Sedikit tentang10 hukum moral

Sedikit tentang10 hukum moral

Hukum 1-4 itu kasih kepada TUHAN
Hukum 5-10 kasih kepada sesama

Hukum ke10 itu kunci dari kasih kepada sesama. “Jangan mengingini” milik sesamamu. Pelanggaran hukum ke10 adalah awal dari pelanggaran dari hukum ke5-10(kasih kepada sesama manusia)
Hukum ke4 itu kunci dari kasih kepada TUHAN. “Ingatlah dan kuduskanlah” hari sabat. Dengan mengingat hari sabat, kita mengingat kembali bahwa TUHAN lah yang menciptakan dunia kita. Mengapa? karena hari sabat adalah monumen penciptaan! Keluaran 20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Dengan menguduskan hari sabat kita akan selalu menatap kedepan bahwa ada sabat abadi yang boleh masuk kedalamnya hanyalah orang2 kudus NYA. Dan agar kita selalu ingat DIA adalah pribadi yang maha kudus, tidak ada yang tidak kudus yang bisa masuk kedalam NYA.
Keluaran 31:13 "Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.
Imamat 20:26 Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.
Lagipula dengan menguduskan hari sabat, TUHAN mau agar kita memperhatikan diri kita. Menikmati segala usaha kita yang telah kita kerjakan selama 6 hari. Sebagaimana yang TUHAN telah contohkan pada kita.
Kejadian 2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Menurut anda hari sabat itu hari apa/ hari ke berapa?

Hari Sabat adalah hari ketujuh, yang dalam bahasa Indonesia disebut hari Sabtu. Secara etimologi juga Sabtu berasal dari bahasa Arab yakni “as-Sabt” yang sama artinya dengan “ha-Shabbat” dalam bahasa Ibrani.

Sesuai perhitungan waktu bangsa Arab/Ibrani, pergantian hari terjadi pada saat matahari terbenam, bukan tengah malam seperti jaman modern. Jadi hari Sabat (Sabtu) dimulai saat matahari terbenam pada hari Jumat hingga matahari terbenam pada hari Sabtu.

Hari Sabat adalah perjanjian kekal antara TUHAN dengan bangsa Israel, bukan dengan bangsa lain. Akan tetapi pada akhir jaman, hari Sabat juga akan menjadi hari raya internasional.

Keluaran 31:16-17
Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.
Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat."

Yesaya 66:23
Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN.

Hukum Allah yg sepuluh itu, diberikanNya kepada manusia sebenarnya bukan untuk manusia lakukan tetapi spy menusia menyadari ketidak mampuannya dan berbalik memohon belas kasihan Allah.
Sebab bagaimana mungkin manusia pertama yang mulia ( segambar dan serupa Allah ) itu saja tdk dapat memenuhi satu laranganNya , apalagi manusia yg telah mati rohani harus dapat meme nuhi ketentuanNya yg sepuluh itu ( tdk memenuhi yg satu = tdk memenuhi untuk semuanya ).

Hukum ke4 itu kunci dari kasih kepada TUHAN. "Ingatlah dan kuduskanlah" hari sabat.
Apa sebenarnya maksud Allah dg " hari sabat/ hari ke tujuh/ hari perhentian "?. Hari sabat/ hari ke tujuh/ hari perhentian sebenarnya adl gambaran dari anugerah keselamatan dari Allah unt manusia. penjelasan:

Kel31:14 Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.
31:15 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati.
Yang dimaksud bekerja pada ay diatas , pastilah bukan pekerjaan fisik dalam urusan jasmaniah, tetapi bekerja / berupaya untuk meraih keselamatannya ( urusan rohani ), hal ini nampak jelas pada ay dibawah.
Mt12:1 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.

Jadi dg hari sabat, Allah mengatakan bahwa: " keselamatanmu itu adl Aku yg menganugerahi, kamu tidak dapat mencapainya dg upaya apapun darimu, kalau kamu memaksa melakukannya kamu pasti gagal/mati ".
Maka Yesus ( gambaran Allah sendiri ), melakukan kesembuhan pada hari sabat.gby

Puji TUHAN. Yes, dapat banyak masukan!