Semakin Mengenal Kasih (Zepe)

Fea suka sekali bermain musik, maka dalam kegiatan pelayanannya dia bergabung dengan sebuah komunitas organis. Karena dia masih anak baru, maka dia belum terlalu mengenal semua anggota komunitas organis. Fea berusaha untuk rendah hati saat bergabung dalam komunitas itu. Dia berusaha untuk tidak menonjolkan dirinya. Dia hanya memainkan musik-musik gereja dengan skill yang biasa saja. Hal ini dia lakukan agar dia tidak terlihat terlalu menonjol dibandingkan yang lain. Fea tahu kapan dia benar-benar menunjukkan kemampuannya yang paling tinggi, dan kapan dia memainkan pianonya dengan biasa-biasa saja. Fea tahu dan sadar kalau dia “belum apa-apa” sudah tampil hebat, nanti ada yang iri hati kepadanya. Hal yang terpenting dia lakukan saat ini adalah bisa berteman dan akrab dengan siapa saja. Masalah skill bisa dia tidak terlalu menganggap yang paling utama. Fea hanya selalu berusaha bermain musik dengan baik dan sebisa mungkin tidak membuat kesalahan. Itulah Fea, seorang organis gereja yang rendah hati. Fea lebih suka dikenal sebagai Fea yang baik hati, daripada Fea yang hebat dalam bermain organ.

Pada suatu saat, ada sebuah kompetisi bermain organ di lingkungan gereja tempat Fea melayani. Pada saat itulah Fea berusaha melakukan yang terbaik. Dia menunjukkan seluruh kemampuan yang dia miliki. Banyak orang kagum pada permainannya. Pada kompetisi itu, Fea mendapatkan juara ke dua. Merupakan sebuah prestasi yang sangat baik untuk seorang anggota baru seperti Fea. Juara pertama dimenangkan oleh seorang pelayan organis yang sudah senior. Karena Fea meraih juara, banyak orang mulai salut kepadanya. Namun tentu saja ada beberapa orang yang tidak menyukainya. Salah satu diantara orang yang tidak menyukainya adalah Sheny, salah seorang anggota pelayan organis yang sudah senior.

“Gara-gara” Fea, Sheny meraih juara yang ke tiga. Kalau tidak ada Fea, pasti Sheny akan meraih juara ke dua. Itu akan menjadi prestasi yang labih baik bagi Sheny daripada menjadi juara ke tiga. Fea tidak tahu kalau Sheny begitu membenci Fea karena prestasi yang dia raih. Hal itu dikarenakan Sheny adalah anggota yang jauh lebih senior. Sheny merasa harga dirinya telah diinjak-injak oleh Fea, yang adalah anggota baru. Di belakang Fea, Sheny suka menunjukkan ketidaksukaannya kepada Fea, dan suka menjelek-jelekkan Fe, namun. Fea tidak sadar akan hal itu.

Setiap peserta kompetisi tentu saja ingin meraih juara pertama, begitu juga dengan Fea. Namun Fea mensyukuri apa yang telah dia capai saat itu. Walaupun dia hanya meraih juara kedua, dia tetap merasa gembira, karena dia telah melakukan yang terbaik. Karena pada kompetisi yang lain Fea ingin meraih juara pertama, maka Fea belajar bermain organ dengan lebih giat lagi. Keinginan menjadi seorang juara adalah sebuah motivasi tersendiri bagi Fea, namun yang menjadi motivasi utama bagi Fea adalah supaya dia bisa lebih baik lagi dalam bermain organ, dan bisa melayani lebih baik lagi demi kemuliaan Tuhan.

Bagaimana dengan pelayanan kita? Masihkah kita merasa bila kita adalah pelayan yang terbaik, sehingga kita juga mudah iri hati saat ada orang yang ternyata ada yang lebih baik?? Dan bagaimana dengan komunitas kita? Apakah kita merasa bila komunitas tempat kita melayani adalah yang terbaik, sehingga kita menjadi mudah iri hati jika ternyata ada komunitas lain yang lebih baik?? Lalu bagaimana dengan sikap kita dalam menyikapi itu semua? Berusaha untuk memperbaiki diri seperti yang dilakukan Fea, atau cukup dengan menjelek-jelekkan yang lain seperti yang dilakukan Sheny?
(ZePe)
Sumber:

http://[/img][/img][/img][/img][/img][/img][/img]


Artikel RENUNGAN yg BAGUS …kalau istilah di Dunia Peng GEMBALA an…disebutnya ada Perang TALENTA suka nionjol2in diri masing2…makanya ada Kisah Dialog antara sesama ALAT2 Tukang Kayu…
Alkisah suatu malam saat semua orang Tidur…semua Alat2 Pertukangan pada RAAT BESAR PARIPURNA untuk menentukan Siapa yg TERBESAR diantara mereka…;
PALU : Saya kira sayalah yg TERBAIK karena tanpa saya maka Paku tidak berguna
OBENG : Salah, saya lebih baik karena saya bekerja tidak berisik dan Sekrup berulir bisa saya jadikan berfungsi lebih baik dari Paku…Bila ada Sekrup yg sudah mulai rusak bisa saya puter keluar…
SERUTAN KAYU : SALAH SEMUA, sayalah yg TERBAIK. Obeng hanya bekerja disitu2 saja tak ber geser kemana mana…saya bisa menghaluskan Permukaan KASAR yg Terlihat sehingga merubahnya menjadi Halus dan Lembut…
Gergaji juga Protes : Tidak Benar, Serutan kerjanya hanya Maju Mundur…dstnya semua Riuh Rendah sampai pagi hari.
Lalu masuklah Tukang Kayu dari Nazareth dengan tanpa banyak bicara ia mengambil semua Alat2 itu dan menggunakannya untuk menghasilkan Karya Besar…
Sadarkah kita semua …kita hanya ALAT dihadapan Yesus, Tukang Kayu dari Nazareth itu…tanpa sentuhan Tangan-Nya yg Ajaib…kita bukanlah APA2…OK ?