Selingkuh demi kebaikan

Dear, All

Saya laki-laki berusia 35th, tepatnya 1 th 5 bln yg lalu saya berpisah dari istri dan kedua anak2 sy. (istri yg meninggalkan saya, sebelum forum ini sy juga telah membuat topik PERCERAIAN sy)
dimana sampai detik ini sy masih berdoa agar keluarga saya bisa berkumpul kembali.

Berjalannya waktu, sy menjalani kehidupan sendiri …
se iring itu juga saya mulai kenal dengan istri dari teman satu gereja. wanita itu lebih tua dari saya … dan sudah mempunyai keluarga yg harmonis dgn 3 org anak yg sdh beranjak dewasa.

lalu kenal lebih dekat, dan dekat lagi. sehingga akhirnya kita bermain dgn perasaan dan saling jatuh CInta.
sampai saat ini kita msh menjalani hubungan seperti layaknya muda-mudi yg sedang berpacaran. (padahal dia sdh mempunyai suami yg baik)

saya sendiri bingung, kenapa bisa jd terlibat seperti ini …
awalnya saya hanya mau menolong wanita itu berhenti dari profesinya
profesinya adalah seorang penyanyi karoke malam, dan hiburan malam.
karena dia satu gereja dengan saya, maka saya berniat utk memberi nasihat2 agar mencari nafkah dgn cara lain.
yg terjadi adalah bukannya saya membawa dia menjadi lebih baik, tetapi saya yg ikut terperosok ke perselingkuhan dgn dia.
selama ini dia berkata bahwa selama ada saya dia menjadi lebih baik, tdk suka keluar malam dan sdh jarang bekerja sbg penyanyi karoke.

sedangkan yg ada di diri saya , ingin rasanya keluar dari kejadian ini … sy merasa sdh jatuh ke dlm dosa perselingkuhan.
pernah saya mau meninggalkan dia, tetapi dia mengancam kalau meninggalkan dia… dia akan menjalani prefesi seperti dulu yaitu penyanyi karoke dan hib malam. sy menjadi serba salah … kalau saya mendampingi dia … dia akan menjadi lebih baik… tetapi kalau sy tinggalkan dia akan menjadi lebih buruk.

yg ada di dalam hati saya adalah, saya masih mengharapkan istri dan anak2 saya kembali lagi seperti dulu… :’( :’( :’(

Bagaimana , harusnya yg saya lakukan … mohon bantuan komentar dari kawan2 sekalian.

Tidak ada yg namanya selingkuh demi kebaikan.
Sdh banyak org yg mencoba utk melayani teman yg lain jenis bernasib spt anda.
Ada suatu aturan utk menangani masalah spt itu yaitu dgn membawa istri utk mencegah hal2 spt itu.
Saat ini anda sdh terjerumus, dan menambah parah keadaan keluarga anda.
Saya pernah menduga bahwa masalah keluarga anda adalah krn hal2 spt sekarang ini(tentu msh ingat?)
Teman anda pun akan marah bila tahu apa yg telah terjadi dgn istrnya.
Saatnya anda ambil keputusan : mau bertobat atau menikmati dosa itu.
Dengan atau tanpa anda teman selingkuh anda tetap spt itu
Jadi tentukan sekarang, bertobat dan mengaharapkan pulihnya keluarga anda atau anda mau berdalih spt judul Trit anda : Selingkuh demi kebaikan.
GBU

Bingung deh kalo udah kek gitu , ibarat makan buah simalakama

Memang penyesalan hanya datang belakangan

Kalo saran dari saya, semua dosa harus diakui . Termasuk mengatakan hal yang sebenarnya pada suami dari istri tersebut . Meskipun akan terjadi perang dunia 3 , hanya itu satu2nya jalan yang terbaik

Sodara berani berbuat berarti harus siap menerima konsekuensinya , daripada berlanjut dengan zinah trus menerus

Kasus yang luar biasa kompleks zzzzzzzzzzz

maaf Bro Paul, masalah keluarga saya bukan karena hal spt sekarang.
mslh sekarang timbul karena stlh perceraian.
yg ada sampai sekarang saya masih merindukan Istri dan anak2 saya.

dosa bukan masalah !
dosa adalah dosa.

kalau dulu saya akan anjurkan kepada anda … LANJUTKAN…
tapi sekarang TIDAK !
karena Dosa adalah Dosa…
&
Dosa = Maut
tidak ada kompromi.
terang dan gelap tidak dapat bersatu…
Pengadilan TUHAN tidak ditanya boleh atau tidak .
Tapi
Perintah KU (TUHAN) sudah kah kita laksanakan.
kalau belum atau hanya satu-satu tetap saja hukumnya MAUT ----> NERAKA…
seram ya…
Ya betul !
Saya sendiri harus bertobat… BAGAIMANA DENGAN ANDA ???
Pilihan ada ditangan Anda.
salam damai… :afro: :afro: :afro:

hmmmm… bagi saya… apa yang anda mulai harus anda selesaikan… sampai tahap ini niat anda untuk menolong sudah berjalan dengan baik… hanya dalam proses itu mulai ada perasaan… itulah yang tidak baik… bereskan semuanya dan selesaikan…

sy menjadi serba salah … kalau saya mendampingi dia … dia akan menjadi lebih baik… tetapi kalau sy tinggalkan dia akan menjadi lebih buruk.

Bro Beny,
Kalimat bro saya copy.

Kalau bro mendampingi dia, bro berpendapat, dia akan menjadi baik. Coba renungkan bro, apakah selingkuh itu baik?

Kalau bro mendampingi dia, dalam kasus ini berarti bro meneruskan perselingkuhan dengan dia. Apakah seelingkuh itu baik?

Saya rasa ada dua pilihan bro, kalau bro bisa mendampingi dia tanpa selingkuh itu memang baik dan boleh diteruskan, namun kalau bro mendampingi dia dan selingkuh maka itu tidak baik dan tinggalkan saja sambil didoakan supaya dia tetap baik walaupun ditinggalkan bro.

Hi Bro,

Sekedar share sbg kawan seiman, saya pernah jatuh kedalam dosa yg sama dan yg akan saya saksikan bagimu adalah, apapun alasanmu entah itu baik “menolong dia dari kebiasaan atau kehidupannya yg lama” ataupun sekedar iseng2 saja…semuanya tidak akan mendatangkan kebaikan/damai sejahtera bagimu sekeluarga maupun bagi dia+keluarganya jika tidak dilandasin dalam takut akan TUHAN…tolong jangan pernah mencari alasan atau pembenaran utk masalah ini…STOP dari sekarang…jgn pernah contact dia lagi, ganti nomor contactmu, tetap berdoa baginya,ingat TUHAN pasti lebih mengasihi DIA dan keluarganya, sementara kasihmu kepadanya mungkin hanya timbul krn pelarianmu atau krn saat ini kamu pikir hanya dia yg click sama kamu atau care sama kamu… terus bawa dlm doa utk istri dan anak2mu, berusaha sekuat tenagamu dlm doa dan tunjukkan kalo kamu masih dan tetap mengasihi tulang rusukmu itu…TETAP SETIA & SEMANGAT untuk melayani TUHAN dan hidup TAAT didalamNYA, kamu pasti bisa… :afro:

Tidak bisa semudah itu sis ,langsung menghilang dari masalah

Sodara b33nny harus mengakui dosa2nya , termasuk mengakui perselingkuhannya kepada suami dari perempuan tersebut

Bisa dibayangkan jika suami dari perempuan tersebut tidak pernah tau bahwa istrinya berselingkuh . Tentu TUHAN tidak menghendaki hal ini

Makanya saya katakan ini ibarat makan buah simalakama

  1. Jika suaminya tidak diberitahu , maka akan menjadi dosa yang selamanya tidak akan pernah diakui . TUHAN tidak berkenan akan hal ini

  2. Jika mengakui dosa tersebut kepada suami perempuan tersebut , maka akan muncul konflik yang lebih besar . Tapi inilah akibatnya , memang inilah jalan yang terbaik

Saya juga kalau berada di situasi tersebut saya pasti sudah sangat stress . Penyesalan memang hanya datang belakangan , tapi kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang sudah kita lakukan

Ya mungkin ini bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua

Mungkin niat kita baik ingin membuat seseorang terlepas dari dosa-dosanya / meninggalkan kehidupan lamanya

Tapi selidiklah dahulu diri kita masing-masing . Apakah kita sudah betul-betul2 menang melawan diri kita sendiri dan teguh berdiri di dalam KRISTUS ? Atau mungkin kita punya motif lain selain untuk membuat orang tersebut bertobat

Jika belum menang melawan diri sendiri dan merasa belum teguh berdiri di dalam KRISTUS , jangan sekali-kali kita mencoba untuk memenangkan orang lain . Karena orang yang belum menang melawan dirinya sendiri tidak akan sanggup memenangkan orang lain ( sudah pasti donk , nanti jadi orang buta menuntun orang buta)

Lebih baik dihindari saja , daripada nanti malah kita yang ikut nyebur bersama mereka (terjebak dalam kubangan dosa)

Terima kasih kepada semua yg memberikan masukan-masukan aka saya baca dan pelajari.

  • pertama kalau saya langsung menghilang(ganti nomer) tentu wanita itu akan sakit hati … dan apakah itu jd dosa buat saya ?
  • kedua jika saya mengaku dosa kepada suaminya … bukankah keadaan semakin sulit … buat saya dan wanita itu ?
  • ketiga situasi saat ini buat saya semakin susah, karena istri dan anak2 saya entah kemana meninggalkan saya … apakah seharusnya saya menunggu kembali istri saya itu atau bagaimana ?

Ya , menurut saya itu perilaku yang tidak terpuji . Itu bukanlah perbuatan seseorang yang gentle terlepas dari dosa atau tidak

Saya rasa TUHAN juga tidak berkenan jika bapak menghilang begitu saja

Itulah saya katakan , ibarat makan buah simalakama . Memang sodara harus berani menghadapi resiko ini karena sudah terlanjut berbuat
Situasi ini akan membuat bapa dan wanita itu menjadi lebih sulit , tapi inilah yang paling baik

Lebih baik mengakuinya sekarang dan menuntaskannya (meskipun akan terjadi badai ) . Daripada dipendam dan dikubur seolah2 tidak terjadi apa2, tetapi Bapamu di sorga tidak berkenan

Percayalah pak dosa yang dipendam hanya akan membuat hidup bapak lebih sulit ." Karena apa yang ditabur orang itu , itu jugalah yang akan dituainya’

Tidak perlu menunggu istri dan anak2 sodara kembali . Tidak ada hubungannya dengan mereka

Ini adalah masalah bapak dengan wanita itu , harus diselesaikan dengan segera

Ya mungkin saja ini bisa dijadikan pelajarna untuk bapak , karena bapak tau situasi ini hanya menambah kesulitan bapak

Memang penyesalan hanya datang belakangan

NB=Tuhan akan mengampuni seluruh dosa-dosa bapak , tapi bapak harus gentle mempertanggungjawabkan apa yang sudah bapak perbuat . TUHAN YESUS memberkatimu

Saya bukanlah orang sempurna , jika saya ada di posisi bapak pasti saya sudah sangat stress dan tidak tau apa yang harus lakukan. Karena itu sebisa mungkin saya tidak terjatuh dalam hal2 seperti yang bapak alami . Seperti kata pepatah" mencegah lebih baik daripada mengobati"

ya itu , yg saat ini saya alami adalah … berdoa utk bisa berkumpul kembali,… tp sampai detik ini ada berita istri saya sudah menikah lagi :’( :’( :’( :’( apa yg harus saya lakukan :mad0261: :mad0261:

Yg harus bro lakukan adalah Melanjutkan Kehidupan bro.
Jangan menoleh kebelakang, angkat sedikit dagu, pandang ke depan, maju melangkah.

:afro: terima kasih Kawan atas masukannya