SCIENTIA MEDIA: COMPATIBILITY of DIVINE SOVEREIGNITY and FREE WILL

Seorang Calvinist berkata, jika seorang diselamatkan, maka sebenarnya ia dipredestinasikan dan sekaligus memiliki kehendak bebas.

Dipredestinasikan, dan memiliki kehendak bebas, nampaknya tidak terdapat rekonsialiasi dari keduanya, namun keduanya sama sama memiliki bukti yang melimpah dari Alkitab (paling tidak menurut para pendukung teori masing masing)

Adakah suatu jalan yang memberikan rekonsiliasi dari kedua hal yang Nampak bertentangan ini?

Menurut saya, salah satu teori yang dapat digunakan untuk melakukan tugas tersebut adalah teori mengenai scientia media, atau yang disebut middle knowledge

MIDDLE KNOWLEDGE

Menurut Molina, penggagas dari teori ini, Order dari Omniscience dari dibagi menjadi tiga tahap,

  1. God Natural Knowledge: Allah mengetahui setiap dunia yang mungkin.
    Natural Knowledge: U1, U2, U3, U4, ………………………………Un
    U for Universe

  2. God Middle Knowledge: Allah mengetahui dunia mana yang memungkinkan kehendak bebas apabila dunia tersebut diaktualisasikan
    Misal, Middle Knowledge: U2, U5, U7,……U118, U229,……

  3. P E N C I P T A A N (Aktualisasi dari Middle Knowledge)

  4. God Free Knowledge: Allah mengetahui dunia actual, pengetahuan ini lebih sering dikenal sebagai foreknowledge.

Sebagai contoh:
Terdapat himpunan 4 dunia yang mungkin yang diketahui Allah (Natural Knowledge)

U1: Dalam Keadaan K1, Petrus menyangkal YESUS
U2: Dalam Keadaan K1, Petrus tidak menyangkal YESUS
U3: Dalam Keadaan K2, Yudas tidak menjual YESUS
U4: Dalam Keadaan K2, Yudas menjual YESUS

Berdasarkan Middle Knowledge yang dimiliki Allah, Allah mengetahui dengan pasti, bahwa apabila K1 diaktualisasikan olehNYA, maka Petrus akan menggunakan kehendak bebasnya untuk menyangkal KRISTUS. Dengan demikian U1 menjadi feasible bagi Allah untuk diaktualisasikan,

Serupa dengan hal di atas, dunia U4 juga merupakan dunia yang feasible bagi Allah.

PERSEVERANCE OF THE SAINT

Lalu, bagaimanakah merekonsiliasikan Divine Sovereignity dengan Human Free Will?

Mari kita lihat kasus berikut:

  1. Terdapat set himpunan dunia yang mungkin yang diketahui Allah

U1: Dalam Keadaan K1(lahir di keluarga Muslim garis keras), SworDPen menolak Kristus
U2: Dalam Keadaan K1(lahir di keluarga Muslim garis keras), SworDPen menerima Kristus
U3: Dalam Keadaan K2(lahir di keluarga ilmuwan atheis jenius), SworDPen menolak Kristus
U4: Dalam Keadaan K2(lahir di keluarga ilmuwan atheis jenius), SworDPen merima Kristus
U5: Dalam Keadaan K3(lahir di keluarga rohaniawan), SworDPen menolak Kristus
U6: Dalam Keadaan K3(lahir di keluarga rohaniawan), SworDPen menerima Kristus

  1. Kemudian, melalui scientia mediaNYA, Alah mengetahui bahwa, (asumsi, untuk contoh)

Jika K1 diaktualisasikan olehNYA, maka SworDPen akan menggunakan kehendak bebasnya untuk menolak Kristus, sehingga dunia U1 merupakan dunia yang feasible bagi Allah.

Dan bahwa

Jika K2 diaktualisasikan olehNYA, maka SworDPen akan menggunakan kehendak bebasnya untuk merima Kristus, sehingga dunia U4 merupakan dunia yang feasible bagi Allah

Dan bahwa

Jika K3 diaktualisasikan olehNYA, maka SworDPen akan menggunakan kehendak bebasnya untuk menolak Kristus, sehingga dunia U5 merupakan dunia yang feasible bagi Allah.

  1. Kemudian Allah menetapkan SworDPen untuk selamat, maka Ia menciptakan dunia yang mana mengandung K2.

  2. Dan dunia itu jadi, dimana SworDPen dipredestinasikan untuk selamat, dan sekaligus memiliki kehendak bebas untuk menerima anugrah keselamatan itu.

BEBERAPA PERTANYAAN

  1. Apakah keselamatan itu mutlak dari free will SworDPen? Tentu tidak, karena ada dunia dimana SworDPen menolak anugrah keselamatan itu. Allah bisa saja mengaktualisasikan dunia dimana SworDPen menggunakan free willnya untuk menolakNYA.

  2. Apakah keselamatan itu mutlak diberikan oleh Allah dan dipredestinasikan? Ya, karena hanya dengan diaktualisasikannya oleh Allah eksistensi dunia dimana K2 ada, sehingga SworDPen dapat mempergunakan free willnya untuk menerima anugrah keselamatan.

Disnilah terdapat rekonsiliasi dari Free Will dan Predestinasi

Meminjam kata kata Molina

It is up to God whether I find myself in a world in which I am predestined; but it is up to me wheteher I am predestined in the world in which I find myself

NEXT ISSUE:

PROBLEM WITH EVIL
PROBLEM WITH HELL
JUDAS AND MIDDLE KNOWLEDGE

Dalam aktualisasi K1, adakah kemungkinan free will SwordPen menerima Kristus?

Jika Tidak, maka saya kira itu bukan lagi free-will.

===

Salam,

Adakah mungkin, Allah mengaktualisasikan berbagai keadaan berbeda, yang didalamnya seseorang akan menerimaNya; dan seorang yang lain akan melawanNya.

Atau Allah menciptakan keadaan yang sama, dimana setiap orang merespon secara berbeda?

====

Salam,

Saya akan mencoba mengomentari pertanyaan yang pertama dulu

Saya kira terdapat sedikit miss mengenai scientia media dalam pemahaman Sdr (CMIIW), scinetia media merupakan pengetahuan yang bersifat kontrafaktual, artinya, pengetahuan akan terjadinya suatu hal apabila hal lain dipenuhi, atau dalam bentuk, jika X, maka Y.

contoh:
Jika Hitler lahir di Ukraina, maka ia tidak akan membentuk Nazi.
proposisi a= Jika Hitler lahir di Ukraina
proposisi b = maka ia tidak akan membentuk Nazi.
kalimat tersebut tetap bernilai benar sekalipun (mungkin) a tidak terjadi.

Pengetahuan Scientia Media Allah didasarkan pada pengetahuan kontrafaktual semacam ini

Karena Allah Maha Tahu dan Maha Kuasa Ia dapat mengaktualisasikan dunia berikut
U1: SworDPen lahir dalam lingkungan islam garis keras, dan ia akan menolak Kristus
U2: SworDPen lahir dalam lingkungan islam garis keras, dan ia akan menerima Kristus

tetapi, karena ALlah memilki Scientia Media, secara kontrafaktual Ia mengatahui bahwa
Jika SworDPen lahir dalam lingkungan islam garis keras, SworDPen akan menggunakan kehendak bebasnya untuk menerima Kristus

sehingga U2 merupakan dunia yang feasible bagi Allah untuk diaktualisasikan.
(contoh hanyalah simplifikasi, bisa jadi case nya lebih rumit, misal
jika X1,X2,X3,X4,X5, maka free agent Y akan menggunakan kehendak bebasnya untuk melakukan A)

Kalau gak salah, Anda mau menawarkan suatu jalan yang memberikan rekonsiliasi dari kedua hal yang nampak bertentangan i.e. Penetapan Allah Vs Free-will manusia

2. God Middle Knowledge: Allah mengetahui dunia mana yang [u][b]memungkinkan[/b][/u] kehendak bebas apabila dunia tersebut diaktualisasikan.

Dari berbagai dunia U1, U2, U3, U4,… (yang Potential) akhirnya hanya ada 1 yang Actual.

Saya sederhanakan saja dunia potential itu menjadi 2; yaitu:

  1. Sword menerima Kristus, dan

  2. Sword menolak Kristus.

Jika:

  1. ===> Allah mengactualkan dunia yang free-will Sword menerima anugerah Keselamatan.

  2. ===> Allah mengactualkan dunia yang free-will Sword menolak anugerah keselamatan.

Pertanyaannya [Dan menurut saya inilah pertanyaan gak kunjung terpecahkan]

Kenapa Allah mengactualkan 1) dan bukan 2)

Kenapa Allah mengactualkan 2) dan bukan 1)

Lalu… tepatkah free-will disebut frewill jika masih dalam ‘potentiality’ dan bukan ‘actulity’?

===

Salam,

Hmmmmmm,

Saya kira Sdr salah memahami konsep yang saya ajukan (pertama kali mempelajarinya dulu saya juga salah paham, karena beberepa terminologi yang asing)

Mungkin penjelasan panjangnya begini

Kita memiliki fakta:
Sword, dalam kondisi K1, akan mempergunakan kehendak bebasnya untuk menerima KRISTUS.

Allah MahaKuasa, Ia bisa saja mengaktualisasikan dunia dimana
Sword, dalam kondisi K1, menolak KRISTUS (U1)
atau dunia dimana
Sword, dalam kondisi K1, menerima KRISTUS (U2)

nah, karena Allah, via ScientiaMedia NYA mengetahui bahwa
Sword, dalam kondisi K1, akan mempergunakan kehendak bebasnya untuk menerima KRISTUS.

maka Allah

mengaktualisasikan dunia yang memilki K1, sehingga
Sword, yang berada dalam kondisi K1, menerima KRISTUS
(U1 menjadi feasible bagi Allah)

Disiniah FREE WILL manusia dipelihara

(CONTINUE)

Kemudian mengenai DIVINE SOVEREIGNITY

Kita memiliki fakta:
Sword, dalam kondisi K2, akan mempergunakan kehendak bebasnya untuk menerima KRISTUS.

Allah MahaKuasa, Ia bisa saja mengaktualisasikan dunia dimana
Sword, dalam kondisi K2, menolak KRISTUS (U3)
atau dunia dimana
Sword, dalam kondisi K2, menerima KRISTUS (U4)

nah, karena Allah, via ScientiaMedia NYA mengetahui secara kontrafaktual bahwa
Sword, dalam kondisi K2, akan mempergunakan kehendak bebasnya untuk menolak KRISTUS.

maka bagi Allah, dunia U3 merupakan dunia yang feasible bagiNYA untuk diaktuliasikan (karena disini free will dipelihara).

namun, dunia U3 tersebut, jika diaktualisasikan, maka secara bebas, saya menolak Kristus, dan tidak diselamatkan.

karena Allah menetapkan saya untuk selamat, maka Ia mengaktualisasikan U1, ketimbang U3
(di U1 dan U3, Sword sama sama memiliki free will, namun dengan hasil penggunaan free will yang berbeda)

In summary

Possible World:
U1 (free will provided)
U2 (free will not provided)
U3 (free will provided)
Ud (free will not provided)

feasible World
U1
U3


GOD CREATION

Actual World
U1

atau jika penjelasan saya masih kurang memadai, mungkin ada baiknya googling dengan keyword Molinism, Middle Knowledge, The Only wise God, atau Scientia Media

Untuk sementara, saya akui saja kalau saya salah dalam memahami konsep yg Anda ajukan.

Sekedar penegasan ‘God Middle Knowledge’ ini di ‘dunia’ potensi atau actual?

Mungkin penjelasan panjangnya begini

Kita memiliki fakta:
Sword, dalam kondisi K1, akan mempergunakan kehendak bebasnya untuk menerima KRISTUS.


Ok, dalam pengertian saya ‘fakta’ disini sebagai ‘keterjadian’/an actual occurrence [di dunia Actual].

Allah MahaKuasa, Ia bisa saja mengaktualisasikan dunia dimana Sword, dalam kondisi K1, menolak KRISTUS (U1) atau dunia dimana Sword, dalam kondisi K1, menerima KRISTUS (U2)
Saya coba cerna sbb:

Allah bisa saja mengaktualisasikan dunia dalam kondisi yang sama, tapi respon free-will yang berbeda.

nah, karena Allah, via ScientiaMedia NYA mengetahui bahwa Sword, dalam kondisi K1, akan mempergunakan kehendak bebasnya untuk menerima KRISTUS.

maka Allah

mengaktualisasikan dunia yang memilki K1, sehingga
Sword, yang berada dalam kondisi K1, menerima KRISTUS
(U1 menjadi feasible bagi Allah)

Disiniah FREE WILL manusia dipelihara

(CONTINUE)

Penegasan lebih lanjut:

Kondisi K1 ini ‘mempengaruhi’ free-will Sword atau bukan.
Karena sebelumnya dalam Kondisi K1 Sword bisa menolak dan bisa juga menerima.

===

Salam,

Saya sebenarnya sudah mengcopy Molinism dari http://www.newadvent.org/cathen/10437a.htm. Hanya belum sempat ‘membaca’-nya. [keterbatasan bahasa dan kenyataan bahwa Gereja; Paus Paulus V tidak mengapprove-nya [juga tidak mengapprove Thomist] saya jadi meng-‘abaikannya’.

Diskusi saya dengan Sdr. Yopi di tempat lain soal Predestinasi; Thomist Vs Molinist tidak samapi menyentuh hakikat dari pemahaman kedua orang tersebut.

Tadinya saya berharap Anda dapat menyederhanakannya kepada saya… :wink:

===

Salam,

Saya komentari yang ini dulu

God Middle Knowledge sebenarnya merupakan dunia virtual (meminjam kata kata Sdr, potential) yang dapat saja diaktualisasikan oleh Allah.

Sekalipun, secara kontrafaktual Allah mengetahui bahwa dalam kondisi K1 Sword akan menerima Kristus, namun Allah bisa saja mengaktualisasikan dunia dimana dalam K1 Sword menolak Kristus, dan pada kasus inilah, Allah mengaktualisasikan dunia dimana free will Sword tidak terlindungi.

(karena secara kontrafaktual, Allah tahu bahwa dalam K1, Sword akan menggunakan kehendak bebasnya untuk menerima Kristus)

Hmmm,
Katakanlah kita memiliki fakta kontafaktual,

A = Jika Mahatma Gandhi lahir sebagai anak biarawan, maka Ia tidak akan menerima hadiah nobel

A tetaplah fakta, bahkan ketika syarat syarat tersebut tidak diaktualisasikan, (Gandhi bukan anak biarawan)

Doktrin ini nampak begitu sederhana, namun saya kira implikasinya luas.

Saya sempat membaca sekilas link yang Sdr berikan, namun saya tidak melihat ajaran utama dari Molinism ini di floorkan disana.