Sebenarnya Apa yang Tidak Dinajiskan Yesus dalam Matius 15:1-20?

a. Semua Makanan? atau…
b. Makanan Kotor, Hasil dari Melanggar Adat Istiadat Nenek Moyang (Perintah Manusia), yaitu Tidak Membasuh Tangan Sebelum Makan?

:happy0025:

* Matius 15:1-20
15:1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
15:2 “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.”
15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
15:5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
15:6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”
15:10 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:
15:11 “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”
15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?”
15:13 Jawab Yesus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.”
15:15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami.”
15:16 Jawab Yesus: “Kamupun masih belum dapat memahaminya?
15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”

Orang Yahudi menganggap penting Ibadah lahiriah, tetapi Tuhan Yesus tidak melihat hal-hal yang lahiriah, termasuk makanan.
Makanan ragawi tidak menajiskan orang
Makan dengan tangan tidak dibasuh, tidak menajiskan orang.
Tuhan Yesus sedang bicara makanan ragawi yang tidak menajiskan manusia secara rohaniah.

Sebab yang menajiskan rohani manusia adalah apa yang keluar dari mulut, yg berasal dari hati yang adalah muasal timbulnya segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

terus, pembicaraan tentang adat-istiadat, perintah manusia, tanaman yang tidak ditanam Bapa, itu buat apa, jika yang hendak tidak dinajiskan hanyalah makanan dalam artian secara umum? :mad0261:

misal babi, dsb. dikatakan haram/najis secara jasmani,

terus kalau sakit, itukan berefek ke rohaninya juga sakit kan?

lantas apa maksudnya yang mulanya dinajiskan kemudian dihalalkan, babi dsb.?

Yesus Sang Mesias (Al-Masih) sudah mengahalalkan makanan2 yang dianggap haram (lihat: Markus 7:18-19).

Mengenai makanan Halal-Haram. Sebenarnya semuanya cukup dilihat dari dalam Kitab Suci teman Muslim sendiri, dimana Yesus Sang Mesias (Al-Masih) mempunyai otoritas mengubah hukum-hukum Taurat dengan cara menghalalkan sebagian dari yang diharamkan untuk manusia (reff: http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/1113-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-050.html ).

kenapa yang mulanya diharamkan kemudian dihalalkan,

apa maksudnya dan di mana letak konsistensinya?

Markus 7 itu kan seperti halnya Matius 15, juga didahului dengan pembicaraan tentang adat-istiadat/perintah manusia. :ashamed0004:

Yang menajiskan itu bukan yang masuk dari mulut turun ke perut trus dibuang ke jamban…
Yang menajiskan adalah yang keluar dari mulut,
Karena berasal dari hati muncul iri hati,pembunuhan,perzinahan,sumpah palsu dan hujat.

Jadi…
Klo mau bicara najis dan tidak najis itu bukan dari makanan yang sehat dan tidak sehat.
Tapi yang keluar dari hati anda… Itulah yang menajiskan anda dihadapan Tuhan.

Contoh…
Anda katakan babi tidak sehat…tidak !!! Salah !!!
Karena klo mau bicara makanan sehat atau tidak sehat itu luas sekali

Karena ada banyak makanan diluar sana yang juga tidak sehat lebih dari babi seperti yang anda katakan.

Paham atau masih bingung ? ;D

Saya setuju, jika dikatakan haram/najis maka kita harus bicara tentang haram/najis atau tidaknya.

Dari Nats2 tersebut sangat jelas bahwa tidak ada yang najis selain yang keluar dari mulut bersumber dari hati.

Untuk makanan, sebaiknya diolah/dimaskan sesuai aturan dan sran kesehatan agar dapt bermanfaat bagi tubuh jasmani kita.

yang katakan babi najis/haram itu Alkitab, bukan saya.

Itu di Perjanjian Lama…Tuhan yang menetapkan itu…

Namun…

Di Perjanjian Baru…baru…baru… Tuhan yang sama juga yang membuat segala sesuatunyeeeee manjadi baru…

Makanan yang masuk dari mulut turun ke perut dan dibuang ke jamban,toilet,wc…itu tidak menajiskan orang…

Paham ? Atau masih bingung ? ;D

jelas binatang yang dinajiskan, kalau tidak diolah dengan sangat baik akan menyebabkan anda terinfeksi, bisa berak bocor.

apa itu tidak menajiskan orang?

kalau anda terinjak tinja apa itu tidak najis?

Saya setuju.
Entah kenapa orang zaman dulu perlu mengharamkan babi (dan binatang-binatang tertentu), namun kemudian sekarang diralat menjadi boleh.

Sudah seharusnya hukum-hukum barbar dan aneh itu dibetulkan sesuai perkembangan zaman.

Pokoknya jangan suka membantah Tuhan…

Tuhan dan bicara apa yang masuk lewat mullut anda tuhhhhh… Turun ke perut anda tuhhhh… Dan dibuang ke jamban… Itu tidak najis…tidak ada pengecualian…

Klo soal pengolahan… Anda makan aja tuk tai ayam atau gk daging sapu mentah yang busuk…pasti anda beresiko kena diare…wkwkwkwk…

Paham gk ??? Jadi gk usah ngomong babi… Apapun yang anda makan makan klo diolah dengan tidak baik…
Entah itu babi kek
Entah itu ayam atau tainya kek…
Sapi atau sayur sekalipun… Pasti anda akan sakit…

Tapi itu bukan berarti menajiskan anda…

Yang najis itu adalah yang keluarrrrrr… Dari mulut… Karena berasal muncul dari hati yang jahat, perzinahan,pembunuhan,hujat…

Bisa beda antara yang masuk dan keluar gk ne broooo hayatek…

Paham gk ??? Atau masih bingung…???wkwkwkwkwkw

Maksudnya binatang haram dalam dalam alkitab itu adalah tidak sehat bagi tubuh kita kalau dimakan, mungkin lebih jelas kalau membaca terjemahan inggrisnya yang bilang “clean / unclean”

Hal ini diperjelas lagi di PB bahwa bukan makanan yang bisa menajiskan, jadi kalau kita makan binatang haram yang dijelaskan di PL bukan berdosa, namun kalau kita makan makanan tersebut akan berakibat buruk bagi kesehatan kita.

Jadi sebenarnya bukan dibatalkan, namun esensi tentang makanan diperjelas lagi di PB. Di PL itu sudah diajarkan bagaimana cara hidup sehat lewat makanan. Mereka2 yang menuruti firman Tuhan pasti hidup lebih sehat daripada yang tidak menuruti.

Disaat bangsa2 lain belum mengerti bahwa lemak itu jahat, daging babi tidak sehat, minum darah itu ga sehat, mayat itu kotor, dst dst. Bangsa Israel sudah diajarkan mengenai hal itu oleh Allah Bapa kita.

jika dilihat dari konteksnya secara keseluruhan, yang masuk ke mulut disitu itu kan makanan kotor, sementara yang keluar dari mulut disitu itu kan ajaran bahwa adat-istiadat/perintah manusia itu lebih utama daripada Firman Tuhan (yang mana itu kan merupakan sumpah/ajaran palsu/dusta).

disimpelkan aja ya,

babi dsb. di PL itu memang haram/najis, ketika itu tidak boleh dimakan, kalau dimakan: dosa.

di PB, dijelaskan makanan haram yang masuk ke mulut akhirnya keluar sebagai tinja, meskipun makanan halal sekalipun keluar dari tubuh: tinja/najis juga. Makanan halal tidak halal keluarnya juga najis.

Dengan mengingat makanan yang diharamkan dan tidak sekalipun, akhirnya yang keluar: tinja/najis juga,

Hal-hal ini untuk mengingatkan betul2: ada yang LEBIH HARAM lagi daripada makanan haram/makanan halal yang berakhir najis juga,

yaitu:

hati yang jahat mengeluarkan hal-hal yang JAUH LEBIH HARAM lagi!

maka dengan demikian makanan haram/halal tidak ada apa2nya, tidak berlaku lagi.

Kerajaan Tuhan bukan soal makanan minuman, tetapi damai sejahtera di dalam hati.

Jangan suka membantah Tuhan bro…

Gk ada tuh…istilah kurang najis dan lebih najis.

Simpelnya begini yaa bleee…

Jadi klo u gk makan babi panggang yang enak itu karena u anggap haram…
Tapi hati u muncul perzinahan,pembunuhan,hujat,percabulan, iri hari, pengrusakan…

Itu berarti u sudah najis meski gk makan babi karena haram…

Simple kan…

;D

gak nyambung Bro, saya bagikan yang jelas janganlah anda aduk2, dan anda kaburkan,

kasihan pembaca yang ikut alur anda yang gak fokus.

yang membantah itu jelas anda sendir,

dengan reply ini sudah pasti anda akan reply lagi, ngomongnya gak tahu fokus ke mana.

sama sperti mengenal kamu waktu pertama sekali dengan ID : “kwek2”, sikap yang pertama muncul adalah:

  1. care terhadap anda, perduli terhadap postingan anda dan apa yang ingin sampaikan.
  2. Siap melihat bahwa anda adalah sodara yang terkasih buat saya, dan pantas dijadikan sebgai sodara bisa pribadi kita untuk mendekati anda.
  3. Memberikan pandangan pandangan dalam taraf, mengarahkan dan membenahi dengan baik bila ada yang salah.

tapi setelah mengenal anda dan bagaimana anda, maka itu pun berkembang menjadi:

  1. tidak memperdulikan postingan anda, dan tidak terlalu bereaksi bahwa itu hal penting.
  2. Memberikan ruang kepada anda untuk brutal dengan uneg2 anda.
  3. memberikan pandangan yang meng_counter pandangan anda yang bisa membuat anda : berpikir scara keras, bahwa anda itu disalahkan scara keras.

Demikian juga dengan TUhan, seiring perkembangan zaman. awalnya kenajisan itu dikenalkan dengan makanan2 yang najis, bahwa itu kejijikan Bagi Tuhan, juga seharusnya bagi manusia. Babi yang mandi dikubangan kotorannya, dan anjing yang makan muntahannya dan makanan menjijikkan lainnya. dan ketentuan2 lainnya sperti di Ulangan.

Setelah manusia cukup mengenal apa itu kejijikan? Maka segala sesuatu yang menjijikkan itu adalah apa yang jahat yang keluar dari hati yang kotor dan jahat.

tidak ada yang berubah, namun berkembang…

tidak ada yang perlu dikonsistenkan: sebab hukum taurat diberikan hanya untuk membatasi pelanggaran Bangsa Israel, HINGGA HUKUM YANG SEBENARNYA TIBA YAITU HUKUM KASIH