Sejarah Perkembangan Agama Katolik di Tiongkok

lanjut…

Pada akhir tahun 1705, Duo Luo utusan dari Roma membawa Dekrit Pelarangan sampai ke Beijing. Awal tahun berikutnya menghadap kaisar ShengZhu, setelah mengetahui dekrit tersebut , kaisar ShengZhu menjawab, “Tiongkok selama 2000 tahun menjalankan ajaran Confucius dan Mencius. Menghormati Langit, menghormati Confucius dan para leluhur adalah tradisi dan merupakan cara hidup bangsa, Tian yang dihormati oleh orang Tiongkok dengan Tian orang Katolik adalah sama. Kitab Injil memiliki persamaan dengan kitab SiShu WuJing.” Ditambahkan pula, “Setiap missionaris barat yang menyebarkan ajarannya di Tiongkok harus mematuhi aturan negara dan menghargai budaya yang berlaku , yang mengikuti ini mendapat perlindungan dari kerajaan Qing, yang tidak bisa mengikuti tinggalkan Tiongkok”.

Duo Luo tidak berani membantah kata-kata ShengZhu tapi ketika di NanJing ia memberitahukan isi dekrit itu dan yang melanggar dekrit itu akan mendapat hukuman. ShenZhong mendengar itu beranggapan bahwa Duo Luo tidak menghargai budaya dan tidak mau mematuhi aturan dinasti Qing, ia memerintahkan untuk ditangkap dan dikirim ke Macao. Kemudian ia mengeluarkan peraturan bahwa semua missionaris sekte Yesuit harus memiliki kartu ijin tinggal dan menyatakan akan menghargai budaya Tiongkok, kalau tidak akan diusir keluar.

Tahun 1715 Roma mengeluarkan pengumuman bahwa semua missionaris Yesuit yang tidak mematuhi dekrit larangan akan dibawa ke Roma dan menerima hukuman. Akhirnya missionaris Yesuit dan umat-umatnya dengan terpaksa melaksanakan dekrit tersebut. Kaisar ShengZhong akhirnya mengeluarkan dekrit larangan bagi agama Katolik dan ia mengeluarkan peringatan keseluruh jajarannya, “negara diluar seperti di barat ini, ratusan tahun kemudian akan membawa penderitaan bagi Tiongkok. Negara sudah aman sentausa , tapi sebaiknya bersiap-siap menghadapi bahaya dan terus membangun memperkuat negara.” ShengZhong memiliki pandangan yang jauh kedepan sayangnya keturunannya dan para pejabatnya tidak memperhatikan pembangunan negara malah membuat merosot.

Ketika Sheng Zhong meninggal, Si Zhong naik tahta, pada tahun 1723 (YongZheng tahun pertama) bulan 12, gubernur Zhi Min (2 propinsi yaitu Zhi Jiang dan Fu Jian) Jue Luo Man Bao menghadap dan melapor," para missionaris asing dimana-mana membangun gereja , menyusup dan menyebarkan agama." Ia memohon agar para missionaris itu sebagian dibawa ke ibukota untuk bekerja sebagian lagi dikirim ke Macao. Semua gereja didata dan diubah menjadi tempat sarana umum serta agama Katolik dilarang. Si Zhong setuju dan mengeluarkan titahnya sesuai anjuran Bao Luo.

Tidak beberapa lama kemudian, pada saat perundingan antara Rusia dengan dinasti Qing, penterjemah Song JunYong seorang missionaris dari Prancis, menghadap Qing SiZhong, dan memohon agar agama Katolik tidak dilarang dan semua yang disita dikembalikan. SiZhong kemudian mengundang para missionaris yang masih tinggal di ibukota untuk makan bersama. Dalam acara makan bersama itu mereka semua berbincang-bincang dan SiZhong mengagumi lukisan yang dibuat oleh Langsi Ning seorang missionaris Yesuit bahkan pembicaraan sampai tanya jawab masalah astoromi dan ilmu alam. Tapi dibalik pembicaraan hangat itu , SiZhong memaki-maki agama Katolik setara dengan agama sesat (note:yang dimaksud adalah agama Bai Lian). Ia menambahkan bahwa kerajaan sudah mengijinkan mereka tinggal di ibukota dan Guang Zhou serta tidak melarang mereka berhubungan surat menyurat dengan negara-negara Eropa itu “sudah cukup”. Ia dengan jelas mengatakan," Saya tidak membutuhkan missionaris, kalau saya mengirimkan para bhikku ke negara-negara Eropa untuk mengajarkan agama disana, raja-rajanyapunpasti tidak akan mengijinkan." Ia menambahkan tidak akan mengijinkan agama Katolik dan tidak mengijinkan mereka menghina Confucius dan Mencius. Pada akhir acara makan, SiZhong berkata, “Kalian boleh-boleh saja datang kehadapanku dan aku akan mencerahkan kalian.”

Pertemuan tersebut gagal melunakkan hati SiZhong. Berdasarkan catatan sejarah, selama pemerintahannya sekitar 200 gereja dihancurkan atau disita. Hampir 2000 missionaris diusir ke Macao.

Pada tahun 1773, Roma secara resmi menghentikan kegiatan missionaris serikat Yesuit di Tiongkok.

Hampir 200 tahun serikat Yesuit di Tiongkok pada tahun 1775 benar-benar mengundurkan diri dari panggung sejarah Tiongkok untuk sementara.

Pertentangan masalah tradisi penghormatan ini akhirnya pada tahun 1939 oleh Vatican diputuskan bahwa :
1.orang Katolik Tiongkok dianjurkan menghormati Confucius dan mempelajari ajarannya.
2.orang Katolik Tiongkok boleh sembayang terhadap leluhur dan memiliki papan nama leluhur

sumber: http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,22407.0.html

Ini adalah Foto dimana seorang Uskup Agung Kardinal berdoa kepada Bunda Maria menggunakan dupa atau hio!

Ini adalah foto dimana para umat Katolik di Tiongkok mengarak tandu Yesus seperti mengarak tandu para Dewa dan dibuatkan altar seperti altar para Dewa tiongkok dan gerejanya dibuat seperti nuansa kelenteng!

skdr komentar. penggunaan asap2, kemenyan sbnernya adalah trade mark alkitab.
tp kenapa di indo jd jatuh kpd para dukun, paranormal??

mnrt sy ini kelalain org kristen dlm melestarikan penggunaan kemenyan. jd diserobot oleh dukun2 itu.

salam

@worldpeace

Sorry bro, apakah anda penganut Kristen atau Buddhist?
Kalau anda penganut non Kristen, anda tidak diperkenankan untuk posting di board ini (diskusi umum Kristen) tetapi posting di board khusus untuk non Kristen.

Mohon dipahami aturan yang berlaku di FK ini.

Salam

saya Kristen kok
cek saja post2 yang saya buat, pasti keliatan kalo saya penganut Kristen

Oh, kalau anda penganut Kristen ya sudah.
Mengapa saya bertanya, karena saya justru menengok ke blog anda, sehingga terlihat anda lebih Buddhist dibanding Kristen.

Ok, bro, kita kembali ke judul topic.

Saya pernah mendengar di Life TV, ketika sesi Oikumene, ada pendeta yang mengisahkan perihal di atas, dan disebutkan bahwa misionaris yang berhasil menembus negara Cina adalah pastor Katolik bernama Matteo Ricci, yang berkawan akrab dengan Kaisar, sehingga beliaulah satu satunya orang ‘bule’ yang tinggal dalam Forbidden city. nama beliau dalam bahasa Cina adalah 利瑪竇; pinyin: Lì Mǎdòu ( http://id.wikipedia.org/wiki/Matteo_Ricci ).

Syalom

Sebetulnya ini berkali2 dijelaskan oleh netter2 katolik yang lain, jadi seandainya kamu mau meluangkan waktu sedikit saja tentu akan melihat bahwa kekuatiran kamu sudah terjawab…

[ol]- Daud dan orang Israel menari-nari mengarak tabut perjanjian [lih 2 Sam 6; 1 Taw 13:8]

  • Penggunaan kemenyan juga memiliki dasar Kitab Suci (lih. Mzm 141:1-2; Why 8:3-4; Kel 30:34-37)[/ol]

ah, masak sih bung :ashamed0002:

banyakan bagian kekristenannya malah:

bagian buddhanya itu karena saya sedikit tertarik sama buddhisme :ashamed0002:

http://r26.imgfast.net/users/2613/25/21/52/smiles/3759720420.gif

tapi jujur saja gambar itu saya tampilkan bukan untuk mengolok-olok namun hanya sebagai penunjukankeragaman budaya Katolik disana kok :happy0062:

TERNYATA TRIT INI JADI BAHAN EJEKAN KAUM PEMUJA SI BOTAK GAOTAMA DI DHAMMACITTA! :angry:

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,22407.0.html

ini vatican melunak demi menjaring pengikut lebih banyak ya?
husss... itu merupakan kehendak dan recana tuhan, tidak bole di cela dan di bantah... neraka hukuman nya...

grubrakk…

ngomongin kite MUNAFIK! :angry:

[at] foto di atas mau ga mau, dr pd ga bs berkembang di tiongkok... tu kan ada secuil sejarah perkembangan katotok di tiongkok, pasti nya mereka tidak mau mengulang kegagalan masa lalu walau harus bersikap [b]munafik[/b]...

pengabaran injil disamain ama BISNIS MLM! :angry:

hitung2annya jadi kayak bisnis MLM ya...

Tidak masalah, bro, seandainya Katolik dilecehkan oleh ‘Buddhist’. Karena seperti juga pada penganut agama apapun, selalu yang cuma tahu ‘secuil’ yang merasa dirinya ‘hebat’. Sedangkan yang tahu lebih banyak, justru akan lebih menghargai.

Perhatikan saja di FK ini, kebanyakan justru yang tidak mengerti apapun yang sibuk menghujat, sementara yang mengerti justru lebih banyak melihat. Karena sepertinya hukum alam memang terbukti, tong kosong nyaring bunyinya, padi yang kosong menjulang padi berisi merunduk, anjing menggonggong tidak menggigit.

Take it easy, bro. Ha ha ha ha

oohhhh eemmmm giiiiiiiiii

itulah akibat tidak tunduk pada scripture.

Jangan salah, kalau menurut adat tiongkok berdoa menggunakan hio, maka itulah yang diperlihatkan kepada mereka. SO what gitu lho.
Kenyataannya, ketertutupan china bisa ditembus dengan ‘strategi’ adaptasi gitu kan?
Apa anda pikir akan ada orang china yang mau menjadi Kristen kalau Kristen bersikap ‘keras’ dan ‘kaku’ serta menyatakan ‘menolak’ budaya?

Use your head sis.

:mad0261:

saya tidak menekankan pada hionya tuh bruce …

------***------

yang saya lihat, seorang pria (pelayan umat), sujud dibawah patung wanita dengan mahkota di kepalanya.

itu tidak mengikuti scripture.

adakah alkitab mengajarkan spt yg dilakukan pria itu ?

setahu saya, TIDAK

Betul, itupun masuk dalam strategi penyebaran agama. Seperti juga anda pasti tahu ada tokoh dewi dalam konghucu yang sangat dihormati di china.
Maka bawalah Maria sebagai pengganti dewi itu. Selanjutnya setelah mereka menyembah Maria, berilah penjelasan siapa itu Maria, dan mengapa kita ‘menyembah’ Maria, karena sebenarnya Maria adalah ibunda dari Tuhan yang sebenarnya. Maka sembahlah Jesus. Itupun mungkin masih berupa patung Jesus. Setelah mereka menyembah Jesus, berilah lagi pengertian, bahwa yang disembah bukan patungnya, wujud patung hanya sebagai visualisasi. Tetapi sembahlah Jesus yang hidup.
Maka anda akan memperoleh orang Kristen yang benar.

Tetapi kalau sejak awal anda menyatakan orang china penyembah berhala, semua patung harus dihancurkan. Sampai dunia kiamat tetap saja orang china menolak agama Kristen.

Pelajari sejarah tokoh penyebar agama Kristen di China, yang bisa saya sampaikan adalah Matteo Ricci SJ. Baca sejarah dan cara beliau menembus hambatan budaya di China.

Maka, saran saya, jika anda tidak bisa menggunakan batu, guakanlah roti.
Mengerti apa maksud saya ya.

Syalom

lalu mengapa hal yg sama (pria sujud dibawah patung wanita) juga terjadi di belahan bumi lainnya ???

Sebagian tidak lepas dari budaya yang mirip seperti penjelasan saya di atas.
Sebagian lagi memang karena sikap hormat sesuai budaya setempat.
Di negara barat, sikap hormat kepada raja diwujudkan dengan berlutut, sementara di arab dengan mencium tanah, di china dan jepang dengan membungkukan badan.
Anda tentu tidak mengharapkan ada seseorang sedang berdosa sambil tolak pinggang kan?

satu lagi alasan ya bruce …

:smiley:

Logis atau tidak menurut anda?
Sudah tengok kisah tentang Matteo Ricci SJ ?

http://www.newadvent.org/cathen/13034a.htm

Anda penganut karismatik kan sis?
Coba tanya gembala gereja anda. Apa yang dipergunakannya sebagai strategi kalau mau menjaring para pedagang dan pengusaha. Apakah ia akan berkata bahwa ikut Jesus akan dijamin masuk sorga, ataukah ikut Jesus akan mendapat berkat dunia dan sorga? Dan tentu saja berkat dunia dalam pengertian pedagang adalah ‘sukses dan makmur’.

SIlahkan

;D