Salahkah/dosakah jika percaya Yesus untuk mendapatkan keselamatan (surga ) ?

Salahkah jika manusia percaya & beriman kepada Yesus karena ingin beroleh keselamatan (Masuk surga ), tidak ingin masuk neraka ??

Memang kesannya agak tidak tulus, ada pamrih mengejar 'hadiah" , tapi saya rasa itu hal yg manusiawi. SIapa yang mau masuk neraka ? Semua ingin masuk surga kan .

Kalo ingin massuk surga, Alkitab mengatakan hanya ada 1 jalan keselamatan, yaitu melalui Yesus Kristus . Wajar & manusiawi dong kalo manusia percaya Yesus karena ingin beroleh keselamatan ?

Bukankah itu adalah anugrah Tuhan kepada kita manusia ?
Masa kita harus munafik berkata bahwa kita cinta Yesus setulus hati namun kita tidak peduli mau masuk surga / neraka ??

Kalo tidak ada jaminan masuk surga, apakah para imam, pastor,pendeta,pengurus gereja,dll akan tetap berada di tempatnya melayani Tuhan seperti sekarang ini ?

Manusia ibarat anak kecil di mata Tuhan, jadi perlu dimotivasi dengan hadiah utk melakukan hal yg sesuai dengan kehendak Tuhan .
Bukankah Orangtua kita juga memotivasi kita anaknya dgn hadiah jika ingin anaknya berprestasi ??

Apa berarti dengan keinginan utk mengejar hadiah maka lantas sang anak dipersalahkan karena tidak tulus /spenuh hati belajar /berprestasi ??

saya membuat pernyatan di atas karena saya pernah membaca pernyataan dr seseorang di situs akupercaya.com bahwa 99 % orang Kristen/katolik tidak akan masuk surga jika mereka mencintai Yesus TIDAK dengan SETULUS HATI …

Hal ini membingungkan saya, mau masuk surga kog susah amat , banyak persyararatannya…hukum tauratlah, menjauhi hal2 duniawilah, memikul salib & Ikut Yesuslah,uang adalah akar segala kejahatanlah,percaya Yesus & aplikasi dengan perbuatan, skrg ditambah lagi dgn ketulusan hati 100 %

Harusnya masuk surga itu dipermudah,bukan malah dipersulit, bukankah kehendak Tuhan sendiri agar semua manusia diselamatkan ? (Yohanes 6:39-40 ) karena Yesus sudah menebus kita manusia dgn darahnya , jadi itu adalah semacam anugrah gratis buat kita manusia. bukan anugerah yang "dipersulit " harus tulus hati 100% lah,

kalo mau jujur,

siapa sih di dunia ini yang setulus hati mencintai Yesus , tanpa ada embel2 apapun di belakangnya ? kita mencintai istri/suami yang ada di depan mata kita yang bisa kelihatan saja kadang setengah hati kog,(dengan berbagai macam alasan, mulai dari penampilan yg menurun, ribut masalah ekonomi, beda prinsip, dll ) lha gimana mau cinta Yesus yang tidak kelihatan dengan sepenuh hati/ setulus hati ?
yang bisa cinta agape tanpa syarat itu adalah cinta Tuhan kepada manusia, kalo cinta manusia kepada Tuhan apakah ada yang agape ?

jadi kembali ke pertanyaan utama thread ini :
salahkah/ dosakah jika seseorang percaya Yesus untuk mendapatkan keselamatan ( masuk surga ) ??

Percaya Yesus untuk mendapatkan keselamatan adalah “awal” yang baik.
Kemudian belajar untuk hidup seperti Yesus adalah “langkah maju ke depan” yang lebih baik.

tidak salah bro…lanjutgan! :happy0025:

Tidak salah…
Malah betol banget :afro:

ga salah gan …

tapi yang terpenting bukan keselamatan itu sendiri, karena Yesus sudah menjamin dan kepastian bagi orang percaya akan mendapatkannya

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Keselamatan yang berasal hanya dari Kristus.

ada hal yang lebih penting dibandingkan dengan fokus pada keselamatan, yaitu proses menuju keselamatan tersebut. Jangan hanya melihat hasil akhir, tanpa berpikir mengenai prosesnya menuju keselamatan. Banyak orang menyerah, ketika dihadapkan pada proses tersebut seperti banyak cobaan, badai yang menghantam dan banyak kerikil-kerikil tajam. Tuhan mengijinkan ’badai’ tersebut terjadi dalam kehidupan manusia dengan tujuan: 1). Untuk mengoreksi apakah dalam perjalanan iman, kita telah berjalan sesuai dengan kehendakNya atau tidak; 2). Untuk menyempurnakan iman kita, apakah kita bergantung penuh kepada Tuhan atau tidak. Nah, apabila kita mengalami pengalaman ‘badai’ dalam perjalanan hidup maupun iman kita, hendaklah kita melihat ’badai’ itu dari sudut pandang positif yaitu maksud Tuhan untuk mengoreksi kita dan menuntun kita kembali ke jalan yang dikehendakiNya karena Ia ingin menyempurnakan kita dan ingin menjadikan kita sebagai umat pemenang yang memperoleh keselamatan.

GBU

Bagaimana dengan kutipan seorang pendeta: “Saya bersedia masuk neraka, asalkan bersama Yesus di sana”
?

he…he… :smiley:

Iman Kristen… bukan mengajar demikian :azn:
Neraka disediakan untuk satan dan pengikutnya…

Pengharapan iman kita (Kristen) bukan masuk neraka asal bersama Yesus… ttp masuk Rumah Bapa yang kekal … dimana Yesus bertahta disana :afro:

itu soal gaya bahasa ajah bro. tiap orang tentunya punya stail (style) masing2 dalam berkata-kata. yang penting maksudnya dapat dimengerti.

ibarat seorang pemuda bilang begini ke pemudi: lautan kan kuseberangi, bukit dan kudaki, untuk menemukanmu dambaan hatiku… :smiley:

bro Kahlil ngerti-kah maksud daripada ibarat itu? :coolsmiley:

Tapi menurut pemahaman saya, yang hendak beliau sampaikan adalah bahwa kita harus mencintai Yesus bukan karena menginginkan Sorga, melainkan karena kita benar-benar ingin ada di dekat-Nya.

menurut saya sih,… dia mau masuk neraka asal bersama Yesus karena dia tahu bahwa Yesus tidak akan membuat dia menderita sama seperti murid Yesus,… banyak yang tidak mau mengikut Yesus karena syarat cukup berat,… harus menjual semua harta dan membagikan pada orang miskin dan hidup seperti Yesus,… berat bagi orang yang kaya,… tapi murid Yesus tidak pernah ada yang kelaparan sakit atau pun mati,… selama ada Yesus percaya deh,… Dia tahu apa yang terbaik buat kita

Yah, kembali lagi itu cuma gaya bahasa penyampaian sajah. Tentunya udeh pada mafhum lah bahwasanya tanpa disebut pun, Yesus adalah empunya surga. He…he…he…kadang perlu menggunakan variasi gaya bahasa untuk menghindari kata2 yang sama itu-itu terus. Begitu bro…

Bagusnya, semakin banyak ragam gaya bahasa, semakin memperkaya wawasan dan pengetahuan juga…

Kalo menurut saya sih ada salahnya…

Kenapa? Karena, yg benar adalah menerima Yesus bukan demi mendapatkan kehidupan kekal di surga. Tapi, menerima Yesus karena memang itulah kewajiban yg HARUS kita lakukan. Nah, setelah menerima Yesus, secara otomatis kita akan hidup kekal nantinya saat meninggal/mati/tewas…

Jadi, intinya adalah kita menerima Yesus tanpa pamrih karena memang itulah hal yg harus kita lakukan dan wajib sebagai manusia…

:smiley:
GBU

wah bro…sama banget…akhir2 ini,gw terus terbayang soal ini…

dan gw tadi baca yg pepatah: saya bersedia masuk neraka,asal ada Yesus disana…hahaha…entah joke atau apa (yg jelas bikin gw senyum2)…
Karena Gini:
Yakinkah kita bakal ga ngedumel klo pas kita udah meninggal dan ketemu Yesus (maav gw ga bermaksud nyebut nama DIA dengan sembarangan), Yesus bilang gini…"oke anak2KU…AKU bangga sama perbuatan kalian,pikul salib buat AKU,selama kalian di dunia…dan upah untuk itu sekarang kalian akhrinya bertemu AKU…
dan kita pun bersorak, “Hore…trimakasih ya ALLAH…”

lalu Yesus senyum dan bilang,“mm…AKU kan yg kalian cari?Tulus kan kalian cinta AKU?bukan surga kan yg kalian cari?karena itu,marilah temani AKU di neraka sebentar,selama 10 tahun ke depan…”

klo gw mgkn melongo dahsyat…Tuhan,ini kah yang mesti aku lewati…

Klo Tuhan tanya gw,“well apa yg kau cari anakKU?surga atau AKU?karena kamu ga boleh milih keduanya…”

nah lho…gimana tuh?? TUHAN ijinin kita masuk surga sebagai upah kita pikul salib DIA di dunia,tapi DIA tetep “masuk” ke neraka untuk sementara…

TEGAKAH kita membiarkan DIA masuk sendiri…

Pilihlah Dia…

Karena setelah itu Dia akan mengantar kita ke surga dan itu pasti…

:smiley:
GBU

Kayak cerita animasi yah bro… :smiley:

Dear Kahlil.

Tuhan Yesus sendiri TIDAK mengajarkan pola iman seperti itu, karena Tuhan Yesus tidak akan ke neraka dear… untuk apa kesana?

Barangkali memang ada yang berani mengatakan demikian, tetapi ingatlah bahwa Tuhan Yesus sendiri TIDAK MENGAJARKAN hal yang demikian. Itu statement yang terlalu exaggerate (berlebihan). Yah… jangan diikuti saja, bukankan kita tidak boleh melampaui apa yang tertulis?

I Korintus 4
4:6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: “Jangan melampaui yang ada tertulis”, supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.

Shalom. Berkat surgawi buat anda dear.

Dear Albert and dear all.

Jesus love U all.

Ajaran manusia seringkali memang tidak sama dengan ajaran Allah, apa yang kelihatannya baik, bagus, benar, cocok, menurut manusia belum tentu demikian bagi Allah.
Kita jangan membijaksanai Firman Tuhan karena akan mendegradasi FirmanTuhan .
Yang perlu kita lakukan adalah meng-amin-kan Firman Tuhan agar terjadi dalam kehidupan kita. Firman Tuhan itu sudah yang paling benar, paling TOP.
Feeling, perasaan, nurani, logika, tafsir, adat istiadat, dsb itu dibawahnya.

Ok, kita kembali ke pokok diatas : Kita ikut Tuhan Yesus itu tanpa pamrih, apakah memang demikian setting Allah?

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Allah Bapa di Sorga menghendaki agar kita PAMRIH kepadaNya, Aneh? No !!!
Mari kita lihat selanjutnya, ini sebuah fragmen dialog antara Tuhan Yesus dan Petrus :

Matius 19:27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”
19:28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
19:29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal

Wooww !!!
Tuhan Yesus sama dengan Bapa, Ia menghendaki agar murid-muridNya PAMRIH kepadaNya.

Lukas 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Lukas 11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan ROH KUDUS kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Dua ayat diatas juga berkonotasi bahwa Allah menghendaki agar kita PAMRIH kepadaNya. Bahkan kita harus PAMRIH supaya diberi ROH KUDUS oleh Allah.
Dan Om yakin itu benar, karena Firman Tuhan itu benar.

Nah sekarang kita belajar, mengapa Allah menghendaki kita PAMRIH kepadaNya?
Karena sebetulnya manusia itu tidak dapat TIDAK BERPIHAK.

Hanya ada 2 hal keberpihakan manusia di alam raya ini :
A. Berpihak kepada Allah.
B. Berpihak kepada bukan Allah (yang benar), yaitu iblis.

Tidak ada suatu kondisi ditengah-tengah, yaitu tidak berpihak kepada A dan juga kepada B :

Wahyu 3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas.
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Kalau kita tidak dingin atau tidak panas, ya paling-paling jadi MUNTAHAN ALLAH, mau?

Allah tahu kalau kita tidak berpamrih kepadaNya, maka manusia akan berpamrih kepada sesuatu yang lain, dan itu BUKAN ALLAH, dan akhirnya manusia tersesat. Dan Allah tidak menghendaki manusia tersesat. Oleh karena itu kita harus berpegang terus kepada Tuhan Yesus, karena diluar Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa.

Pernah dengan tentang “Spiritual Quotient” ?, tetapi itu bahasan lain.

Kita lanjutkan! Hal itu juga bukan berarti bahwa kita harus memikirkan PAMRIH terus. Itu juga salah, karena Allah tahu segala kebutuhan kita. Carilah dahulu Kerajaan Allah dengan KEBENARANNYA, maka semuanya itu akan ditambahkan, GRATIS pula.

Kita harus PAMRIH keselamatan kepadaNya, PAMRIH KEHIDUPAN KEKAL kepadaNya, kalau tidak kepada siapa lagi kita dapat berharap/berpamrih keselamatan. Apakah ada keselamatan diluar Tuhan Yesus Kristus? Pamrih keselamatan dan kehidupan kekal dari Dia itu tidak salah dear, tetapi yang lebih penting lagi adalah kita harus memiliki iman bahwa kita SUDAH DISELAMATKAN dan memperoleh KEHIDUPAN KEKAL DI SORGA, dalam Tuhan Yesus Kristus.

Memang istilah kata PAMRIH itu tidak ada dalam Alkitab, kalau yang dimaksud adalah BERHARAP, itu bagus sekali, dan tidak salah, tidak bedosa, Itu Firman Tuhan, Alkitabiah.

Shalom.

Komen saya atas topik ini sama persis dengan di topik yg mirip: monggo dibaca:

Salam,

Dear Cadangdata (backup)

Backup this comment dear!

Om sudah baca, tetap bagi Om berharap/berpamrih pada Allah itu Alkitabiah dan merupakan kehendak Allah. Yang salah adalah berharap/berpamrih kepada manusia.
Transactional faith kepada Allah Bapa seperti itu adalah benar, bagus itu, yang kurang tepat adalah Conditional Faith, saya percaya kalau…, saya mau mengasihi Tuhan Yesus kalau…. Saya mau melakukan kehendak Bapa kalau…

Jangan menggunakan pola pikir manusia, ikuti dan amini saja Firman Tuhan. Firman Tuhan itu pasti benar. Firman Tuhan tidak usah dibijaksanai dengan normanya manusia. Kita pakai saja norma dan standar moralNya Allah.

Mazmur 131:3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Matius 12:21 Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."

I Timotius 6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Yang keliru (salah) bahkan terkutuk, adalah berharap/berpamrih kepada manusia siapapun mereka. Tetapi tidak demikian kepada Tuhan Yesus.

Yeremia 17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN

Yang berharap/berpamrih kepada Tuhan malah diberkati.

Istilah berpamrih memang tidak dikenal dalam Alkitab, kalau yang dimaksud adalah BERHARAP, itu bagus sekali, dan tidak salah. Alkitabiah itu.

Shalom.

bro Edo,

Thanks atas reply-nya

Saya sudah menyatakan pendapat saya atas reply-reply sejenis ini di thread-thread yg lain…

monggo bro Edo mencari di posting-posting saya yang lain…
sikap saya cukup jelas & konsisten kok mas…

Bahwa:
Kalau kita mem-BERHALA kan SURGA & Mati-matian pokoknya yang penting masuk Surga…
maka kita akan BERUSAHA dengan segala cara, bagaimanapun caranya, yang penting masuk Surga…

Nah berhubung kita ini manusia yang amat terbatas & tidak sempurna…
dalam perjalanan itu kita seringkali terjebak pada ingin masuk surga-nya sampai-sampai substansi kita beragama / ber-iman itu jadi kabur… hehe…

Ibarat gini sih gampangnya:
A. Kalau saya: Anak saya saya SEKOLAH-kan dengan Tujuan agar Mendapat Ilmu & Menggunakan Ilmunya secara positif.
B. Tapi ada juga: Anak saya di SEKOLAH-kan tujuannya biar LULUS dan dapat GELAR & IJAZAH yg dipajang di depan rumah…

Sehingga implikasinya amat beda lho bro:
Yang A:

  1. Belajar sungguh-sungguh untuk MEMAHAMI ILMU-nya, walaupun ujian tidak dapat 100 atau tidak dapat A
  2. Kalau pun ternyata dinyatakan Gak Lulus, selama sudah memahami ilmu & memanfaatkannya, menurut saya, akan tetap menghargai si anak
  3. Tapi… biasanya kalau sudah memahami ilmu —> ya biasanya LULUS dong… kecuali sekolahnya error…
  4. Jadi bisa dilihat: dia belajar BUKAN BIAR LULUS, tapi BIAR ber-ILMU, yang AKHIRNYA TOH LULUS JUGA

Nah, yang B:

  1. Biar Lulus, maka nilai ujian harus sebagus-bagus-nya…
  2. Biar nilai ujian bagus, kalau saya kalah pinter dengan temen saya, saya harus berusaha dengan segala cara yang penting nilai ujiannya bagus…
  3. Kalau cara-cara tsb berhasil & nilai ujiannya bagus → LULUS & Ijazahnya bisa dipajang di depan rumah.
  4. Tetapi, BELUM TENTU yang LULUS itu Ber-ILMU & apalagi memanfaatkan ilmunya bagi masyarakat…
  5. Nah lho…

Pilih yg mana? hehe… salam,