Sekjen PBB Minta Mesir Beri Perlindungan Bagi Semua Kepercayaan

Merespon bentrokan berdarah di Mesir yang menewaskan 25 orang yang sebagian besar adalah demonstran Kristen Koptik, Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-Moon menyerukan kepada pemerintah Mesir untuk membela semua kepercayaan yang ada di negara tersebut.

Ban Ki-Moon juga meminta agar warga Mesir untuk tetap menjaga semangat perubahan yang bersejarah di negara tersebut setelah revolusi di negara tersebut menginspirasi negara-negara arab lainnya, demikian pernyataan Ban yang disampaikan oleh wakil juru bicara PBB Eduardo del Buey.

"Ia minta pada pemerintah transisi untuk menjamin dilindunginya hak asasi manusia dan kebebasan sipil bagi warga Mesir dari semua kepercayaan,” demikian tegas Buey.

Ban juga menyatakan bahwa harus ada transisi pemerintahan yang transparan, tertib dan damai di Mesir, hal ini termasuk pemilihan yang bebas, adil dan dapat dipercaya sehingga akhirnya menghasilkan pemerintahan sipil.

Kerusuhan di Mesir terjadi pada hari Minggu, 9 Oktober 2011 lalu, saat Kristen Koptik Mesir melakukan demonstrasi damai menuntut perlindungan yang sama dari pemerintah, setelah sebelumnya pada akhir September lalu sebuah gereja Kristen Koptik Mesir di baker. Namun pada saat aksi damai dilakukan, ternyata di susupi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyerang pihak militer yang berjaga dengan tembakan senjata api sehingga bentrok antara pihak sipil dan militer pun terjadi.

Perlindungan bagi semua kepercayaan wajib diberikan oleh negara, tidak memandang baik kepercayaan tersebut dianut oleh mayoritas penduduk ataupun minoritas. Perlindungan hukum dan keamanan yang sama ini biasanya sudah tercantum dalam konstitusi negara, sehingga pemerintah memiliki kewajiban melaksanakannya.

Source : Kompas.com/Puji Astuti