Seberapa Pentingnya Komunitas Rohani?

Sumber: Seberapa Pentingnya Komunitas Rohani? - Gereja GKDI-Blog

Komunitas adalah sesuatu yang sudah ada sejak manusia ada, karena kita diciptakan sebagai makhluk sosial. Karenanya, dengan aman kita dapat menyimpulkan bahwa Tuhan memang mendesain kita untuk berada dalam komunitas.

Saya sangat menyukai satu kutipan di dalam buku The Power of Discipling, karya Gordon Ferguson:

Saat kita mempelajari Alkitab, kita melihat bahwa takkan mungkin ada seorang Kristen “penyendiri”. Kita memainkan peranan sangat penting dalam kehidupan satu sama lain.

Jadi, apakah mungkin jika seseorang ingin mengikut Yesus, tetapi menolak untuk berada dalam komunitas orang-orang percaya? Berikut adalah beberapa hal yang tidak mungkin kita dapatkan tanpa berada dalam komunitas.

1. Komunitas Memberikan Encouragement
Dulu, seringkali saya merasa kosong dan ingin bertobat. Namun, saat dijalani sendirian, tekad itu hanya bertahan sementara. Mungkin satu-dua minggu atau satu-dua bulan.

Saat saya mengenal komunitas orang-orang yang memutuskan untuk sungguh-sungguh mengikut Yesus, kami saling menyemangati dalam pertobatan kami. Ada kalanya saya jatuh dosa kembali, tetapi kali ini saya tidak sendirian. Ada orang-orang yang menyemangati saya untuk bangkit kembali.

“Therefore encourage one another and build each other up, just as in fact you are doing.”-1 Tesalonika 5:1

2. Komunitas Adalah Training Ground Terbaik

i dalam komunitas, mau tidak mau kita harus mempraktikkan apa yang kita ketahui. Dalam komunitas kuliner, pasti anggotanya saling bertukar informasi dan mencoba tempat-tempat kuliner baru. Dalam komunitas fotografi, selain bertukar trik-trik foto, pasti para anggotanya hunting foto bersama.

Jangan biarkan firman Tuhan hanya sekadar menjadi pengetahuan bagi kita. Komunitas rohani adalah tempat terbaik untuk mempraktikkannya. Misalnya saja, ada 59 ayat “saling” di Alkitab. Komunitas mengasah kita untuk saling mengasihi, saling menasihati, saling mendoakan, saling mengampuni dan masih banyak lagi.

“Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” -Yohanes 13:35

3. Di Dalam Komunitas Selalu Ada Guru dan Murid
Di dalam komunitas, kita selalu dapat belajar dari orang lain. Kita pun dapat membagikan pengalaman kita dan membantu orang lain bertumbuh.

Belum lama ini, saya mengobrol dengan seorang kakak rohani yang sudah menikah selama hampir 30 tahun. Selama ini saya mengira dia adalah seorang yang cuek dan pendiam. Namun, setelah mengobrol beberapa saat saya melihat bahwa sebenarnya dia adalah seorang wanita yang tenang. Spirit-nya mengingatkan saya akan 1 Petrus 3:4 tentang wanita yang lemah lembut dan tenteram.

Saya belajar sangat banyak darinya tentang respon yang benar dalam menghadapi suami dan anak.

“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” -Amsal 27:17

4. Dalam Komunitas Ada Pertanggungjawaban
Di dalam komunitas Kristen, kita bertanggung jawab menjaga satu sama lain untuk hidup menurut standar-standar Tuhan. Mungkin ada saatnya ini terasa mengganggu. Saya ingat pernah merasa kesal karena pembimbing rohani saya setiap hari menanyakan saat teduh saya. Namun, setelah berbicara dari hati ke hati dan berdoa bersama, saya menyadari bahwa dia hanya ingin memastikan prioritas saya benar. Saya bersyukur karena dia telah bersusah-payah menolong saya.

Saya juga pernah merasa tidak enak hati saat harus mem-follow up pertobatan seorang saudari yang mengakui dosanya kepada saya. Ternyata, saudari itu merasa perlu ada yang mengingatkannya dan dia bersyukur atas follow up saya.

Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! -Galatia 6:1-2

Satu Tubuh Tetapi Banyak Anggota
Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. -1 Korintus 12:12

Tuhan mengumpamakan jemaat sebagai satu tubuh, dengan Kristus sebagai kepala dan tiap-tiap dari kita sebagai anggotanya. Saat kita memperhatikan tubuh kita, setiap inci berfungsi dan kita tidak ingin kehilangan secuil pun anggota tubuh. Demikian juga dengan orang Kristen. Kita baru dapat berfungsi saat kita menjadi bagian dari tubuh.

Jadi, komunitas rohani bukan hanya penting untuk kita miliki. Komunitas rohani adalah sesuatu yang harus kita miliki. Bersama komunitas rohani, kita dapat bertumbuh maksimal sesuai yang Tuhan rancangkan.