Seputar Yudas Iskariot

Tuduhan Pengkhianat

Bagi umat Kristiani, Yudas adalah manusia terhina yang pernah terlahir ke dunia ini, pasalnya, Yudas yang merupakan salah seorang murid Yesus, telah mengkhianati Yesus hanya demi tiga puluh uang perak, konon dengan imbalan uang tersebut Yudas harus memberitahukan persembunyian Yesus dan harus menunjukkan orang yang bernama Yesus (mustahil bila orang-orang Yahudi tidak tahu Yesus).

Sebenarnya, pengkhianatan yang dituduhkan kepada Yudas, merupakan tuduhan yang tidak berperikemanusiaan dan tidak pula berperikeadilan, menurut bahasa hukum harus didahulukan praduga tidak bersalah, mungkinkah Yudas mengkhianati Yesus hanya demi tiga puluh uang perak, apalagi Yesus sendiri tidak pernah mengatakan Yudas muridnya adalah seorang pengkhianat, bahkan bila mau jeli dalam mengkaji ayat-ayat Bible, justru banyak ayat yang secara implisit ?tersamar- Yudas adalah orang yang paling mulia.

Ayat-ayat yang menyatakan Yudas sebagai pengkhianat hanyalah kata-kata para penulis injil yang oleh orang-orang Kristen diyakini sebagai ilham dari Roh Kudus, perlu diketahui, bahwa para penulis Injil tidak seorangpun yang menulis Injil-nya dalam bahasa Aram yaitu bahasa sehari-hari Yesus dan para muridnya, tetapi mereka menulis Injilnya dalam bahasa Yunani. Dari sini sudah dapat dibuktikan bahwa para penulis Injil bukanlah murid-murid Yesus dan saksi dari peristiwa sesungguhnya.

AL-Qur?an Tentang Hawariyyin

Berbeda dengan keyakinan umat Kristiani yang memberikan predikat manusia terhina dan pengkhianat kepada Yudas, al-Qur?an menyatakan lain, bahwa para hawariyyin adalah orang-orang sholeh, taat dan setia, tidak satu ayatpun yang menyatakan baik eksplisit maupun implisit ?gamblang maupun tersamar- salah seorang hawariyyin telah menjadi pengkhianat.

Kita kutip salah satu ayat yang menyatakan bahwa para hawariyyin adalah orang-orang yang sholeh, taat dan setia :

Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut 'Isa yang setia : “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab:“Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”.
QS. 5:111

Kesetiaan merekapun telah teruji, ketika nabi Isa mulai mencium keingkaran dan niat orang-orang Yahudi untuk membunuhnya, maka beliau menawarkan kepada ke-12 muridnya

?siapakah di antara kalian yang bersedia diserupakan dengan aku, lalu dibunuh untuk menggantikan aku, maka ia akan menjadi temanku di sorga?

Maka tampillah salah seorang hawariyyin yang paling muda umurnya di antara mereka sebagai tanda kesediaannya, namun nabi Isa berkata :

?Duduklah?

Kemudian nabi Isa as mengulang lagi pertanyaan serupa, namun pemuda tersebut kembali berdiri sebagai tanda kesediannya, nabi Isa as pun menolaknya untuk kedua kalinya :

?Duduklah?

Kemudian nabi Isa as mengulang lagi pertanyaannya yang ketiga kalinya, dan pemuda itupun kembali berdiri menyatakan kesediannya, barulah nabi Isa as menerima dengan rasa haru atas keteguhan iman pemuda tersebut :

?Engkaulah orang itu?

Beberapa hari berikutnya, ketika orang-orang Yahudi telah berhasil mengepung nabi Isa as, maka pemuda tersebut berubah menyerupai nabi Isa, akhirnya ia ditangkap oleh orang-orang Yahudi dan nabi Isa as selamat yang akhirnya terangkat ke langit ?Diriwayatkan oleh Abi Hatim dari Ibnu Abbas, tafsir Ibnu Katsir QS. 5:157- dan akan turun kelak menjelang hari kiamat untuk menghakimi orang-orang Yahudi/Israel.

Dari kisah tersebut, sangat nyata bahwa orang yang disalib bukanlah nabi Isa as dan bukan seorang pengkhianat, melainkan seseorang yang rela mati karena keteguhan iman dan kesetiaannya kepada nabi Isa as .

Namun, pemahaman tersebut tentulah tidak serta merta dapat diberikan kepada orang-orang Kristen, karena mereka tidak mempercayai al-Qur?an dan al-Hadits, untuk itu adalah adil dan obyektif bila mereka diberikan bukti dari kitab yang mereka imani yaitu Bible.

Dengan kajian yang cermat, banyak sekali ayat-ayat Bible yang secara implisit ?tersamar- mengisyaratkan Yudas Iskariot adalah murid Yesus yang paling muda dan terbesar dari antara murid-murid yang lain, dan secara implisit pula, Yudas Iskariot bukanlah seorang pengkhianat tetapi seorang yang mulia.

Bukti-Bukti Dari Bible

Ada banyak bukti dari Bible yang mendukung pernyataan al-Qur?an dan al-Hadits yang menyatakan Yudas bukanlah pengkhianat :

Bukti pertama, Ketika Yesus duduk semeja dengan ke-12 muridnya, Yesus berkata :

Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini. Lukas 22:21

Ayat tersebut ditafsirkan oleh umat Kristiani sebagai pemberitahuan Yesus bahwa ada salah seorang murid yang mengkhianatinya. Namun setelah pemberitahuan tersebut, ke-12 murid Yesus ribut mempersoalkan siapa orang yang dimaksud Yesus, mereka tidak mempersoalkan seorang pengkhianat tetapi seorang yang mulia.

Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka. Lukas 22:24

Menanggapi siapa orang yang dipersoalkan oleh murid-muridnya, Yesus menjawab :

?melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan. Lukas 22:26

Adalah mustahil frase ?menyerahkan aku? dalam Lukas 22:21 bila ditafsirkan sebagai orang yang mengkhianati Yesus, karena para murid Yesus langsung merespon informasi Yesus tersebut dengan mempersoalkan siapa orang yang terbesar yang dimaksudkan oleh Yesus, mereka sama sekali tidak merespon informasi Yesus tersebut sebagai seorang pengkhianat. Jadi Lukas 22:21 adalah pemberitahuan Yesus akan adanya seseorang yang terangkat derajatnya menjadi yang terbesar/termulia dari antara mereka sendiri. Para penafsir Kristen tentu tidak menyangkal bila orang yang dimaksud dalam Lukas 22:21 adalah Yudas Iskariot, jadi dengan kajian yang cermat, ternyata Yudas Iskariot adalah orang yang terbesar/termulia dari antara murid-murid Yesus, mengapa bisa demikian ?, karena dia rela menggantikan Yesus untuk ditangkap. Tafsiran seperti tersebut di atas ternyata sejalan dengan ayat lainnya :

Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seo-rang di antara kamu akan menyerahkan Aku. Injil Yohanes 13:21

Kalimat Ia sangat terharu menunjukkan bahwa orang yang dimaksud menyerahkan aku pastilah bukan seorang pengkhianat, tetapi sebagai seorang yang sangat dicintainya yang rela berkorban demi keselamatan diri Yesus sehingga Yesus terangkat ke langit. Karena keterharuan tidak mungkin terjadi kepada seseorang yang mengkhianatinya.

Siapakah yang mendapatkan derajat yang sama dengan Yesus, dialah yang termuda, dialah yang terbesar, dialah yang rela diserupakan dengan Yesus, dialah yang membuat Yesus terharu, dialah Yudas Iskariot salah seorang murid Yesus, dia bukan pengkhianat, demikianlah al-Qur?an dan al-Hadits mengisahkan, demikian pula Bible secara Implisit berkisah.

Bukti kedua, Ketika Yesus berada di taman Getsemani sedang bercakap-cakap dengan ke-11 muridnya, datanglah sepasukan musuh dengan membawa pentung, senjata dan lentera bersama Yudas untuk menangkap Yesus, lalu Yudas berkata kepada mereka ?pasukan- untuk menunjukkan orang yang disebut Yesus :

“Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia.” Injil Matius 26:48

Cara Yudas mengindentifikasi Yesus dengan menciumnya, secara psikologis adalah mustahil dilakukan oleh seorang pengkhianat kepada orang yang dikhianatinya, kalau memang benar Yudas berkhianat kepada gurunya, maka cara yang paling mungkin secara psikologis adalah cukup hanya menunjuk dengan jari telunjuknya dari kejauhan dan mengatakan :

?Itulah Yesus, orang yang akan kalian tangkap?

Dengan cara tersebut, tentulah akan membebaskan dia dari tekanan psikologis yang datangnya dari Yesus dan ke-11 murid yang lainnya, dan tentu imbalan tiga puluh uang perak merupakan imbalan yang sangat tidak sebanding dengan beban psikologis yang akan dia terima bila ia mengindentifikasi Yesus dengan sebuah ciuman.

Lalu apa maksud Yudas mencium Yesus ?, karena dia sudah berjanji kepada Yesus untuk diserupakan dengan Yesus, saat itulah saat di mana dia akan memenuhi janjinya, yang berarti dia akan berpisah dengan gurunya karena dia akan segera ditangkap dan Yesus-gurunya akan terangkat ke langit. Dan ciuman kepada gurunya bisa jadi dia maksudkan untuk mendapatkan kekuatan moril dari Yesus agar dia tetap teguh menghadapi penangkapan dirinya dengan resiko dibunuh. Makanya Yesus terharu ketika menyampaikan kepada ke-12 muridnya bahwa ada seseorang yang akan menyerahkan dirinya dari antara ke-12 murid-nya ?Yohanes 13:21-, ternyata kata menyerahkan dirinya bukanlah berarti mengkhianatinya tetapi menjadikan Yesus terangkat ke langit dalam keadaan selamat dan hidup.

Menafsirkan ciuman Yudas sebagai indentifikasi Yesus agar para pasukan tidak salah tangkap adalah tafsiran yang tidak memperhatikan kata-kata Yesus sendiri :

Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap aku? Padahal tiap-tiap hari aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Injil Matius 26:55

Dari ayat tersebut sudah jelas, bahwa orang-orang yang akan menangkap Yesus sudah mengenal siapa dan bagaimana rupa Yesus, karena mereka sudah sering melihat Yesus mengajar di bait Allah dan berdakwah secara terang-terangan, apalagi Yesus adalah tokoh yang sangat kontroversial bahkan sentral pada saat itu, banyak mukjizat yang telah ia berikan kepada orang-orang Yahudi tetapi sebagian besar mengingkarinya dan membencinya, adalah mustahil bila mereka tidak mengenal Yesus dan rupa wajahnya, adalah aneh bila ciuman Yudas diartikan untuk mengindentifikasi Yesus. Mari kita kutip kisah lain yang lebih menarik.

Kisah ini sama dengan kisah sebelumnya, yaitu terjadi di taman Getsemani jum?at malam, namun di tulis oleh penulis Injil yang lain yaitu Yohanes :

  1. Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

  2. Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu cari?”

  3. Jawab mereka: ?Yesus dari Nazaret? Kata-Nya kepada mereka: ?Akulah Dia? Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.

  4. Ketika Ia berkata kepada mereka: “Akulah Dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.

  5. Maka Ia bertanya pula: “Siapakah yang kamu cari?” Kata mereka: “Yesus dari Nazaret.”

  6. Jawab Yesus: “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”
    Injil Yohanes 18:3-8

Bila diamati dengan jeli fragmen no 2-3, bagaimana mungkin bisa terjadi dialog :

Yesus : siapakah yang kamu cari
Pasukan : Yesus dari Nazaret
Yesus : Akulah dia

Dialog tersebut menunjukkan keragu-raguan pasukan akan diri Yesus yang sesungguhnya, bagaimana mungkin para pasukan dalam keraguan bila ciuman Yudas kepada Yesus diartikan sebagai ciuman pengkhianatan untuk indentifikasi Yesus ?, pasti ciuman Yudas bukanlah untuk mengkhianati, tetapi ciuman perpisahan dan untuk mendapatkan kekuatan moril dari Yesus. Pada fragmen ke 4 terjawablah misteri tersebut, yaitu ketika Yesus menjawab ?Akulah dia? para pasukan mundur dan terjatuh ke tanah, mengapa terjadi demikian ? inilah rencana Allah SWT, mereka dibuat terjatuh oleh Allah SWT agar mereka tidak menyaksikan penyerupaan Yudas kepada Yesus, dan sesaat setalah itu, Yudas yang telah serupa dengan Yesus berkata ?Telah Kukatakan kepadamu, Aku-lah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi?, maka pasukan itupun menangkap Yudas yang telah diserupakan dengan Yesus. Wallahu a?lam.

forum ini diskusi berdasarkan rules yaitu: standar kitab yg digunakan adalah ALKITAB.
bukan al-qur’an atau kitab suci - kitab suci agama lainnya.

this is a warning!

Maaf bro Josua,
Perlu bro tahu bahwa TUHAN KAMI BUKAN LAH TUHAN PENGECUT dan JUGA BUKAN TUHAN YANG SUKA DUSTA.

Sekarang kita tidak usah memakai Alkitab atau Alquran. Tapi kita memakai logika saja.

Apakah masih layak “sesuatu” dikatakan TUHAN kalau DIA TEGA MEMBOHONGI MANUSIA?

Bukankah suatu KEBOHONGAN bila ada orang lain yang diserupakan untuk menyelamatkan Yesus?
Bukankah lebih mudah bagi Yesus untuk menghilang seperti yang dia lakukan dari pada mengambil tindakan yang pengecut dengan merubah seseorang menjadi seperti dirinya?

Pikirkanlah bila anda masih punya logika yang baik.

GBU

sabar bro cloud… haha !

hahaha bro arrangger :afro:
Thanks dah ngingatin :ashamed0004:

Tapi kadang2 menyampaikan sesuatu itu harus dengan penekanan, supaya orang itu “ngeh” dengan apa yang sedang dia bicarakan.

Gichu lho bro :ashamed0004:

iyu tuh,… kadang bikin “naik” juga.haha

gua juga ada pertanyaan soal Yudas, cuma bukan dalam konteks korupsi dia atau tanggung jawab dia sebagai bendahara, tapi lebih ke peranan yudas dalam penyaliban Yesus.

kenapa yudas yg dituduh menyerahkan Yesus? apakah benar yudas mendapatkan uang dari ahli farisi karena hal itu?

Yesus itu bukan pahlawan gerilya, yg selalu ngumpet di hutan dan keberadaannya tidak diketahui. semua orang kalo emang ada niat mau tangkep Yesus juga bisa langsung, tanpa butuh bantuan siapa pun.

kecuali, Yesus seperti osama bin laden, trus ada yudas yg kasih tau tempat persembunyian dia, sehingga yg mau nangkep tau mesti cari kemana.

Yesus itu bukan orang kuat fisik, yg harus dikasih racun dulu sehingga menjadi lemah dan mudah ditangkap. yudas sendiri gak ketahuan ada di mana waktu Yesus ditangkap, tapi kalau pun ada dekat Yesus, dia berbuat apa untuk memudahkan yg nangkep Yesus?

Yesus disidang, tetapi yg menyerang Yesus bukan yudas, tetapi para ahli farisi dan orang banyak, yudas sendiri gak bilang apa2. kecuali, yudas membeberkan semua kejelekan Yesus.

jadi, gunanya yudas apa?

yudas sendiri gak berjasa besar, termasuk para tentara romawi. Yesus bukan mati karena jeritan orang banyak, bukan karena sikap pengecut para hakim (peristiwa cuci tangan).

Apakah Yudas yg menghasut orang2 untuk tidak suka sama Yesus?

maaf,saya tidak ingin berdebat hanya sebatas kritik saja,tetapi bila anda membaca alkitab disitu jelas sekali kalau yudas yang dianggap penghianat(saya tidak ingin tulis ayatnya karena hanya sebatas kritik saja dan lagi anda lebih tau dari pd saya,karna kita sesama saudara sebangsa jangan sampe ada perdebatan yang tak ada habisnya membuat satu sama lain saling mengejek,itulah yg tidak saya sukai.sebab masing-masing orang punya pilihan agama maupun kepercayaan sendiri2,walau anda menjelaskan sampai keakar-akarnya sekalipun tak mungkin saya percaya begitu sebalikanya anda juga tak akan percaya dengan apa yang saya imani.yang penting anda telah menjawab itu sudah cukup )tetapi ada satu pertanyaan dipostingan saya yang belum mendapat jawaban anda,disini saya ulang kembali--------------orang yang melakukan perbuatan zina,menipu orang,mencuri,merampok dst…dst,semua dosa nya akan ditebus yesus,artinya orang tsb tidak akan dimintai pertanggungan jawab secara pribadi atas perbuatanya karena seluruh dosanya sudah ditebus yesus.jadi enak dong… bebas melakukan apa saja yang di inginkan.lalu bagaimana dengan si KORBAN…,thank

justru gua lagi mau tanya, kenapa yudas bisa dianggap sebagai penghianat (seperti yg tertulis di Alkitab, kata ardo)

maaf bos saya tidak dapat menjelaskan lebih banyak(nanti saya dianggap sok tau),kalau saya yang jelaskan tentu tidak akan sefaham dengan anda,tentang yudas anda sudah menanggapi,hanya kritik saya tentang perbuatan tidak baik(menurut saya) yang sudah saya sebutkan di postingan 1 dan 2yang dilakukan seseorang(pribadi)sehubungan dengan penebusan dosa dari yesus,.tolong dong…ditanggapi,thank

sewaktu pertama kali saya juga sempet shock juga kok Tuhan tega2nya mengorbankan yudas? kalo Tuhan tau yudas yg udah disiapin buat ngehianat Dia knp ga ditolong lagi itu si Yudas spy jgn mati gantung diri? kan itu semua utk suatu tugas/tujuan yg mulia, demi menyelamatkan umat manusia/ menebus dosa manusia.

tapi… setelah saya sering baca alkitab dan merenungkannya, saya baru mengerti dan menangkap arti dari semuanya.
bahwa memang sudah dinubuatkan akan adanya penyaliban Yesus utk penebusan dosa manusia, tp mengenai pemilihan yudas oleh Yesus utk menjadi salah satu muridNya bukan utk disiapkan Tuhan buat jadi penghianatNya.

itu semua atas dasar kehendak yudas sendiri, krn dia tidak mengenal siapa itu Yesus, padahal dia sudah lama mengikut Yesus dan sudah melihat dan mengalami mujizatNya.
kalo seandainya dia mengenal siapa itu Yesus, dia ga akan mungkin berani utk mencuri uang kas lagi, dia ga akan mungkin berani menipu lagi dan dia ga akan mungkin ngebiarin iblis nguasain dirinya buat ngehianatin Yesus.

mungkin kalo persoalan menghianati, petrus pun dapat dikategorikan menghianati Yesus juga dgn menyangkali Yesus sebanyak 3 kali, tp disinilah letak perbedaan dasar pengenalan Yesus antara yudas dan petrus.
kalo petrus setelah tau dia sudah berbuat salah/dosa, dia langsung menangis dan menyesali segala dosanya, shg Tuhan mau mengampuni dia.
sedangkan yudas, dia tidak datang kpd Tuhan dan mengakui segala kesalahan dan dosanya, tp dia langsung putus asa dan bunuh diri.
itu semua disebabkan karena dia tidak mengenal siapa itu Tuhan Yesus yg mau datang ke dunia utk menebus dosanya dan mau menjadi juruselamatnya.

nah,ini baru jawaban yang enak di baca,biar gua lebih tau apa yg di maksud alkitab,gua belajar bukan untuk nyerang balik,melainkan perbandingan saja(untuk very-very privacy),agar iman ku terhadap Tuhan lebih kokoh,thank,…

tentang yudas (lagi) ??? ehmm… sudah pernah dibahas kan ?

repost yach? bisa minta link-nya? karena saya search pakai keyword “yudas” tidak ada hasilnya, mungkin lagi error

topiknya masih sama? tentang peranan yudas dalam penangkapan Yesus?

btw, pertanyaan saya belum terjawab tentang peranan yudas dalam penangkapan Yesus

TIDAK ADA SATU ORANG PUN dimuka bumi ini yang berjasa buat TUHAN, walaupun yang melahirkan YESUS, yang mengkhianati YESUS, bahkan yang menyalibkan YESUS, semua tidak berjasa.
mengapa?
apakah TUHAN bisa memakai cara lain? tentu bisa, karena DIA adalah TUHAN yang maha kuasa.
tetapi mengapa TUHAN tidak memakai cara yang lain?
tanya saja TUHAN, karena saya tidak tahu jalan pikiran TUHAN.

Tuhan sangat adil dan sekali lagi cara berpikir Tuhan tidak bisa dijangkau manusia…
gak semua orang berdosa bisa ditebus dosanya…
hanya orang yang percaya sama Tuhan… dan kemudian bisa melakukan semua firmanNya yang bisa ditebus dosaNya…
emang kadang manusia agak terlalu cepat mengartikan suatu ayat… tapi come on…kalo udah dewasa pasti bisa mengerti step by step agar Tuhan mau mengampuni dosa manusia

masih belom kejawab, bisa ada yg kasih jawaban lebih spesifik?

di mana letak penghianatan Yudas dalam kaitan penangkapan Yesus hingga mati di kayu salib.

lah kan udah jelas… dia yang menyerahkan Yesus…
dan menjual Yesus…

waduwwhh… kok masih belom jelas juga… :ashamed0004: :ashamed0004:

coba dibaca postingan pertama (TS)

menyerahkan dengan cara apa? apakah kalo tentara romawi mau tangkap Yesus mesti minta izin dulu am murid Yesus? apakah yudas yang menangkap Yesus dan menyerahkan ke tentara romawi?

menjual Yesus? betul, yudas terima uang dari para ahli farisi, tapi apa yg dijual oleh yudas? apakah informasi tentang Yesus untuk mempermudah tentara romawi untuk menangkap?

jika Yudas Iskariot yang difokuskan menjadi “pahlawan” yang membantu Kristus disalibkan, maka anggapan ini sangat konyol.

Mengapa?

Karena orang yang mengatakan hal ini TIDAK melihat esensi/inti di balik fenomena yang terjadi.

Jika orang ini mengatakan tanpa Yudas Iskariot, Kristus tidak mungkin disalib, aku mengajukan dua keberatan utama.

Keberatan pertama berkaitan dengan pribadi Yudas Iskariot. Pertama, jika tidak ada Kristus yang dijual Yudas, siapa yang bisa Yudas jual?

Kedua, jika Kristus tidak memilih Yudas Iskariot sebagai salah satu murid-Nya, bagaimana Yudas bisa tahu tentang Kristus, kebiasaan, dan seluruh aktivitas-Nya?

Ketiga, lebih tajam lagi, jika Allah tidak menciptakan dan menempatkan Yudas Iskariot di zaman Kristus, bisakah ia menjual Kristus?

Keberatan kedua berkaitan dengan rencana Allah. Apakah tanpa Yudas Iskariot, Allah tidak bisa memakai pribadi lain untuk menggenapkan rencana-Nya? Siapakah seorang Yudas Iskariot, sehingga seolah-olah Allah harus “mengandalkannya” untuk mengkhianati dengan menjual-Nya?