Sanggahan BROSUR LAI

LAI membagikan brosur ke beberapa pihak untuk “mempertahankan” allah, Allah dan ALLAH.

Tulisan berikut aslinya ditulis oleh Rev. Yakub Sulistyo, dicopy dan diedit oleh Setiadji K.

Dengan dikeluarkannya brosur yang diperuntukkan bagi gereja-gereja di Indonesia oleh Lembaga Alkitab Indonesia, yang ternyata isinya justru menyesatkan gereja-geraja, maka kami berkewajiban untuk meluruskannya, sehingga bagi orang / pribadi atau institusi / gereja-gereja & persekutuan-persekutuan di Indonesia yang mencari kebenaran sejati, akan menemukan di sini. Untuk itu, taruhlah hati Anda di sudut netral terlebih dahulu, tidak apriori dan baca dengan akal sehat tanpa emosi, ijinkan Roh Kudus memberi hikmat untuk dapat memahami kebenaran ini.

selengkapnya silakan lihat di 特大字 无弹窗小说阅读网
salam…

GKMIN itu situs untuk para saksi Yehova yah? just question…

Dear Ik3,
Gkmin, bukan pengikut aliran saksi Yehovah, hanya pengikut Kristen sama seperti kita tapi … meyakini bahwa Alkitab PB ( atau khususnya Injil ) ditulis dalam bahasa Ibrani bukan Yunani. Makanya tak heran mereka merasa orang Kristen “tersesat” akibat LAI yang menerjemahkan YHWH menjadi Allah dalam bhs Indonesia ( kayak orang Allah orang Islam gitu ).

pengikut Kristen? pengikut Kristus …Mas/Mbak…

Benar, saya bukan pengikut Saksi Yehova…
(sudah banyak yang menuduh saya Saksi Yehova, karena tidak membaca beberapa tulisan di www.gkmin.net , dan terlalu cepat mengambil kesimpulan hanya karena saya ‘memberitakan’ nama YHWH (Yahweh)).

makanya, baca dulu, pahami HAL / PERSOALAN yang saya angkat di website tersebut.

Namun saya bersyukur, website itu menjadi jalan bagi beberapa orang untuk mengakui Yahweh.

ini contoh email yang dikirim ke saya oleh seorang pembaca www.gkmin.net (pegawai sebuah Departemen di Jakarta) beberapa minggu yang lalu:

Shalom Pak…apa punya file tentang YHWH supaya saya dapat perdalami hal ini…soalnya hal ini baru untuk saya . GBU

Kemudian, orang ini saya kirimi tulisan dan VCD tentang nama YHWH,

Pak…saya baru terima paket dari Bapak…Terima Kasih Banyak Pak…saya malah jadi merepotkan Bapak…Saya nikmati dulu . GBU

dua hari yang lalu, orang ini berkirim email kembali:

Pak -----------…saya sangat setuju penggunaan Yahwe sebagai nama Bapa kita…saya sangat bersyukur…kmaren kami nonton bersama orang tua kami…---------------------------------------------------------…Pak kenapa LAI tidak menerbitkan alkitab dengan ejaan yg benar ya??? Terima kasih banyak Pak…Jerih payahnya tidak akan sia-sia

ya… ini hanya contoh “kesaksian” yang baru saja saya terima, dan kesaksian-kesaksian semacam itu yang membuat saya masih tetap mengelola website www.gkmin.net.

Tidak benar bahwa saya meyakini Alkitab PB ( atau khususnya Injil ) ditulis dalam bahasa Ibrani bukan Yunani
(bahwa ada beberapa orang yang meyakini demikian ya silakan…), sampai saat ini saya hanya berpendapat bahwa ada KEMUNGKINAN beberapa Kitab PB ditulis dalam bahasa Ibrani.

Saya memang tidak setuju dengan PENTERJEMAHAN YHWH menjadi TUHAN atau ALLAH (huruf besar semua lho…) di Alkitab LAI, sebab YHWH sebagai NAMA, tidak wajar/tidak perlu/tidak boleh diterjemahkan,

Saya setuju, YHWH “dipanggil/disebut” Tuhan atau TUHAN, tetapi tidak setuju YHWH dipanggil/disebut “Allah”/“ALLAH”. sebab YHWH bukan ALLAH.

analogi singkatnya:
Jika anda /teman anda bernama “CATUR”, apakah akan menjadi “Mr. FOURTH” di Eropa /Amerika?
Mengapa “ADAM” juga tetap disebut ADAM di mana-mana, dan tidak menjadi “MANUSIA” di sini.

silakan baca-baca 中餐馆之小说阅读网
tks,

Benar bro saya salah tulis pengikut Kristus,
Bro yang gak percaya dengan anda pun tak kurang bejibun juga khan ? Dulu ketika hal ini ramai diperdebatkan memang banyak hamba Tuhan yang menjelaskan baik dalam kotbah maupun seminar seminar untuk membahas hal ini, seiring berlalunya waktu ini sudah bukan lagi menjadi perhatian banyak gereja karena menganggap jemaat telah lebih dewasa menyikapi hal ini. Mengenai yang setuju kemudian bergabung dengan anda ya ok ok saja lah wong itu hak pribadi setiap orang. Seperti juga propaganda anda diberbagai forum Kristen, tidak berpengaruh banyak tuh, klaim sepihak boleh boleh saja kan ?
Kalau anda hanya menduga PB ditulis dalam bahasa Ibrani berarti kan baru dugaan. Terus dugaan anda YHWH ditulis apa kalau PB “ternyata” ditulis dalam bahasa Yunani. Masalahnya begini yang tak setuju dengan anda yakin 100 % PB ditulis dalam bahasa Yunani.

Btw…dengan perdebatan sengit (kayanya sengit hehe) tp kok LAI belum merevisi2 alkitab tyuh?..

Opa aku sembuh dari kelumpuhan pakai nama Tuhan Yesus Kristus, dan waktu itu kenal Tuhan Yesus juga dengan Alkitab yang masih pakai kata “Allah”

ternyata ga pengaruh tuh buat Tuhan dipanggil Allah atau Yahweh…Dia kan menyelidiki kedalaman hati, bukan kedalaman “nama panggilan”…

karena LAI tidak merasa salah…

yang sembuh dalam nama Allah juga banyak Non…, lihat acara-acara penyembuhan di televisi yang dilakukan oleh kyai-kyai? di semarang tiap minggu sore ada… dari sebuah perguruan tertentu. Malah sama sekali nggak pakai nama Yesus. banyak yang sembuh juga…

ga ngaruh? ya kalau anda merasa demikian ya silakan…,
orang lain, saudara kita malah nggak pernah sebut Yesus sebagai Tuhan, tidak percaya pada Yesus juga nyaman-nyaman saja…, malah jumlah mereka makin banyak kok… lihat saja statistik. yang nggak ngakuin Yesus sebagai Tuhan, lebih banyak dari pada yang ngaku Yesus sebagai Tuhan. mereka juga santai-santai saja, hidup mereka juga diberkati… Ya khan Non…

[i]Zefanya 3:9 "Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama YAHWEH, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.

Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama elohim-nya, tetapi kita akan berjalan demi nama YAHWEH Elohim kita untuk selamanya dan seterusnya (Mikha 4:5)

Bernyanyilah bagi Elohim, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah YAHWEH; beria-rialah di hadapan-Nya! ( Mazmur 68:5 )
[/i]

Karena LAI yakin dia tidak salah, dan pwijayanto dkk juga yakin LAI salah, biar masing masing pilih jalan masing masing, tak usah pakai pengototan. LAI melayani yang yakin pemakaian kata Allah tidak salah, dan pwijayanto dkk dengan keyakinan boleh juga melayani orang orang yang sepikiran atau seperti klaim pwijayanto banyak yang “berbalik” menyetujui dan menyokong pwijayanto dkk
Monggo mas, tari…k

uhuk… uhuk… :rolleye0019: saya nyaman dengan berkata ALLAH BAPA… ga apa2 kan? :huh:

silakan…kalau memang itu pilihan anda. apa-apa atau tidak apa-apa, silakan tanyakan ke Tuhan sendiri… (Tuhan Yesus, atau Bapa, atau Tuhan ya… jangan Tuhan Allah atau Allah Bapa…, jika perlu silakan tanyakan dalam doa dan puasa, semoga anda mendapat jawaban yang meyakinkan apakan apa-apa atau tidak apa-apa…)

Anak saya nyaman menyebut makanan pedas dengan “huah”, dan saya mengerti maksudnya…

Adiknya yang masih kecil cuma bilang “ngoek-ngoek-ngoek” kalau minta minum atau mau pipis…dan mamanya mengerti maksudnya.

wah, jawaban yang sangat bagus pak… makasih ya… akan saya gumulkan lebih enak gimana ya manggilnya… DIA terlalu besar namun DIA terlalu dekat bagi saya… :happy0062: mungkin saya hanyalah bayi, namun hey, DIA sendiri bilang yang seperti anak2lah yang bisa mendekat kepada-NYA…

less of me and more of YOU…

Sy ga ngerti seberapa sensitifnya bagi Tuhan sendiri jika nama-Nya disebut dgn YHWH atau kah Allah…
klo memang benar seharusnya disebut YHWH jelas lebih baik begitu
tapi selama ini anak2-Nya manggil dgn nama Allah toh Dia jg merespon dgn baik, LAI boleh saja salah tapi segala sesuatu kan masih ada dalam rencanaNya, klo memang itu kesalahan fatal, maka Tuhan tidak akan membiarkan itu terjadi. Bukannya kita percaya Alkitab bener2 Firman Tuhan dari pemahaman seperti ini??
kita yakin Alkitab bener2 kebenaran meskipun ditulis oleh tangan manusia dari berbagai macam tipe dan latar belakang penulis hingga jaman???karena Tuhan menjaga kebenaran-Nya
Sy takut klo urusan ini terlalu di permasalahkan secara mendalam, melebihi urusan lain dari Kekristenan yang jauuuh lebih penting seperti tugas orang percaya menginjil dan yang lainnya…

Adam memakan buah pengetahuan baik dan jahat, apakah bukan kesalahan fatal? kenapa Tuhan ijinkan terjadi?

Daud berzinah dengan istri Uria, apakah bukan kesalahan fatal? kenapa Tuhan ijinkan terjadi?

So…, jangan mengukur kesalahan fatal atau tidak dengan “bahwa kejadian itu BOLEH terjadi”.

Banyak orang berpendapat bahwa, Tuhan berkenan dengan penggunaan Allah, untuk menyebut TUhan / YHWH, terbukti bahwa kekristenan di Indonesia berkembang (pesat) juga…,

saya sering mengatakan, jangan jadikan “berkat” dan “berkembang” sebagai ukuran “berkenan di hadapan Tuhan”.

Antichrist juga berkembang, ateisme juga berkembang pesat, apakah itu berarti antichrist dan ateisme berkenan dihadapan Tuhan.

Persoalan tentang Allah dan YHWH, sebenarnya hanya masalah “kecil” dalam kekristenan, tapi bukankah kita perlu setia pada perkara kecil, agar mampu menanggung perkara-perkara yang lebih besar?

ha ha ha… makanya Tuhan mengijinkan orang-orang di Indonesia untuk mengkritisi LAI, jangan-jangan memang ini cara Tuhan untuk mengingatkan bahwa telah terjadi kesalahan dalam penterjemahan Kitab Suci. Jika “peringatan” ini, sebuah kesalahan, mengapa Tuhan IJINKAN kami tetap semangat memberitakan nama Yahweh, dan makin banyak orang yang menerima (nama) Yahweh dan meninggalkan (kata/nama) Allah?
Mungkinkah ini merupakan peringatan Tuhan bahwa kesalahan itu tidak boleh terjadi terus menerus, dan sudah masanya diluruskan kembali
ha ha ha…, Kita bisa saja mengklaim bahwa apa yang kita lakukan seturut dengan kehendak Tuhan… ya khan… ha ha ha…
Memangnya saya asal saja memberitakan nama Yahweh ini? Keputusan mengubah arah www.gkmin.net menjadi seperti sekarang ini, bukan keputusan yang “mudah”. (semula www.gkmin.net tidak berisi seperti sekarang ini, yang lebih konsentrasi pada persoalan nama YHWH)
Memangnya mudah bagi saya untuk “bersikap demikian” ditengah-tengah jemaat gereja dan teman-teman yang tidak mempersoalkan nama Tuhan, bahkan cenderung “menyalahkan saya” atau “memandang aneh” pada pendapat saya, bahkan ada yang bilang “kurang kerjaan”.
(kalau anda tahu kisah Pak Yakub Sulistyo (penyanggah brosur LAI tersebut), bagaimana beliau sebagai pendeta pernah diusir dari gerejanya, malam hari, dengan bantuan polisi, oleh majelis gereja, bagaimana beliau ketika akan mendirikan gereja baru (yang tidak lagi pakai kata Allah), dihambat oleh pendeta-pendeta lain, bagaimana ketika akan meresmikan sebuah gereja, harus berhadapan dengan aparat keamanan, karena tidak disetujui oleh gereja lain, anda mungkin akan tahu, betapa “perjuangan” memulihkan nama Yahweh ini, mengalami banyak tantangan. Kenapa bertahan hingga sekarang, gereja Pak Yakub makin besar, pelayanan Pak Yakub juga makin banyak, dan sekarang sudah resmi diakui pemerintah, sebuah sinode yang membawahi gereja-gereja yang tidak pakai “Allah”, ya… mungkin saja Tuhan berkenan dengan perjuangan Pak Yakub Sulistyo dan kawan-kawannya, termasuk saya he he he…)

Menginjil?
Memberitakan bahwa Yesus anak Allah, atau Yesus anak YHWH?
Bahwa Yesus satu-satunya jalan kepada Allah Bapa, atau Yesus satu-satunya jalan kepada Bapa YHWH?

Memberitakan tentang Kerajaan Tuhan Allah atau tentang Kerajaan Tuhan YHWH?

atau anggap/yakin saja Allah = YHWH?

Nah…, ketika kita “teliti” atau “cermat”, bukankah sebenarnya “yang sekedar kata itu” bisa menjadi masalah?

So…, solusi yang sering saya tawarkan untuk mengakiri kebuntuan diskusi/debat mengenai Allah dan Yahweh, silakan tanyakan langsung pada Bapa, atau pada Tuhan Yesus, atau pada Tuhan (ingat… bukan kepada Tuhan Allah, atau kepada Allah Bapa), bagaimana jika Bapa /Tuhan itu dipanggil Allah.

Silakan, berdoa secara khusus, jika perlu disertai puasa, minta jawaban langsung dari Bapa. Jika kita bertanya, niscaya Bapa akan menjawabnya.

Lihat BUKU TAMU dari website http://www.freewebs.com/rohkudus/index.htm
Dengan nama gkmin (dulu disinipun saya pakai nama itu), saya SERIUS bertanya kepada pemilik/pembuat website tersebut. Pemilik website itu memang langsung mengirim email ke saya,

Makasih untuk bertanya. BTW apakah anda sudah bisa berkomunikasi dengan Roh kudus sekarang? kami akan memberikan jawaban dalam beberapa hari, makasih. God bless you and your service…

Tapi sampai saat ini (sudah lebih dari 1 bulan) belum ada jawaban yang dikirimkan ke saya.
Apakah begitu sulit pertanyaan saya tersebut
(siapa nama Tuhan itu?
siapa nama Bapa?
YHWH itu ngucapkannya gimana?
bagaimana jika Bapa dipanggil dengan kata “Allah”.)

Nah…, jika anda merasa PERLU, silakan tanyakan hal-hal itu, jika selama ini BELUM PERNAH anda tanyakan. Tapi jika anda merasa tidak perlu, dan nyaman-nyaman saja menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan, ya silakan…sebab hidup ini adalah pilihan, kita bebas memilih ini atau itu, begini atau begitu…

Sekedar cerita, anak saya berumur 5 tahun, kalau saya tanya, “Yesus itu siapa?”, dia akan jawab 'YESHUA", kalau saya tanya, “Tuhan itu siapa?”, dia jawab, “YAHWEH”
Mengapa demikian? Karena sejak anak-anak saya ajarkan bahwa Tuhan itu namanya Yahweh, dan Yesus itu nama aslinya Yeshua. (gampang saya mengajarkan ini, karena di lagu-lagu Ibrani / Israel yang dapat didengar kata-kata “Yeshua Adonai”).

Nah…, mengapa anda (saya dulu juga) menyebut Bapa itu “Allah”, ya… karena sejak kecil diajarkan demikian kepada kita, dan mungkin anda tidak pernah mempersoalkan itu… (tapi saya pernah mempersoalkannya…, dan sekarang saya tinggalkan Allah).

Padahal, jelas [i]
Yesaya 64:8 Tetapi sekarang, ya YAHWEH, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.

Bernyanyilah bagi Elohim, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah YAHWEH; beria-rialah di hadapan-Nya! ( Mazmur 68:5 )[/i]

YAHWEH disitu, di Alkitab LAI ditulis TUHAN (huruf besar semua)

Apakah kita akan membaca Yesaya 64:8, … ya tuhan huruf besar semua, engkaulah bapa kami… ha ha ha …

Alkitab LAI membedakan Tuhan, TUHAN, allah, Allah, ALLAH. Apakah anda mencermatinya?

Apakah jika anda berdoa ‘bilang’ pada TUHAN,
“… ya tuhan yang huruf besar semua…” atau “…ya allah yang huruf besar semua…”

OK, silakan…, keputusan ada pada anda masing-masing, dan itu akan terus berlanjut dari generasi ke generasi, karena pemahaman kita sekarang akan mewarnai bagaimana kita akan mengajarkan kepada anak-anak kita tentang Bapa, tentang nama Bapa, tentang Yesus/Yeshua, dan tentang kekristenan

Apakah selama ini anda mengajarkan kepada anak-anak anda (atau anak-anak sekolah minggu/remaja/pemuda) bahwa ada perbedaan antara Tuhan, TUHAN, allah, Allah, dan ALLAH. Jika anda tidak mengajarkannya, sangat mungkin karena anda-pun tidak diajarkan hal ini oleh orang tua anda/oleh pembimbing rohani anda.

Silakan coba tanyakan kepada remaja/pemuda di gereja anda,
“Siapa Bapa itu?”
99% remaja/pemuda akan menjawab dengan lantang, “allah”.
Tanyakan lebih lanjut, “allah yang huruf kecil semua, Allah yang A-nya besar, atau ALLAH yang huruf besar semua?”
Saya yakin mereka akan bingung…

Silakan jika anda tidak mempermasalahkan allah, Allah atau ALLAH, atau Tuhan dan TUHAN, tapi perlu anda tahu bahwa, LAI membedakan itu, walau tidak menjelaskannya…

LAI menjelaskannya melalui brosurnya untuk mempertahankan Allah, dan rekan saya menyanggahnya.
Ya… begitulah yang ada dalam kekristenan… masing-masing dengan argumentasinya, mempertahankan pendapatnya.

Sy ga ngerti seberapa sensitifnya bagi Tuhan sendiri jika nama-Nya disebut dgn YHWH atau kah Allah…

Berdoalah (jika perlu disertai puasa), tanyakan pada Tuhan, agar anda mengerti. Semoga anda mengerti.

(sorry agak panjang, tapi itulah garis besar argumentasi saya, tentang persoalan Allah dan Yahweh, argumentasi yang lain, silakan kunjungi website saya www.gkmin.net.
Di sini saya mengangkat topik ini, agar anda semua tahu, bahwa “persoalan Allah dan Yahweh” sudah sampai pada tahap LAI menyebar brosur untuk mempertahankan Allah. Nampaknya LAI kuatir, jika makin banyak orang yang “termakan” oleh pemberitaan tentang nama Yahweh, akan membuat LAI makin tersudut, karenanya LAI perlu membela diri. Dan ketika LAI “membela diri”, para pemberita nama YHWH, juga punya hak untuk menyanggah “pembelaan diri” LAI.
Anda semua perlu tahu “peta permasalahan” Allah dan Yahweh, sehingga tidak salah menilai terhadap masalah ini. Silakan anda tetap memakai Allah, jika argumentasi anda memang meyakinkan, tapi jangan “tutup mata” pada argumentasi kami. Ini persoalan kecil dalam kekristenan, tapi akan menjadi SANGAT BESAR, seandainya LAI merasa ada kesalahan dalam penterjemahan El, Eloah, Elohim menjadi allah/Allah dan YHWH menjadi TUHAN/ALLAH, dan kemudian diputuskan meniadakan kata “Allah” dari Kitab Suci, bisakah anda bayangkan betapa banyak hal dalam gereja yang harus diperbaiki, dan banyak sekali buku-buku Kristen (selain Kitab Suci) yang juga harus diperbaiki?
Nah…, yang “kecil” ini, sebenarnya potensinya BESAR SEKALI,
Anda masih menganggap persoalan Allah dan Yahweh ini persoalan kecil?
Atau karena ketakutan karena akan menimbulkan “masalah besar” maka persoalan ini diabaikan saja??

Shalom, semoga Tuhan memberkati pelayanan kita.
pwijayanto.net

:rolleye0019: om pwijayanto… kok penjelasannya kebanyakan “hahaha”???

Secara tulisan udeh jelas ditulis YHWH. Kalo secara sebutan, gemana menyebut dengan benar bro TS? Kalo nyebutnya salah, entar yang dipanggil kaga denger pan refot… :wink:

Namanya Steven Seagal. Si A manggil dengan : Stepen sigel, si B manggil Stepen segel, si C manggil Stipen sigal, si D manggil Stefen siigel, auk ah… ;D Apa si empunya nama pasti noleh dengan macem2 panggilan itu? :azn:

apapun panggilannya YESUS itu buat gw sahabat paling “GOKIL” :afro:

Nama Tuhan ??? setiap kita bisa menyebut dengan nama yang akrab sama seperti kita menyebut nama ayah kita. bisa pake daddy, papi, papa, ayah, bapak, bapa, apang (dayak), abah (banjar). babe, romo, dll.
di kalangan dayak ngaju nama Tuhan dipanggil HATALLA, di ambon : TETE MANISE, di jawa GUSTI, di Amerika/Inggris GOD.
di kalangan bangsa timur adalah saru (apa ya bahasa indonesianya?), nggak pantes kalo panggil nama bapaknya, takut kualat dan dianggap nggak sopan.
Saya rasa Tuhan pun memahami kondisi ini; apapun namaKU disebut AKU adalah AKU.

bro witerson … ngomong jorok ihh…

oh…God… :slight_smile: :slight_smile:

kenapa ya nama Tuhan/Allah diperdebatkan? apakah karena penggunaan nama Allah dalam Alkitab terjemahan LAI dianggap meniru nama Allah sembahan Saudara kita umat Muslim? ataukah karena alasan lainnya dari mereka yang menggangap penggunaan nama itu adalah keliru. untuk menjawab pertanyaan itu tentu butuh waktu yang sangat banyak. menurutku nama Allah(Elohim) dan nama YHWH/Tuhan dalam Alkitab PL itu tidak keliru, hanya itu saja. GBU