rupiah diredenominasi

wah ada wacana kl rupiah angka 000 nya mau diilangkan neh… lucu dan seru jg… kembali ke jaman jadul,

100 rupiah jadi 1 sen
1000 rupiah jadi 1 rupiah
10.000 rupiah jadi 10 rupiah
100.000 rupiah jadi 100 rupiah
dst…

tp tuk lakukan itu perlu waktu lama neh

Nominal Terlalu Besar, Rupiah Sering Jadi Bahan Celaan Wahyu Daniel - detikFinance

Jakarta - Nominal rupiah yang terlalu besar bahkan hingga ada uang kertas pecahan Rp 100.000, membuat mata uang kebanggaan Indonesia tersebut seringkali menjadi bahan ledekan di mata internasional.

Demikian disampaikan oleh Pengamat Pasar Uang Farial Anwar kepada detikFinance, Kamis (6/8/2010).

“Mata uang kita termasuk mata ‘uang sampah’. Waktu di sebuah pertemuan di Singapura, ada orang Malaysia yang meledek. Dia berkata, di Indonesia jika kita belanja kita bisa punya uang ribuan di kantong. Mereka membicarakan itu sambil tertawa meledek,” ujar Farial.

Nominal rupiah yang besar menurut Farial membuat rupiah dipandang sebelah mata oleh asing. Bank Indonesia (BI), lanjut Farial, juga merasa harus meningkatkan citra dan gengsi mata uangnya di dunia internasional.

Menurut Farial, rupiah menjadi merupakan salah satu mata uang ‘sampah’ atau garbage money karena masuk dalam 10 mata uang dengan nilai terendah di dunia jika dibandingkan dengan dolar AS. Karena itu kebutuhan redenominasi sangat penting dan nyata diperlukan.

Seperti diketahui, BI akan melakukan redenominasi rupiah karena uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.

BI akan mulai melakukan sosialisasi redenominasi hingga 2012 dan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru. BI menargetkan pada tahun 2022 proses redenominasi sudah tuntas.

detikFinance - Berita Ekonomi Bisnis, dan Investasi Hari Ini

Jadi Mata Uang 'Sampah', Rupiah Harus Diredenominasi Wahyu Daniel - detikFinance

Jakarta - Redenominasi mata uang rupiah dinilai penting, sebab rupiah masuk sebagai garbage money atau uang sampah. Rupiah kini tercatat masuk dalam 10 mata uang terendah terhadap dolar AS.

Demikian disampaikan oleh Pengamat Pasar Uang Farial Anwar kepada detikFinance, Kamis (5/8/2010).

“Mata uang kita ini (rupiah) di pasar internasional nilainya sangat memprihatinkan dan termasuk ke dalam garbage money. Rupiah merupakan 10 mata uang terburuk di dunia, kalau tidak salah kita masuk nomor 7,” ujarnya.

Karena itu menurut Farial, Bank Indonesia (BI) ingin supaya nilai rupiah lebih meningkat di mata asing. Apalagi redenominasi ini diyakini Farial akan meningkatkan citra dan pamor mata uang Indonesia di dunia internasional.

Kemudian, lanjut Farial, dengan nominal rupiah yang sangat tinggi ini, Indonesia masuk ke dalam beberapa negara yang nilai APBN-nya hingga triliunan. “Padahal di negara-negara tetangga kita yang lain, APBN nilainya hanya miliaran atau bahkan jutaan,” jelasnya.

Dikatakan Farial, banyak negara-negara lain yang sukses melakukan redenominasi seperti Turki. Dan BI bisa mempelajari proses redenominasi dari pengalaman negara-negara lain.

“Masyarakat tidak perlu takut akan redenominasi ini. Redenominasi ini berbeda dengan sanering di tahun 1965 yang kondisi ekonominya masih terbelakang. Saat ini ekonomi kita sudah maju. BI harus memberikan pendidikan atau edukasi yang terpadu kepada masyarakat mengenai rencana ini,” tuturnya.

Seperti diketahui, BI akan melakukan redenominasi rupiah karena uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.

BI akan mulai melakukan sosialisasi redenominasi hingga 2012 dan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru.
(dnl/qom)

detikFinance - Berita Ekonomi Bisnis, dan Investasi Hari Ini

apa tanggepan kalian?