sebab Kekristenan itu bukan iman dasarnya, mohon pemahamannya

Ada teman saya yang menuliskan seperti ini :

  1. sebab Kekristenan itu bukan iman dasarnya, tapi hubungan intim dengan kasih segenap hati jiwa dan akal budi kepada Allah yang kita sebut Bapa. sebab jika berdasarkan iman maka itu hanya agama, ritual, dan penyembahan ilah - sedang kekristenan itu mengenai hubungan antara kita anak dan Allah sebagai Bapa bagi anak-anakNya.
    2.sebab jika hanya berdasar iman saja orang akan meninggalkan jika yang diimani tidak terjadi sesuai apa yang diimani. contoh extrem: jika kita beriman kepada Yesus kita pasti masuk surga, tetapi jika terjadi kalau kita “masuk neraka bersama Yesus” apakah kita akan tetap mau bersama Yesus didalam neraka dan mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa dan akal budi? hehehehe jujur pasti kita ga mau… sebab yg kita pilih pasti surga bukan Pribadi Yesus… tetapi jika kita mengasihi Pribadi Yesus apapun dimanapun asal tetap bersama Dia…

Saya merasa ada yang kurang tepat dalam tulisannya, tapi saja juga tidak mengerti mau komentar apa…
saya minta bantuannya, apakah saya yang tidak paham, atau memang ada yang tidak tepat dalam tulisan itu? terimaksih, gbu

Mungkin maksudnya iman bukan segala-galanya.
Kan Alkitab menulis bahwa iman tanpa kasih adalah sia-sia. :slight_smile:

GBU

Gimana tanpa dasar iman bisa yakin bahawa:
a. yang mengasihi dan kita kasihi ialah True God dan bukan ‘allah konsepsi’ ?
b. yang kita lakuin ntu mengasihi ?

Tuhan Yesus : jalan dan kebenaran dan hidup
maka Tuhan Yesus ialah kebenaran mutlak, hakiki.

Ya kalo intinya hubungan intim, semua agama lain juga menyarankan hubungan intim dengan Allah. Agama suku seperti kejawen juga mengajarkan demikian.

Tujuan hidup orang Kristen, atau keselamatan, memang adalah menyatu dengan Kristus.
Pertanyaannya, bagaimanakah cara menyatunya?
Apakah cukup dengan saat teduh dan 4 M?

Mungkin lebih baik anda minta penjelasan terlebih dahulu kepada pihak yang mengeluarkan tulisan tersebut, baru anda setelah itu bertanya kepadanya.

terimakasih teman" atas masukkannya, Sudah panjang dan lebar kami berdiskusi karena yang sangat mengganggu bagi aku membaca bahwa “Kekristenan itu bukan Iman dasarnya”

lalu dia menjawab berdasarkan Firman :“inilah beda agama dan Kekristenan, sebab yg terutama ditekankan adalah hubungan pribadi, keintiman dengan Pribadi Tuhan bukan iman, kasihilah Tuhan Allahmu dgn sgnap hati, jiwa, dan akal budi, kemudian iman pengharapan dan kasih tetapi kasih adalah paling besar”

saya rasa pemahamannya akan “iman” dan “kasih adalah paling besar” itu kurang tepat. sehingga rancu penggunaannya.

Bagiku dasar Kekristenan adalah “Kasih” benar, tetapi dalam arti “KasihNya,” (mutlak berasal dari Tuhan pada manusia berupa Janji keselamatan yang menjadi Iman ), bukan seperti pemahamannya pada tulisan no.1 yang seakan-akan mendasarkan pada Kasih kita manusia pada Tuhan. atau saya yang salah memahaminya?

Saya jadi binggung, apakah bisa saja menjelaskan begini : memang Kasih awalnya tetapi dalam artinya KasihNya, sedangkan “kasih” (manusia mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama) adalah buah dari KasihNya.

Atau ada kalimat penjelasan yang lebih tepat?? terimakasih teman atas masukkannya.

Ke-kristenan asalnya dari kristus
dan kristus mengajarkan hukum kasih karunia
maka kasih menjadi dasar kristen.

tuhan yesus memberkati

Han

Terimakasih sdr han,

Saya juga sependapat bila dasar kekristenan itu Kristus, dan Kristus mengajarkan Kasih,

Tetapi dari tulisannya no. 1 yang saya pahami bahwa maksud dia adalah “Kasih kita kepada Tuhanlah dasar Kekristenan” inilah yang saya rasa tidak tepat, karena dia menekankan pada Kasih kita kepadaNya.

Menurut saya: KasihNya , Kasih kita padaNya dan Kasih pada sesama semuanya disebut sebagai “KASIH”, tetapi tidak sama

KasihNya=Mutlak Anugerah, maka Yakin bahwa Dia jalan keselamatan=Iman, ini dasar keKristenan(keselamatan) sedangkan,

Kasih kita padaNya dan sesama adalah buah dari KasihNya(Iman kita).

Ajaran agar kita mengasihi Tuhan sudah tertuang dalam Hukum Taurat tapi apakah itu dasar kekristenan?

shgga saya tulis: “Bagaikan kaum Farisi yang mengandalkan hukumTaurat (Mengasihi Tuhan dan sesama) untuk mendapat keselamatan (kekristenan). Sebab apabila untuk mendapat keselamatan didasarkan dengan perbuatan baik, menjalankan Taurat (mengasihi Tuhan dan sesama) untuk apa Tuhan Yesus datang?”.

dan saya kutip perkataan Martin Luther “The most damnable and pernicious heresy that has ever plagued the mind of men was the idea that somehow he could make himself good enough to deserve to live with an all-holy God”. (Ajaran sesat yang paling terkutuk dan jahat / merusak yang pernah menggoda pikiran manusia adalah gagasan bahwa entah bagaimana ia bisa membuat dirinya sendiri cukup baik sehingga layak untuk hidup dengan Allah yang mahasuci).

Dan hasilnya saya di remove!

Mengapa hal ini saya angkat dalam forum ini adalah:

1.Apakah pemahaman saya salah? Dimana denominasi saya protestan.

2.Apakah saya yang salah memahami tulisan teman saya itu?

Tks atas seluruh tanggapannya, GBU

Mungkin yang dimaksud iman itu seperti yang ditulis dalam Yohanes 2:23-25

Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.

Iman itu sesuatu yang abstrak, sebagai ilustrasi karena semua orang bilang meja itu warnanya biru, maka seorang yang awalnya melihat meja itu warna hijau, akhirnya percaya juga itu warnanya biru. Dalam sebuah permainan persepsi salah satu saluran milik Discovery, seorang didatangi wartawan gadungan dengan pakaian rapi, berlogo tv swasta dan keplek serta ditemani kameramen yang memakai kamera pro, menanyakan pendapat beberapa orang tentang peristiwa pagi ini sebuah negara bagian Amerika Serikat memisahkan dari dan menjadi negara merdeka, walau itu berita bohong, karena panampilan yang meyakinkan mereka yang menjadi sasarannya semua percaya dan memberikan komentarnya. Sedangkan disisi lain, orang yang sama makai pakaian sederhana, membawa kertas dan menanayakan kejadian serupa, semua orang yang ditanya tidak ada seorangpun yang percaya. Demikian juga dengan iman, beberapa orang menjadi pemeluk agama Kristen, karena berhasil diyakinkan atau orang-orang disekitarnya semua mempercayai iman Kristiani, atau mungkin ia merasa tidak ada pilihan lain, Islam terlihat ekstrim, Hindu kok ribet, Budha kok susah dijalani, Kristen saja banyak temannya…

Iman seperti ini yang mungkin dimaksudkan penulis copas kamu. Sebab iman tanpa didasari oleh hubungan pribadi dengan TUHAN tidak akan dapat bertumbuh, seperti perumpamaan benih yang ditabur ditanah berbatu, dihimpit semak duri dan sebentar saja begitu tuntutan iman harus membawanya kepada penyangkalan diri, bertindak irasional, meresikokan diri sendiri, mereka memilih jalan tengah dan memilah-milah mana yang patut ditaati dan mana yang tidak perlu ditaati.

Kata Iman itu terjemahan dari kata yunani “pistis” yang asal katanya “peitho”. Peitho artinya bukan sekedar percaya, tetapi kata itu lebih tepat menggambarkan ketaatan atau menuruti kehendak. Sehingga tidak heran Yakobus 1:14, menuliskan “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?” dan ditegaskan dalam ayat 17, bahwa iman tanpa ketaatan, yaitu perbuatan iman, adalah iman yang mati.

Menjadi percaya itu mudah saja, tetapi memutuskan untuk mentaati, itu dibutuhkan iman yang sempurna. Keselamatan kita terima karena iman, bukan iman yang gampangan, tetapi iman yang sempurna (bulat/utuh/menyeluruh) sehingga melahirkan perbuatan-perbuatan iman.

Melalui Inbox- Tulisannya terakhir pada saya:

Sebab iman memang ada 2 jenis iman untuk mempercayai keselamatan dari Yesus (ini adalah awal keselamatan terjadi) dan iman untuk menerima berkat dan melakukan pekerjaan baik dari Tuhan (bekerja, mujizat, kesembuhan, semua kebutuhan kita, dll) Tetapi setelah ini apa yang bekerja? Cuma iman? Sebab dalam 40tahun ini banyak yang saya imani tidak terjadi bro, tetapi yang saya tahu dalam 40tahun ini Dia mengasihi saya dan setia kepada saya dalam keadaan apapun, jadi sayapun mau mengasihi Dia…

” Malah saya pegang FT jika apapun kita bisa lakukan iman kita bahkan sampai kita bisa serahkan nyawa sekalipun tanpa Kasih maka itu seperti lonceng yang berbunyi.

Dan bukan karena iman kita masuk surga tetapi karena ANUGERAH dan ANUGERAH yang kita terima sebagai dasar kita melangkah adalah kita mendapatkan KASIH (karena begitu besar kasih Allah… Maka Ia menganuriankan AnakNya…dst), maka Tuhan akan mencurahkan KasihNya sehingga tidak akan ada lagi ia meninggalkan Tuhan, tetapi bukan karena beriman kepada Tuhan tetapi mengasihi Tuhan.
Hati-hati dengan pengajaran membesar-besarkan iman sebab itu akan menjadi KESOMBONGAN.

Memang sayapun melakukan segala sesuatu dengan iman pasti: mengusir roh jahat, mendoakan kesembuhan, bernubuat, menginjili, bekerja dan apapun saya lakukan dengan iman, sebab kalau tanpa iman ngapain saya melakukan itu semua, tapi selalu saya mendasarkannya diatas Kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Saya sudah banyak melihat anak Tuhan melakukan pekerjaan pelayanan ataupun bekerja hanya DENGAN iman tapi tidak diatas DASAR kasih ini yang dibenci Tuhan. Sebab FT juga mengajarkan kejarlah Kasih bukan iman bukan pula pengharapan, sedang FT itu sudah memberitahu bahwa Iman Pengharapan dan Kasih itu memang perlu tetapi yang TERBESAR adalah KASIH…

Hanya berdasarkan KASIH saja bukan perbuatan iman saya yang membuat saya ada dan mendapat jaminan keselamatan.

Kita refleksi dari bekerja karena mengasihi TUHAN yang menjadi bos atas perusahaan tempat kita bekerja (konteksnya dengan pekerjaan) dan mengasihi sesama supaya kita bisa menjadi berkat bagi sesama ditempat kerja (menjadi terang dan contoh dalam cara kita bekerja memberikan yang terbaik - kita anak-anak Tuhan memiliki jabatan sebagai imam, nabi dan raja - wah ini saya bisa sharingkan panjang lagi) Sebab dengan kasih maka kita bisa menghadapi bos atau rekan kerja kita yang menurut kita " menekan kita ", “tidak adil”, “curang” dll supaya jika memungkinkan Anugrah Tuhan yaitu keselamatan yang dari Tuhan itu turun ditempat kerja kita juga. Nah masalahnya Kasih itu sendiri apa, ini bukan kasih yang diajarkan agama, bukan kasih humanisme…

Tetapi kita tidak butuh lagi iman dan pengharapan saat kita sudah bersama Tuhan.

FT berkata kejarlah kasih dan sebab kasih itu tak berkesudahan. Dan tuntutan Tuhan cuma satu “hendaklah kamu sempurna sama seperti Bapamu disorga juga sempurna” nah sempurna ini ditujukan bukan iman bukan pengharapan tetapi Kasih sebab seluruh hukum taurat dan kitab para nabi digantungkan kepada hukum Kasih.

Dan saat saya menjalankan kasih berdasarkan FT, pasti kalau saya diadili oleh hukum HAM dan hukum manusia saya pasti Masuk PENJARA

(Didalam pertumbuhan Roh ada 4 tahap ANUGERAH yang Tuhan berikutnya dalam hidup orang percaya…) berjaga didalam doa supaya bisa dipakai Tuhan untuk menjangkau Jiwa…)

Sebab doa didalam kasih ini awal terjadi transformasi dan perubahan dahsyat, karena saya mengalami sendiri dikota kecil di Solo, banyak terjadi pertobatan, Oleh karena lawatan Tuhan diawali dengan menangisi jiwa-jiwa yang terhilang dan yang Memberitakan injil dipenuhi kasih dan kuasa mujizat untuk Memberitakan FT… Ini bukan Teori bro, tapi kenyataan seperti di kitab Kisah Para Rasul dan masih terjadi sampai sekarang… banyak dari agama seberang atau pun anak-anak Tuhan yang terhilang kembali kepada Tuhan yang Hidup, Yesus Kristus… tambah ga mudeng ya???

Iya… Aku tak bisa berkata apa-apa lagi……… :rolleye0014:

Perubahan dahsyatnya berlangsung berapa lama? Apakah bertahan sampai mati atau beberapa bulan kemudian perlu pertobatan kembali?

Wah kayanya teman anda tidak paham bahwa Yesus itu Allah yg berinkarnasi jadi manusia (Yoh. 1:1; 14)
dgn begitu Yesus itu penguasa segala yg ada, pemilik surga, bumi dan segala yg ada didalamnya.
Kita bisa dibenarkan karena beriman kepada Yesus dan pengorbanannya, jadi tanpa iman ini tdk mungkin tercipta hubungan yg intim dgn Allah.

terimakasih atas masukkannya…
anda dalam koment saudara itu maksudnya buat yang memberi point-point diatas atau untuk saya sebenarnya…?

hehehe… GBU

sori, itu maksudnya utk teman anda > sdh di perbaiki :slight_smile:

:smiley:

  1. Kekristenan itu dasarnya iman, hanya oleh iman seseorg dpt dibenarkan Allah
  2. iman itu bkn hanya utk yg baik2 yg dimaui, tapi juga percaya bahwa Tuhan tdk pernah salah walaupun itu tdk sesuai dgn harapan/menyakitkan