Sebuah Gereja di Malaysia Dilempari Bom Molotov

Sebuah Gereja di Malaysia Dilempari Bom Molotov
Senin, 27 Januari 2014 | 18:29 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Kepolisian Malaysia mengatakan, pihaknya meningkatkan patroli di gereja-gereja di Penang setelah sebuah gereja Katolik di negara bagian Malaysia itu dilempari dua bom molotov.

Satu bom molotov meledak, tetapi bom kedua gagal meledak karena jatuh di rumput. Insiden pada Senin pagi (27/1/2014) itu terjadi di tengah ketegangan sengketa kata “Allah”.

Sebagian kalangan di Malaysia mengklaim kata dari bahasa Arab untuk merujuk kepada Tuhan itu hanya boleh digunakan oleh umat Muslim.

Namun, kata tersebut juga digunakan oleh umat Kristen yang menggunakan Alkitab berbahasa Melayu atau Indonesia dan bahasa-bahasa penduduk asli seperti bahasa Iban.

Pelemparan bom molotov di gereja di negara bagian Penang terjadi setelah ditemukan spanduk kontroversial dengan kata Allah di luar gereja pada Minggu (26/1/2014).

Pengadilan banding telah memutuskan bahwa terbitan Katolik, Herald, tidak boleh menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan.

Alasannya, penggunaan kata Allah bukan bagian integral dari keyakinan Kristiani walaupun sudah digunakan umat Kristen di Malaysia sejak berabad-abad lalu.

Herald mengajukan banding atas putusan tersebut di tingkat pengadilan federal. Rencananya sidang di tingkat pengadilan federal akan digelar pada 5 Maret mendatang.

Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2014/01/27/1829275/Sebuah.Gereja.di.Malaysia.Dilempari.Bom.Molotov