Sekolah Teologi

Hai, all…

Aku pengen tau pendapat teman2, apakah seseorang yang ingin menjadi Pendeta/Penginjil/Yang sejenisnya harus mendapatkan pendidikan formal teologi selama waktu tertentu yang sudah disediakan institusi bersangkutan?

Kalau menurut teman2 jawabannya “perlu”, alasannya apa? Juga sebaliknya, kalau menurut teman2 jawabannya “tidak perlu”, alasannya apa?

Thanks buat masukannya ya

Gbu :slight_smile:

Kalo menurut aku sih emang perlu
Dalam sekolah Teologi emang membahas segala sesuatu tentang pelayanan…
Baik tentang kupas tuntas Alkitab (PL & PB)… juga prakteknya untuk menjadi Penginjil… , dll
Memang sih, ada beberapa orang yang dipilih Tuhan untuk memiliki talenta khusus tanpa harus mengenyam pendidikan Teologia dulu…
Tapi alangkah lebih baik lagi jika para Pendeta/Penginjil/Yang sejenisnya itu memang memiliki dasar/bekal yang toh juga akan berguna untuk pelayanannya…
Apalagi kalo emang institusi bersangkutan sudah menyediakan bagi Pendeta/Penginjil/Yang sejenisnya untuk mendapatkan pendidikan formal teologi selama waktu tertentu…
Jadi, kenapa tidak??

Hehehe… pendapatku sendiri lho ya…
Mari, silakan yang lain untuk melanjutkan…
:happy0025:

kalo menurut aku…
sebelum jadi GURU…
harus jadi murid dulu… :wink:

klo menurut aku sihh…perlu…walopun seseorang itu emang uda pny talenta buat mjd seorang Pendeta/Penginjil/Yang sejenisnya spy kemampuan yg dia miliki semakin diasah 'n hasilnya akan semakin baik

Perlu-perlu banget…
karena talenta bisa berakhir.
Sebelum menjadi Pendeta/Penginjil (servant of God) kita harus masuk kawah candradimuka dulu.

Hai, all...

Aku pengen tau pendapat teman2, apakah seseorang yang ingin menjadi Pendeta/Penginjil/Yang sejenisnya harus mendapatkan pendidikan formal teologi selama waktu tertentu yang sudah disediakan institusi bersangkutan?


Bro ivan mau masuk institut reformed yh?

candradimuka [color=navy]apaan sih tuh? :rolleye0014:

kalo menurut aku selain memang sudah “panggilan” juga harus diperlengkapi dengan ilmu yang sudah ada…

ilmu tanpa iman = sia2
iman tanpa ilmu = kemustahilan

“kawah candradimuka”
maksudnya :
kita harus masuk pengemblengan Rohani
dimana kita harus belajar bagaimana memahami makna panggilan tersebut dalam hidup kita…
jadi pendeta/penginjil tidak begitu mudah seperti membalik telapak tangan…
butuh pergumulan…

Ga kudu musti perlu sich…

Tapi, bagi yang merasa tidak ikut sekolah teologia, menurut saya dia harus banyak membaca dan berdiskusi sebelum bicara agar pengajarannya tidak melenceng dari yang umum dan seharusnya.

Kadang sih saya temukan ada hamba Tuhan yang pengajaran teologianya agak melenceng dari penafsiran yang umum dan wajar.
Hadirat Tuhan memang menyertai ibadah dan nyata kuasa Allah dalam jemaat, tapi sayang pengajarannya tidak terlalu akurat.

Ini sebenarnya perlu disesalkan.
Bagi yang agak mengerti teologi, dia akan jadi batu sandungan;
Bagi yang kurang mengerti teologi, dia akan bisa menyesatkan.

Kasian khan.

Kudu rendah hati dan banyak cek kiri-kanan sebelum mengajar.


Logikanya saja,

kalau kita sakit dan mau berobat kepada siapa yg akan kita datang utk mengobati kita?

  1. Org yg sudah belajar dan lulus sekolah dokter, atau
  2. Org yg ngak pernah sekolah dokter, tapi mengaku bisa mengobati

yg mana yg kita pilih?

Hosea 4 : 6 → Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah;

Supaya gak sesat yah harus belajar… dmn? di wadah yang benar, kalau dia Tau bahwa menjadi Pdt, Penginjil, itu bener2 bukan “pekerjaan” pelayanan yang main main, berarti dia harus mengejar ilmunya, minta Rohkudus bimbing… Bukan seenak dewek mengandalkan kepintarannya berbicara, nanti digereja bicaranya , berkattttttttt mulu, heheheh soalnya itu yang paling banyak “menyedot” jamaat :happy0025: (piss ah)
Kudu, Musti, Harus!!

atas…atas…atas
:afro: :afro: :afro: :afro: :afro:
:afro: :afro: :afro: :afro: :afro:

sangat perlu
tapi intinya alasan seseorang itu masuk harus memang “sebuah panggilan”
semua murid Tuhan Yesus sebelum diutus terlebih dahulu “sekolah Theologia” yang berawal dari sebuah panggilan, tentunya dosennya adalah Yesus sendiri.
Paulus pun adalah orang yang terlebih dahulu dipersiapkan (murid gamaliel) dan disempurnakan panggilannya ketika Yesus menghampirinya di damsyik.

sekolah theologia bukan hanya sebuah lembaga intelektual, namun di dalamnya ada pembongkaran diri. kesalahan orang-orang yang masuk sekolah theologia adalah ketika ia masuk bukan panggilan, di dalampun tidak menyeimbangkan antara intelektualitasnya dengan spiritualitasnya, sehingga pengetahuan hanya tinggal di kepala namun tidak dihidupi di dalam prilakunya.

Sekolah teologi sama dengan sekolah yang lain…

tp untuk menjadi pendeta tidak hanya perlu sekolah… tp perlu tahu hati tuhan buat manusia…

setau saya ada penyalahgunaan juga dalam sekolah teologi
ada dosen yang ga bermutu
bahkan pengelola yang korup

tetapi hal itu tidak bisa di generalisasi… ada banyak orang yang tulus di sana… ada orang yang memang mengabdi…

ya iyalah…
waduh bapak ini… ih kayaknya…
heehhhee…

skolah theologi yang bagus dimana ya

Para nabi, Tuhan Yesus, para Rasul, dan murid-murid, semuanya melalui proses belajar kepada sumber/dari sumber yang tepat dan benar. Kalau sekarang bagaimana ya? Melihat fakta bahwa ada banyak pengajaran yang bertentangan, apakah kriteria sekolah Teologi yang baik? Apakah yang memberikan pengajaran dari berbagai pandangan secara netral, ataukah yang mewakili pengajaran tertentu sebagai yang dititikberatkan?

maksudnya apa?
ga nyambung nih…