Said Pegang Teguh Imannya, Dibebaskan dari Hukuman Mati

Said Pegang Teguh Imannya, Dibebaskan dari Hukuman Mati

Said Musa, seorang Kristen di Afghanistan yang beberapa waktu lalu menghadapi hukuman mati karena berpindah agama, sudah dibebaskan dari penjara di Kabul, menurut pemerhati Kristen di sana pada hari Kamis (24/2). “Saya sudah dikonfirmasi bahwa dia sudah keluar dari negeri,” kata Aidan Clay, Pemerhati Kristen Internasional. Clay memberitahu bahwa dia mendapatkan berita ini dari temannya yang merupakan juga teman Musa.

“Situasi yang sangat gawat. Pemerintahan Amerika dan yang lainnya tidak ingin ada sesuatu yang salah. Semuanya harus berjalan, sangat, sangat rahasia karena akibat dari politik yang bisa terjadi,” katanya kepada Christianpost.com. Sumber tersebut, mengunjungi Musa di penjara dan yang menolong Musa. Dia jugalah yang ditulisi surat oleh Musa untuk diberikan kepada Obama. “Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan karena dia bebas dan bahwa usaha yang dilakukan banyak orang ini berhasil,” kata sumber yang tidak disebut namanya itu.

“Allah mengijinkan kita mengambil bagian dalam hal seperti ini dan saya memuji Dia karena hal ini berakhir dengan kebebasan buat Musa. Melalui surat Musa, dia berbicara kepada seluruh dunia sebuah kesaksian tentang iman dan ketabahannya.” Namun, kapan Musa dibebaskan ataupun kemana dia setelah itu belum diketahui. Ketika menghubungi pihak-pihak lain, juga kurang mengetahui bahwa Musa sudah dibebaskan. Menurut Clay, sumbernya ini hanyalah satu-satunya sumber yang mengetahui segalanya dari kasus ini dari semula.

Dalam surat Musa, diceritakan bahwa dia didatangi 3 orang Afghanistan yang mengatakan padanya bahwa dia akan dibebaskan dalam 24 jam jika dia menulis surat pernyataan yang menaytakan dia menyesal memegang Kristen sebagai agamanya. “Saya tertawa dan mengatakan, ‘Saya tidak bisa menyangkal nama Penebus saya,’” tulis Musa di surat 13 Februari tersebut. “Karena hidup saya hanyalah melayani Yesus Kristus dan kematian saya hanya akan membawa saya ke surga dimana Yesus berada. Saya siap 100% bila harus mati. Mereka terus menerus meneror saya. Saya menolak tuntutan mereka.” katanya lagi.

Tentu semua ini tak lepas dari doa-doa semua saudara seiman yang berharap akan kebebasan Musa, bahwa Tuhan mampu menyatakan kekuasaan-Nya. Kita juga bersyukur untuk iman dan kepercayaan Musa di dalam Tuhan.

Source : christianpost/lh3

Ya. mari berdoa untuk said musa, supaya Bapa memberi kekuatan melewati kesukarannya

Puji Tuhan :slight_smile:

‘Said Musa Kedua’, Shoaib Assadullah Hadapi Hukuman Mati

Setelah kasus Said Musa yang kini sudah dibebaskan dari hukuman mati, sekarang ada satu lagi orang yang kini menghadapi tuntutan yang sama. Shoaib Assadullah (23) ditahan karena memberikan sebuah Alkitab kepada seorang pria yang kemudian melaporkan dia kepada pihak yang berwajib, menurut laporan International Christian Concern (ICC). Dia sudah di penjara selama empat tahun terakhir ini.

Dalam sebuah surat bertanggal 17 Februari 2011 yang diperoleh dari Christianpost.com, Assadullah menulis bahwa kasusnya akan segera disidangkan oleh hakim karena jaksa penuntut hanya bisa menahannya selama 30 hari. “Keputusan pengadilan bisa dipastikan akan memberikan hukuman mati buat saya, karena jaksa sudah menuntut saya dengan Pasal 139 yang mengatakan, ‘kejahatan yang tidak mengutip kejahatan pada umumnya, maka kasus yang ada merupakan kasus yang bertentangan dengan hukum syariah,’” tulis Assadullah, yang dipenjarakan di Afghanistan selatan. Kemurtadan merupakan kejahatan yang bisa dihukum mati di bawah hukum syariah.

Assadullah juga menyoroti masalah kebebasan di dalam suratnya. Menurutnya, kebebasan adalah pemberian dari Tuhan dan kita perlu menghormati hak kebebasan dan harkat manusia. Di surat tersebut, dia juga mengutip Pasal 24 dari Konstitusi Afghanistan dimana mengatakan, “Kebebasan dan harkat manusia adalah hal yang tidak dapat diubah. Pemerintah sudah berkomitmen untuk menghargai dan melindungi kebebasan dan harkat manusia itu.”

Meskipun Musa sudah dibebaskan, menurut Aidan Clay, anggota dari ICC mengatakan di dalam pernyataannya bahwa pertarungan untuk kebebasan beragama di Afghanistan belumlah berakhir dan menang. “Kita masih punya jalan yang panjang ke depan sebelum kita menyaksikan kebebasan beragama di Afghanistan,” katanya sebagai Manager Regional untuk Timur Tengah. “Kita harus tetap waspada dan menghidupkan tekanan dari masyarakat umum dan para diplomat agar terus menyuarakan satu suara untuk Shoaib Assadullah, sampai kita bisa merayakan kebebasannya.”

Kita yakin bahwa doa besar kuasanya apabila didoakan dengan benar. Kita minta Tuhan untuk menguatkan Assadullah agar dia memiliki iman yang kuat di dalam Tuhan dan Tuhan pasti berikan jalan keluar yang terbaik baginya.
Source : christianpost/lh3

wah luar biasa, begitu mahal nya harga sorga itu hingga ada yang rela menyerahkan nyawanya…

hai umat kristen indonesia, bersyukurlah jika hari ini bisa beribadah tanpa ada ancaman kematian
bisa belajar kebenaran Firman Allah tanpa ada yang mengganggu dan mengawasi

GBU

ya saudara cakka
tapi kita yangh diberi anugrah " sedikit lebih bebas" juga tidak boleh diam
anak Tuhan harus bersatu