Russia kerahkan armada ke Suriah antisipasi serangan Trump yang ke 3

The deployment of the Russian fleet comes as the U.S. President Donald Trump threatened to strike the Syrian Army ahead of the long-awaited battle of Idlib. Syria, Turkey, Russia and U.S. are about to square off in the northern Syria city with millions of civilians in the crosshairs

=====================================================================================

Saat ini sisa2 pasukan ISIS dan pasukan pemberontak dukungan AS Turki yang telah dikalahkan oleh pasukan Russia dan pasukan Bashar Assad/Suriah telah melarikan diri ke kota Idlib, Suriah tengah menyiapkan serangan terakhir untuk menghancurkan ISIS dan pemberontak tetapi lagi2 AS menuduh bahwa presiden Bashar Assad akan menggunakan gas beracun terhadap rakyatnya sendiri dan AS tengah menyiapkan serangan lagi terhadap pasukan Suriah.

Russia telah membiarkan Trump dua kali menyerang target2 pemerintahan Suriah dengan rudal, bukannya pasukan ISIS yang diserang oleh Trump, Trump beralasan penggunaan gas saraf oleh Suriah, padahal sudah dibantah oleh Inspector PBB dan bahkan dibantah sendiri oleh Jim Mattis (Secretary of Defense of USA).

Dan yang aktif memerangi ISIS di Suriah adalah pasukan Russia, bukan pasukan AS (tidak berbuat apa2), jika tidak Suriah sudah dikuasai mereka.

Helikopter2 Russia berjibaku terbang rendah untuk menggempur ISIS

Militer Russia melatih penduduk Suriah untuk self defence dan medik dalam peperangan yang melawan pasukan pemberontak dan ISIS.

Sedangkan media2 Barat selalu menyebut presiden Suriah sebagai rezim diktator
Padahal dia seperti almarhum presiden Soekarno yang sangat merakyat.

http://rinf.com/alt-news/wp-content/uploads/2016/11/Screen-Shot-2016-11-05-at-7.42.35-PM.png