangunan yang merupakan suatu kekejian yang membinasakan. Lebih jauh lagi, kekejian yang berhubungan dengan the Dome of the Rock bukanlah suatu teologia yang baru. Ini adalah sebuah kebenaran yang telah diketahui gereja selama 1400 tahun, tetapi bagaimanapun juga kita telah dibuat untuk melupakan kata-kata nubuatan tersebut yang mana Sopronius, Uskup Gereja Yerusalem telah mengorbankan nyawanya ( Jerry Landay dalam bukunya, The Dome of the Rock [ Newsweek, New York, NY, 1972 ] hal. 18, mencatat bahwa ketika Kalifah Omar memasuki Yerusalem pada tahun 639 M, dia kemudian bertemu dengan Sopronus, Uskup Gereja Yerusalem, yang menunjukkan kepadanya mengenai kota, Melihat Bukit Bait Suci [ dalam puing-puing ], Omar kemudian menyatakan bahwa dia akan membangun memorial untuk Muhammad pada tempat asli dimana Bait Suci berdiri. Mendengar itu, Sopronus berteriak dengan ngeri, “Sungguh, ini adalah suatu kekejian yang membinasakan seperti yang telah dikatakan oleh Nabi Daniel, dan hal tersebut sekarang berdiri pada tempat suci.” Walaupun Sopronus seorang tua yang telah berumur 80 tahun, Kalifah Omar menahannya dalam penjara untuk melaksanakan kerja paksa dengan keras yang kemudian membunuhnya ).

Gunung Bait Suci milik Tuhan dalam Alkitab dibuat terlantar secara spiritual selama 13 abad yang lalu dan sampai sekarang masih terlantar. Orang-orang Yahudi tidak dapat melakukan korban bakaran kepada Tuhan dengan masih adanya bangunan tersebut disana. Hal ini yang menyebabkan beberapa rabi Yahudi yang konservatif diantara mereka berusaha meruntuhkannya. Hal ini bukanlah suatu rahasia lagi bagi Rabi-rabi Yahudi bahwa the Dome of the Rock adalah sebuah kekejian yang membinasakan.

Daniel 12:11
“Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada 1290 hari.”

Selang waktu antara “dihentikan korban sehari-hari” dan ditegakkannya “dewa-dewa kekejian yang membinasakan/Abomination that make desolate” kita terima sebagai interval waktu “X”.

Kita tahu dari sejarah bahwa korban sehari-hari dihentikan pada tahun 583 SM. Kita juga tahu dari sejarah bahwa konstruksi Dome of the rock dibangun pada tahun 688 M, di atas lokasi (apa yang mereka anggap benar…) bait suci.

Dengan memakai satu-satunya unit pengukuran yang diberikan Alkitab melalui prinsip DAY-YEAR atau One (prophetic) Day = One (history) Year :

Bil. 14:34, “ Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun….”

Yeh 4: 5-6, “ Beginilah Aku tentukan bagimu : berapa tahun hukuman kaum Israel, sekian harilah engkau menanggung hukuman mereka, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari……dan tanggunglah hukuman kaum Yehuda empat puluh hari lamanya; Aku menentukan bagi kamu satu hari untuk satu tahun.”

Karena nubuatan Daniel dalam Perjanjian Lama, maka untuk menyamakan catatan sejarah kita harus mengkonversi “prophetic days” yang masih dalam sistem penanggalan bulan tersebut ke dalam sistem kalender matahari, sesuai kita hidup sekarang di zaman Perjanjian Baru, untuk menyamakan catatan sejarah.

Jika 1290 [i]hari /i = 1290 [i]tahun /i

Oleh karena 1 tahun Ibrani = 360 hari dan 1 tahun matahari = 365,24 hari, maka kita mendapatkan faktor pengali sebagai konstanta konversi dari kalender Ibrani ke kalender matahari adalah:

Faktor konversi = 360 / 365,24 = 0,9857

Sehingga kita mendapatkan interval waktu “X” :

1290 tahun Ibrani / tahun nubuatan x 0,9857 = 1.271,5 tahun matahari.

Bertitik tolak dari tahun “penghentian korban sehari-hari” (583 SM) dan dihitung 1.271,5 tahun ke depan maka kita mendapatkan tahun 688 M ! (Tahun dimana Dome Of the Rock yang dianggap sebagai “kekejian yang membinasakan” oleh orang Yahudi yang hidup pada masa tersebut).

1.271,5 - 583 SM = 688,5 M

ANDA DAPAT MENGHITUNG SENDIRI SEMUA NUBUATAN DANIEL DAN WAHYU YANG SAYA CATAT DIATAS DENGAN PRINSIP DAY-YEAR. SANGAT SIMPLE DAN SEDERHANA, NAMUN PENGGENAPANNYA SANGAT SESUAI DENGAN ALKITAB DAN SEJARAH, JAUH DARI TEOLOGI DUGA-MENDUGA ATAU SPEKULASI ATAU KARANGAN MANUSIA - SEBAGAIMANA PANDANGAN 7 TAHUN MASA TRIBULASI.

Penjelasan bukti #2 SELESAI plus skemanya dibawah


Lagak elo kek Saksi Yehuwa saja…udeh jelas2 kedatangan-Nya dari ke Sorga tak ada seorangpun TAHU,baik Malaikat, Nabi bahkan Anak Manusia…karena itu hanya BAPA saja yg menyusunnya.
Kalau AWAL RAPTURE nya saja RAHASIA …bagaimana elo se BEGHOK itu Bro sok2an mulai meng HITUNG2 pakai Cara Manusia…akan terulang lagi munculnya manusia Idiot Alkitabiyah yg sok2an meng hitung2 dengan cara hitungan manusia !
Gue’ siap meruntuhkan kesombongan IDIOT dari 2 Ebook SESAT elo itu Bro !!! :’( :ashamed0004: :coolsmiley:

Masih tafsiran juga, lagi pula tafsiran anda termasuk tafsiran kuno yang dikoreksi tafsiran 7 masa. Bagi anda mungkin baru sebab anda baru dengar. Di Indonesia termasuk tafsiran yang jarang dipakai gereja-gereja di Indonesia.

udahlah ga usah terlalu mikirin yang ka gitu, dari dahulu kala sampai saat ini ga da yang tepat semua mua meleset :smiley:

Menghitung dengan cara manusia ? ? ? :happy0071:

Anak SD pun bisa menyimpulkan dengan mudah bahwa prinsip penghitungan nubuatan “masa” itu adalah Alkitab sendiri yang memberikan, jauh dari karangan manusia atau doktrin abal-abal buatan manusia.

Saya sangat bisa memahami cara membaca Anda yang Subyektif, karena masih terbelenggu doktrin 7 tahun Tribulasi yang telah anda telan mentah-mentah dari spirit perusak reformasi yaitu Fransisco Ribera, teolog Jesuit Ktl*k.

Baca baik-baik lagi semua penjelasan yang sangat masuk akal diatas: to the point, tidak dibuat-buat, jauh dari reka-reka manusia, karena nyata-nyata Alkitab sendirilah yang memberi jawaban atas penyingkapan nubuat “masa”, “hari”, “bulan” dalam kitab Daniel dan Wahyu.

Semua tulisan tersebut terbuka untuk diuji dan dikritisi dengan akal sehat yang telah diilhami Firman Tuhan tertulis dan ROH KUDUS, bukan dengan arogansi dan premanisme rohani.

Menggunakan unit perhitungan DAY-YEAR untuk mengetahui waktu kedatangan Tuhan tidak akan pernah berhasil dan memang tidak bisa dilakukan. Lagipula itu adalah suatu kesesatan besar. Prinsip DAY-YEAR hanyalah sebuah “tools” yang Alkitab sendiri berikan, yang didesain hanya untuk tujuan mendapatkan pemahaman yang benar atas nubuatan Daniel dan Wahyu, bukan untuk mereka-reka waktu kedatangan Tuhan.

Dengan menggunakan prinsip DAY-YEAR, kita akhirnya dapat memahami dengan benar nubuatan-nubuatan yang sebelumnya membingungkan tersebut. Setelah kita memahami makna penggenapan nubuatan-nubuatan tersebut, maka kita akan segera tahu bahwa nubuatan-nubuatan yang saya sebutkan diatas itu sama sekali tidak berkaitan dengan waktu kedatangan Tuhan di depan semua mata manusia.

Sorry ya Bro…Kebenaran akan tetap menjadi kebenaran dan fakta sejarah tetap akan menjadi fakta sejarah, tidak ada kaitannya dengan apapun yang akan Anda bicarakan nanti.

Setelah menerapkan prinsip DAY-YEAR maka dihasilkan kesesuaian nubuatan dengan sejarah. Sehingga otomatis itu bukan tafsiran lagi, tetapi telah berubah menjadi sesuatu yang artinya adalah pasti karena telah dibuktikan dari fakta sejarah. Anda pasti tahu maksud saya…contohnya Benny Hinn, banyak nubuatnya adalah palsu. Lalu tahunya darimana kalo palsu? Ya gampang…tapi sabar… ditunggu saja untuk melihat apakah nubuat itu benar tergenapi atau tidak.

Kita memang dilarang mencari tahu waktu kedatangan Tuhan, namun sebaliknya, kita malah diperintahkan untuk menyelidiki nubuatan-nubuatan “masa” dalam Daniel, memperoleh pemahaman yang benar atasnya, dan mendapatkan makna dan implikasinya dalam kaitan tugas dan panggilan kita sebagai orang percaya dalam konteks zaman dimana kita hidup: Akhir zaman.

Dan 12:4 Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."

Segala firman itu maksudnya apa? Pastinya termasuk nubuatan-nubuatan “masa” yang sulit tersebut bukan ?
Frase “sampai pada akhir zaman” berarti sebelum akhir zaman hal itu tidak, dan tidak akan pernah bisa dipahami oleh manusia, karena maknanya disembunyikan dan dimeteraikan. Nah… dengan dimulainya era “akhir zaman” maka banyak orang akan menyelidikinya sehingga pengetahuan bertambah.

1.akal sehat di ilhami dengan firman TUHAN ? bukannkah firman TUHAN merupakan hal - hal luar biasa di mata akal sehat (tidak masuk di akal)
2.bukan kah akal sehat selalu mengolok - ngolok firman TUHAN sepanjang sejarah manusia ?
(terbukti selalu di jungkir balikan oleh firman TUHAN yang membuktikan dirinya sendiri)
3.prisip day year ?

anda sehat ? ? ? itu pertanyaan saya :afro:
1 yoh 4:1

GBU bro

Sabar saja sampai tiba waktunya baru tahu tafsiran mana yang benar. Anda memiliki lidah bercabang dua…

Catatan: Sadarilah jika nubuat sudah digenapkan maka tidak akan digenapkan lagi kedua kalinya. Jika Mesias sudah datang menyelamatkan kita dan tidak akan datang lagi mesias yang lain dimasa akan datang untuk menggenapkan nubuat yang sama. Demikian juga nubuat tentang Akhir Zaman, akan tiba pada saatnya semua akan jelas, tidak terlalu cepat dan tidak juga terlambat. Jangan sombong dengan sedikit pengetahuan, anda hanya memahami sebagian tafsir dari gereja Advent (asumsi saya anda bukan dari gereja Advent), jika anda seorang pengajar di gereja Advent saya akan dengarkan kembali ulasannya yang mungkin telah ada tambahan baru.

1 Korintus 13:9

Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

Tidak lengkap dan tidak sempurna kata yang dipakai adalah μέρος (méros) yang artinya sebagian atau part dalam bahasa Inggris. Karena itu bagaimana kita dapat menjadikan sebuah adegan sinetron peristiwa Akhir Zaman. Kita belajar dan menyelidiki bukan untuk siapa yang paling benar mendengar “bisikan” Tuhan, tetapi agar kita berjaga-jaga, siap sedia dan memiliki pengharapan.

Sorry Bro, Anda telah keluar dari substansi pembicaraan ini. Baca lagi pelan-pelan posting saya semuanya.

Terimakasih

gw ngerti kok maksud lu…anda melihat tapi memaksakan gagasan…apakah anda merasa tidak memaksakan gagasan anda ?
tapi ya kita masing - masing mengikuti jalan kita kan…kamu mengikuti jalanmu bro tapi aku mengikuti jalanNYA

Itu hak Anda jika berasumsi seperti itu, silahkan saja…

Saya meyakini akan ada banyak pembaca yang bisa melihat kesesuaian nubuatan dengan sejarah tanpa dipengaruhi saringan doktrin buatan manusia, melihat kebenaran Alkitab sejujur-jujurnya.

1Jn 4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Tepat sekali ayat yang Anda sarankan…ini juga ayat favorit saya…

Fransisco Ribera adalah Imam Jesuit Ktlk yang ditugaskan oleh hierarkhi Rm* untuk menghentikan reformasi yang sedang bergulir (yang dimotori Luther, Zwingli dan Calvin) dengan mengarang doktrin “7 tahun tribulasi” untuk menghancurkan keberlanjutan reformasi. Pasti orang ini menjadi salah satu subyek penggenapan ayat yang Anda sebut tadi. Saya kuatir dengan Spirit penyesatnya telah mencemari banyak gereja sejak Abad 16/17…sampai sekarang. Hati-hatilah supaya tidak tertular.

Bahasa yang provokasi…

Butakah Allah? Tulikah Allah? Kurangkah kuasaNya sehingga membiarkan penyesatan terjadi dengan lahirnya aliran Potestan yang melakukan reformasi terhadap kekilafan gereja pada masa itu? Karena Allah tidak buta, tidak tuli dan kuasaNya tetap bekerja diantara umat pilihanNya maka lahirlah Luther yang membawa kembali gereja kepada kebenaran yang akhirnya juga diikuti oleh gereja Katholik pada masa kini.

Anda menulis sebagai seorang dari denominasi Injili yang menerima gerakan Kharismatik, tetapi mengajarkan dengan menyalahkan aliran lain melalui ajaran gereja Advent. Sekarang posting anda menyalahkan gerakan Protestan (termasud Injili tentunya) dengan versusnya membela Katholik, Siapa anda sebenarnya dan apa tujuan anda disini???

Yang saya sampaikan bukan penafsiran melainkan fakta sejarah.

“Lidah bercabang dua ??” Mohon lebih spesifik supaya tidak multitafsir.

Nah kalo yang ini saya setuju.

Terimakasih peringatannya supaya tidak sombong, saya menghargainya dan akan saya perhatikan. Mengenai Advent…bahasan yang saya sampaikan tidak mewakili denominasi manapun, termasuk sumbernya (2 Ebook tersebut) juga tidak berdiri pada salah satu paham teologi atau denominasi. Justru dengan itulah kita bisa melihat Alkitab seobyektif mungkin.

Oh mungkin yang Anda maksud dengan “Advent” adalah salah satu link yang saya berikan dalam posting di topik kedatangan Tuhan dan Rapture itu ya? Iya memang link itu punya Advent namun saya hanya merujuk pada bagian yang menurut saya Alkitabiah saja, bukan semua ajaran dalam link itu saya setujui. Itu hanya kebetulan saja bahwa saya merujuk ke sebagian kecil pengajaran mereka.

Begini ya…kita harus mengakui beberapa pengajaran mereka / “Advent” lebih Alkitabiah dari sebagian gereja sekarang. Meskipun ada bagian pengajaran yang ekstrim dan kebablasan, namun jika ada bagian pengajaran yang memang Alkitabiah, mengapa kita tidak belajar daripadanya ? Jangan merasa denom kita selalu paling benar, dengan doktrin-doktrin tertentu yang kita terima sebagai harga mati - menyamai dan bahkan mengalahkan otoritas Kitab Suci itu sendiri.

Kulit luar saya adalah kharismatik Injili namun saya tidak merasa bangga sedikitpun dengan hal itu, oleh karena itu saya senantiasa terbuka dan mau belajar dari Firman Tuhan, sehingga selalu welcome untuk perubahan dan penyesuaian yang lebih Alkitabiah dan lebih dapat diterima.

Saya setuju semua statemen Anda ini. Tugas utama kita bukan untuk menyelidiki tafsiran mana yang paling benar, namun untuk berjaga-jaga dan berdoa, melayani Tuhan dan menjadi saksi-Nya, khususnya juga menjadi saksi terhadap “saudara tiri” kita, ILM, yang sebenarnya adalah “pemain utama” dalam penggenapan nubuatan akhir zaman.

Namun keliru jika kita hanya melakukan tugas utama dan melalaikan tugas sekunder, yang antara lain adalah memahami nubuatan-nubuatan tersebut. Karena hal ini akan sangat menunjang dalam mengembangkan strategi dan mindset dalam menghadapi musuh utama kita yang bersembunyi dibalik ideologi tersebut. Kita akan punya “point of view” yang baru dalam memandang “saudara tiri” kita tersebut. Kita akan memiliki belas kasihan yang lebih mendalam terhadap mereka ini. Kita akan memiliki tekad, wawasan dan strategi yang lebih baik dalam memenangkan mereka.

Justru karena pengetahuan kita tidak lengkap dan tidak sempurna, oleh karena itu kita mau mempelajari nubuatan-nubuatan tersebut untuk menambah pengetahuan. Jika pengetahuan kita tidak lengkap, hal ini bukan berarti kita harus pasif, tidak menyelidiki nubuat Alkitab, mencocokkan dengan sejarah dan melihat penggenapannya. Justru kita harus menambah pengetahuan supaya tidak tinggal dalam kebodohan.

Jika nubuat kita tidak sempurna, itu masih wajar karena kita manusia biasa yang masih bisa keliru dalam menyampaikan nubuat. Berbeda halnya dengan penyampaian nubuat yang bukan suatu kekeliruan dan kekhilafan semata, namun yang secara sistematik dipalsukan untuk menyesatkan umat, yang ini juga banyak terjadi.

Bersambung…

Sambungan…

@Krispus

Renungkan ayat-ayat ini :

Dan_1:17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

Dan_5:12 karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!"

Dan 12:4 Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."

Sabar dulu Bro…

Memang pada kenyataannya pekerjaan Ribera adalah untuk membangun doktrin palsu untuk menghentikan dan mengacaukan reformasi gereja pada waktu itu. Para Reformator dan komentator Alkitab protestan terkemuka di masa lampau pun tidak ada yang mendukung paham “7 tahun tribulasi”. Karena paham ini muncul pertama kalinya, dibuat dan dipopulerkan oleh Fransisco Ribera. Sebelumnya belum pernah ada pandangan seperti ini.

Saya tidak bilang penyesatan yang terjadi di protestan adalah dalam area doktrin yang fundamental dan krusial. Namun yang saya maksud dengan penyesatan ini adalah dalam hal pandangan akhir zaman yang tidak berdasarkan Kitab Suci, karena dibuat hanya berdasarkan motif jahat Ribera (dan Ktl*k) untuk menghancurkan reformasi gereja. Pandangan mengenai akhir zaman tentu tidak se-fundamental dan sepenting doktrin Trinitas atau Keselamatan.

Jadi “kesesatan-kesesatan kecil” atau “false teaching” ini tidaklah amat fundamental namun jika tidak hati-hati akan cukup meracuni keimanan umat, misalnya dengan pemahaman rapture pre-tribulasi nya. Dimana terdapat “second chance” / kesempatan kedua bagi orang yang ketinggalan Rapture. Dan bagi yang ketinggalan ini hanya dapat diselamatkan jika mereka mati martir bagi Tuhan di tangan manusia-Iblis-Antikris.. Ini secara tidak langsung meracuni iman jemaat bahwa masih ada kesempatan kedua, berarti ada kesan bahwa sekarang hidup semau-maunya tidak apa-apa, yang penting tetap datang ke gereja. Toh nanti kalaupun tidak mengalami Rapture pun masih bisa diselamatkan (meskipun hanya dengan menjadi martir). Anda lihat betapa menggelikannya anggapan ini. Yang benar adalah bahwa sekarang kita harus hidup seserius mungkin terhadap Tuhan dan semaksimal mungkin memuliakanNya, karena setelah sekali Tuhan sudah datang di depan semua mata manusia, maka kesempatan sudah habis.

Anda rupanya orangnya sangat denominasional sekali ya? Semua statemen saya tidak mewakili denominasi atau paham manapun. Saya juga tidak secara khusus mengkritik denominasi tertentu, apalagi menyangkutkan dengan hal-hal personal Ybs. Saya hanya berurusan dengan AKAR pengajaran 7 tahun tribulasi yang tidak sesuai kebenaran Alkitab maupun sejarah.

Sudah…sudah…tidak usah bicarakan denominasi disini, sayapun sama sekali tidak menyinggungnya, Anda yang pertama kali berasumsi dan bertanya mengenai “salah-menyalahkan denominasi”, sehingga akhirnya terpaksa pula saya jawab. Bicara substansinya saja bung…

GBU

adalah terjemahan dari :

In the 16th and 17th centuries, Reformation leaders were calling the Roman Catholic hierarchy the “Whore of Babylon” of Rev 17. To stop it, the Roman Catholic Church began a counter-reformation, during which two Jesuit priests were commissioned to develop doctrines that would derail the reformation, and they almost succeeded.

FIRST, IN 1591 A.D.: THE FUTURIST VIEW Developed and popularized by Fr. Ribera, a Jesuit. His view claimed that Revelation would not be fulfilled until the end of the Christian Era. Ribera taught a rebuilt Babylon, a rebuilt temple in Jerusalem, the restoration of animal sacrifices and a future Antichrist.

Sound familiar? It should, Ribera is the father of futurist (i.e., dispensational) eschatology.

dan

adalah terjemahan dari :

THEN IN 1614 A.D.: THE PRETERIST VIEW

Created for the same reason by Alcazar, another Jesuit, who claimed the Olivet Discourse and the book of Revelation were fulfilled by the fall of Jerusalem in 70AD!

Preterism, as this view is called, supports “Replacement Theology” (the idea that God broke covenant with the physical Seed of Abraham after the Cross and the Church is the only Israel of this era). Despite the evidence of their own eyes (the new nation of Israel chock full of returned Jews), this dubious view is still accepted by many evangelical churches.

Both of the above views were initiated by Jesuits to derail the Reformation, nevertheless, both views are now considered acceptable doctrine by most Protestant churches.

Problem is, both go directly against Scripture and history!

Sumber : The Daily Messenger Wordpress

Sebaiknya anda mencantumkan sumber tulisan yang bukan merupakan hasil pemikiran pribadi sesuai Peraturan Forum :

Setiap postingan yang berupa karya tulis (artikel, puisi, dan tulisan lainnya), dan gambar yang bukan merupakan hasil karya pribadi, diharuskan untuk mencantumkan juga sumbernya.

Bro Henky,
Saya membaca bahwa kepercayaan orang kristen diangkat sebelum masa 7 tahun tribulation, adalah berasal dari Jesuit, dengan tujuan tertentu.

Sayang saya tidak terlalu paham apa tujuan Jesuit membuat ajaran ini.

Dapatkah bro menjelaskan apa tujuannya sehingga membuat ajaran demikian?