Sebuah Cerita Tentang Malaikat

Hmmm… Bagaimana jika kita sedikit rehat dari panasnya adu pendapat di FK ini… ^^

Ini ada sebuah cerita yang saya dapat dari suatu Group… mungkin bisa membuat sedikit lebih santai…
Selamat menikmati…

Dengan menekuk sayapnya, Malaikat Mikhael mengikuti cahaya sinar di sepanjang sisi lubang itu. Sinar disisi lubang itu memancarkan kemilau pantulan cahaya yang keluar dari tubuh Mikhael dan pengikutnya. Hanya beberapa saat, Mikhael dan pengikutnya berhasil mencapai puncak lubang yang disebut gerbang pintu. Lubang ini terbuat dari perpaduan cahaya dan gelembung udara yang diciptakan sebagai jembatan pintu mempercepat menuju tujuan.
Mikhaelpun memerintahkan Badam mencari jiwa dan hati anak manusia yang membutuhkan pertolongan. ‘‘Aku ada urusan yang lain. Segeralah lakukan pencarian,’’ perintahnya kepada Malaikat Badam. Secepat kilat, Mikhael terbang dan menghilang dari hadapan Badam. Badampun pergi ke sejumlah tempat dan menemui satu anak manusia yang terkungkung oleh satu malaikat bernama panadomkh’a.
Sinar diwajah Badam redup dan helaan nafas keluar dari mulutnya saat melihat kondisi anak manusia itu. ‘‘Sampai seperti itu perlakuannya kepada anak itu. Apakah dia sama sekali tidak punya hati nurani hingga terus menyiksa anak itu,’’ ucapnya. Badampun terus mengamati perkembangan anak itu dan menunggu kedatangan Mikhael seperti yang diperintahkan kepadanya.
Beberapa saat kemudian, muncullah Mikhael didampingi pengikutnya. Badampun menghampiri Mikhael sembari memberikan laporan atas apa yang didengar dan dilihatnya. ‘‘Sampai seperti itu? Baiklah! Aku akan menemuinya,’’ ucap Mikhael setelah mendengar laporan dari Badam.
Mikhael pun menemui malaikat panadomkh’a, zadamtanakh’ona dan antek-anteknya. ‘‘Salam bagimu,’’ ucapnya dengan nada datar sembari membungkukkan badannya. Apa yang terjadi dengan anak ini. Kenapa kehidupannya sepertinya terkungkung? tanyanya.
Mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi, panadomkh’a sejenak tersentak dan mencoba menutupi rasa terkejutnya dengan menggerakkan sayapnya. ‘‘Ada apa urusanmu menemuiku? Engkau tahu aku adalah utusan jubah Musa,’’ ucapnya sembari menunjukkan materai berlambang tengkorak.
Sudah cukup kejahatan yang kau lakukan. Aku datang untuk menyelamatkan anak itu atas nama Dia (Tuhan Yesus). Ingatlah anak ini sudah termateraikan dalam namaNya saat ini juga. Aku minta engkau segera undur dari anak ini, ucap Mikhael.
Pertempuran pun terjadi. Mikhael sedikit kewalahan saat menghadapi malaikat iblis panadomkh’a dan pengikutnya yang memiliki kemampuan bertarung. Mikhael berhasil memotong sayap panadomkh’a dan memintanya untuk tidak menemui anak itu lagi. Saat dipopong rekannya, panadomkh’a mengancam akan kembali bersama pasukan dan pemimpinnya. (Bersambung)
Cerita Malaikat ini memberi pesan betapa baiknya Sorga bagi setiap hati dan jiwa yang dimateraikan dalam nama Tuhan Yesus. Susah-senang, baik-buruk situasi yang kita hadapi kemenangan ada bagi kita yang tetap berpegang teguh atas janji Tuhan Yesus yang akan mengangkat dan memberi kehidupan baru. Satu kutipan firman Tuhan Wahyu 11:19-‘Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat’. Kutipan ini memberi hikmat kiranya kita sebagai umat pilihanNya terus menjaga dan bersekutu dengan Roh Kudus dalam nama Tuhan Yesus.

‘‘Kenapa mereka tak pernah lelah menjadi penyesat,’’ desah Mikhael sembari memegang dagunya dan meregangkan sayapnya. Sembari menatap pasukannya, Mikhael membagikan cawan lancip pipih bewarna perak berkilau emas berisikan air cahaya sumber pelepas dahaga kepada pasukannya satu persatu. Wajah pasukannya terlihat lega usai meminum air cahaya tersebut.
Mikhael kemudian menutup sayapnya dan mencoba menghitung jumlah pasukannya. Satu persatu didatangi dan ditatapnya tanpa ada yang terlewai. Saat menatap salah satu pasukannya bernama Badam, Mikhael bertanya kondisi anak manusia yang pernah dirasuki empat malaikat iblis zakumpatenekh’a, panadomkh’a, sujambani dan sutampane.
Mikhaelpun menugaskan Totemda segera menemui dan meminta bantuan kepada Gabriel. Katakan waktunya sudah semakin dekat dan seluruh pasukan sudah dikerahkan untuk menggenapi firmanNYA. Seluruh penjagal dan dapur peleburan penyiksaan sudah siap sempurna menampung setiap jiwa pengikut lucifer.

Berselang waktu, Mikhael mendapat laporan hasil pertemuan Totemda dengan Gabriel. Totemda melaporkan Gabriel meminta khusus Mikhael mengunjungi anak manusia yang pernah dicelakai malaikat iblis panadomkh’a cs. Bersama Totemda dan Badam dan beberapa pasukannya Mikhael melihat anak manusia seperti terkungkung dan kesehatannya memprihatinkan.
Mikhael melihat 4 malaikat iblis, sujambani, sutampane, panadomkh’a dan zakumpatenekh’a itu sedang mengitari anak manusia itu. Mikhael mendesah saat mendengar cerita anak manusia itu sudah jarang berdoa dan perokok berat. ‘’ Kenapa anak itu tidak jera juga dengan keadaan yang dialaminya. Bukankah aku sudah memberi perintah agar anak itu harus segera bertobat saat mengusir keempat iblis itu sebelumnya,’’ tanya Mikhael kepada Badam.

Setelah agak lama berdesah, Mikhael mengangkat tangannya memberi isyarat segera berangkat menemui anak itu. ‘‘kiranya kasih Sang Kristus Yesus mengalir dihati ini. Dengan kasihNya kiranya aku mampu melayani anak manusia ini demi kemuliaan namaNya,’’ kata yang keluar dari mulut Mikhael dengan wajah menggeram mendengar perlakuan 4 malaikat iblis itu.
Saat berada disana, keempat malaikat iblis itu tidak bersama anak itu. Sepertinya keempat malaikat iblis itu mengetahui kedatangan Mikhael dan pasukannya. Pedang kemilau bewarna perak terang dikeluarkannya dari balik sayapnya. Diaturnya segera strategi jebakan dengan menempatkan pasukan pengintai Nikh’ii dengan bentuk yang sangat kecil hingga sulit terlihat. Nikh’ii didampingi Badam, Mokhe’na’, Zonekh’m yang ahli mengintai dan berkemampuan terbang kecepatan tinggi. Ketiga malaikat ini berukuran anak jempol dengan sayap pipih membuat kecepatan terbangnya melebihi kecepatan mobil F-1. (Bersambung)

Tidak mampunya melawan keinginan daging seringkali membuat manusia jatuh kedalam dosa. Buah dosa akan membuat manusia kehilangan kasih dan kemuliaan Kristus yang sudah dianugerahkan Sorga secara cuma-cuma. Dua kutipan ayat ini memberi hikmat betapa besar kasih Sorga atas jiwa manusia yang sudah termateraikan dalam nama Kristus Yesus. Kiranya kemurahan yang diberikan Sang Kristus dapat kita pelihara dan menjadi sokoguru kekuatan iman mengerjakan tugas dan bagian kita. Lukas 15:7- Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Efesus 1:7- Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.

Dengan mata menyala, Mikhael kembali menebaskan pedangnya. Ayunan pedang kedua kalinya inipun dapat terelakkan sujambani. Mikhael langsung memburu sujambani yang mencoba melarikan diri. Panadomkh’a dan zakumpatenekh’a berusaha menyerang Mikhael dari belakang. Mikhael memiringkan badannya hingga luput sabetan pedang 2 malaikat iblis itu.
Kasebona tak tinggal diam melihat pemimpinnya dikeroyok. Ayunan pedang secepat kilat dihujamkannya kearah zakumpatenekh’a. Pedang Kasebona mengenai sayap zakumpatenekh’a. Saat Kasebona hendak menghujam pedangnya keleher zakumpatenekh’a, zenakha’dim (ahli menyamar dan dikenal siculas) dengan secepat kilat memopong zakumpatenekh’a.
Kasebona mencoba mengejar, tiba-tiba dia merasakan ada hembusan angin dari belakangnya. Secepat kilat, Kasebona memiringkan badannya. Kasebona luput dari tebasan pedang panadomkh’a. Dengan gesit, Kasebona langsung menghujam pedangnya ke sayap panadomkh’a dan berhasil mengenai sayap kirinya. Begitu melihat musuhnya terpuruk, Damkona’zam secepat kilat menghujamkan pedangnya ke leher panadomkh’a. Sabetan pedang Kasebona luput. Dia kembali menghujamkan pedangnya bagian badan panadomkh’a. Sabetan kali ini juga berhasil dielakkan panadomkh’a dan dia berusaha memberi kode meminta pertolongan kepada rekannya. Panadomkh’a pun berhasil dipopong rekannya.
Melihat malaikat iblis panadomkh’a dipopong, Mikhael segera mengejarnya. Saat mengejar, kumpana mencoba menghalanginya. Mikhaelpun segera menebaskan pedangnya kembali. Kumpana berhasil mengelak. Pertarungan kembali terjadi. Mikhael mencoba terus menebaskan pedangnya namun berhasil dielakkan kumpana dan mencoba melarikan diri. Mikhael membiarkan kumpana dan matanya tertuju ke panadomkh’a. Mikhaepun segera mengejar panadomkh’a dan kembali menebaskan pedangnya. Leher panadomkh’a berhasil dibabatnya. Mikhaelpun mencoba mencari zakumpatenekh’a. Namun, dia tidak melihat malaikat iblis yang dikenal sangat kejam dan dikenal punya kemampuan bertempur.

‘‘Moga pertarungan ini ada hikmahnya dan punya arti bagi kemuliaan Sorga,’’ tutur Mikhael dengan desah nafas sembari menanyakan kondisi anggota lainnya kepada Kasebona. Kita harus menempatkan pasukan yang berkemampuan bertempur. Mereka pasti akan kembali karena sudah menjadi kebiasaan malaikat berhati iblis, tuturnya.
Mendengar kata komandannya, Kasebona segera memanggil pasukan lainnya dan mencari anggotanya yang tepat untuk menjagai anak manusia itu. Melalui instruksi Mikhael, Kasebona menempatkan Badam sebagai komandan pasukan lainnya. (Selesai Edisi-1)

Cerita kemenangan Malaikat Sorga mengalahkan malaikat iblis zakumpatenekh’a, sujambani, panadomkh’a, zenakh’adim dan kumpana hanyalah bias betapa iblis terus bekerja mencari jiwa-jiwa anak manusia. Kemenangan dalam pertarungan bukanlah karena kekuatan dan kemampuan kita sebagai anak manusia dan umat pilihanNya. Kemenangan dan kasih anugerah yang kita dapatkan lebih dikarenakan pemberian dan materai yang sudah diberikan secara cuma-cuma kepada kita dari Sorga. Kasih dan anugerah dari Sorga kiranya akan tetap menjadi milik kita dengan tetap menjaga kekudusan dan bersekutu dengan Tuhan. Para Malaikat Sorga yang tidak pernah tidur siang dan malam menjagai kita umatnya dari cengkraman iblis. Firman Tuhan dalam Ulangan 20:4 ‘sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu’. Firman yang begitu kuat ini kiranya akan menjadi kekuatan bagi kita agar jangan pernah takut kepada iblis karena kemenangan itu sudah diberikan melalui salib Kristus Yesus.