seperti apa kita mengandalkan Yesus?

pernah saya baca boleh tidak kita sebagai orang Kristen mempelajari bela diri? ada pendapat berkata tidak boleh karena Yesuslah pelindung kita dan kita harus mengandalkan Dia.
saya berpikir realistis saja bagaimana kalo di jalan kita dirampok? membiarkan orang lain ‘menampar pipi kiri’ dan bahkan ‘memberi pipi kanan’ kita juga?
pengalaman pribadi saya, saya pernah gagal beberapa kali dalam perlombaan padahal saya sudah berdoa. saya tahu kuasaNya besar. membelah laut saja dia bisa. galaksi dan semesta yang jaraknya tak terukur saja ciptaaanNya. belum lagi misteri2 lain. saya sedang berproses menuju kedewasaan iman. mohon bimbingannya. :slight_smile:

Ikut jawab ya masbro… Yesus bilang gini,

“Kasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu dan segenap akal budimu”.

Nah, salah satunya kan dengan akal budi, ya menurut saya, belajar bela diri untuk membela diri itu ya bagian dari akal budi yang udah Tuhan kasih. Yang salah itu adalah lebih mengandalkan bela diri daripada Tuhannya sendiri.

Ada lagi yang bilang orang Kristen ga boleh ambil asuransi, karena seolah-olah ga percaya ama Tuhan yang akan menjamin hidupnya. Sama aja, asuransi adalah akal budi dan hikmat manusia, yang salah itu adalah lebih bersandar/mengandalkan asuransi daripada Tuhan.

Nah, soal yang masalah masbro di thread yang lain, saya udah ikutan jawab juga koq, saya ngutip Yakobus 4:3.

Lebih umum lagi, mengandalkan Yesus itu adalah tidak mengandalkan diri sendiri tapi mengakui Dia dalam segala perkataan dan perbuatan kita.

Amsal 3:5-6
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
“Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Mengandalkan Yesus itu ya kita kita percaya TUHAN ikut andil dlm kehidupan kita apapun yg terjadi baik ato buruk(menurut kita); bukan berharap pertolongan-Nya. Mengandalkan menurut saya adalah sikap hati, bukan hanya secara fisik

bolehlah, kenapa tidak?
selain menyehatkan badan, juga memberi jantung exercise…

halah… dongeng darimana??
itu sama saja anda menempatkan diri anda diatas gedung tinggi yang terbuka, anda berbincang bincang dengan sahabat anda, karena sangking asiknya ngobrol, tanpa sengaja tangan anda yang buat bersender tergelincir, dan anda hendak jatuh kebawah, agar tubuh anda remuk…

apa pada saat anda mau jatuh, anda akan berpikir bahwa Yesuslah pelindung anda??

kita harus mengandalkan Dia, agar tidak suka ngobral diri sama dosa… membuat diri anda menjadi sahabat dari yang jahat jahat, dengan demikian anda telah mencoreng Yesus…

gak lah, kalau dirampok… jangan mau dirampok… anda khan bela diri, yah bela dirilah… kalo ga bisa ya kabur dengan catatan jangan sampai dompet anda dirampok…

kalau gagal berarti, keberhasilan anda tertunda…
lakukan cara yang lain, Yesus tidak mengingini anda menjadi manusia yang dungu…

udah tau cara yang sama tidak berhasil, selanjutnya anda lakukan juga dengan cara yang sama doanya doang yang dibedain… ga benar itu…

Yesus mengingini anda agar CERDIK…

jika tidak berhasil dengan cara sperti biasanya, lakukan dengan cara yang lain…
jika tekniknya sperti biasa yang anda lakukan , lakukan dengan teknik yang berbeda… itu baru anda Smart, and belong to Jesus…

atau anda mau tau betapa Yesus mencibir orang yang tidak pintar dan sangat menyukai dirinya tidak mau berusaha untuk pintar (alias nyaman dengan kondisi tidak pintar nya?)

begini kataNya:
Luk 12:56
Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

Tuhan bukan jongos kamu! Kamulah yang harusnya mengikuti rencanaNya bukan Tuhan yang kamu suruh mengikuti rencanamu. Ia adalah pemilik kamu, dan kamu adalah hambaNya, bukan bosnya Tuhan. Gelar anak Allah kadang membuat kita tidak tahu diri, dan bersikap bak anak juragan, menyuruh-nyuruh Tuhan seperti menyuruh pembantu rumah tangga.

Berserah pada Tuhan artinya bukan tidak berbuat apa, diam saja seperti patung gapura. Maksud berserah pada Tuhan adalah kita menyerahkan angan-angan dan ciita-cita kita kepada kehendakNya. Kita menyerahkan hidup kita untuk mengikuti rencanaNya.

Belajarlah sebaik mungkin, berusahalah sekuat tenaga untuk mencapai prestasi, jalani hidup kamu dengan sukacita dan jangan kamu kawatir dengan hari esok, jangan kawatir dengan kabar celaka, jangan kawatir dengan masa depanmu. Selama kamu hidup mengikuti teladanNya, menyangkal diri dan memikul salibmu, kamu ada didalam tangan TUHAN, seperti anak panah ditangan pahlawan (Mazmur 127:4).

Amsal 23:17-18
Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.
Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Saya berlatih Kendo, belajar bela diri mempertajam indera kita dan membuat refleks kita semakin baik, efektif untuk pekerjaan Tuhan nanti.

Salam… :slight_smile:

Kalo paham “pengandalan Yesus” ini diterapkan secara konsisten,
maka:

  1. Kalo sakit, jangan kedokter, tetapi Berdoalah, maka Yesus yg akan menyembuhkan.

  2. Kalo nyebrang jalan & ada mobil nyelonong, janganlah menghindar atau teriak-teriak, tetapi berdoalah dan andalkan Yesus, maka Yesus yg akan membuat anda gak jadi ketabrak…

  3. Kalo laper, janganlah makan, tetapi andalkanlah Yesus dan berdoalah, maka perutmu akan kenyang lagi…

  4. dst…

luar biasa…
pasti ini bentuk IMAN yang PATUH dan PASRAH itu ya…

hehe…
lumayan… gak jadi ngantuk, saya…hehe…

orang yang takut kehilangan nyawanya malah hilang bener … :smiley:

Itu bisa saja terjadi, saya yakin Tuhan pasti akan bisa melakukan semua hal diatas, masalahnya Tuhan tidak mengajarkan kita tidak mempergunakan akal budi kita, pikiran kita, kepandaian kita yang Tuhan telah kasih kepada kita.

Mungkin Tuhan akan lakukan hal diatas untuk 1-2 x saja, tapi kalau seumur hidup kita melakukan hal diatas, saya rasa itu kebodohan.

Salam… :slight_smile:

kalo imho, bukan cuma kebodohan mas…
tapi ke-KURANG-AJAR-an lho…

karena dengan dalih & alasan SEOLAH-OLAH PASRAH PENUH dan PERCAYA TANPA SYARAT, tapi sesungguhnya JUSTRU mem-PERBUDAK Tuhan untuk melakukan segala sesuatu yang harusnya kita lakukan sendiri karena sudah dikaruniai Akal Budi…

mengandalkan Yesus …itu klo mo buat putusan selalu tanya Yesus

jika keinginan kita >< keinginan Tuhan… memperjuangkan memilih keinginan Tuhan :smiley:

contoh riilnya gmn mbak?

simple aja : ketika persembahan di gereja :
sodara ingin memberikan 50ribu dan ketika sodara tanya Tuhan : “Tuhan …ini persembahan mau memberi berapa ?”
waktu Tuhan jawab : 1 juta …

sodara akan memperjuangkan memberi 1 juta … :smiley:

lha kalo Tuhan jawabnya: 10ribu aja…

terus mau diikutin yg mana?

Ya dikasih dong…cuma 10.000, ilustrasinya itu memang seolah-olah memberi harus yang terbesar, padahal itu salah, yang benar itu yang terbaik.

Kasih uang untuk Tuhan itu lembaran terbaik, jangan uang yang sobek, yang lusuh dah kumal. Bukan bicara nominal, tetapi intrinsik’na. Kalau kasih yang terbesar nominal ya namanya bukan terbaik tetapi terbesar.

Salam… :slight_smile:

ikuti Tuhan…
klo dr pengalaman saya… Tuhan itu minta progress :smiley:
klo yg dr nya 10 rb … Dia akan terus … bawa hati kita menjadi orang yg murah hati :smiley:

bukan makin pelit memberi :smiley:
ini dr pengalaman saya intim dengan NYA

waduh…
kok mbak bisa meng-ASUMSI-kan bahwa orang yg memberi 10ribu instead of 50ribu itu PELIT ??

dan mbak malah meng-ASUMSI-kan juga bahwa TUHAN PASTI mikir orang spt itu adalah PELIT??

Itu kan Hasil Interpretasi mbak aja, bahwa kalo gitu itu ARTINYA PELIT…
BELUM TENTU lho… Tuhan menganggap itu PELIT…

dan kok mbak bisa MENEBAK-NEBAK jalan Pikiran Tuhan sih?
katanya mau mengandalkan yesus, kok malah menebak-nebak jalan pikiran yesus?

gak nyambung ah mbak…
hehe… tapi cukup menghibur sih…

klo pemberian dr 100 rupiah… dan Tuhan katakan 10 ribu bukan kah itu progress :smiley:
klo biasa nya 50 rb … dan ketika bertanya ke Tuhan … ada jawaban 10rb …
bisa2 kecampur dg hatinya sendiri :cheesy:
krn beti… ;D

lho tau dari mana bahwa kalau Nyumbang-nya NAIK itu PASTI dari TUHAN ??

dan kalo nyumbang-nya TURUN itu PASTI BUKAN TUHAN??

kalo SALESMAN, saya bisa PASTIKAN mbak…
Kalo Omzet nya NAIK itu PASTI suara & kehendak SALESMAN
dan kalo Omzet-nya TURUN itu PASTI BUKAN kehendak SALESMAN…

lha mosok TUhan itu SALESMAN??

takuuuutt ah, kurang ajar gitu…
hehe…

bukan nyumbang… Tuhan ngga mau sumbangan mu dan sumbangan ku
ttp persembahan :smiley:

ya… dr keintiman dengan Tuhan jadi bisa membedakan apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. :wink:

dan kalo nyumbang-nya TURUN itu PASTI BUKAN TUHAN??

ya diuji … :smiley:

tanyalah lagi… :smiley: nguji nya gimana?? ;D