Saatnya Pancasila Kembali Buktikan Kesaktiannya

Dalam rangka jelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kementerian Sekretaris Negara mengeluarkan SK untuk instansi-instansi negara pada Jumat, 30 September 2011 mengibarkan bendera setengah tiang dan pada 1 Oktober 2011 mengibarkan bendera satu tiang penuh.

Berbagai pihak pun saat ini tengah sibuk melakukan persiapan untuk memperingati hari bersejarah ini. Peristiwa berdarah pada 30 September 1965 itu sendiri hingga kini masih menjadi kontroversi. Namun sebuah fakta yang pasti, ada enam Jenderal TNI AD dan dua perwira yang tewas mengenaskan. Sebuah pengorbanan besar untuk menjaga Pancasila tentap menjadi perekat bagi Indonesia.

Ditengah rapuhnya masyarakat saat ini yang tengah dikoyak oleh ideologi radikalisme, maka Peringatan Hari Kesaktian Pancasila sangatlah penting. Ini saatnya seluruh elemen masyarakat Indonesia kembali menggali dan memaknai Pancasila sebagai ideologi bangsa, dasar hukum dan pandangan hidup.

Jika pada tahun 1965, Pancasila dapat membuktikan ?kesaktiannya? dengan menggagalkan sebuah rencana mengganti ideologi bangsa ini dengan komunisme, maka di hari ini pun hal yang sama masih dapat terjadi. Pancasila harus dibangkitkan kembali untuk menangkal ideologi radikal yang saat ini merongrong bangsa ini. Mari tegakkan dan amalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga Indonesia tetap dapat dikenal sebagai bangsa yang memiliki asas “Bhineka Tunggal Ika”. (Puji Astuti)

Source : Jawaban.com

Jika pada tahun 1965, Pancasila dapat membuktikan ?kesaktiannya? dengan menggagalkan sebuah rencana mengganti ideologi bangsa ini dengan komunisme, maka di hari ini pun hal yang sama masih dapat terjadi. Pancasila harus dibangkitkan kembali untuk menangkal ideologi radikal yang saat ini merongrong bangsa ini. Mari tegakkan dan amalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga Indonesia tetap dapat dikenal sebagai bangsa yang memiliki asas "Bhineka Tunggal Ika". (Puji Astuti)

Jika tahun 1965, ada musuh bersama yang sama sama dihadapi dan dilawan.

Sementara saat ini, musuhnya berlindung dalam baju suci dan ajaran suci, sehingga yang sepemahaman ‘segan’ untuk secara tegas menentang.

saya mau tanya, apa sih yang kira-kira di benak Muhammad Yamin ketika menulis

KETUHANAN YANG MAHA ESA

apakah para pendiri bangsa sepakat bahwa semua agama di Indonesia menyembah Tuhan yang sama? (pluralisme agama)

karena jika memang benar tafsiran sekarang bahwa Sila 1 hanya berarti “setiap org Indonesia harus beragama dan saling bertoleransi” maka apa maksudnya ESA di sini?

kenapa tidak KETUHANAN YANG BERKEBUDAYAAN (rumusan Soekarno) atau cukup KETUHANAN saja?

shaloom

Just May be yah yang ada di Benak Muhammad Yamin ketika itu adalah untuk menengahi Piagam Jakarta dan sebenarnya kan masalah sila ke 1 kita harus memasuki Alam kondisi ketika itu… dimana bapak2 negara sempat tegang masalah " Kewajiban melakukan Syariat Islam bagi pemeluknnya " dimana sempat muncul "Ancaman " kalau begini maka Indonesia Bag.Timur akan memisahkan diri ( Maramis Cs ) , yah seperti biasa pandangan mereka bahwa Tuhannya orang KRISTEN ada 3 , nah May be kata KeTUHANan yang Maha Esa adalah untuk menengahi dan meng akomodir " Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan " hingga setuju nggak kalau TUHAN itu ESA adanya ?
Begitu setuju ya jadilah Ketuhanan Yang Maha ESA …

apakah para pendiri bangsa sepakat bahwa semua agama di Indonesia menyembah Tuhan yang sama? (pluralisme agama)
May be TIDAK SEPAKAT ! terbukti dengan keinginan mereka memasukan Syariat Islam kedalamnya … mereka berpikir bahwa Tuhannya Orang Islam tidak beranak ?! jadi beda dengan Kristen apalagi Hindu & Buddha :mad0261:

Menganai Tafsiran Sekarang ya sudah melenceng dari makna Awal Bro…
Kenapa Tidak ide Soekarno " KETUHANAN YANG BERKEBUDAYAAN " ? mungkin karena Issue Sentralnya ketika itu tidak pada kebudayaan tapi pada TUHAN itu 1 atau Banyak ( bukan Three in One hehehe :cheesy: ) jadi Ketuhanan Yang Maha Esa lah yang lebih bisa mengakomodir kesepakatan !

JBU.

Pancasila tetep sakti dari awalnya dilahirkan…oleh para pendiri BANGSA DAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA INI.
SAMPAI DETIK INI PUN MASIH SAKTI MANDRA GUNA UNTUK MEMIMPIN BANGSA DAN NEGARA INI.
Tapi orang perorang saja yang menganggap kesaktian Pncasila tsb sudah memudar dimakan zaman. padahal sih tidak…!! masih tetep sakti kok…!!!
Jadi kesaktian itu tidak dapat dilawan oleh opini yang sekarang banyak dikumandangkan oleh kaum oposisi nya pemerintah yang sedang berkuasa sekarang ini. Kemurnian azas yang tertuang dalam 5 butir Pancasil, tidak bisa diikuti oleh generasi sekarang ini…Dikarenakan hati, pikiran dan jiwanya sekarang tidak semurni dahulu lagi seperti para PENDIRI BANGSA DAN NEGARA ini .

Hati dan pikiran generasi sekarang penuh dng tipu daya, manipulatif, pengkianattan, iri-dengki, kecemburuan, korup dan lain sebagainya yang kesemuanya akar permasalahan bangsa yang merongrong kehdupan masyarakat yang adil dan beradap untuk mencapai serta menciptakan kedamaian sebagaimana yang di cita-scitakan oleh pendiri bangsa ini . dan terwarisi pada generasi berikutnya sampai anak cucu berenak cucu lagi…dst…dst nya.

Hemm…Malah Pancasila di musnahakan kesaktiannya oleh anak bangsa sendiri yang mengannggap diri/ kelompoknya lebih beragama dari siapapun juga di tanah pertiwi ini…ironis…
Mereka ga berpikir bahwa pendiri bangsa dan negara ini DAHULU BAHKAN MEMILIKI / mempunyai kemurnian hati yang lebih murni dalam kaidah agamanya saat membuat Pancasila…tsb, jika dibandingkan dng orang generasi sekarang ini yang sudah bobrok moralnya demi mengejar kepentingan pribadi/kelompoknya,!! bukan demi kepentingan Masyarakat / Bangsa dan NegaraNYA.

Salam