Seputar Penyaliban & Kematian Kristus

Al-Qur?an secara umum menyatakan, bahwa murid-murid nabi Isa as, (Hawariyyin) adalah orang-orang yang sholeh, setia dan beriman. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Abi Hatim yang diterima dari Ibnu Abbas dikisahkan, bahwa ketika nabi Isa as sudah mengetahui akan keingkaran kaum Israel dan ingin membunuhnya, nabi Isa u menawarkan kepada murid-muridnya untuk diserupakan dengan dirinya, maka tampillah salah seorang yang paling muda menyatakan kesediaanya. Seingga secara implisit ?tersamar- orang yang diserupakan dengan nabi Isa as adalah orang yang rela berkorban demi menyelamatkan gurunya, umat Islam tentu sepakat bahwa orang yang diserupakan dengan nabi Isa as adalah orang yang kemudian dibunuh dan disalib.

Sementara itu Bible mengisahkan bahwa Yesus memberikan informasi kepada murid-muridnya perihal salah seorang dari antara mereka yang akan menyerahkan dirinya, kemudian para murid-murid Yesus mempersoalkan siapa yang terbesar di antara mereka sebagai respons atas informasi Yesus tersebut, menyaksikan perbincangan siapa yang terbesar di antara murid-muridnya, Yesus memberikan petunjuk, bahwa orang yang terbesar diantara mereka adalah yang paling muda, dalam kisah yang lain, Yesus terharu akan orang tersebut.

Ada keserasian antara kisah al-Qur?an, al-Hadits dan Bible yaitu, pertama, al-Qur?an dan al-Hadits mengisahkan bahwa salah seorang dari murid nabi Isa as bersedia untuk diserupakan dengan nabi Isa as, sementara Bible mengisahkan bahwa Yesus memberikan informasi salah seorang muridnya akan menyerahkan dirinya dan hal itu membuat Yesus sangat terharu, bukankah salah satu sebab yang membuat seseorang sangat terharu adalah pengorbanan demi dirinya?. Kedua, al-Qur?an, al-Hadits dan Bible sama-sama sepakat bahwa orang yang telah menjadi fokus pembicaran adalah yang termuda dari antara murid-muridnya. Umat Kristiani tentu sepakat bahwa orang itu adalah Yudas, jadi dengan demikian Yudaslah yang diserupakan, dibunuh dan disalib.

Selanjutnya bible mengisahkan, ketika orang-orang Yahudi dan sepasukan tentara telah berhasil mengepung Yesus dan murid-muridnya, Yesus bertanya kepada mereka ?siapa yang kalian cari?, mereka menjawab ?Yesus dari Nazaret?, Yesus menjawab ?akulah dia?, sesaat setelah itu, orang-orang Yahudi dan pasukannya mundur dan terjatuh ke tanah. Bible sama sekali tidak menyinggung penyebab dan maksud hingga mereka mundur dan terjatuh ke tanah, padahal mundur hingga terjatuh pastilah bukan kejadian biasa, pasti ada sesuatu yang luar biasa, karena sebelum dan sesudah mereka mundur hingga terjatuh, mereka menghadapi Yesus biasa-biasa saja.

Dalam al-Hadits yang diriwayatkan Abi Hatim dari Ibnu Abbas, sesaat sebelum penangkapan, terjadilah proses penyerupaan dari wajah Yudas menyerupai wajah Yesus dan sebaliknya. Sangat mungkin apa yang dikisahkan Bible mereka mundur dan terjatuh ke tanah adalah saat proses penyerupaan wajah Yudas ke wajah Yesus dan sebaliknya, sehingga mereka tidak mengetahui proses tersebut, atau saat mereka mundur dan terjatuh ke tanah adalah saat penggenapan dari nubuat yang disampaikan Yesus bahwa salah seorang muridnya akan membuatnya sangat terharu, dan satu alasan yang paling mungkin yang membuat Yesus sangat terharu adalah karena pengorbanan muridnya tersebut, umat Kristiani tentu sepakat bahwa orang yang dinubuatkan Yesus tersebut yang membuatnya sangat terharu adalah Yudas Iskariot, jadi secara kontekstual, Yudas sebenarnya adalah seseorang yang berkorban demi Yesus, dan bentuk pengorbanan itu sangat mungkin seperti yang diinformasikan al-Hadits yaitu penyerupaan wajah Yudas ke wajah Yesus yang menjadikan Yudas ditangkap untuk menggantikan Yesus.

Setelah itu orang-orang Yahudi membawa Yudas yang dikiranya Yesus untuk diadili dan ditentukan nasibnya. Petrus salah seorang murid Yesus mengikuti Yudas dari kejauhan, sesampainya di tempat Yudas diadili, Petrus menunggu dari luar memperhatikan jalannya sidang dan menunggu putusan nasib atas Yudas tersebut.

Ketika Petrus sedang menunggu, datanglah orang-orang Yahudi kepada Petrus dan mendakwa Petrus sebagai orang yang selalu bersama-sama dan sebagai murid Yesus orang yang sedang diadili, namun Petrus menyangka dakwaan tersebut, karena Petrus yakin bahwa orang yang sedang diadili bukanlah Yesus.

Kisah selanjutnya, orang yang diadili tersebut diserahkan kepada penguasa setempat yaitu Pontius Pilatus untuk diadili, dan Pontius Pilatus akhirnya memutuskan untuk menyalib Yesus yang sesungguhnya adalah Yudas. Umat Kristiani tentu sepakat bahwa orang yang disalib adalah orang yang sebelumnya diadili dan orang yang disangkal oleh Petrus, dan orang itu adalah orang yang ditangkap di taman Getsemani, berdasarkan argumentasi sebelumnya, bahwa yang ditangkap, diadili oleh orang-orang Yahudi dan disangkal oleh Petrus adalah Yudas, maka orang yang disalib dengan sendirinya adalah Yudas Iskariot yang telah diserupakan dengan Yesus.

IBU, ITU ANAK IBU

Sebetulnya, dari kisah pra penyaliban tersebut di atas, sudah cukup untuk membuktikan bahwa bukan Yesus yang disalib, melainkan Yudas Iskariot yang bersedia diserupakan de-ngan Yesus, namun, sangat menarik untuk menggali bukti bahwa yang disalib adalah Yudas Iskariot bukan Yesus, dari sisi saat-saat penyaliban itu sendiri.

Ketika Yudas Iskariot telah disalib, datanglah Ibu Yesus untuk menyaksikan orang yang disalib. Kemudian ibu Yesus berdiri dekat tiang salib, Yudas Iskariot yang disalib me-lihat Ibu Yesus dan salah seorang murid yang dikasihi Yesus berdiri disamping ibu Yesus, kemudian Yudas berkata kepada ibu Yesus :

?Ibu, itu anak Ibu?

dan berkata kepada murid yang dikasihi Yesus yang ada disamping Ibu Yesus :

?Itu Ibumu?

Perkataan Yudas tersebut sepertinya untuk menunjukkan kepada ibu Yesus bahwa anaknya adalah yang ada di sampingnya, bukan dirinya yang sedang disalib. Adalah wajar bila ibu Yesus mengira orang yang disalib adalah anaknya, karena memang orang yang disalib berwajah Yesus. Karena alasan itulah Yudas memberitahu kepada ibu Yesus ?ibu, itulah anakmu?, dan berkata kepada orang yang di samping ibu Yesus ?Itu Ibumu?, perkataan Yudas kepada kedua orang tersebut, seakan-akan ingin menyentuh dari sisi bathiniah bahwa antara keduanya terdapat ikatan yaitu antara ibu dan anak.

Sekarang mari kita kutip kisah selengkapnya tentang perkataan orang yang disalib tersebut dalam Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari :

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan pengikut yang dikasihi-Nya berdiri di situ, Ia berkata kepada ibu-Nya, “Ibu, itu anak Ibu.” Kemudian Yesus berkata kepada pengikut-Nya itu, “Itu ibumu.” Semenjak itu pengikut itu menerima ibu Yesus untuk tinggal di rumahnya. Injil Yohanes 19:26-27

Kata-kata yang bergaris bawah adalah ucapan orang yang disalib, dan kata-kata yang tidak bergaris bawah adalah komentar atau narasi dari penulis Injil ?Yohanes-, penulis berusaha menggiring pembacanya agar meyakini bahwa orang yang disalib adalah Yesus, namun, narasi tersebut menjadikan ucapan orang yang disalib tampak janggal, karena kata-kata ?ibu, itu anak ibu? berarti yang mengatakan bukan anaknya.

Dalam Alkitab terjemahan lama, ucapan orang yang disalib berbunyi sebagai berikut :

“Hai perempuan, tengoklah anakmu”

Perkataan semacam itu, tidak mungkin keluar dari mulut seorang anak kepada ibunya, kalimat seru ?hai perempuan? menunjukkan bahwa yang menyeru bukanlah anak dari orang yang diseru, berarti orang yang disalib bukanlah anak dari ibu Yesus, dan itu berarti orang yang disalib bukanlah Yesus.

Kalimat seru ?hai perempuan?, terasa sangat kasar dan menjadikan orang yang diseru bisa terperanjat dan bertanya-tanya, apakah mungkin anaknya berkata seperti itu, kasar dan seperti orang lain ?, Namun sepertinya Yudas memang menginginkan ibu Yesus segera berpikir dan percaya bahwa orang yang disalib bukanlah anaknya, tetapi anaknya adalah yang ada di sampingnya, hal itu ditunjukan oleh Yudas dengan ucapan selanjutnya ?tengoklah anakmu?, dan kepada pengikut Yesus yang ada disamping ibu itu Yudas berkata ?tengoklah ibu-mu?, ucapan Yudas ini akan menjadikan Ibu Yesus mengok kepada pemuda yang ada disampingnya dan menjadikan pemuda yang di sampingnya menengok kepada ibu Yesus, maka selanjutnya yang akan terjadi adalah naluri seorang ibu akan mengetahui bahwa pemuda yang ada di sampingnya adalah Yesus anak-nya. Fragmen tersebut di atas sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa orang yang disalib bukanlah Yesus.

Sekarang mari kita kutip ucapan orang yang disalib dari berbagai versi Alkitab :

  1. King James Version : KJV
    ?Woman, behold thy son?
  2. Cotemporary English Version
    “This man is now your son.”
  3. Alkitab today?s Englis Version
    “He is your son.”
  4. Alkitab Terjemahan Dunia Baru
    “Wanita, lihatlah Putramu!”
  5. Alkitab Sunda
    “Ibu, eta teh putra ibu!”
  6. Alkitab Jawa
    “Ibu, menika ingkang Putra.”

Tidak satupun kutipan ucapan orang yang disalib dari berbagai versi Alkitab di atas me-nunjuk bahwa dirinya adalah anak ibu Yesus, bahkan lebih tegas orang yang disalib mengatakan bahwa orang yang ada di samping ibu Yesus itulah yang sebagai anaknya.

Namun di dalam Alkitab Terjemahan Baru yang diterbitkan LAI ?Lembaga Alkitab Indonesia- kata ?itulah? telah berubah menjadi ?inilah?, seperti kutipan berikut :

?Ibu, Inilah anakmu?

Tentu saja perubahan itu telah mengubah makna secara radikal, bila yang diucapkan orang yang disalib ?Ibu, itulah anak ibu? maka artinya orang yang disalib bukanlah Yesus, tetapi bila yang diucapkan ?Ibu, inilah anakmu? berarti orang yang disalib adalah Yesus. Tentu saja perubahan tersebut telah menjadikan para pembaca Alkitab tergiring dalam satu pemahaman bahwa yang disalib adalah Yesus, namun bagi siapa saja yang kritis perubahan itu justru melahirkan sebuah keraguan, untuk apa Yesus menunjukkan bahwa dirinya adalah Yesus, bukankah kalau memang benar bahwa yang disalib adalah Yesus, Ibu Yesus pasti mengenali?

KISAH DALAM AL-QUR?AN

dan karena ucapan mereka:
“Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah”,
padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesung-guhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. QS. 4:157

Al-Qur?an sama sekali tidak menyangkal adanya penyaliban, al-Qur?an menyatakan bahwa yang dibunuh dan disalib adalah seseorang yang diserupakan dengan nabi Isa as yaitu Yudas.

Al-Qur?an lebih jauh menyatakan, bahwa mereka dalam keragu-raguan tentang orang yang disalib, mereka tidak yakin bahwa yang disalib adalah nabi Isa as, mereka hanya mengikuti persangkaan belaka.

Setelah kita kaji ucapan orang yang disalib, telah cukup membuktikan apa yang dinyatakan al-Qur?an bahwa mereka dalam keragu-raguan terhadap orang yang disalib. Kalau mau secara jujur menafsirkan apa yang diucapkan oleh orang yang disalib, tentulah akan timbul pertanyaan, apa mungkin orang yang disalib itu Yesus, mengapa dia mengatakan bahwa anak dari Ibu Yesus adalah yang disamping ibu Yesus, bukan orang yang disalib, mengapa orang yang disalib menyatakan ?hai perempuan? kepada ibu Yesus kalau orang yang menyatakan itu adalah anak dari ibu Yesus ?

Perubahan dari ?Ibu, itulah anakmu? menjadi ?Ibu, inilah anakmu?, juga membuktikan bahwa sebenarnya mereka dalam keragu-raguan terhadap orang yang dibunuh dan disalib, kalau mereka sudah yakin mengapa harus mengubah-ubah apa yang diucapakan orang yang disalib ?.

SEJARAH MEMBUKTIKAN

Pada abad-abad petama -s/d110 M-, telah banyak aliran-aliran dalam agama Kristen, setiap aliran mempunyai versi kitab dan keyakinan yang berbeda dengan aliran yang lain. Salah satu contoh, ada sebuah aliran yang meyakini bahwa penyaliban Yesus merupakan ilusi belaka. Ignatius, uskup Antiokia menyerang mati-matian aliran tersebut, Ignatius merasa kuatir terhadap perkembangan aliran Kristen yang meyakini penyaliban Yesus hanyalah ilusi . Serangan dan kekuatiran Ignatius membuktikan bahwa aliran tersebut berkembang sangat luas dan kuat, artinya, pada masa-masa Kristen awal banyak yang meyakini penyaliban Yesus adalah ilusi.

Iganatius dalam bukunya ?Trallians? menulis :

?Namun jika, seperti yang dikatakan sebagian orang ?penderitaannya hanyalah penampakan/ilusi, maka mengapa aku dipenjara, dan mengapa aku harus melakukan perjuangan panjang melawan hewan-hewan liar? Jika memang demikian, aku hanya mati sia-sia?

Tulisan Ignatius tersebut membuktikan, betapa kuat keyakinan orang-orang yang meyakini penyaliban Yesus hanya merupakan ilusi, sehingga Ignatius harus mati-matian melawan mereka hinga dipenjara dan mati karenanya.

Bukti sejarah tersebut telah menguatkan apa yang dikatakan al-Qur?an, bahwa bukan nabi Isa as yang disalib dan dibunuh, tetapi orang yang diserupakan dengan beliau, sekaligus membuktikan bahwa mereka ragu-ragu tentang orang yang disalib dan dibunuh.

galatia 2:21
Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

1 Kor 15:17-18
Dan kalau Kristus tidak dihidupkan kembali maka kepercayaanmu hanyalah impian belaka; itu berarti kalian masih dalam keadaan berdosa dan tidak mempunyai harapan sama sekali.(15 : 17)
Itu berarti pula bahwa orang-orang Kristen yang sudah meninggal, juga tidak mempunyai harapan.(15 : 1Cool

Apabila Yesus sudah mati dan bangkit dari maut, kristen percaya mereka sudah dibebaskan dari dosa. Amalan2 buat menebus dosa yg dilakukan dahulu sudah tidak berarti lagi.

Bilangan 6:14-17
dengan membawa kepada TUHAN tiga ekor ternak yang tidak ada cacatnya: seekor anak domba jantan berumur satu tahun untuk kurban bakaran, seekor anak domba betina berumur satu tahun untuk kurban pengampunan dosa, dan seekor domba jantan untuk kurban perdamaian.(6 : 14)
Ia harus juga mempersembahkan satu bakul roti yang dibuat tidak pakai ragi, yaitu roti bulat yang dibuat dari tepung dicampur dengan minyak zaitun, dan kue tipis yang dioles dengan minyak zaitun. Selain itu ia harus juga mempersembahkan kurban sajian dan kurban minuman.(6 : 15)
Imam harus membawa semuanya itu ke hadapan TUHAN, lalu mempersembahkan kurban pengampunan dosa dan kurban bakaran.(6 : 16)
Bersama-sama dengan roti sebakul itu, ia harus mempersembahkan domba jantan itu kepada TUHAN sebagai kurban perdamaian. Juga kurban sajian dan kurban minuman itu harus dipersembahkannya kepada TUHAN.(6 : 17)

Apakah sesudah kematian Yesus, amalan memberi korban sbg menebus dosa sudah dimansuhkannya?
Ayat berikutnya adalah perihal Paulus yg disangka menyuruh kristen menolak amalan2 yg dibuat oleh Yahudi yg menuruti perintah Moses. Paulus dinasehatkan supaya membuktikan bahwa khabar mengenainya yakni dia menolak hukum yg dibawa Moses adalah tidak benar.

Kisah Para Rasul 21:21-24
Dan sekarang mereka mendengar bahwa Saudara mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa lain, supaya melepaskan hukum Musa. Saudara menasihati mereka supaya mereka tidak menyunati anak-anak mereka atau menuruti adat istiadat Yahudi.(21 : 21)
Sekarang orang-orang Yahudi yang sudah percaya itu tentu akan mendengar bahwa Saudara sudah ada di sini. Jadi, bagaimana sekarang?(21 : 22)
Sebaiknya turutlah nasihat kami. Ada empat orang di sini yang sudah membuat janji kepada Tuhan.(21 : 23)
Nah, hendaklah Saudara pergi mengadakan upacara penyucian diri bersama-sama dengan mereka, dan tanggunglah biaya mereka supaya rambut mereka dapat dicukur. Dengan demikian akan nyata kepada semua orang bahwa apa yang mereka dengar tentang Saudara tidak benar, karena Saudara sendiri pun menjalankan hukum Musa.(21 : 24)

Paulus membuktikan dengan melakukan amalan itu.
Dengan ini, Paulus juga membuktikan bahwa amalan2 menebus dosa masih dipratekkan walaupun Yesus sudah mati dan bangkit kembali lalu menebus semua dosa2 manusia.

Kisah Para Rasul 21:26
Maka Paulus pergi dengan keempat orang itu lalu mengadakan upacara penyucian diri bersama-sama dengan mereka pada keesokan harinya. Kemudian mereka masuk ke Rumah Tuhan untuk memberitahukan berapa hari lagi baru upacara penyucian itu selesai dan kurban untuk mereka masing-masing dipersembahkan.(21 : 26)

Jadi, adakah orang2 kristen yg awal mengimani bahwa Yesus yg sudah mati telah menebus dosa mereka? jawabannya adalah TIDAK! karena mereka masih mengamalkan upacara menebus dosa setelah kematian Yesus.

Doktrin penebusan dosa melalui Yesus telah diada2kan beberapa waktu kemudian setelah Yesus mati.

Yohanes 8:43-44
43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. 44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Dear Ajun, mau diskusi dengan saya? Sepakati dulu aturan mainnya, PM saja … 24 Jam non stop.

Kudus, adalah tuntutan yang bernilai 100%/mutlak. Standard yang diberikan saat itu adalah Taurat. Adakah yang dapat memenuhinya di sepanjang hidupnya? Mungkinkah? Paulus menekankan dalam ayat pertama yang diajukan Ajun di atas, bahwa dengan hukum Taurat, tidak ada seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah. Bandingkan dengan ayat Perjanjian Lama yang dikutip rasul Paulus dalam Rm 3:11-12 berikut ini:
Mzm 14:1-3
1 Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. 2 TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. 3 Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Sehingga, dalam kutipan ayat kedua yang diajukan Ajun, rasul Paulus menegaskan bahwa tanpa Kristus, manusia tidak ada harapan untuk dapat diselamatkan dengan tuntutan hukum Taurat; bukan karena Taurat-nya, tetapi karena manusianya yang tidak akan mampu!

Karena, hal-hal yang digambarkan di atas telah digenapi oleh pengorbanan Kristus. Penjelasan terakhir di bawah, semoga dapat memperjelas hal ini, silahkan lanjutkan bacaan ini.

Itu dilakukan sebagai bentuk toleransi, bandingkan dengan toleransi berikut ini:
1Kor. 8:13
Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

Toleransi seperti ini terutama diperuntukan bagi Saudara-Saudara yang lemah (dalam pengajaran).
Rm. 14:1-2
1 Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. 2 Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja.

Toleransi berguna untuk mencegah terjadinya keributan yang tidak berguna sejauh hal tersebut tidak mengabaikan prinsip yang mutlak, dalam hal ini adalah iman. Perlu diingat bahwa toleransi dalam permasalahan yang dikemukaan oleh Ajun ini, berkaitan dengan iman dari orang-orang Yahudi yang sudah secara turun temurun, melakukan kegiatan agamawi secara lahiriah; sehingga membutuhkan waktu untuk mengajarkan mereka kepada sesuatu yang merupakan perwujudan penggenapannya.

Bila hal demikian dimengerti sebagai sesuatu yang bertentangan dalam doktrin, maka tentunya para rasul lainnya akan mencatat masalah ini secara khusus.

Alkitab berkata demikian:

Setelah manusia jatuh dalam dosa, TUHAN mengadakan satu perjanjian yang pertama kali, Perjanjian yang mengandung berita penebusan:
Kej. 3:15
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

dan korban binatang pertama kali diadakan oleh TUHAN untuk menutupi manusia itu, bisa kita baca berikut ini:
Kej. 3:21
Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Korban persembahan pertama kali tercatat dalam ayat berikut ini, tetapi korban ini bukanlah korban yang sedang kita gali.
Kej. 4:4
Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

Korban pendamaian antara TUHAN dengan umat-Nya, dapat kita ketahui misalnya dalam ayat berikut:
Kel. 30:10
Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi TUHAN."
Im. 16:15
Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.
Bil. 29:5
dan seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa untuk mengadakan pendamaian bagimu,

Kehadiran Kristus sebagai penebus telah dinubuatkan para nabi, di antaranya yang paling jelas dapat kita baca dalam seluruh kitab Yesaya pasal 53; ayat berikut dalam pasal ini menegaskan demikian:
Yes. 53:10-11
10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. 11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

Penggenapannya dapat kita baca dalam perkataan Yesus berikut ini:
Yoh. 19:30
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Yohane pembaptis bersaksi demikian di masa pelayanan Yesus di dunia ini:
Yoh. 1:29
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Para rasul pun bersaksi mengenai hal ini:
Ibr. 1:3
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
1Yoh. 2:2
Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

Demikian penjelasan ini saya berikan, terutama untuk memberikan pencerahan bagi Saudara seiman dalam melihat permasalahan yang diajukan oleh Ajun.

GBUs

@ BRO KASIH :afro: :afro: :afro:

@ Saudaraku Ajun, saat inipun anda mengakui TAURAT dan masih mengikutinya sampai sekarang pada hari RAYA KURBAN,
Apakah yang menjadi keyakinan anda bahwa DOSA anda sudah dihapuskan dan menjadi SUCI kembali dengan MENGKAMBING HITAMKAN kambing-kambing yang warnanya belum tentu hitam, yang tidak bersalah/berdosa?

Apa yang menjadi keyakinan anda bahwa sebagai contoh pelaku teror dan bom (contoh : Bom BALI II, pelaku : AMROZI
dll) masuk surga karena sudah menyalahi HUKUM TAURAT?

Pada kiamat nanti apa yang menjamin anda bisa masuk SURGA (dengan membandingkan dosa x amal baik anda) ?
Dosa anda ternyata tidak dihapus khan?
Siapa yang menjadi pembela dan saksi anda disana? anda harus membela diri sendiri dihadapan ALLAH, termasuk NABImu.
semua BERDOSA dihadapan TAURAT, karenanya benar seperti kutipan anda diatas :

galatia 2:21
Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Dengan demikian kematian TUHAN YESUS tidak sia-sia karena IA menebus dosa manusia yang mau menerima KASIH KARUNIANYA. (ALLAH sendiri yang menebus dosa anda dengan Darahnya)
dan ISA/YESUS menjadi pembela anda saat penghakiman.

Anda pikirkan baik-baik.

Yup!!
Sia sia untuk mereka yang ingin BINASA

1Co 1:18 Sebab pemberitaan tentang salib( read: kematian Yesus Kristus) memang adalah kebodohan (read : sia sia) bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. :afro:

kematian YEsus adalah segalanya… bukan hanya mati, tetapi bangkit . bahkan naik ke surga nyiapin buat kita anak2nya…

KLo muhamad mati kemana ya JUN ? tau gag… aku gag tau…

Dikuburlah, uletan dan membusuk, lalu habislah sudah.

gag ada bangkit2 . atau menunjukan klo dia punya Kuasa ya bro ?

Kan sudah dikasih tahu kalau nanti, insya Allah dibangkitakan dan masuk surga …, seperti nabi Isa gituloh bro. But, jelas …, nabi Isa sih tdk perlu dukungan doa umat untuk hanya sekedar pulang ke rumah-Nya.

mereka kan percaya nabi isa bangkit.

berarti saktian mana ya bro ?

Heran ya? Knapa mereka tidak pusing dengan hal ini ya?

pernah denger kalo Muhammad meninggalnya krn sakit gk sembuh2 n itu konon krn diracun ama salah satu istrinya…krn meninggalnya susah makanya dia didoakan secara khusus yg namnya Sholawat Nabi itu…jd deh keterusan mpe skrng doain Muhammad mpe skrng pake tuh sholawat nabi…

ah basi , di thread yang lain ada… kasih argument lain donk

pernah jg d kasih tau klo di Qur’an dibilang kalo Nabi Isa mpe skrng gk mati, nanti saat Dajjal muncul nabi Isa n pasukannya berperang melawan Dajjal, Djjal kalah, lalu Nabi Isa memerintah selama 40 hr klo gk salah, tp stlh itu dia perang lgi n kalah trus mati…nah lo

nah lho…dah kaya cerita ramayana… !! hahaha !!

klo perang cm buat kalah…ngapain repot2 ya?

oh… yang dikirain dajjal = muhamad …

baru ngehh gw … hehe…

:happy0071: :happy0071: :happy0071: :happy0071: ngakak guling2…pantesan dr tdi kok nanyain Muh SAW mulu…kirain ngefans

nah ntu die… guru poligami terbaik … hehe

serta pedofil jg… ehemm…