SALIB

Salib adalah lambang yang sangat tua yang terdapat di dunia jauh sebelum lahirnya Yesus. Pada awalnya orang-orang Kristen tidak menggunakan salib sebagai lambang Kekristenan mereka. Benda ini tidak termasuk dalam daftar pertama lambang-lambang Kristen yang disediakan oleh St. Clement. Mulanya yang mereka gunakan justru bintang ikan (Pisces) dan anak domba sebagai lambang Penyelamatnya.

Ketika lambang salib akhirnya dipakai, orang-orang Kristen sempat merasa enggan terhadap gambar seorang laki-laki yang tergantung pada salib. Hal ini tidak pernah dilakukan Gereja Kristen sebelum abad ke tujuh. Faktanya, salib dengan orang tergantung padanya telah dimasukkan oleh orang Roma dari India berabad-abad sebelum zaman Kristen. Walker berkata, “…orang-orang Kristen dini bahkan menolak salib karena (berwatak) pagan….Patung-patung Yesus dini tidak menggambarkan dia di atas salib, tetapi dalam samaran ‘Gembala yang Baik’ yang membawa domba.” (Acharya, The Christ Conspiracy)

Churchward mengatakan, “Pada dasarnya Salib merupakan tanda astronomi. Salib dengan lengan sama panjang menunjukkan waktu siang dan malam yang sama panjang, dan merupakan tanda equinox.” Sedangkan Derek Patridge menyatakan, “Yang ditunjukkan oleh salib dengan lingkaran di dalamnya…adalah sebenarnya matahari yang mengecil atau mati di zodiac, dan bukan orang.”

W

Salib Keltik
Salib Keltik Pra Kirsten di tepi Sungai Shannon di Irlandia
ditemukan dengan gambar relief dewa bumi dan roh hutan.

salib Tau

Encyclopedia of Funk and Wagnalls menyebutkan bahwa “Tanda salib sudah digunakan sebagai lambang sebelum zaman Kristen.” Di Italia –di mana terletak Roma yang menjadi salah satu pusat paling dini bagi penyebaran agama Kristen-, terdapat salib sebagai peninggalan dari zaman prasejarah. Di Mesir purba, yang memuja dewa-dewi yang mati menebus dosa dengan darah, salib dijadikan lambang keagamaan yang umumnya berbentuk huruf T, yang oleh para ahli disebut dengan tau. Ada pula salib tau yang di atasnya dipasang sebuah “gagang” yang berupa lingkaran. Lingkaran itu melambangkan kekekalan. Salib yang di atasnya bergagang lingkaran itu melambangkan kekelalan hidup atau kehidupan yang abadi. Salib berlingkaran (crux ansata/salib ankh) biasa dipakai di leher para pendeta Mesir kuno sebagai kalung. Di kalangan berbagai bangsa purba di sekitar wilayah Mediterania, termasuk Funisia yang bertetangga dengan Palestina, lambang salib Mesir itu juga mengandung pengertian hikmah atau kebijaksanaan rahasia.”


Crux Immisa (Salib Latin)
Prajurit Aramea juga memakai Salib sebagai
jimat perlindungan dalam pertempuran

Selain Salib Tau terdapat satu lagi jenis salib yang disebut dengan Salib Berlengan Sama Panjang (Crux Immissa Quadrata). Salib ini telah dikenal di seluruh dunia purba. Oleh para ahli dikatakan bahwa di kalangan dunia purba salib ini melambangkan keempat unsur (bumi, udara, air, dan api) yang dipandang sebagai sumber penciptaan segala sesuatu. Unsur-unsur itu dipandang sebagai yang abadi, sehingga segala sesuatu yang tercipta darinya, tidak akan pernah musnah, sekalipun berubah-ubah.

Crux Immissa Quadrata

Salib berlengan sama panjang juga digunakan sebagai pemberi tanda (berupa gambar) pada makanan suci maupun wadah-wadah yang berisi air suci keagamaan. Penggunaan salib ini terdapat di kalangan bangsa-bangsa Assyiria, Babilonia, Persia purba, bahkan di benua Amerika sebelum datangnya agama Kristen.

Bentuk lain salib jenis ini adalah swastika. Ini sebenarnya adalah salib berlengan panjang, yang bagian ujung lengannya tertekuk atau dipatahkan menurut arah yang sama (seperti arah jarum jam). Menurut para ahli, ujung lengan yang tertekuk itu asal mulanya melengkung, yang apabila diteruskan akan membentuk lingkaran yang memanifestasikan lambang matahari.

Encyclopedia of Funk and Wagnalls mengatakan, “Bentuk atau model ini adalah salah satu lambang paling dini yang terkenal yang telah dibuat oleh manusia, dan salah satu lambang yang paling menyebar di kalangan bangsa-bangsa primitif. Lambang ini terdapat di seluruh benua selain Australia, dan merupakan lambang dewa matahari, dari Apollo dan Odin sampai Quetsalcoatle. Lambang ini masih bertahan hidup sebagai lambang keagamaan di India di kalangan para penganut agama Budha dan agama Jain, serta di China dan Jepang, maupun di kalangan suku-suku Indian di Amerika Utara yang masih meneruskan praktik keagamaan dan pengobatan asli (praktek perdukunan).”

Dalam Encyclopedia Britannica, Prof. Shepherd menulis, “Bentuk-bentuk salib telah digunakan sebagai lambang, religius atau lainnya, jauh sebelum zaman Masehi, di hampir semua bagian dunia…Dua bentuk salib Pra Kristen telah menjadi mode dalam Kekristenan. Lambang hieroglyph Mesir tentang kehidupan (salib ankh, salib tau dengan lingkaran di atasnya) dipungut dan digunakan secara luas pada monumen-monumen Kristen Koptik. Salib Swastika (crux gammata), yang terdiri atas empat huruf gamma kapital Yunani, ditandakan pada banyak nisan makam Kristen dini sebagai lambang yang tersamar. Lambang ini tersebar luas sebelum zaman Kristen di Eropa, Asia, dan Amerika dan umumnya dianggap sebagai lambang matahari atau api. Dari situlah makna sumber kehidupan berasal. ”

Di beberapa tempat di dunia ini, ujung tekukan pada salib swastika diberi gambar telapak kaki yang menandakan adanya gerak “berjalan”. Di tempat lain, ada pula yang menggambari ujung swastika dengan gambar burung yang menggambarkan gerak terbangnya matahari di angkasa. Atau gambar ikan, yang mengisyaratkan matahari menyelam di laut di bawah muka bumi setelah tenggelam di malam hari dan sebelum kembali terbit keesokan harinya.

Salib Malta (Maltis / Maltese)
Bagaimanapun, salib merupakan lambang Dewa Matahari. Karena matahari hanya satu bagi seluruh dunia, maka dengan sendirinya di mana-mana di dunia ini, apabila mereka memuja Dewa Matahari maka lambang dan kepercayaannya akan mirip. Demikian halnya antara kepercayaan pagan dengan kepercayaan Kristen. Sejak ribuan tahun sebelumnya hingga jaman penyebaran agama Kristen di wilayah Mediterania, telah terdapat agama-agama yang meyakini dewa-dewi yang menderita, disalib dan mati menebus dosa. Riwayat-riwayat dan waktu penyaliban Yesus yang terdapat dalam doktrin Kristen juga sangat serupa dengan kepercayaan pagan, yakni berkisar antara tanggal 21-25 Maret.

Justinus Martir dapat saja berapologi bahwa iblis yang mendengar ramalan-ramalan para nabi besar sebelumnya, meniru ajaran itu sebelum adanya agama Kristen itu sendiri

Itu artinya memang dari jaman purba…manusia sudah tahu bahwa akan ada Juru Selamat.
Karena nubuatan tentang juru selamat itu ada dalam
Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Kejadian 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Dan nubuatan ini diketahui oleh Semiramis maka terciptalah agama Babilonia dengan mengangkat dirinya, anaknya dan suaminya sebagai dewa.

Dan orang2 Babilonia ini berpencar (setelah dicerai beraikan oleh Tuhan) ke segala penjuru dunia. Maka tidak heran kalau bangsa2 didunia menantikan Juru Selamat melalui tanda Salib.

@Moses: Jangan lupa, tanda salib juga ada di rumah sakit, kotak p3K, Puskesmas, dan kelas matematika. Kalau tak mau terlibat dengan salib, hindari hal-hal tersebut.

Saya ada diskusi dg bro Sp di forum sebelah, meskipun kmi ada perbedaan pandangan.

http://www.jawaban.com/forum/viewtopic.php?t=13659

Interesting, agaknya dalam hal ini saya sependapat dengan Anda… ada makna yang dalam di PL…

Best Regard,
Daniel FS

Kalo ayat yg pertama mah, bukan tentang Yesus, tapi tentang Hawa yg akan dibuat dari tulang rusuk Adam…

:smiley:
GBU

bro Albert…tidak salah memang yang anda katakan…tapi ada maksud tertentu aku kira dengan firman itu. Tuhan tahu apa yang akan terjadi dan bagaimana mengatasinya, jadi jauh2 hari Tuhan telah mempersiapkan segala sesuatunya.
Dan persiapannya melaui penciptan “Hawa”

Ada 3 pribadi yang keberadaannya di dunia ini secara unik.

  • Adam, diambil dari tanah (tanpa hubungan suami istri)
  • Hawa, diambil dari tulang rusuk (tanpa hubungan suami istri)
  • Yesus, lahir dari perempuan (tanpa hubungan suami istri)

Jadi melalu “hawa” penolong itu hadir.

;D ;D
betol om,
dijalan raya juga ada kok:
rambu2
“dilarang menyalip dari sebelah kiri” :ashamed0004:

Dulu di Indonesia logo-logo banyak dengan gambar padi dan kapas, artinya makmur pangan dan sandang. Logo padi dan kapas menurut saya termasuk logo yang lebih menyejukkan.

Hmm, Kadang aku heran dengan kebanggan umat Kristen terhadap tanda salib,
padahal mereka tahu bahwa Mati Disalib itu adalah lambang kematian yang terkutuk dan sangat tidak diharapkan ( dibenci) oleh Yesus.

dan tanda salib itu adalah lambang kebangaan Yahudi (musuh Yesus) yang merasa telah sukses dalam membunuh Yesus dengan menggunakan alat tersebut.

kesimpulannya tanda salib itu adalah Alat Pembunuh Yesus yang sangat dibenci oleh Yesus dan Murid2nya pada waktu itu…, dan hanya Musuh Yesuslah yang bangga dengan Alat salib Tersebut…

lah kok sekarang orang2 Kristen malah bangga dengan tanda salib itu…? ada apa…?

yang jadi pertanyaan " kalo anda hidup dijaman ketika Yesus hendak disalib, apakah yang anda lakukan…?

A. berusaha menolong Yesus (kalau anda mampu), seperti Murid2 Yesus.
atau malah memilih
B. membantu musuh2 mempercepat Pembunuhan Yesus.

dari sini terlihat keimanan seperti apa yang anda pegang sebenarnya… tanyakan hatimu…!

kemudian… apakah yang anda lakukan sehingga anda jadi harus berbangga dengan tanda salib sebagai alat Pembunuhan Yesus…?

Ya…namanya juga manusia…semakin kedepan pengertian dan kesadarannya semakin berkembang.
Sama seperti kesadaran murid2 Yesus pada awalnya.
Mulanya mereka menganggap Yesus adalah Mesias yang akan membebaskan mereka dari penjajahan orang Romawi.
Dan kesadaran dan pengertian mereka berubah setelah kebangkitan Yesus.

Sama seperti salib, awalnya dianggap kehinaan, tapi lama kelamaan kesadaran dan pengertian itu berubah menjadi suatu yang mulia setelah didalami apa sebenarnya “MAKNA” dibalik salib. Dan kenapa bukan hukuman gantung atau pancung yang dipakai waktu itu? Apakah suatu kebetulan atau memang harus begitulah yang terjadi bahwa salib-lah yang dipakai untuk melaksanakan kehendak Tuhan dalam penyelamatan? Dan tanda2 yang belum disadari oleh manusia itu telah muncul dari jaman purba.

Murid2 Yesus yang mana yang datang menolongnya pada waktu Yesus disalib? Bukankah mereka pada lari ketakutan?
Diantara murid2 Yesus, hanya Yohanes yang berani datang dan melihat dari dekat bagaimana Yesus disalibkan, itupun menemani Maria, wanita yang melahirkan-Nya
Keberanian mereka muncul setelah bertemu Yesus yang telah bangkit. Bahkan berani menghadapi kematian demi memberitakan Injil setelah peristiwa Pentakosta.
Peristiwa itulah yang merubah kesadaran dan pemahaman mereka tentang Yesus.

Dan kami? Apa yang kami perbuat seandainya kami hidup dan jadi orang Yahudi pada jaman itu dan ada pada peristiwa itu? Entahlah.
Yang jelas disepanjang jalan Pia Dolorosa tentunya bercampur orang2 yang menghujat dan yang menangisi Yesus.
a. Yang menangisinya tentu yang percaya dengan apa yang diajarkan Yesus.
b. Dan yang menghujatnya tentu yang tidak percaya.

Nah kalau anda…anda termasuk a atau b?

Haruskah ada yang dilakukan untuk membanggakan sesuatu?
Apakah yang telah aku lakukan sehingga harus bangga dengan Bendera Merah Putih?
Belum ada…tapi aku tetap bangga dengan Bendera Merah Putih

Dengan adanya Bendera Merah Putih aku mengerti bahwa Indonesia adalah negara merdeka.
Sama dengan tanda salib, dengan melihat salib tersebut aku mengerti bahwa Tuhan telah menebus dosa2 kita.

Salib memang suatu simbol hukuman dan kekalahan. Tetapi ketika Ajaran Kasih itu dirasakan sebagai Kemenangan terhadap Kejahatan, maka salib itu dipakai sebagai simbol yang “sebaliknya” yaitu simbol kemenangan.
Gejala pembalikan makna simbol ini sering terjadi pada perlawanan secara Non-Kekerasan.

Kuncir rambut di Cina, pada mulanya adalah simbol penghinaan (kepala kok ada ekornya). Tapi kemudian menjadi salah satu ciri khas orientalisme. Konotasi “hina” sudah tak ada lagi.
Politik Gandhi melawan penjajahan Inggris: Swadhesi dan Ahimsa. Perlawanan tanpa kekerasan yang malah menghasilkan kemenangan yang membanggakan. Gandhi dan politiknya malah mendapat tempat di hati dunia, termasuk dunia, termasuk Eropah dan Inggrisnya sendiri mengapresiasinya.
Itu 2 contoh lain mengapa simbolisme Salib mendapatkan makna baru yang positif.
Yang nampak kalah, belum tentu yang kalah. Itu credo dari perlawanan tanpa kekerasan.

Secara spiritual, bentuk salib yang sederhana, mendatar dan horisontal itu melambangkan hubungan dengan tuhan dan hubungan dengan manusia. Keduanya bertemu pada persilangan titik ditengahnya.

Sekali lagi semua lambang2 tak ada artinya bagi kemanusiaan bila tidak dilakukan, dilaksanakan sebagai praksis.
Kalau teorinya, cita citanya baik baik tapi praktiknya membunuhi manusia, memenjarakan manusia, membodohkan manusia, ya percuma.
Maka dari itu, aksi aksi horisontal mesti digalakkan, dengan begitu otomatis kita meneguhkan palang vertikalnya secara proporsional.

Ya...namanya juga manusia...semakin kedepan pengertian dan kesadarannya semakin berkembang. Sama seperti kesadaran murid2 Yesus pada awalnya. Mulanya mereka menganggap Yesus adalah Mesias yang akan membebaskan mereka dari penjajahan orang Romawi. Dan kesadaran dan pengertian mereka berubah setelah kebangkitan Yesus.

pemahaman dan pernyataan anda ini justru bertentangan dengan Nubuat Yesus sendiri yang menubuatkan akan ada penyesat yang datang, dan mengatakan murid2nya pun bisa ikutan tersesat…

jadi selama Yesus hidup mereka memang tidak tersesat menerima ajaran Yesus untuk langsung berbakti pada Allah, tapi setelah Yesus wafat justru mereka lupa ajaran Yesus malah jadi menuhankan Yesus… hal penyesatan ini sudah dinubuatkan oleh Yesus, makanya salib yang dimususuhi Yesus justru malah dijadikan lambang yang dianggap Suci…

Sama seperti salib, awalnya dianggap kehinaan, tapi lama kelamaan kesadaran dan pengertian itu berubah menjadi suatu yang mulia setelah didalami apa sebenarnya "MAKNA" dibalik salib.....
Yesus sepanjang hidup dan sampai akhir hayatnya tidak sekalipun membenarkan Salib sebagai lambang suci. karan sudah menjadi pengetahuan umum pada waktu itu bahwa mati disalib adalah mati yg terkutuk. hanya musuh Yesuslah yang menysukuri kematian Yesus disalib..., makanya dibuatlah ajaran pemutar balikan ini, padahal Yesus sendiri tidak pernah mengajarkan hal itu. apalagi akhirnya Salib di isukan sebagi lambang Penyelamatan, ini jelas lebih membodohkan lagi.. bagaimana mungkin seorang yang disalib malah dianggap menyelamatkan..? anda sendiri tentu tahu bahwa, Yesus sampai berdoa memohon2 kepada Allah untuk tidak mati disalib hingga bercucuran air mata dan keringat segede jagung..

Artinya Kematian ditidang Salib itu bukanlah lambang Kesucian tapi lambang Keterkutukan…, nah kehebatan Musuh2 yesuslah yang berhasil merubah Image Keterkutukan itu hingga bisa dianggap sebagai Penyelamatan…
karena kita tahu… tak satupun pada waktu itu yang berani bertanggung jawab atas kesalahan Vonis penyaliban itu…
jadi dengan merubah terkutuk jadi penyelamatan, maka bebaslah Musuh2 Yesus itu dari tuntutan Para pengikut Yesus.
makanya Paulus CS matian2 berbohong dengan mengatakan bahwa Penyaliban itu adalah Penebusan dosa…
sayangnya sebagian murid Yesus malah percaya anggapan dusta tersebut.

Dan kami? Apa yang kami perbuat seandainya kami hidup dan jadi orang Yahudi pada jaman itu dan ada pada peristiwa itu? Entahlah. Yang jelas disepanjang jalan Pia Dolorosa tentunya bercampur orang2 yang menghujat dan yang menangisi Yesus. a. Yang menangisinya tentu yang percaya dengan apa yang diajarkan Yesus. b. Dan yang menghujatnya tentu yang tidak percaya.

Nah kalau anda…anda termasuk a atau b?


saya pilih a.Yang menangisinya tentu yang percaya dengan apa yang diajarkan Yesus

karena saya percaya dengan yang diajarkan Yesus tapi saya tidak percaya dengan yang diajarajan Penyesat seperti Paulus dkk, maaf

saya tidak akan menghujat Yesus karena ajaran Benar, tapi saya akan tetap menghujat Musuh2 Yesus yang mensyukuri Kematian dan pembunuhan Yesus.

Dengan adanya Bendera Merah Putih aku mengerti bahwa Indonesia adalah negara merdeka. Sama dengan tanda salib, dengan melihat salib tersebut aku mengerti bahwa Tuhan telah menebus dosa2 kita
merah putih kita bela sejak sebelum merdeka...! Salib Dikutuk Yesus sebelum penyaliban, dan sampai detik ini akan tetap sebagai Lambang Pembunuhan yang terkutuk..

tidak ada itu penebusan…, Tuhan Maha Segalanya, kalau hanya untuk mengampuni dosa manusia, Tuhan tidak perlu mengorbankan Darah dengan cara Pembunuhah sadis yang dilakukan Musuh2 Yesus.

Tuhan bukan hanya milik orang Yahudi, kalau cuma untuk mengampuni dosa manusia buat apa Dia bersandiwara dengan melakukan Pembunuhan utusanNya dahulu, lebay banget…

@ferrywar
secara garis besar pemikiran anda bagus…menunjukan anda orang yang tunduk berserah diri…

tapi permakluman dan dengan contoh2 yang anda berikan jelas memiliki makna yang jauh berbeda…
Salib, jelas2 alat yang digunakan untuk pembunuhan, dan pebunuhan itu bukan saja membunuh manusia biasa… tapi sang utusan yang dibunuh…
tentu penyaliba ini adalah kejahatan kemanusiaan yang paling biadab,

apalagi akibat dari pembunuhan itu, justru orang2 dibodohi untuk mensyukuri atas Pembantaian Yesus yang mereka lakukan secara biadab.

PS: titip salam sama Moderator dan Admin, tolong kalo saya melanggar jangan langsung di BAN tp diberi peringtan2 dan teguran2, hal mana saja yang dianggap salah.
tentuhnya hal tersebut agar semakin banyak orang yang dapat pencerahan yang sebenarnya… dan terlebih untuk saya sendiri…

Shalom

Farell RB

Boleh anda ajukan dasar pemikiranmu bahwa Yesus membenci salib?

Oh…anda rupanya tidak suka sama Paulus ya?
Yang anda maksud Paulus cs ini siapa? Apakah termasuk juga dengan 11 murid Yesus yang ada pada waktu itu?
Apa untungnya bagi Paulus untuk menyebarkan berita bohong?
Orang rela mati untuk mempertahankan sesuatu yang dia anggap benar, bukan rela mati untuk sesuatu yang bohong belaka.

Ulangan 23:5 Tetapi TUHAN, Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan TUHAN, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena TUHAN, Allahmu, mengasihi engkau.

Anda mengatakan bahwa Yesus berdoa supaya tidak mati dikayu Salib, benarkah?
Apakah anda sudah membacanya?
Bro farell, Yesus sudah tahu apa yang akan terjadi. Bahkan Dia sudah mengatakannya jauh2 hari.
Kalaupun Yesus berkeringat darah, itu menandakan bahwa “MAUT” itu perlu anda takuti. Karena Tuhan saja berkeringat darah untuk menghadapinya apalagi kita manusia. Maut itu adalah ujian yang sepadan bagi Tuhan, dan Tuhan mengalahkan maut itu lewat kebangkitan-Nya.

Oh ya? Anda akan menangisinya? Atas dasar apa anda menangisinya?
Pengajaran Yesus yang mana yang anda anggap benar? Yang di Alkitab?
Yang jadi pertanyaan lanjutan adalah apakah anda percaya apa yang tertulis di Alkitab? Aku meragukannya bro farell.

Dan apa yang anda telah perbuat dalam membela Merah Putih sehingga anda merasa bangga?

Oh ya? Jadi menurutmu Tuhan harus bagaimana untuk mengampuni dosa manusia?

Orang rela mati untuk mempertahankan sesuatu yang dia anggap benar, bukan rela mati untuk sesuatu yang bohong belaka.

masalah nya kan yang “dia anggap benar om…” ,jadi benar menurut angapan orang yang rela mati tersebut… :tuzki41:
tapi belum tentu angapan itu benar adanya.
aku mu tanya ma om clod,
tolak ukur si om untuk menentukan benar dan salah dari mana om? :onion-head33:

Tunduk berserah diri? He he he… enggak tuh…

Yang anda katakan itu tipikal yang dikatakan oleh yang tidak memahami spiritualisme Kristen.

Begini alur berpikir yang saya yakini. (Belum tentu disetujui oleh rekan rekan Kristen yang lain).

  1. Ada keadaan yang harus diperbaiki.

  2. Jesus lahir, besar dalam keadaan itu.

  3. Ada harapan masyarakat purba selama milenia sebelum Masehi akan datangnya Mesias yang akan memperbaiki keadaan. (Semacam “Ratu Adil” begitulah, kalau di Indonesia)

  4. Jesus MASUK dalam “celah yang pas” itu. Mungkin melewati masa kontemplasi yang dahsyat tapi tak tercatat, pada usia-usia muda sampai waktu pesta di kota Kana.

  5. Isi kontemplasi itu apa persisnya, kita hanya bisa menduga-duga saja. Tapi yang pasti ia mempersiapkan suatu langkah “sacrifice”, yang sejak awal, JAUH sebelum ia mati di kayu salib, telah dikatakanya berulang-ulang, bahwa “kerajaannya” bukan di bumi ini. Ayatnya persisnya saya tidak ingat, tapi pasti rekan rekan Kristen bisa menunjuk banyak sekali yang mendukung hal itu. Langkah “sacrifice” itu sudah ia rencanakan, TERMASUK penderitaan, mati, kehinaan, pengkhianatan, dsb. Itupun bisa dijelaskan ada banyak ayat Alkitab yang mendukung hal itu.

  6. Maka ia dengan yakin mengajarkan ajaran Kasihnya. Bagi orang yang sudah “niat” habis habisan, orang bisa tidak takut resiko mati. Para martirpun, bisa tidak takut mati dan menderita, apalagi ini “dedengkotnya”. Jadi dengan bebas tidak terganggu ketakutan ia menjadi pemberontak untuk tradisi mapan yang perlu diperbaiki, kebiasaan2 buruk, budaya buruk, kelakuan buruk, pemikiran buruk dsb yang menjangkiti masyarakat pada saat itu. Ia sudah merencanakan, ujungnya harus menderita dan mati. Sekalian menjawab nubuat (ramalan) yang berkumandang waktu itu akan datangnya Mesias yang dinanti-nantikan.

  7. Murid2nya dan orang disekelilingnya, justru tidak terima dan salah mengartikan. Dikiranya menjadi raja secara politik, fisikal dan memerintah dengan baik. Nyatanya tidak. Dan ketika Jesus mati, yang kecewa dan lari bukan main banyaknya. Yang lari menjauh bahkan sampai ke tanah yang sangat jauh, menghindari penguasa. Saya duga sekte2 yang memberi masukan info tentang Isa kepada Nabi Muhammad ratusan tahun kemudian adalah termasuk dari turunan mereka ini. Setelah ratusan tahun, bisa saja terjadi perkembangan penafsiran dan interpetasi.

  8. Setelah Jesus mati, nyatanya apa yang direncanakan Jesus (terlihat dari apa yang dikatakannya semasa hidup), menjadi kenyataan. Dan memang, guru yang satu ini memakai METAFORA sebagai sarana mengajarkan nilai nilainya. Cara metafora ini dicontoh oleh Sai Baba dari Puttaparti - India, yang oleh pengikutnya diyakini juga sebagai penjelmaan Tuhan. Sai Baba, sama seperti Muhammad juga seorang pengagum Jesus. Ia merayakan Natal dengan Khusuk setiap hari Natal.
    Cara Metafora ini ada kerugiannya, yaitu memerlukan INTERPETASI yang lebih mendalam daripada yang langsung. Maka dari itu gereja awal melarang Alkitab dipegang oleh orang awam tanpa bimbingan yang dianggap mampu. Tapi cara metafora ini ada keuntungannya, yaitu lebih bisa menyesuaikan dengan nilai nilai, kemajuan jaman sehingga mengurangi potensi konflik dengan umat pada jaman kedepannya.
    Kalau dibandingkan dengan Al Quran, Alkitab lebih prismatif (tersamar) dan fleksibel, sedangkan Al Quran lebih “langsung” dan mengikat.

  9. Paulus, dulu adalah penjagal orang Kristen. Tapi kemudian tumbuh kesadaran yang mencerahkan melalui sebuah pengalaman spiritual tertentu. Saya sendiri merasa kurang puas dengan penjelasan yang minim tentang pengalaman spiritual apa yang dialami sehingga orang hingga bisa berbalik 180 derajat. Tapi Paulus adalah orang terpelajar yang sangat cerdas. Bisa saja melalui suatu perenungan ia menangkap misi Jesus tentang Kasih itu dan tergetar hatinya lalu langsung setuju. Dan ia menjadi penerus ajaran Kasih itu. Tidak kurang dari separuh (mungkin lebih), Alkitab berisi surat surat dari Paulus ini yang dikumpulkan dan dimasukkan menjadi satu dengan tulisan apostolik yang empat itu. Mengkaji surat2 Paulus, kita mesti memahami apa yang dalam pikiran Paulus yang sedang “bersemangat” itu. Jadi kata kata yang dipakai agak berbeda gayanya meskipun untuk inti yang sama. Dalam hermeneutika Alkitab, hal itu dipelajari dan menjadi perhatian juga.

  10. Sampai saat ini, ajaran Kristen tentang Kasih menjadi inspirasi nilai nilai banyak negara dan bangsa. Negara2 besar, kuat dan maju seperti negara2 di Eropah, Amerika, Australia mendapatkan inspirasi dari nilai nilai Kristiani ini. Hak Azasi Manusia yang menjadi barometer kemajuan peradaban manusia lebih diperjuangkan di negara2 maju tsb. Ini nyata sekali, bila kita membandingkan bagaimana penegakan HAM di Asia dan Afrika. Pada banyak negara dan bangsa 2 benua tsb agama dan ideologi justru mendominasi HAM. Itu bukan suatu yang baik.

  11. Maka kesimpulannya, kematian Jesus, penderitaannya yang mengawali pengembangan ajaran Kasihnya itu telah berbuah cukup baik. Sebagai sesama manusia kita mengasihani dan menyesali penderitaan, kematian dan pengkhiantan atas orang baik ini. Tetapi bila ditilik secara lebih makro, ia memang sudah merencanakannya dari awal. Entah siapa yang meletakkan kesadaran altruistik pertama kali ini di benak Jesus ketika kecil. Mungkin Maria, Mungkin Imam Melkisedek, Mungkin Josef, Mungkin teman temannya seperti Johanes Pembabtis.
    Mungkin juga orang yang tak tercatat. Dan mungkin juga kesadaran dirinya sendiri yang sangat canggih, yang mana ini sangat mungkin, mengingat ia orang yang cerdas dan kuat personalitynya, terlihat dari kata kata dan tindak tanduknya yang tercatat.

Dalam hubungannya dengan ide “Allahnya”, saya sebagai atheis tidak membahas disini. Tapi dari segi manusia dan kemanusiaannya, cukup beralasan kalau orang mengaguminya. Bahkan tidak kurang dari Nabi agama besar seperti Muhammad mengakui dia.

Dengan penyimpulan paralel, tak heranlah bila banyak orang Kristen seperti yang tergabung di forum ini, menyembah-nyembah dia. Dari yang paling fanatik sampai yang paling luas. Bahkan saya sendiri cukup merinding membayangkan orang yang satu ini.

bro savage…aku tidak melihat statement bro farell yang mengarah kepada maksud “keliru” tapi dengan sengaja mengatakan bahwa Paulus “bohong”
Orang yang berbohong pasti sadar bahwa dia bohong.

Anda boleh memilih salah satu tolok ukur ini.

Kalau aku…aku tidak melihat manfaatnya bagi Paulus kalau dia berbohong.

betol om clod,
aku setuju sama yg ini :
Orang yang berbohong pasti sadar bahwa dia bohong.
“berbohong utk menutupi kebenaran yang sebetulnya dia tau,tapi dia berbohong karna mempunyai tujuan/ tertentu atau bisa jadi karna kebohongan itu telah menjadi ideologi yang mengakar sehinga jika kebenaran diungkapkan akan menghilangkan tercapainya tujuan dari si pembohong…”
mumet gak om??
saya juga mumet nulisnya… :onion-head41:

thanks link nya…
ntar malm tak baca sehabis baca kungfu boi deh om… :onion-head2:

waduh bro fer…siapa nih yang dimaksud? :tuzki15:

Ya Pak Guru Anda itu, siapa lagi. :slight_smile: