Seberapa Kristen kah Kita?

Seberapa Kristen kah Kita?
Apakah ada istilah sebagian Kristen? 10% Kristen? 50% Kristen? 75% Kristen? Sebelum menjawab itu saya akan sedikit bercerita kepada anda.

Minggu lalu, saya menjadi bagian dari suatu acara dimana Seribu orang dari 160 negara berkumpul bersama memuji Allah dengan berbagai bahasa, mendengar suaraNya, membangun hubungan di antara kami, membuat komitmen. Kami tidak melihat darimana asal gereja kami, darimana negara kami, bagaimana budaya kami, apa warna kulit kami, apa bahasa kami, karena kami menyembah Raja yang sama, Yesus namaNya. Tujuan kami sama, yaitu menyebarkan injil ke seluruh penjuru dunia.

Mulai dari pulau terpencil di Karibia, hutan belantara di Amazon, daerah konflik di Timur Tengah, orang orang tidak terjangkau di India, eksplotasi manusia, kelaparan dan kemiskinan di Afrika, orang orang skeptic di eropa, orang orang sekuler di Amerika.

Selama acara itu saya menemui banyak orang luar biasa.

  • Seorang model dari Indonesia yang bisa menghasilkan 2000 dollar dalam sehari, tetapi ia meninggalkan karirnya dan pergi mengabarkan injil

  • Seorang mahasiswa dari China yang pernah mencoba bunuh diri, hidupnya dipulihkan, ia mendapat beasiswa theology ke amerika dan sekarang ia melayani di China walaupun banyak tekanan dari pemerintah. Ia harus meninggalkan pekerjaannya di pemerintah karena ia memilih menjadi pendeta

  • Seorang wanita lemah dari India, ia menjalani dua kali operasi tumor, kehilangan sebagian besar suaranya. Dengan badannya yang lemah ia membebaskan 4000 orang budak, dan ribuan lainnya pekerja paksa, tahanan dan eksploitasi wanita

  • Seorang wanita dari Iran yang dipenjara selama 25 hari karena memberitakan injil.

  • Seorang pria dari Srilanka yang menggerakan 20 ribu pemuda untuk gerakan rekonsiliasi dikarenakan perang saudara di Srilanka, bahkan Presiden meminta saran darinya untuk membuat program lainnya

  • Seorang pria dari Niger yang merupakan Negara termiskin di dunia dan hanya ada 1 % orang Kristen, dan orang Kristen ditekan keras oleh gerakan Boko Haram. Dengan teguh ia memberitakan injil secara oral. (bukan Nigeria)

Apakah mereka yang disebut dengan orang Kristen? Mereka disebut pengikut Kristus bukan karena perbuatan perbuatan besar yang telah mereka lakukan, mereka disebut pengikut Kristus karena telah meninggalkan gelap menuju terang. Bukan “aku” lagi yang hidup melainkan “Kristus” dalamku. Mereka meninggalkan jalan hidup yang lama dan mengarahkan diri kepada Kristus.

Saya tidak berkata bahwa semua orang harus meninggalkan pekerjaan dan keluarga kita. Masing masing dari kita diberi tanggung jawab yang berbeda. Karena itu pikullah tugas dan tanggung jawab itu dengan sungguh sungguh.
Tapi sebagai umat Kristen mau atau tidak mau kita harus mengabarkan injil.
Menurut penelitian “81% orang non Kristen di dunia ini tidak mengenal satupun orang Kristen secara pribadi di dalam hidup mereka”

Dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia ada sekitar 39 juta orang Kristen. Jika 39 juta orang Kristen di Indonesia bersaksi, maka setiap orang hanya perlu bersaksi kepada 8 orang sepanjang hidupnya! 8 orang!

Bayangkan berapa banyak saudara, teman, kenalan, tetangga, seluruh orang yang kita kenal? Berapa banyak orang yang kita ajak bicara setiap hari? Berapa banyak orang yang berinteraksi dengan kita? Pasti lebih dari 8 orang bukan? Tapi mengapa masih banyak yang belum mengenal Yesus?

Salah satu penyebabnya adalah banyak orang yang mengaku bahwa dirinya seorang “Kristen” tanpa menunjukan perubahan. Seperti ada tertulis di 1 Petrus 2 : 9
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Apakah kita sudah keluar dari kegelapan? Kepada terangNya yang ajaib? Apakah kita sudah hidup di dalam terang? Menurut anda seperti apakah orang orang yang hidup di dalam kegelapan? Apakah pembunuh? Pencuri? Penipu? Pecandu narkoba?

Pernahkan anda membayangkan pecandu pornografi? Perempuan yang menghabiskan uangnya hanya untuk terlihat lebih baik? Orang orang yang dengan giatnya mengejar karir mereka dan melupakan keluarga dan Tuhan?
Kita sering berpikir bahwa tidak apa apa jika kita melakukan dosa kecil, pengorbanan Yesus di kayu salib sudah cukup.

Mungkin sedikit berbohong, atau menipu pelanggan untuk mendapatkan untung lebih dari bisnis kita? Atau sedikit suap ke pemerintah? Atau mungkin kekerasan dalam rumah tangga?

Seberapa besar dosa kita tidak dilihat dari “APA” yang kita perbuat tetapi kepada “SIAPA” kita berbuat.
Saya berikan contoh.
Jika pada saat ini saya sedang duduk di sebelah anda dan menampar anda, apa reaksi anda? Mungkin anda akan bertanya Tanya mengapa saya menampar anda.

Jika saya menampar orang asing di tengah jalan, mungkin ia akan menampar saya juga.

Jika saya menampar pimpinan polisi, saya akan dipenjara dan tentunya dipukuli oleh bawahannya

Jika saya menampar seorang raja, maka mungkin itu adalah akhir dari hidup saya.

Bagaimana jika saya menampar Raja segala Raja? Pencipta langit dan bumi, yang penuh kuasa dan kemuliaan? Maka hukuman mati tidak cukup untuk menebus kesalahan saya.

Begitu banyak dosa dan kesalahan kita kepada Allah yang maha kuasa, tetapi Tuhan begitu baik, ia dengan rela turun ke dunia, dan mati di kayu salib untuk saya dan saudara.
Ia memanggil kita dari kegelapan menuju terangNya yang ajaib, Ia mengajak kita untuk menyangkal diri kita, memikul salib dan mengikut Dia.

Apakah kita siap keluar dari kegelapan? Menyangkal diri? Memikul salib dan mengikut dia?

Pada hari penghakiman, Tuhan tidak akan bertanya seberapa banyak uang kita, seberapa banyak rumah dan kolam renang kita, berapa banyak mobil, emas, perak dan berlian. Ia tidak akan menanyakan hal tersebut. Yang akan Dia tanyakan adalah “Bagaimana kita menggunakan segala sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita!”

Jadi tidak ada yang namanya sebagian Kristen, atau 10%, atau 50% atau 75% Kristen. Pilihan yang ada adalah mengikut Kristus atau tidak sama sekali. Anda tidak usah khawatir , ketika kita berserah penuh dan mengikut Yesus, maka Ia akan menjaga dan membimbing kita.
Ia akan mengubah segala sesuatu yang kita inginkan. Ia akan mengubah keinginan daging kita menjadi keinginan sorgawi, keinginan untuk mengejar semua yang dunia bisa tawarkan, menjadi keinginan untuk mengejar semua yang Yesus ajarkan.
Siapkah, atau maukah kita menyangkal diri kita, memikul salib dan mengikut Dia?
Seberapa Kristen kah Kita?

bro, acara apa yang anda ikuti ini? kayaknya seru, di Indonesia?

Lausanne Younger Leaders Gathering 2016… iya acaranya di Indonesia, asalnya mau di Kiev, Ukraina.
Tapi puji Tuhan jadi di Jakarta, makanya saya bisa ikut… :smiley:

Dari tanggal 3-11 agustus…

Sangat sangat membuka mata kita, bagaimana saudara saudara kita berjuang di Timur Tengah, Afrika, Karibia, India.

tar sempat saya googling
semoga ada di youtube haha

Ada kok, tapi masih blm semua, bisa di cek di Richard Chin - Cultivating God's World - YLG2016 - YouTube

Untuk Lausanne Movement bisa di Why Lausanne? | Lausanne Movement?e_pi=7%2CPAGE_ID10%2C5259345015

Yang berkesan lagi untuk saya, semua orang di acara itu tidak ada mempermasalahkan darimana gereja kita, bahasa, budaya, doktrin, cara Baptis, tata ibadah, makanan, minuman, pantangan.

Kita semua fokus akan satu hal
“Whole Church bring the whole gospel to the whole world”

Sedangkan kita kadang terlalu sibuk dengan urusan urusan duniawi, sibuk berdebat ajaran siapa yang paling benar, sibuk menarik jemaat dari gereja sebelah.
Padahal masih ada sekitar 4 miliar orang yang sama sekali tidak mengetahui siapa itu Kristus…

Ya Kira kira begitulah…

Tenang bro

saya yakin kelak menjelang Tuhan datang gereja akan bersatu dan ngga peduli lagi sama denominasi dan perbedaan2 yang minor

sekarang sudah kelihatan dikit2 koq

makanya sampai saat itu tiba
kita masing2 harus punya sikap seperti itu, supaya bisa “mempermulus” persatuan gereja

:slight_smile:

model dari indonesia ? siapa namanya :slight_smile:

tidak banyak yang punya hati untuk jadi pengikut kristus, banyakan cuma ktp alias identitas belaka, denger kebenaran yang sedikit keras aja uda merah telinga, apa lagi dikasi tau semua tentang kebenaran, mencak-mencak yang ada :slight_smile:

Tracy Trinita… dia sempat juga jadi pembicara di hari pertama… :smiley:

mungkin istilah yang tepat benih yang jatuh di bebatuan dan semak berduri?

Amin, saya juga lagi semangat untuk hal itu.hehe
rencana tahun depan mau kuliah theologi dulu…
doakan lancar ya brooh…

selamat melayani!

Semangat Bro :afro: :afro:
Tuhan Yesus memberkati

Mungkin kita harus sadari ternyata bukan rancangan Tuhan seluruh umat manusia menerima keselamatan.

Memberitakan injil, menjadi saksi-Nya, dilakukan dengan berbagai cara dan model, tidak semuanya sama dengan dialog langsung. Memaksakan sebuah metode terkadang membuat gereja terpecah belah.

Seberapa kristenkah kita?

Tidak diukur dari aktivitas kita dalam penginjilan, tidak diukur dari kesibukan kita dalam perkara rohani, tidak diukur dari jabatan dan pengetahuan agama. Tetapi seberapa kita semakin serupa dengan Kristus. Dalam pelayananNya, Yesus pernah mengajing-anjingkan perempuan Yunani, Ia berbicara dengan perumpamaan agar tidak semua memahami, Ia juga mengutuki Ahli Taurat dan Farisi, dan bahkan Ia tidak mempercayakan diri-Nya sendiri kepada beberapa orang yang percaya kepada-Nya. Penginjilan bukan seperti menjaring anggota klub, tetapi tentang menggenapi rancana Allah. Tanpa mengenal Allah dengan benar, maka penginjilan hanyalah akan menjadi sebuah aktivitas sosial keagamaan yang bersifat fanatisme dan denominasi.

Kita adalah hamba, dan hamba yang baik mengetahui kehenak Tuannya. Kita diletakan dalam sebuah gambaran tentang tubuh dimana masing-masing menempati posisi khusus dalam tubuh berkaitan dengan fungsi dan perannya dalam pelayanan. Tidak semuanya adalah pemberita injil, tidak semuanya juga pengajar atau nabi atau rasul. Mengerti dan memahami dimana kita ditempat oleh Tuhan membuat kita dapat berbuah-buah bagi Kerajaan-Nya.

Jika anda telah menemukan panggilan anda, jangan tunda-tunda dan jangan menoleh kebelakang. Didepan ada banyak pekerjaan bagi anda dari Allah, dan Roh Kudus akan selalu menyerai anda sampai kesudahan segala sesuatu.

sudahkah hidup kita sehari-hari mencerminkan kekristenan itu sendiri?

pasti yang tebersit dalam benak kita adalah kumpulan sosok manusia yang penuh kasih, punya integritas, hidupnya kudus, penuh kerendahan hati, taat dalam beribadah. Namun, tidak jarang kita menjadi kecewa ketika mendapati kenyataan sangat berbeda dengan apa yang ada di dalam benak kita.

Bukankah berkali-kali kita mendengar bahwa kehidupan orang Kristen harus menjadi berkat bagi orang lain, terutama bagi orang yang belum mengenal Yesus. Namun dalam prakteknya tidak mudah, karena seringkali kehidupan kita hanyalah menjadi karikatur orang Kristen saja. (by GBI Kristus Pencipta)

seberapa Kristen kah kita? sepertinya kita hanya menjadi karikatur orang kristen saja, karena sosok manusia kristen kita tidak terlihat. :’( :’( semoga kita sadar…

Selamat melayani bro…Tuhan memberkati

Saya cuma org berdosa yang butuh pengampunan Yesus :’(

AMIN Brother… Tuhan memberkatimu :slight_smile: :slight_smile:

Kristen artinya adalah Pengikut Yesus…

semoga oleh Kasih karunia Allah…
kita akan semakin diubah semakin mirip dengan Allah. yang Gambar dan Rupa-Nya dapat kita lihat di dalam diri Yesus Kristus.

oleh kasih karunia Allah, kita akan :

  • semakin mirip di dalam tutur kata-Nya…
  • semakin mirip di dalam kebiasaan kebiasaan-Nya…
  • semakin mirip di dalam Kasih-Nya…
  • semakin mirip di dalam ketaatan-Nya kepada Firman dan Hukum Tuhan.
  • semakin mirip di dalam pelayanan-Nya…
  • semakin mirip di dalam kesabaran-Nya…
  • semakin mirip di dalam kelemah lembutan-Nya…
  • dan semakin menyerupai dan memantulkan Gambar-Nya…
  • dst…

Pengikut Yesus akan mirip seperti Yesus.

semoga Tuhan memberikan kepada kita hati yang rela dan hati yang taat di bentuk oleh ROH KUDUS…
sehingga semakin hari akan semakin seperti Yesus.

itulah Pengikut Yesus yang benar:slight_smile: :slight_smile: :slight_smile:

salam
TYM

Beberapa postingan sudah saya hapus.
Member FK yang tidak meyakini Tritunggal hanya boleh diskusi di Forum Terbuka

Salam

Saya gak tau seberapa Kristen kah saya dan bagaimana cara mengukurnya.

Rutinitas saya tiap hari Minggu ya pergi ke gereja. Kadang2 nyanyi di paduan suara. Baca Alkitab masih sering kelupaan. :ashamed0002:

Tapi, entah kenapa ada rasa bahagia dan damai, setiap saya melintasi jalan dan saya melihat gereja, apapun gerejanya.

Setiap Senin-Jumat, saya naik KRL dari Depok ke Gondangdia. Masuk daerah Pasar Minggu, terlihat 2 gereja besar. Yang pertama adalah HKBP Pasar Minggu, dan kedua adalah Gereja Katolik Keluarga Kudus. Melihat 2 gereja dan salib besar terpancang di atasnya, saya sudah merasa damai dan hampir lupa dgn sesaknya gerbong KRL di saat rush hour. Malah kalau naik KRL sampe ke Juanda atau Stasiun Kota, kita akan melewati 2 gereja besar lain, yaitu GPIB Immanuel dan Gereja Katedral Jakarta.

Kemudian, sudah sering saya ceritakan di tempat lain, ketika saya melihat ada orang tua ngemper di pinggir jalan, atau kakek2 penjual koran di depan mall Bandung, kakek2 penjual amplop di depan ITB (dulu, sekarang sudah meninggal), saya berikan makanan untuk mereka. Ketika saya sedang naik Gojek atau Grab Bike, tiba2 turun hujan, kita berteduh dan saya pun memberikan minuman hangat untuk sang supir, termasuk ketika bulan Ramadhan kemarin saya bagikan makanan untuk dia buka puasa. Ketika ada banjir, gunung meletus, rumah kebakaran, kita datang menemui mereka, menghibur dan memberikan bantuan bagi mereka.

Dan setelah melakukan itu semua, saya teringat dgn perkataan Tuhan dalam Injil “Apa yang telah kau perbuat bagi saudara-saudara-Ku ini, maka kau telah melakukannya untuk Aku”, maka ada kelegaan dalam hati.

Jujur, saya belum bisa seperti orang2 yg disebutkan di post #1, meninggalkan semua apa yg mereka punya untuk mewartakan Injil. Saya harus angkat topi kepada mereka.

Impian saya hanya satu, yaitu mau mengajar anak-anak yang terabaikan. Kemarin saya sempat cari info panti asuhan, entah itu Protestan atau Katolik, yang menerima volunteer tidak tetap untuk mengajar. Tapi belum saya teruskan lagi karena kesibukan kuliah. Dulu saya pernah mengajar anak-anak yang tinggal di kolong jembatan, tapi hanya 3x karena saya juga harus kuliah.

Saya juga sedang cari informasi tentang Kerabat Kerja Ibu Teresa. Ada keinginan untuk ikut mengabdi di sana, melayani mereka yg terabaikan. Terutama dalam mengajar anak-anak (katanya mereka bikin kelas tambahan tiap minggu).

dalam pemahaman saya yang dangkal ini…
menurut saya… INILAH KEKRISTENAN substansial itu…

instead of bantah-bantahan sok nge-claim dirinya sendiri yang mampu maksa tuhan masukin dia ke surga…
→ yg ginian mah BUKAN KRISTEN, tapi Memegahkan diri yang dibungkus dengan nomer buntut…
wkwkw…

salam