selingkuh


saya memiliki masala…saya sudah menikah tapi saya selingkuh dengan mantan pacar saya…sekarang saya melahirkan seorang putri hasil selingkuhan saya dgn mantan pacar saya…suami saya tidak tau hal ini…dia sangat menyayangi putri saya…tapi saya selalu merasa bersalah n selalu menolak putri saya ini…saya sangat malu n merasa bersalah…saya mau jujur dengan suami saya,tapi dia pernah bilang kepada saya kesalahan yang tidak bisa dia maafkan adalah kalau saya selingkuh…saya kasihan kepada anak dan suami saya…saya sangat menyesal menghianati mereka…saya ingin hidup dengan mereka n bahagia…tapi saya tidak tau bagaimana saya harus mengakui kesalahan saya ini,saya takut…tolong beri saya saran …banyak yg curiga juga karena warna kulit anak saya gelap,padahal suami saya orang china…saya malu n menyesal sekali…

@anninna

saia tidak berani memberi saran disatu sisi saia sendiri takut hal ini terjadi pada saia…T_T
makanya saia bersyukur sekali wlopun istri saia cerewet resek bikin jengkel terkadang, namun disisi lain
yg saia kagumi dari istri saia adalah saia merasa nyaman dan percaya kpd istri saia kemanapun dia melangkah
wlopun kadang kadang curiga-an dikit namanya jg cinta he7 :stuck_out_tongue:

kapasitas saia utk menasehati ini tidak ada jd para fkers disini takut utk berkomentar karena mereka jg
takut jg klo semisalnya hal ini terjadi pada masing masing pribadi.:wink:

jd maafkan saia tidak mampu melakukan terapi psikologis yg baik utk hal ini…

yg bisa saia katakan lakukan yg terbadik dan membuat hati damai sejahtera.

Tuhan Yesus memberkati.:slight_smile:

apapun yang terjadi harus dieritahu dunkssss… segala kemungkinan akan terjadi… ya hadapi aja… masa mau enaknya aja selingkuhnya ga takut giliran tanggung jawab ga mauuu… gimana mau mempertanggungjawabkan ama TUHAN klo ama suami aja takut… suami adalah pemimpin dan wakil dari TUHAN membohongi, selingkuh pada suami sama dengan membohongi dan menyakiti TUHAN… so jawabannya sih mudah mau menderita di dunia ato nanti di penghakiman…

saya tau…saya harus bertanggung jawab…tapi saya takut sekali kalau suami saya akan menceraikan saya…

Syalom

sepandai2nya tupai melompat pasti akan jatuh juga
sepandai2nya di tutupi akhirnya ketauan juga

Lbh baik BerDoa kepada Tuhan , Minta bantuan Roh Kudus untuk berbicara…
Lbh Baik Jujur , dan siap menerima semua yg terburuk…

Tuhan memberkati

Amin :angel:

yg terpenting anda harus bertobat dan berdoa kpd Tuhan Yesus Kristus, dgn mengakui semua dosa dan kesalahan yg anda perbuat di masa lalu. rubahlah cara hidup anda yg lalu, menjadi lebih dekat lagi dgn Tuhan Yesus dan keluarga. sering-sering kalian sekeluarga ke gereja, dan berdoa bersama dirumah. jgn lupa juga membaca alkitab bersama, terutama ayat-ayat dalam perjanjian baru.
tunjukkan dahulu buah pertobatan anda kpd Tuhan Yesus dan suami. jgn menceritakan kpd suami kejadian yg telah terjadi, sebelum suasana damai Kristus terbangun dalam keluarga anda.

sebenarnya dilema anda adalah jika anda ceritakan, si suami mungkin sakit hati dan membenci bahkan bisa menceraikan anda.
jika tidak anda ceritakan, anda akan selalu merasa berdosa dan bersalah kpd Tuhan dan suami. maka sebaiknya bereskan dulu dgn Tuhan Yesus, selanjutnya biarkan Tuhan Yesus yg mengatur semuanya.

janganlah sekali-kali anda membenci dan menolak anak yg sdh dilahirkan, krn dia tidak bersalah sama sekali. selalu doakan anak anda, bawa dan serahkan kpd Tuhan Yesus secepatnya. agar Tuhan Yesus menyucikan dan menjadikannya sbg anakNya.

kasih karunia dan damai sejahtera didalam Tuhan Yesus Kristus, selalu menyertai anda sekeluarga.

masalah anni cukup serius… usahakan konsultasi dengan hamba Tuhan, jangan gegabah krn resiko bisa hancur RT :mad0261:

terima kasih buat teman2 yyg sudah memberi saran…saya akan menunjukan hasil pertobatan saya terlebih dahulu sebelum saya jujur dengan suami saya…tolong dukung saya dalam doa…terimakasih teman,biarlah Tuhan yang membalas kebaikan teman2…

@anninna, kalau boleh saya tahu apakah suami anda seorang anak Tuhan juga ? Karena kalau sama-sama anak Tuhan maka penyelesaiannya akan lebih mudah apalagi kalau suami anda seorang pelayan Tuhan. Saya tidak percaya kalau suami anda tidak mau memaafkan anda karena Allah kita saja mau memaafkan kita dan Allah juga mengajarkan pada kita umatNya untuk memaafkan sesama kita 70 x 7x.
Dan kalau anda ingin layak di hadapan Allah maka anda harus berani, jujur tapi juga cerdik untuk menyelesaikan masalah anda terutama dengan suami anda dengan secepatnya karena akan lebih menakutkan resikonya kalau sampai dia tahu perselingkuhan anda dari orang lain. Jadi menurut saya mengaku secara jujur dan terima segala akibat-nya akan lebih membuat hidup anda merasa lebih tenang.

dia dahulunya tidak memiliki agama,setelah menikah dengan saya dia percaya adanya Tuhan…bayi saya lahir prematur 6 bln sudah lahir,malah suami saya yang selalu menguatkan saya kalau Tuhan punya rencana atas semua ini…sekarang ini kami tinggal di china.waktu itu saya pulang ke indonesia 1 bulan duluan dari suami saya,disitulah saya mulai selingkuh dengan mantan saya…mantan saya ini berbeda agama dgn saya…malah sekarang dia tidak bertanggung jawab…karena dia bilang dia pun tidak memiliki penghasilan…suami saya selalu memaafkan kalau saya minta maaf dengan dia,sekarang saya baru sadar kalau dia suami terbaik yg saya miliki…tapi semua sudah terlanjur…saya takut sekali…sekarang saya mulai untuk merubah prilaku saya kearah yg lebih baik,dan seya akan berkata jujur kepadanya…ya saya harus terima resikonya…

Saya akan menguatkan dan mendoakan sis… semoga yang terbaik yang akan terjadi dalam kehidupan sis… sebab TUHAN tidak akan meninggalkan kita… biarlah segala kehendak-NYA yang terjadi sebab segala rencana-NYA indah pada akhirnya dalam hidup kita… :afro:

terima kasih teman…saya percaya saya menemukan forum ini tidak secara kebetulan,saya ingin sekali berbicara dengan hamba Tuhan disini,tapi saya belum bisa berbahasa china,dan bahasa inggris saya juga tidak terlalu lancar,Tuhan memberkati teman2 semua.

Dan saya yakin Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup dan pasti membuka jalan bagi anak-nya yang benar-benar bertobat dan mau mengaku salah dan tidak mau kompromi dengan dosa sekecil apapun serta tidak mau mengulangi kesalahan yang sama.
Kalau membaca penjelasan anda mengenai suami anda, saya yakin bahwa suami anda adalah orang yang bijaksana, adil, takut akan Tuhan ( ini yang paling penting), mampu mengontrol emosi dengan baik, sangat sayang dan cinta sama anda dan anak anda, bertanggung jawab, punya komitmen cukup satu untuk selamanya, dan dia adalah seorang yang bisa/mudah memaafkan.
Tapi yang perlu juga anda sadari bahwa sebaik-baiknya manusia, dia juga punya perasaan, harga diri. Dan dalam hal ini perasaan dan harga dirinya sudah anda jajah/sakiti, jadi jangan kaget kalau pada saat dia mendengar pengakuan anda dia bisa marah besar karena dia merasa anda sudah menyalahgunakan/menghancurkan kepercayaan yang dia titipkan pada anda, dan pada saat seperti itu yang harus anda lakukan adalah berdoa kalau perlu disertai puasa (karena hanya Tuhan Yesus Kristus yang mampu melembutkan hati suami anda) dan berilah dia waktu untuk berpikir/merenung dan jangan sekali-kali anda berkata yang lain selain minta maaf serta terima dengan hati tulus apapun keputusan suami anda supaya kemarahan suami anda tidak berakibat fatal pada pernikahan anda. Namun saya yakin kalau suami anda sudah menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat pasti dia akan memaafkan anda tapi tentunya dia akan memberi syarat-syarat untuk menjaga supaya dia tidak disakiti untuk yang ke 2 kali. Dan pada saat itulah anda harus membuktikan bahwa anda benar-benar menyesal telah melakukan dosa tersebut dan tidak akan pernah mengulanginya lagi.
Saya percaya bahwa kejujuran adalah kunci utama suatu keluarga bisa berbahagia.
Maaf kalau boleh saya tahu apakah anda dengan suami anda belum mempunyai anak ?
Dan saya mohon/titip pada anda untuk memperhatikan perasaan anak anda (hasil perselingkuhan anda) apabila anda sudah mengaku pada suami anda, karena bagi dia hanya ada 2 pilihan yaitu :

  1. Suami anda akan menerima dia dengan tulus karena tahu bahwa anak itu titipan dari Tuhan, atau
  2. Suami anda tidak mau menerima anak itu karena dia bukan anak dari dia.
    Dan yang paling saya takutkan adalah hal no.2, dan sudah menjadi tugas dan tanggung jawab anda untuk dapat memberi pengertian pada suami anda bahwa anak itu adalah titipan dari Tuhan yang harus kita jaga dan syukuri.
    Karena semua keputusan itu sangat mempengaruhi perkembangan anak itu sendiri.
    Dan anda harus siap menghadapi proses yang akan anda jalani, tapi pervcayalah satu hal bahwa melalui proses ini iman anda dan suami anda pasti naik levelnya menjadi iman yng bertumbuh dalam Tuhan amin.

Dan kalau anda dan suami serta anak anda berhasil melalui proses masalah ini wow akan ada sukacita luar biasa yang akan anda rasakan, dan jangan lupa untuk bersaksi/menyaksikan betapa baiknya dan dasyatnya Tuhan kita Yesus Kristus dalam menolong keluarga anda. Karena dengan bersaksi berarti anda mengunci mujizat Tuhan yang sudah anda terima sehingga iblis tidak bisa merebut sukacita itu. amin.

Saya mendapay ayat ini mohon Ibu baca ya ? yaitu Ulangan 31 : 8 semoga bisa menguatkan.

saya dan suami saya belum mempunyai anak…selama ini dia mengininginkan hadirnya anak dalam keluarga kami…terkadang saya berpikir kalau Tuhan tidak mengampuni saya lagi…karena saya sudah berzinah…saya sedih melihat putri saya karena dia menderita,dia harus lahir terlalu awal,dicemooh oleh teman2 saya,karena warna kulitnya…saya merasa dia tidak beruntung memiliki ibu seperti saya…kalau saja waktu bisa diulang saya tidak akan pernah melakukan kesalahan ini…kesalahan ini membuat mental saya down sekali,saya sering menagis tengah malam disaat suami syaa tidur,melihat wajah suami n putri saya membuat saya malu…saya selalu mebacakan ayat2 alkitab buat putri saya sejak dia lahir dan dirawat di incubator,tapi saya sendiri belum kuat dengan iman saya,…saya takut sekali kalau suami saya tahu hal yang sebenarnya dia tidak menyayangi putri saya lagi…saya masih sangat berharap Tuhan mau menaafkan n mengampuni saya,dan memberi muzizat buat keluarga saya terutama putri saya agar tidah di cemooh karena warna kulitnya…

terima kasih buat ayatnya teman,…TUHAN sendiri membimbing dan menolong engkau. Ia tak akan mengecewakan atau meninggalkan engkau. Sebab itu janganlah takut atau cemas."
ayat ini sangat memberkati…

Ada terjemahan lain lagi yaitu : “Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau, dan tidak akan meninggalkan engkau : janganlah takut, janganlah patah hati”
Menurut saya buat apa kita mendengarkan omongan manusia ? Mau kulitnya hitam atau kuning atau hijau atau putih atau merah apa urusannya dengan mereka ? itulah manusia yang selalu menilai seseorang dari luarnya (warna kulit, wajah, dll), tapi ingat Tuhan selalu memberi kelebihan, berkat, rencana yang indah pada setiap anak yang lahir dan saya yakin bukan suatu kebetulan anak anda terlahir dengan perbedaan warna kulit tapi Tuhan pasti punya rencana yang indah untuk anak itu amin. Dan akan banyak jiwa-jiwa diselamatkan melalui kehidupan anak itu amin. Jadi belajarlah memakai pikiran Yesus yang lebih mementingkan perkara yang di atas karena itu lebih penting supaya hidup kita damai, bahagia senantiasa.
Saat ini anda yang harus lebih kuat secara iman lebih dahulu baru anda bisa menguatkan anak anda, kalau anda lemah, mengasihi diri sendiri, selalu merasa bersalah, merasa berdosa, tidak berguna, dll bagaimana anda bisa menguatkan iman anak anda ?
Merasa berdosa itu boleh tapi ingat segala dosa kita sudah diampuni oleh Tuhan Yesus melalui kematianNya di kayu salib, jadi jangan mau anda terus-terusan di perbudak iblis yang selalu membuat anda mengingat-ingat masa lalu anda. Ingatlah masa lalu hanya tinggal kenangan dan yang harus di hadapi adalah masa sekarang dan masa depan, kalau anda selalu di hantui rasa bersalah di masa lalu anda tidak akan dapat hidup tenang dan bertumbuh dalam iman.
Merasa beruntung atau tidaknya seorang anak mempunyai Ibu adalah anak itu sendiri dan orang lain. Dan saya yakin tidak ada seorang anak yang merasa tidak beruntung mempunyai seorang ibu yang bisa mendampinginya dalam masa pertumbuhan/perkembangannya. Karena pada saat ibu mengandung kita, kiat sudah beruntung dan bersyukur karena ibu mau melahirkan kita walau taruhannya nyawa. Dan selalu ingatkan bahwa Surga ada di telapak kaki ibu.
Memang penyesalan selalu muncul belakangan tapi apakah dengan rasa penyesalan yang masih ibu pelihara sampai saat ini bisa menambah kebahagiaan dan kedamaian ibu ? tentu tidak bahkan perasaan itu bisa mempengaruhi kesehatan, semangat hidup ibu. Dan saya mohon jangan terlalu mengasihani diri sendiri berlebihan karena itu adalah pangkal/sebab dari keputus-asaan yang akan membawa kita kepada kebinasaan.
Kalau Tuhan pasti sudah mengampuni segala dosa kita (yang lalu, yang sekarang bahkan yang akan datang).
Dan untuk yang masalah anak anda, anda sebaiknya belajar dari kisah Abraham.
Tapi maaf saat saya sedang menulis ini tiba-tiba ada suara yang berkata dalam hati kecil saya begini : “apakah kamu yakin suaminya mau menerima anak itu ?”. Jadi saya minta tolong ibu berdoa kalau perlu sambil berpuasa khusus minta petunjuk Tuhan apakah ibu harus mengatakan perihal anak itu pada suami ibu.
Dan maaf untuk yang satu ini saya belum bisa membantu memberi saran.
Terima kasih JESUS BLESS YOU.

saya menyadari kalau Tuhan ada rencana buat anak saya…dia lahir di usia 6 bln dengan berat 7 ons…Dokter mengatakna kalau kemungkinan dia akan memiliki banyak penyakit karen alahir terlalu awal dengan berat lahir terlalu rendah…sampai sekarang dia tidah memiliki masalah kesehatan apapun,malah Dokter berkata dia sangat luar biasa bisa bertahan hidup…dirawat di rumah sakit 9 minggu…awalnya saya mengira ini adalah hukuman atas perselingkuhan saya,tapi kenapa anak saya yg harus menderita??
sekarang umurnya jalna 6 bln,seharusnya 3 bln,saya sangat masih ragu kalau saya harus cerita sekrang dan kalau suami saya menolaknya,akan berpengaruh ke perkembangannya…apalagi keluarga suami saya belum memiliki cucu sehingga mereka sangat menyayangi putri saya,malah saya sudah menyiapkan acara baptis buat dia agustus ini…

saya tidak tau mengapa saya terlalu mengasihani diri saya…terlalu banyak resiko yg akan saya dapat kalau saya jujur sekarang,belum lagi ayah saya memiliki penyakit jantung…saya takut,tapi saya juga ga mungkin menyimpan masalah ini yang membuat pikiran saya bisa jadi ga waras…kadang marah n menangis tiba2…

saya tidak yakin kalau suami saya mau menerima putri saya,makanya sampai sekrang saya belum berani mengatakannya…apakah saya harus menunggu anak saya sedikit lebih besar?atau saya memiliki anak dari suami saya??saya benar2 buntu…terima kasih sudah mau menaggapi masalah saya…Gbu

oh my GOD

speechless… saya akan bantu dalam doa, aq punya ayat 1 petrus 5 : 7 dan 1 Yohanes 1 : 9 semoga bisa menguatkan cc :slight_smile:

Semoga Tuhan selalu menyertai keluarga cc, Gbu :afro:

terima kasih buat ayatnya…semakin menguatkan saya n menyadarkan saya kalau saya tidak sendiri…Tuhan masih mengampuni saya…

Cara Tuhan untuk menunjukkan kasihNya berbeda kepada tiap-tiap orang, atau anda bisa melakukan nasar/janji pada Tuhan seperti : “Kalau Tuhan menunjukkan jalan untuk anda bisa berbicara jujur pada suami anda dan suami anda bisa/mau menerima, memaafkan dan melupakan semua kesalahan/dosa anda di masa yang lalu (terutama perselingkuhan yang menghasilkan seorang anak), maka anda harus memberikan yang terbaik buat Tuhan”. Mintalah Tuhan supaya memberi tanda pada keluarga anda.
Tapi maaf kalau boleh saya beri saran apakah anda benar-benar yakin 100% bahwa anak itu hasil perselingkuhan anda ? bagaimana kalau anda melakukan tes DNA (tanya informasinya di rumah sakit) supaya anda tidak salah mengambil keputusan. ( takutnya anda terlanjur bilang itu anak selingkuh tapi ternyata bukan tapi benar-benar anak dari suami anda yang sah ). Kalau pedoman anda hanya berdasar warna kulit saya kira kurang akurat, karena banyak juga yang orang tuanya warna kulitnya putih tapi warna kulit anaknya coklat.
Tetap berharap dalam Tuhan.
Terima Kasih JESUS BLESS YOU.