Sejarah eksodus Yahudi dari negara-negara Arab dan Muslim

Yahudi Yaman pada perjalanan dari Aden ke Israel, saat operasi Karpet Ajaib (1949–1950)

keberangkatan, penerbangan, migrasi dan pengusiran Yahudi, terutama yang berlatar belakang Sephardi dan Mizrahi, berlangsung dari Arab dan negara-negara Muslim, utamanya dari 1948 sampai awal 1970an. Arus migrasi besar terakhir terjadi dari Iran pada 1979–80, akibat Revolusi Iran.

[b]Libya[/b]

Sejarah Yahudi di Libya bermula pada abad ke-3 SM, ketika Cyrenaica berada di bawah kekuasaan Yunani. Penduduk Yahudi di Libya, yang sebagian adalah komunitas Yahudi Sephardik-Maghrebi, masih bermukim di wilayah tersebut sampai masa modern. Pada Perang Dunia II, penduduk Yahudi di Libya menjadi subyek hukum antisemitik oleh rezim Fasis Italia dan deportasi oleh pasukan Nazi.

Kondisi memburuk bagi Yahudi Libya setelah kemunculan Manifesto Ras dari Italia pada 1938. Setelah intervensi Jerman pada 1941, beberapa Yahudi Libya dikirim ke kamp-kamp di benua Eropa, dimana mereka bertahan hidup sampai akhir Perang Dunia II.

Sebuah peta “kekaisaran Italia” pada tahun 1940 dengan Libya berada di bawah kekuasaan Italia

Libya Italia memiliki dua komunitas Yahudi besar, satu di distrik barat Tripolitania, dan utamanya di ibu kota Tripoli, dan lainnya di distrik timur Barka (Cyrenaica) dan ibu kota Benghazi. Pada masa Holokaus, ratusan Yahudi tewas kelaparan.

Yahudi Libya yang kembali dari kamp konsentrasi

Setelah perang, kekerasan anti-Yahudi menyebabkan beberapa Yahudi meninggalkan negara tersebut, utamanya ke Israel, meskipun jumlah signifikan menetap di Roma dan beberapa kemudian beremigrasi ke berbagai komunitas di Amerika Utara. Di bawah pemerintahan Kolonel Muammar Gaddafi, yang memerintah negara tersebut dari 1969 sampai 2011, situasi menjadi semakin runyam, kemudian berujung kepada emigrasi para penduduk Yahudi yang masih tersisa. Yahudi terakhir di Libya, Rina Debach yang berusia 80 tahun, meninggalkan negara tersebut pada 2003.

[b]Irak[/b]

Imigrasi dari Irak

Dari 1951 sampai 1952, Operasi Ezra dan Nehemia menerbangkan antara 120.000 dan 130.000 Yahudi Irak ke Israel melewati Iran dan Siprus. Imigrasi masif Yahudi Irak adalah peristiwa paling klimatik dari eksodus Yahudi dari negara-negara Arab dan Muslim.

Operasi tersebut diambil dari nama Ezra dan Nehemia, yang memimpin bangsa Yahudi dari pengasingan di Babilonia untuk kembali ke Israel pada abad ke-5 SM, seperti yang tercatat dalam kitab-kitab Alkitab Ibrani yang menyebut nama-nama mereka.

[b]Sudan[/b]

dari 21 November 1984 sampai 5 Januari 1985, evakuasi rahasia Yahudi Ethiopia yang disebut Operasi Musa (Awalnya disebut Gur Aryeh Yehuda (“Anak Singa Yudea”) oleh Israel) dari Sudan pada perang saudara yang menyebabkan bencana kelaparan pada 1984 telah menerbangkan 8000 orang ke Israel. namun saat kabar tersebut bocor di kalangan pers, di bawah tekanan dari negara-negara Muslim lain, Sudan memblok penerbangan lebih lanjut, meninggalkan beberapa orang yang masih tertahan.

Seluruh 100 senator Amerika Serikat menandatangani petisi rahasia kepada Presiden Ronald Reagan, yang mendorongnya untuk meneruskan evakuasi. Wakil Presiden George H. W. Bush kemudian mengadakan misi susulan yang disebut Operasi Yosua/Operasi Sheba. Pada 22 Maret 1985, enam pesawat transportasi C-130 Hercules dari Angkatan Udara Amerika Serikat dikerahkan, mendarat di dekat Al Qadarif. “Sekitar 500”, “lebih dari 500” atau “sekitar 650” Yahudi didatangkan dan dibawa ke Pangkalan Udara Uvda di selatan Israel.

[b]Yaman[/b]

Yahudi Yaman dalam perjalanan menuju kamp yang didirikan oleh “Joint” di Aden

antara Juni 1949 dan September 1950, Operasi Permadani Terbang membawa 49.000 Yahudi Yaman ke negara baru Israel. Pada operasi tersebut, seluruh mayoritas Yahudi Yaman (sekitar 47.000 Yahudi Yaman, 1.500 Tahudi Aden, serta 500 Yahudi Djibouti dan Yahudi Eritrea dan sekitar 2.000 Yahudi dari Arab Saudi) diterbangkan ke Israel. Pesawat-pesawat transportasi Inggris dan Amerika Serikat melakukan sekitar 380 penerbangan dari Aden, dalam sebuah operasi rahasia yang tak diumumkan ke publik sampai beberapa bulan setelah operasi tersebut berakhir. Pada beberapa titik, operasi tersebut juga disebut Operasi Kedatangan Mesias.

[b]Maroko[/b]

Operasi Yakhin, sebuah operasi rahasia untuk mengimigrasikan Yahudi Maroko ke Israel, dilakukan oleh Mossad Israel antara November 1961 dan musim semi 1964. Sekitar 97,000 orang mendatangi Israel memakai pesawat dan kapal dari Casablanca dan Tangier melalui Prancis dan Italia.

[b]Iran[/b]

Di Iran pada 1950an dan kemudian arus migrasi dari Iran saat dan usai Revolusi Iran tahun 1979, Yahudi Persia menurun dari 80.000 menjadi kurang dari 20.000. Migrasi Yahudi Persia usai Revolusi Iran sebagian besar diatributkan kepada kekhawatiran akan penindasan agama, kesulitan ekonomi dan ketidakamanan usai penggulingan rezim Shah, kekerasan domestik dan Perang Iran-Irak.

[b]Penutup[/b]

Hari Peringatan Kepergian dan Pengusiran Yahudi dari Negara-Negara Arab dan Iran (bahasa Ibrani: יום לציון היציאה והגירוש של היהודים מארצות ערב ומאיראן), sebuah hari peringatan kepergian dan pengusiran Yahudi dari negara-negara Arab dan Iran diperingati di Israel setiap tahun sejak 2014 pada 30 November. 30 November adalah tanggal yang dipilih karena tanggal tersebut secara simbolis adala tanggal setelah 29 November, tanggal pengadopsian Rencana Partisi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Palestina, dan saat banyak komunitas Yahudi di negara-negara Arab dan Iran mulai merasakan tekanan dan permusuhan dari tetangga-tetangga Arab dan Persia mereka dan sebagai akibat dari pemaksaan untuk meninggalkan negara-negara mereka. Ini berdasarkan pada hukum yang disponsori oleh anggota Knesset Shimon Ohayon (Yisrael Beiteinu) dan disahkan pada musim panas 2014 oleh Knesset.

Bagi beberapa Yahudi Mizrahi di Israel, hari tersebut dianggap menjadi pengakuan terlambat dari trauma kolektif mereka, setelah selama bertahun-tahun dari apa yang beberapa dari mereka klaim hanya merupakan penyorotan penderitaan Yahudi Eropa dari pihak Israel, atau penyorotan Nakba Palestina dari pihak negara-negara Arab.

sumber 1
sumber 2
sumber 3
sumber 4
sumber 5
sumber 6
sumber 7
sumber 8
sumber 9
sumber 10

Itu kan yg jauh di Arab, bagaimana dgn sejarah asal usulnya suku2 di Indonesia Timur itu datangnya dari mana ?