"SAKRAMEN TOBAT"

Dalam tujuh sakramen gereja Katolik, salah satunya adalah sakramen tobat.
Sakramen tobat ini antara lain harus dijalani oleh seorang umat katolik yang sempat pindah ke non Katolik lalu kembali ke Katolik.
Apakah hal itu karena Katolik menganggap bahwa non Katolik adalah ajaran sesat?

Adakah yang bisa & berani memberikan penjelasan?
Thx, GBU

Ngapain pindah ke non-katolik terus kembali ke katolik?
Alasannya apa?

Sesat artinya apa? Suka bersaksi dusta tentang katolik!

Pikir kembali deh…

saya cuma nanya,
kasus spt itu pasti ada, alasannya tentu sangat pribadi
Itu berdasarkan penjelasan member katolik
apakah penjelasan itu bohong dan memfitnah katolik?

Sakramen tobat atau sakramen pengampunan dosa, itu untuk orang Katholik juga, dan biasanya setahun sekali mereka menghadap pastor didalam bilik untuk pengakuan dosa dan pastor memberikan pengampunan seperti kuasa yang diberikan Yesus kepada gereja. Biasanya juga disertai beberapa untaian doa yang harus mereka doakan selepasnya.

Informasi prosesinya secara singkat bisa dibaca disini http://www.katolik.biz/media.php?module=detail_tahukah&id=20 kalau mau yang lebih dtetil disini http://www.kaj.or.id/dokumen/sakramen-sakramen/sakramen-pengakuan-dosa

Jika anda hendak menanyakan kuasa pastor untuk mengampuni dosa, bisa baca disini Iman Katolik .....Media Informasi dan Sarana Katekese

Jadi, tolonglah, kalau bertanya jangan bernada sirik dan fitnah (lihat yang saya bold). Jadilah pengikut Kristus yang sejati!

saya tidak sirik/fitnah spt yg kamu sangkakan, apa yg harus disirikin atau difitnah?
Trit ini dibuat atas saran moderator, lihat dibawah ini:

[quote="pa_ul post:54, topic:184365"] [b]Saya malah lebih prihatin kalau seorg katolik yg sempat ke non katolik lalu kembali ke katolik org tsb harus menjalani sakramen tobat, jadi artinya yg keluar dari katolik itu sesat?[/b] masing2 denom punya aturan berdasarkan tafsirannya sendiri, jadi harus dilihat secara keseluruhan apakah melenceng dari apa yg tertulis dlm Alkitab atau tdk. [/quote] [quote="Kahlil_Gibson post:57, topic:184365"] [b]Silakan disampaikan di topik baru.[/b]

Salam
[/quote]

Kalau saya sih lebih berpikir bahwa itu adalah sebuah prosedur terkait pengajaran yang dipegang dari agama tersebut.

Maaf, sedikit melebar. Di Indonesia, kita mengenal 6 agama yang diakui oleh pemerintah.

  1. Islam
  2. Kristen
  3. Katolik
  4. Buddha
  5. Hindu
  6. Konghucu

Dari agama-agama diatas, tentunya setiap agama memiliki aturannya masing-masing. Begitu juga halnya dengan agama Kristen dan Katolik. Walaupun mengakui Tuhan yang sama yaitu Tuhan Yesus Kristus, namun memiliki sejumlah perbedaan dalam ajaran.

Contohnya, Katolik mengakui bahwa sakramen dari gereja Katolik itu menyelamatkan, maka tidak heran jika ada peristiwa seperti yang sudah TS jelaskan diatas. Hal ini berkaitan erat dengan doktrin Gereja Katolik Extra Ecclesiam Nulla Salus (Tidak ada keselamatan di luar Gereja Katolik).

Demikian. GBU.

Thx utk sharingnya,
karena ini menyangkut doktrin katolik
maka sebaiknya member katolik yg memberikan penjelasan spy tdk dianggap mengada2

Copas pernyataan anda:
Saya malah lebih prihatin kalau seorg katolik yg sempat ke non katolik lalu kembali ke katolik
org tsb harus menjalani sakramen tobat, jadi artinya yg keluar dari katolik itu sesat?

Anda sudah membuat kesimpulan, sedangkan pada kenyataan itu sakramen yang setiap kali dapat diulang-ulang sesering kamu menyesali dosa-dosa yang kamu perbuat oleh umat katolik. Dosa bukan saja soal meninggalkan iman, tetapi jika anda berzinah, mencuri, durhaka terhadap orang tua dan dosa-dosa lainnya.

Kan kamu minta alasannya apa?

Jadi supaya clear, kamu sampaikan juga dong alasannya kenapa dia pindah-pindah.

Penjelasan apa yang kamu berikan? ;D

Kalau bertanya seperti ini, “kenapa kalau dari katolik pindah ke non-katolik harus dibaptis ulang, apakah baptisan di katolik tidak sah?”
Itu baru pertanyaa yang butuh penjelasan. Paham?

Lihat pointnya : jadi artinya yg keluar dari katolik itu sesat?

Bisa saja karena pernikahan
karena alasan aturan masing2 denom, bkn hanya dari katolik saja yg harus dibaptis selam
lagi pula ada perbedaan doktrin tt baptisan tdk menyelamatkan kalau belum bertobat
apa kamu gak berani jawab kenapa harus sakramen tobat?

Iyah nih… aku gak berani.
Sakrament tobat berlaku untuk semua orang, bukan hanya kpada orang-orang yang suka pindah2.

Ada amin?

Iya saya tahu itu bkn hanya utk yg pindah2 saja
tapi kenapa yg pindah terus kembali kok harus ikut sakramen tobat?
Barangkali ada member katolik lain yg lbh berani buat bersuara

aku jelaskan ya … soalnya sy kan sudah ngalami pindah2 gereja dr dulu saya katolik pindah ke Kristen

kenapa sy harus baptis selam , krn baptisan yg saya terima adalah baptis bayi , dimana bayi itu tidak bisa mamberi diri untuk dibaptis spt Tuhan Yesus memmberi diri (ambil keputusan baptis) .

dan baptis itu sendiri artinya celup … krn itu maka kenapa sy harus baptis ulang krn sy mau yang celup (yg sm dengan Alkitab) … makna dicelup itu adalah tubuh yg berdosa mati bersama Kristus dan waktu bangkit /keluar dr air itu makna nya dibangkitkan bersma Kristus (Roma 6: 3-4)

Nah … disitulah maka kenapa ketika pindah ke Kristen harus babtis selam … klo di katolik ada baptis selam … mungkin ngga usah ulangi lagi baptisnya … ttp krn di katolik itu permandiannya percik maka hrs diulang lagi …baptisnya

krn ketika sy pindah gereja Kristen ke gereja Kristen denominasi yg lain… tidak perlu baptis ulang krn sama2 sdh di celup :smiley:

klo pindah2 gereja nya krn di perintah Tuhan untuk pindah ya pindah aja … :smiley:

Memangnya orang yang kembali itu tidak berbuat dosa lagi sehingga tidak membutuhkan sakramen tobat?

Topik anda: “SAKRAMEN TOBAT”

Jadi sebenarnya apa yang ada di dalam hati anda sejujurnya? Apa motivasi anda sebenarnya?

Saya berbicara tentang sakramen tobat, anda berbicara tentang non katolik sesat???

Lihat dulu Definisinya dan pemahaman masing2 denom :

Sakramen adalah ritus Agama Kristen yang menjadi perantara (menyalurkan) rahmat ilahi.
Bagi Gereja Protestan, kata "menjadi perantara" atau "menyalurkan" digunakan hanya dengan pemahaman bahwa sakramen adalah suatu simbol atau peringatan yang terlihat dari rahmat yang tak terlihat. Gereja-Gereja Pentakosta klasik, kaum Injili, Nazarin dan Fundamentalis, menganut suatu bentuk imamat yang unik
Gereja-Gereja Katolik, Ortodoks Timur, Ortodoks Oriental, Assyria, Anglikan, Methodis, dan Lutheran yakin bahwa sakramen-sakramen bukan sekedar simbol-simbol belaka, melainkan "tanda-tanda atau simbol-simbol yang mengeluarkan apa yang dilambangkannya", [b]jadi, sakramen-sakramen, di dalamnya dan dari padanya, yang dilayankan dengan benar, digunakan Allah sebagai sarana untuk mengkomunikasikan rahmat bagi umat beriman yang menerimanya.[/b]

Secara singkat dalam Gereja Katolik bisa didefinisikan : Sakramen = Tanda Rahmat yang kelihatan.

Contoh :

Sakramen Baptis : Tanda pertobatan dan pembersihan dosa. Setelah dilayankan akan terjadi rahmat yg sebenarnya.

Sakramen Ekaristi (Perjamuan Kudus) : Tanda yang kelihatan akan kehadiran Kristus dalam bentuk Roti dan Anggur (Tubuh dan Darahnya). Umat boleh mengalami makan dan minum Tubuh dan DarahNya dengan makna yang sama dengan yang dialami para murid Yesus.

Sakramen Tobat : Tanda yang kelihatan dari pertobatan. Kelihatan dalam arti yang bertobat dan juga yang mempertobatkan, mengampuni (Tuhan melalui gerejaNya). Biasanya didahului dengan tobat massal/bersama. Ini seperti pertobatan biasa, saya kira semua gereja pernah melakukan dengan doa tobat bersama.

Kemudian diikuti tobat pribadi di depan Romo secara detail, bisa disertai konseling singkat. Kemudian Romo melayankan Tobat dan Pengampunan.

Dasarnya adalah salah satunya dari Yoh 20:21-23:

Saya mengutip dari situs Protestan

2. [b]Kepada para pejabat itu diserahkan kunci-kunci Kerajaan Surga. Olehnya mereka berwewenang mengampuni atau tidak mengampuni dosa-dosa, menutup Kerajaan itu, melalui Firman dan disiplin gereja, bagi orang yang tidak menyesal, dan membukanya, melalui pelayanan Injil dan pembebasan dari tindakan disiplin, bagi orang berdosa[/b] yang menyesal, masing-masing sebagaimana dituntut oleh keadaan.[a]
a. Mat 16:19; 18:17-18; [b]Yoh 20:21-23[/b]; 2Ko 2:6-8.</blockquote>
Yoh 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! l Sama seperti Bapa mengutus Aku, m demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."

Yoh 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus 1 .

Yoh 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada. "

Melalui penyertaan Roh Kudus, Para Rasul diteruskan kedalam gerejaNya, diberi kuasa mengampuni dosa. Jadi dengan mengikuti Sakramen Tobat, diberikan pengampunan melalui Tanda yang Kelihatan.

Semoga bermanfaat

Kalau kamu tahu bahwa Sakramen Tobat tidak hanya untuk yang pindah, melainkan umat Katolik yang setia juga HARUS,

Lalu, otak kamu dimana?

Kalau yang setia saja WAJIB menjalani Sakramen Tobat, apalagi yang tidak jelas coblos sana coblos sini???

Ya mbok otaknya “kalau ada”, “kalau ada” lho, dipakai to…

Salam

@pa_ul,

Pernyataan pa_ul: “Dalam tujuh sakramen gereja Katolik, salah satunya adalah sakramen tobat,” sudah betul.

Pernyataan pa_ul: “Sakramen tobat ini antara lain harus dijalani oleh seorang umat katolik yang sempat pindah ke non Katolik lalu kembali ke Katolik,” betul. Tetapi, agar tidak menimbulkan interpretasi yang menyimpang, perlu diberi penjelasan tambahan, "Umat Katolik yang tidak sempat pindah ke non Katolikpun harus melaksanakan pertobatan melalui Sakramen Tobat. Biasanya, pada masa Prapaskah, banyak dilakukan Sakramen Tobat. Namun, bukan hanya pada masa itu. Setiap saat, bila seorang merasa berdosa, orang itu boleh saja mengikuti Sakramen Tobat.

Pertanyaan pa_ul: Apakah hal itu karena Katolik menganggap bahwa non Katolik adalah ajaran sesat? seharusnya tidak perlu pa_ul tanyakan kalau pa_ul sudah mengetahui penjelasan tambahan di atas. Sebab, pertanyaan pa_ul itu akan mengarahkan diskusi keluar dari topik yang disebut dalam judul trit.

Atau, apakah pa_ul ingin membahas Apakah hal itu karena Katolik menganggap bahwa non Katolik adalah ajaran sesat? dengan menggunakan judul topik “SAKRAMEN TOBAT”? Jika itu yang terjadi, kelihatannya pa_ul ragu-ragu menanyakannya. Kenapa?