seputaran Sola Scriptura ---> pertanyaan bagi para pemberhala BUKU

Ini saya nggak bahas ya, ntar panjang lagi.

Well, catetan mana yang dipake Luther sementara dia sendiri meng-"amin"-kan TRADISI [i]Devotion to Mary[/i] ?

Ini jg saya nggak bahas ya, ntar makin panjang.

Nonsense.

Alesan :
lah… wong perihal [kontra-biblical —VS— biblical] itu sendiri ada di pov individu masing2 koook.
Begimana pula itu jadinya diajukan kalimat spt di quote atas ? sementara si A bilang “kalimat X menuntun ke kesimpulan bla3x —> so bla3x biblical” - si B bilang “nope, kalimat X menuntun ke kesimpulan blo3x —> so, bla3x kontra-biblical, yang biblical adalah yang blo3x”.

Skali lagi, utk memahami ini kamu harus memahami konteks antara Gereja Katolik Roma dg Gerakan Reformasi.
Di situ kamu bisa membedakan apa yg pada saat itu disebut kontra-biblical.

Skrg misal kl kamu angkat masalah Calvinism vs non-Calvinism,
Apakah pikirmu orang Calvin menganggap mreka yg non-Calvin pasti masuk neraka?

Kaga Broooooo.
Lebay kamuuuu.

Beda pendapat, panas dalam diskusi ya wajar saja.

Kl ada orang per orang oknum Protestan yg pandangannya picik mnganggap hanya denominasinya yg masuk sorga, itu bukan krn sola-scriptura.

Kalo kamu liat pandangan resmi dari Gerejanya, itu isinya pasti tidak akan eksklusif ‘cuma gereja kami yg paling benar’.

Jd jangan debat-debat warung kopi yg kamu baca-baca disini mbuat kamu beranggapan sola-scriptura itu mciptakan perpecahan tajam dalam Gereja-gereja.
Ini ya para member aja yg saling debat, bos-bosnya bergandengan tangan satu sama lain berdoa utk bangsa dan negara.

Ada hal-hal yg tiap denominasi beda pendapat dan debat-debatkan tp tidak sampai mreka judge aliran seberang masuk neraka.

Betapapun kekurangan sola-scriptura akibat interpretasi manusia, dia better daripada orang yg ngga kembali pd patokan dasar.

Ok, saya akan coba ikutin pola bro Siip dalam menjawab.
Semoga bisa dimengerti.

A. Traditions that contradict the Bible are not of God B. In order for these traditions to be valid, they must not be in disagreement with God’s Word
  1. Dimana itu ada di Alkitab yang menyatakan seperti A dan B ?
  2. Tradisi “Devotion to Mary” contradict the Bible or not ? in disagreement with the scripture or not ?

Ini saya nggak bahas ya, ntar panjang lagi.

Ini aja:
Ente nyerang/ngritik tujuannya apa ya?
Kok sampe bela-belain ngarang definisi sendiri terus disalah-salahin sendiri terus ngamuk-ngamuk sendiri?

Ente bikin trit banyak-banyak isinya mempertontonkan kekonyolan diri ente sendiri.
Ya tapi lumayan lah, bisa bikin forum ini rame. Bisa membuat orang tertarik pas baca judulnya. Meskipun kemudian geli sendiri setelah membaca kekonyolan argumen ente.

Sebenernya nggak perlu panjang2 dulu. Point yang duluan adalah jawaban yang berupa “YA, binding” atopun “TIDAK, tidak binding”, siip.

Setelah jawaban tsb, baru lanjut ke perihal KENAPA :smiley:

catetan mana yang dipake Luther sementara dia sendiri meng-"amin"-kan TRADISI Devotion to Mary (DM) ?
Ini jg saya nggak bahas ya, ntar makin panjang.
Sikon yang saya ketahui di jaman sekarang, ada kelompok Kristen yang TIDAK meng-"amin"-kan tradisi DM dimana argumennya adalah [DM itu kontra-alkitab ---> DM TIDAK SS].

Dimana yang menjadi panjang, sementara pertanyaan saya tsb ada di individu penyulut SS itu sendiri ?
It’s so simple kronologikanya —> kalo menurut SS believer jaman sekarang tradisi DM kontra-alkitab, lah begimana itu ceritanya individu penyulut SS (Luther dalam hal ini) itu sendiri menjalankan tradisi yang kata para ungu kontra-alkitab ?

Skali lagi, utk memahami ini kamu harus memahami konteks antara Gereja Katolik Roma dg Gerakan Reformasi. Di situ kamu bisa membedakan apa [b][i]yg pada saat itu[/i] disebut kontra-biblical[/b].
So then how could it be SS dipake sebagai patokan ? Sementara "pada saat X, bla3x kontra-biblical .... ujug2 dilain waktu pada saat Y, bla3x yg sama biblical", siip ?
Skrg misal kl kamu angkat masalah Calvinism vs non-Calvinism, Apakah pikirmu orang Calvin menganggap mreka yg non-Calvin pasti masuk neraka?
Pertanyaan-nya : yang biblical, yang sola-scriptura itu YANG MANA ?

A. Membunuh heretic
B. Tidak sampai membunuh heretic

Yang A ataukah yang B yang sola-scriptura ?
Yang A ataukah yang B yang back to bible ?
Yang A ataukah yang B yang TIDAK kontra-biblical ?

Kaga Broooooo. Lebay kamuuuu.
Nggak lebay atuh siip :D. Pertanyaan saya diatas simple kooook.

Kalo siip jawab berupa :
di jaman X, yang A yang oranye … di jaman Y, yang B yang oranye

maka oda :
Dengan demikian SS itu sendiri mencla-mencle.
Tergantung jaman dan suka sukanya orang milih yang mana.
Nanti di jaman Z, possible yang A yang oranye.

Beda pendapat, panas dalam diskusi ya wajar saja.
Ya. Disini kan keliatan bahwa jargon SS itu sendiri manipulative. Panas dalam diskusi itu jadi timbul justru karena SS believers itu sendiri nggak nyadar bhw ijo. Taroh kata orang mengabaikan jargon SS, maka seyogyanya tidak akan jadi panas. :D
Kl ada orang per orang oknum Protestan yg pandangannya picik mnganggap hanya denominasinya yg masuk sorga, itu bukan krn sola-scriptura.
Saya belon sampe terlalu jauh di perihal "masuk sorga" siip. Saya masih di "inti" mengenai SS itu sendiri. Perihal [masuk sorga/neraka] kan itu logika selanjutnya di perihal akibat.
Kalo kamu liat pandangan resmi dari Gerejanya, itu isinya pasti tidak akan eksklusif [i]'[b]cuma gereja kami yg paling benar[/b]'[/i].
Loh ? SS itu kan justru kebalikannya siip. Cuma Alkitab yang paling bener. Gereja tunduk thdp Alkitab. Sementara padahal, kembali lagi saya ajukan pertanyaan yang sama :
A. Traditions that contradict the Bible are not of God B. In order for these traditions to be valid, they must not be in disagreement with God’s Word

Dimana itu ada di Alkitab yang menyatakan seperti A dan B ?

oda :
A dan B itu tidak ada di Alkitab !
So, apanya yang tunduk thdp Alkitab ?
sementara A dan B itu sendiri non-biblical ?
sementara padahal A dan B itu sendiri buah pikiran manusia ?

Jd jangan debat-debat warung kopi yg kamu baca-baca disini mbuat kamu beranggapan sola-scriptura itu mciptakan perpecahan tajam dalam Gereja-gereja. Ini ya para member aja yg saling debat, [b]bos-bosnya bergandengan tangan satu sama lain[/b] berdoa utk bangsa dan negara.
Bold, ya itu karena bos-bos-nya udah pada tau bahwa [SS itu nonsense] :happy0062: . Biru diatas.
Ada hal-hal yg tiap denominasi beda pendapat dan debat-debatkan tp tidak sampai mreka judge aliran seberang [b]masuk neraka[/b].
Sekali lagi, point saya disini bukan di perihal AKIBAT baik itu akibat yg dari pov SS maupun akibat dari pov yg non-SS, siip. Melainkan inti/maksudnya itu begimana terkait SS ?

Begimana itu ceritanya [tradisi “Devotion to Mary”] jadul SS - jasek TIDAK SS ?
Bukankah disini keliatan bahwa SS itu sendiri nonsense ? Because it turned out that it’s NOT ONLY scripture BUT ALSO pengertian/kesimpulan dari per individu itu sendiri thdp apa yang dia baca ?

:slight_smile:
salam.

Pertanyaan bagus. Lebih baik Anda membuat topik tentang penjelasan sola scriptura dulu, baru mengajukan pertanyaan tentang wanita bertudung. Jika tidak, maka alur diskusinya akan selalu terhambat dengan perdebatan mengenai sola scriptura.

Bagian “mungkin enaknya begini” tidak akan pernah terjawab sebelum ada kesepakatan mengenai sola scriptura yang Anda maksudkan.

Salam

Oke deh pak.

Bagian "mungkin enaknya begini" tidak akan pernah terjawab sebelum ada kesepakatan mengenai [b]sola scriptura yang Anda maksudkan.[/b]
SS yg saya maksudkan ya yang saya dapet baca dari internet, pak. Misal, ya yang saya udah kopas di thread ini dan siip juga ada kopas dari link lainnya di thread ini.

Dan saya udah mengajukan komentar dan pertanyaan thdp kalimat2 dari SS yg saya kopas dan yg siip kopas tsb.


berikut sepenggal kalimat mengenai SS yg siip kopas :

Scripture alone (from the Reformation slogan Sola Scriptura) is the teaching that Scripture is the Church's only infallible and sufficient rule for deciding issues of faith and practices that involve doctrines

So, the teaching is ungu.

Simple question :
teaching yg berupa ungu itu sendiri berdasarkan scripture yang mana ?

Pertanyaan spt diatas nongol dari saya, karena ungu di pov saya adalah buah pemikiran manusia —> “standalone”.

:slight_smile:
salam.

Tidak ada ngarang2. Justru hasil karangan SS itulah yang saya kopas.

A. Traditions that contradict the Bible are not of God
B. In order for these traditions to be valid, they must not be in disagreement with God’s Word

Ungu diatas BUKAN definisi karangan saya.
Ungu adalah definisi karangan SS.

terus disalah-salahin sendiri
Selama iblis SS bisanya cuma komentar2 sampah, ya jelas saya akan terus bilang SS itu nonsense.

Tidak/belon ada saya ketemukan kalimat ayat yang bisa menuntun ke kesimpulan :
[i]oooo jadi maksudnya itu kalimat ayat tsb adalah :

  1. Mbikin tradisi itu mesti yang valid
  2. Tradisi yang valid itu adalah tradisi yang sesuai dengan catetan
  3. Tradisi yang tidak sesuai dengan catetan itu bukan berasal dari Allah
  4. Tradisi yang bukan berasal dari Allah itu nggak valid[/i]
terus ngamuk-ngamuk sendiri?
oh nggak ngamuk2. Saya justru nunjukin bahwa iblis SS itu buru2 nylubungin orang2 SS sehingga mendadak gagu dan buta thdp pertanyaan saya. Yang nggak die slubungin itu ya komentar2 sampahnya lah yg ditunjukin.
Ente bikin trit banyak-banyak isinya mempertontonkan kekonyolan diri ente sendiri.
Saya konyol itu adanya di pov iblis SS. :D
Ya tapi lumayan lah, bisa bikin forum ini rame.
Iyah... rame, karena yang udah pada baca thread ini cerita lagi ke yang laen yang belon baca mengenai kayak begimana itu iblis ditelanjangin kebusukannya disini, sehingga yg denger cerita tsb jadi pada dateng kemari untuk nontonin iblis ditelanjangin :tongue: ;D

Does the Bible Teach Sola Scriptura?
Two points must be made concerning whether the Bible teaches sola Scriptura.

  1. First, it is not necessary that the Bible explicitly and formally teach sola Scriptura in order for this doctrine to be true. Many Christian teachings are a necessary logical deduction of what is clearly taught in the Bible (e.g., the Trinity).

  2. Second, the Bible does teach implicitly and logically, if not formally and explicitly, that the Bible alone is the only infallible basis for faith and practice. This it does in a number of ways. One, the fact that Scripture is said to be “God-breathed” (theopnuestos) and thus by it believers are “competent, equipped for every good work” (2 Tim. 3:16-17, supports the doctrine of sola Scriptura.

St. Paul declares that the God-breathed writings are sufficient. :

  1. Jesus and the apostles constantly appealed to the Bible as the final court of appeal.

  2. This they often did by the introductory phrase, “It is written,” which is repeated some 90 times in the New Testament. Jesus used this phrase three times when appealing to Scripture as the final authority in His dispute with Satan (Matt. 4:4, 7, 10). Of course, Jesus (Matt. 5:22, 28, 31; 28:18) and the apostles (1 Cor. 5:3; 7:12)

  3. What is more, Jesus made it clear that the Bible was in a class of its own, exalted above all tradition. He rebuked the Pharisees for not accepting sola Scriptura and negating the final authority of the Word of God by their religious traditions, saying, “And why do you break the commandment of God for the sake of your tradition?…You have nullified the word of God, for the sake of your tradition” (Matt. 15:3, 6).

  4. Protestant argument for sola Scriptura. For even many early fathers testified to the fact that all apostolic teaching was put in the New Testament ,indeed, many early fathers, including Athanasius, Cyril of Jerusalem, Chrysostom, and Augustine, believed that the Bible was the only infallible basis for all Christian doctrine.

Semoga paham maksudnya.

Sola Scriptura

Scripture alone is all-sufficient for life, morality, conduct and doctrine:

“All Scripture is inspired by God and profitable for teaching, for reproof, for correction, for training in righteousness; so that the man of God may be adequate, equipped for every good work.” 2 Timothy 3:16-17

“I am writing these things to you, hoping to come to you before long; but in case I am delayed, I write so that you will know how one ought to conduct himself in the household of God, which is the church of the living God, the pillar and support of the truth.” 1 Timothy 3:14-15

“seeing that His divine power has granted to us everything pertaining to life and godliness, through the true knowledge of Him who called us by His own glory and excellence. For by these He has granted to us His precious and magnificent promises, so that by them you may become partakers of the divine nature, having escaped the corruption that is in the world by lust.” 2 Peter 1:3-4

My little children, I am writing these things to you so that you may not sin. 1 John 2:1

Orang Kristen mengaplikasikan Scripture bukan seperti seorang Biblicist (hanya percaya literal) tetapi prinsip prinsip yang dideduksi dari ajaran ajaran Alkitab.

Doktrin Kristen adalah kristalisasi dari seluruh prinsip prinsip kebenaran Tuhan yang sudah diajarkan Scripture baik secra implisit maupun eksplisit.

Udah saya tulis, SS adalah prinsip yg muncul tidak lepas dari kondisi seputar Reformasi.

Tidak pernah ada sistem yg paling sempurna dan paling benar per-se.
Semua tergantung situasi dan kondisinya.

Kamu ini kdg kl berargumen itu nggak liat konteks masalahnya.
Coba skrg saya kasih konteks ya ke kamu.

Ada negara A,
Negara ini dipimpin seorang Raja yg berkuasa absolut,
Selama ia hidup, Raja ini berlaku adil, baik dan membuat konstitusi negara (sebut saja Undang Undang Negara - UUN).

Ssudah raja ini mangkat, sistem negara tetap monarki absolut dan diwariskan turun-temurun.
Raja-raja yg memerintah berikutnya kmudian menetapkan konstitusi kedua sesuai dg hikmat mreka masing-masing. Konstitusi ini dinamakan UUK (Undang Undang Kedua).

UUN dan UUK berkedudukan setara dan pd prakteknya UUK menjadi lebih dominan drpd UUN krn UUK disesuaikan dg zaman.

Golongan tertentu dalam kerajaan itu kmudian merasa UUK mulai menyimpang tidak sesuai dg UUN dan ingin agar konstitusi dasar kembali ke UUN.

Dari situlah mreka kmudian eksodus dan menerapkan sistem konstitusi UUN (dalam jargonnya menjadi 'back to UUN).

Nah, cara orang-orang eksodus ini menjalankan pemerintahan adalah mendasarkan pd UUN sbg patokan utama, namun utk kesesuaian zaman mreka membuat Aturan Pelaksanaan (AP) yg otoritasnya dibawah UUN.
AP wajib bernafaskan UUN walau tidak semua AP adalah sama dg isi UUN.

Itu prinsipnya.

Kl urusan baik/ngga baik, efektif/nggak efektif, itu semua tergantung pelaksananya.

Mau sistem UUN + UUK + monarki absolut juga ngga salah kok, sistem ini terbukti berhasil selama ratusan tahun. Namun pd saat terjadi reformasi, sistem tsb dianggap telah mnyimpang.


Kalo Oda nanya, mana buktinya di UUN ada keterangan supaya kembali ke UUN?
Ya nggak bakal ada lahhhhhh.
Di UUN tentu tidak ada pasal mngatakan supaya kembali ke UUN :smiley:

Yg membuat orang kembali ke UUN adalah konteks adanya UUK yg setara dg UUN dan menjadi dominan thd UUN.


Sistem ini tidak sempurna tentunya, tp kl Oda mau bilang kl sistem ini ‘tidak baik’ apa pembandingan dari Oda?

Ya kaya Indonesia skrg lah, dulu presidensial otoritarian, skrg presiden, MPR dan DPR sama kuatnya.
Walau kondisi Indonesia spt bgmnpun skrg orang tetap tidak mau kembali ke sistem presidensial otoritarian krn takut keadaan kembali ke masa lalu.

Nah itu. Jadi "teaching"nya itu sendiri ya diluar Alkitab :D.

Okelah, saya lanjutin berangkat dari yg ungu mengenai SS. Lanjut…

SS kan ngajarin bahwa kalo yang bersifat tradisi harus tidak bertentangan dengan Alkitab.
So… pabila di Alkitab tidak ada kalimat yg bisa menuntun ke kesimpulan X, maka jangan bikin [tradisi bla3x] yang berdasarkan kesimpulan X.

Nah, sekarang saya tanya :
How do they (SS) define [kesimpulan X] itu TIDAK ADA, siip ? Sementara padahal [kesimpulan X] itu eksis di pov individu lain possible ?

contoh realitanya :
Luther sendiri sebagai pencetus SS ternyata menganut tradisi DM (Devotion to Mary).

Sistem ini tidak sempurna tentunya, tp kl Oda mau bilang kl sistem ini 'tidak baik' [b]apa pembandingan dari Oda?[/b]
Orang jadi bisa sekena-kenanya loncat sana loncat sini thdp kesimpulannya sendiri pada tiap tiap ayat dengan jargon SS.
Udah saya tulis, SS adalah prinsip yg muncul tidak lepas dari kondisi seputar Reformasi.
Dan udah saya tulis di post nomor sekian (saya lupa) SS itu muncul karena ketidak-setujuan Luther thdp GK yang melakukan : 1. Penjualanan surat pengampunan dosa 2. Pembunuhan heretic 3. dll

Saya belon banyak lebih dalem lagi untuk mengetahui apakah SEBELUM Luther be-reformasi, dia ini kan dibawah GK… nah, apakah Luther itu sendiri menjalankan tradisi GK yang tidak ada acuan tertulisnya di Alkitab, saya nggak tau. Anyway, saya dulu pernah nonton film “Luther” —> entah historically accurate ato kagak, scene-nya ada menampilkan Luther sembayang didepan patung salib Yesus dan tengkorak (sewaktu dia masih dibawah GK - sebelum dia reformasi).

So, saya akan berterimakasih pada siip pabila siip bisa mengajukan sumber bhw timbulnya Reformasi dari Luther di nomor 3 (dll) tsb antara lain adalah perihal tradisi yg dijalankan GK.

Tidak pernah ada sistem yg paling sempurna dan paling benar per-se. Semua tergantung situasi dan kondisinya.
Saya tau itu. Namun point-nya disini, system ini dinamakan Sola Scriptura, which is IMPOSSIBLE manusia tunduk terhadap sebuah buku, benda mati. Sementara padahal ada sekian banyak catetan2 di buku Alkitab. :D

Dan sampe halaman 3 ini, orang SS masih bungkem nggak ngejawab atas pertanyaan saya :
ajaran [membunuh heretic] —> ini ajaran yang SS ato kagak ?

Q : Kenapa saya tanyakan ke orang SS, bukan tanya ke orang Katolik ?
A : Karena Katolik nggak ngluarin SS :D.

Oke. Saya nggak akan tanya lagi hal ini.

2. Second, the Bible does teach implicitly and logically, if not formally and explicitly, that the Bible alone is the only infallible basis for faith and practice. This it does in a number of ways. One, the fact that Scripture is said to be “God-breathed” (theopnuestos) and thus by it believers are “competent, equipped for every good work” (2 Tim. 3:16-17, supports the doctrine of sola Scriptura.
Istilah "God breathed" karena sudah ada duluan asumsi bahwa [setiap kalimat yang terbaca = bukan bohong].
[u]St. Paul declares that the God-breathed writings are sufficient. : [/u] 1. Jesus and the apostles constantly appealed to the [b]Bible [/b]as the final court of appeal.
What kind of Bible yg dipake rujukan di jaman tsb ? Tentu bukan PB. Dan dari kisah di PL itu sendiri, ada rujukan catetan2 laen ---> misal : The Book of the Wars of Yahweh dan the Book of Jashar. Belon lagi 2 Timotius 3:8
2. This they often did by the introductory phrase, “[b]It is written[/b],”
Sekarang saya masukan kalimat tsb spt sbb : [i]It is written tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina laki2[/i]
3. What is more, Jesus made it clear that the Bible was in a class of its own, exalted above all tradition. He rebuked the Pharisees for not accepting sola Scriptura and negating the final authority of the Word of God by their religious traditions, saying, “And why do you break the commandment of God for the sake of your tradition?
Nope. Point yang Yesus sampaikan BUKAN perihal di pov Yesus tradisi-nya yang error.

Sikonnya spt sbb :
Agama bla3x menganut/mengajarkan tradisi X, segala macem ritual, devosi, sembayangan, kui2 jongkok bangun, kolekte, dlsb… at the same time mengajarkan Kasih. Cuplis menganut agama bla3x. Cuplis sibuk dan menonjol kalo yang diperihal tradisi, however giliran ada orang yg bener2 perlu pertolongannya dia abaikan dengan alesan “duitnya abis buat kolekte”.

Nah seperti sikon demikianlah aplikasi dari kalimat sbb :
why do you break the commandment of God for the sake of your tradition?
You have nullified the word of God, for the sake of your tradition

So, sekali lagi :
BUKAN tradisi-nya yang error, melainkan orang yang Dia ajak bicara itulah yang error.

Kata Yunani yang diterjemahkan “inspirasi” adalah “theopneustos.” Ini berarti “dinafaskan Allah.” Kitab Suci “dinafaskan oleh Allah.” Rasul Petrus mengatakan bahwa para penulis Kitab Suci “berbicara karena mereka digerakkan oleh ROH KUDUS” (II Petrus 1:21).

Kata Yunani yang diterjemahkan “digerakkan” adalah dari kata “phero” dan berarti “mempengaruhi.” Dari II Timotius 3:16 dan II Petrus 1:21 kita melihat bahwa ROH KUDUS mempengaruhi pikiran penulis selama mereka menuliskan kata-kata yang dinafaskan Allah dalam Alkitab.

Misalnya, dalam Yeremia 1: 9, kita membaca :

“TUHAN berfirman kepadaku: Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu” (Jeremiah 1:9).

Quote St. Paul declares that the God-breathed writings are sufficient. : 1. Jesus and the apostles constantly appealed to the Bible as the final court of appeal. What kind of Bible yg dipake rujukan di jaman tsb ? Tentu bukan PB. Dan dari kisah di PL itu sendiri, ada rujukan catetan2 laen ---> misal : The Book of the Wars of Yahweh dan the Book of Jashar. Belon lagi 2 Timotius 3:8

PL sudah lama dalam bentuk tertulis sebelum era Perjanjian baru.

Ezra diperkirakan sudah membuat kanonisasi PL tahun 400 SM.

Quote 2. This they often did by the introductory phrase, “It is written,” Sekarang saya masukan kalimat tsb spt sbb : It is written tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina laki2

Apa persoalannya kalau pemahaman hermeneutika Alkitab harus kontekstual didalam jaman dan budaya terkait ?

Baptisan sekarang tidak perlu harus turun kesungai !

Perjalanan penginjilan tidak harus naik keledai lagi tapi bisa naik Jet !

Gereja tidak pernah mentrapkan Alkitab secara Biblicist atau Solo Scriptura !

SOLA SCRIPTURA BUKAN SOLO SCRIPTURA

SOLO SCRIPTURA :

1.“lay aside all attachment to human systems, all partiality to names, councils and churches, and honestly inquire, what saith the Scriptures Explicitly” ,

2.Denounced “creed power” and argued for “the Bible, the whole Bible, and nothing but what the Bible Textual said .”

Quote 3. What is more, Jesus made it clear that the Bible was in a class of its own, exalted above all tradition. He rebuked the Pharisees for not accepting sola Scriptura and negating the final authority of the Word of God by their religious traditions, saying, “And why do you break the commandment of God for the sake of your tradition? Nope. Point yang Yesus sampaikan BUKAN perihal di pov Yesus tradisi-nya yang error.

Sikonnya spt sbb :
Agama bla3x menganut/mengajarkan tradisi X, segala macem ritual, devosi, sembayangan, kui2 jongkok bangun, kolekte, dlsb… at the same time mengajarkan Kasih. Cuplis menganut agama bla3x. Cuplis sibuk dan menonjol kalo yang diperihal tradisi, however giliran ada orang yg bener2 perlu pertolongannya dia abaikan dengan alesan “duitnya abis buat kolekte”.

Nah seperti sikon demikianlah aplikasi dari kalimat sbb :
why do you break the commandment of God for the sake of your tradition?
You have nullified the word of God, for the sake of your tradition

So, sekali lagi :
BUKAN tradisi-nya yang error, melainkan orang yang Dia ajak bicara itulah yang error.

Tradisi manusia yang banyak berbau berhala dan anthroposentris sangat bertentangan dengan prinsip Alkitab yang Theosentris.

Oleh karena itu Alkitab Firman Tuhan harus mentransformasikan semua tradisi manusia agar tidak melawan kebenaran Firman Tuhan.

Alkitab sudah banyak kali memperingatkan akan hal itu :

Matius 15:3 But he answered and said unto them, Why do ye also transgress the commandment of God by your tradition?

Matius 15:6 …Thus have ye made the commandment of God of none effect by your tradition.

Markus 7:8 For laying aside the commandment of God, ye hold the tradition of men, as the washing of pots and cups: and many other such like things ye do.

Markus 7:9 And he said unto them, Full well ye reject the commandment of God, that ye may keep your own tradition.

Markus 7:13 Making the word of God of none effect through your tradition, which ye have delivered: and many such like things do ye.

Kolose 2:8 Beware lest any man spoil you through philosophy and vain deceit, after the tradition of men, after the rudiments of the world, and not after Christ.

CHRIST TRANSFORMED CULTURE

They are talking about catetan yang sudah jadi dan ada saat itu dimana catetan tsb di pov mereka suci.

Kata Yunani yang diterjemahkan “digerakkan” adalah dari kata “phero” dan berarti “mempengaruhi.” Dari II Timotius 3:16 dan II Petrus 1:21 kita melihat bahwa ROH KUDUS mempengaruhi pikiran penulis selama mereka menuliskan kata-kata yang dinafaskan Allah dalam Alkitab.
Sekali lagi, ungu.
Misalnya, dalam Yeremia 1: 9, kita membaca : “TUHAN berfirman kepadaku: Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu” (Jeremiah 1:9).
Satu kalimat ayat yang menunjukan X tidak sertamerta artinya X bisa di terapkan ke setiap kalimat ayat yang ada. [b]Ayat diatas occasional[/b]. Nggak bisa lalu diambil kesimpulan [i]"dengan demikian setiap kalimat2 yg terbaca di Alkitab itu dikarenakan Allah menaruh perkataan2Nya ke setiap penulis catetan2 tsb".[/i]
PL sudah lama dalam bentuk tertulis sebelum era Perjanjian baru.
Well, didalam PL itu sendiri juga ada terbaca bhw di event realita saat itu mereka juga mengacu ke suatu catetan2.... misal The Book of the Wars of Yahweh. Di PB, ada penulis PB yg juga mengacu ke suatu catetan yang tidak berasal dari PL.
Apa persoalannya kalau pemahaman hermeneutika Alkitab harus kontekstual didalam [b]jaman dan budaya[/b] terkait ?
Kok jadi ke perihal jaman dan budaya ?
Baptisan sekarang tidak perlu harus turun kesungai !
Tidak ada akibat. Tidak diketemukan kalimat : A. orang yg dibaptis tidak turun ke sungai, orang ini bla3x B. orang yg membaptis tidak nurunin ke sungai orang yg dibaptis, orang ini bla3x
Perjalanan penginjilan tidak harus naik keledai lagi tapi bisa naik Jet !
Tidak ada akibat. Tidak diketemukan kalimat : orang yg menginjili tidak naik keledai, orang ini bla3x
Gereja tidak pernah mentrapkan Alkitab secara Biblicist atau Solo Scriptura !
Makanya saya udah ajukan bahwa bahkan para pencatet itu sendiri TIDAK MELULU SOLA SCRIPTURIST. Yang diajukan penulis itu LOGIC standalone yang ada di pov si penulis sendiri.

tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina laki2

Perhatikan itu kalimat merah.
Kalimat merah adalah sebuah akibat apabila kalimat sebelumnya terpenuhi.
Dan akibat yg spt merah tsb nongol dari pov si penulis itu sendiri.

Saya bisa nge-respond kalimat si penulis berupa :
Mao tu perempuan saat berdoa [bertudung kek - nggak bertudung kek] nggak ada hubungannya dengan menghina laki laki. It doesn’t connect at all.

Idem thdp misal VB atopun PV.
Mao itu Yusuf [langsung menyetubuhi Maria kek, nunda2 kek, sama sekali nggak menyetubuhi Maria kek], nggak ada hubungannya dengan kekudusan Yesus. It doesn’t connect at all.

Respond saya diatas logic, YET saya nyadarin bahwa realitanya ADA.
ADA orang yang berpikiran bhw perempuan berdoa nggak bertudung itu menghina laki2.
ADA orang yang berpikiran bhw DM itu menjaga/meninggikan kekudusan Yesus.

Dengan demikian JELAS, tradisi itu nggak ada hubungannya dengan apa yang tercatet.
Apabila ada tradisi [setahun sekali satu gadis perawan di gorok lehernya lalu di jorogin ke sumur] —> ini kan nggak perlu adanya catetan2 utk diketahui bertentangan dgn catetan ato kagak :D. Logic sendiri sudah duluan menyatakan bahwa tradisi tsb nggak bener.

bersambung

SOLO SCRIPTURA :
Wow.... ada lagi model baru. Solo Scriptura. Mohon tolong kamu detailkan secara side by side [b]dalam bahasa indonesia[/b], perbedaan antara : 1. Solo Scriptura ---VS--- Sola Scriptura 2. Solo Fide ---VS--- Sola Fide 3. Solo Gracia ---VS--- Sola Gracia

Bikin kayak begini… (pakai tabel) :

[tr]
[td]SOLO Scriptura[/td]
[td] [/td]
[td]SOLA Scriptura[/td]
[/tr]
[tr]
[td]Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua[/td]
[td] [/td]
[td]Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat[/td]
[/tr]


[tr]
[td]SOLO Fide[/td]
[td] [/td]
[td]SOLA Fide[/td]
[/tr]
[tr]
[td]Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua[/td]
[td] [/td]
[td]Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat[/td]
[/tr]


[tr]
[td]SOLO Gracia[/td]
[td] [/td]
[td]SOLA Gracia[/td]
[/tr]
[tr]
[td]Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua[/td]
[td] [/td]
[td]Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat[/td]
[/tr]


Tradisi manusia yang banyak [b]berbau [/b]berhala dan anthroposentris sangat bertentangan dengan prinsip Alkitab yang Theosentris.
"Bau"nya tradisi itu ada di pov per individu.

Luther sbg individu pencetus SS itu sendiri, dari sepanjang yang saya baca2 di internet —> tidak/belum saya ketemukan bhw SS itu ngebawa bawa perihal tradisi2 DM atopun sebangsanya. In fact, dari baca2 di internet - Luther sendiri menjalankan tradisi DM.

Taroh kata saya idup di jaman Luther, dan ngliat Luther sembahyang kui2 didepan patung salib, saya bisa akan berkomentar “eh Luther, ngapain juga salib elu kui2 in ?”.

Point-nya disini kan :
apa iya itu Luther lagi kui2 kepada salib yg indah nian berukir Yesus tsb ?

Dengan demikian JELAS, “bau-nya” itu tradisi gesture si Luther yang ada di pov saya tidak sama dengan “bau-nya” tradisi gesture dirinya sendiri di pov Luther.

Oleh karena itu Alkitab Firman Tuhan harus mentransformasikan semua tradisi manusia agar tidak melawan kebenaran Firman Tuhan.
Tell that to Luther, secara dialah sang pencetus SS.
[u]Alkitab sudah banyak kali memperingatkan akan hal itu :[/u]

Matius 15:3 But he answered and said unto them, Why do ye also transgress the commandment of God by your tradition?

Matius 15:6 …Thus have ye made the commandment of God of none effect by your tradition.

Markus 7:8 For laying aside the commandment of God, ye hold the tradition of men, as the washing of pots and cups: and many other such like things ye do.

Markus 7:9 And he said unto them, Full well ye reject the commandment of God, that ye may keep your own tradition.

Markus 7:13 Making the word of God of none effect through your tradition, which ye have delivered: and many such like things do ye.

Kolose 2:8 Beware lest any man spoil you through philosophy and vain deceit, after the tradition of men, after the rudiments of the world, and not after Christ.

Sudah saya tulis. Yang error itu BUKAN tradisinya ! Yang error itu adalah orangnya.

Baca itu sikon-nya kayak begimana shg nongol kalimat seperti diayat atas.

Alkitab sudah banyak kali memperingatkan akan hal itu :
Sekali lagi baca kondisinya kayak begimana. Jangan mendadak dicomot yang teguranNya. Perhatikan sikonnya sbb :

Tetapi kamu berkata:

KALAU
seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban–yaitu persembahan kepada Allah–

MAKA
kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya

Perhatikan itu kalimat diatas. Itu Kronologika.
Dan itu kronologika yang manipulative.

Selanjutnya barulah Yesus berkomentar thdp kronologika tsb :
Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu

Nah… sudah bisa nangkepkah ? Bahwa :
“persembahan kepada Allah” —> ini adalah yang tradisi, adat istiadat.
“hormat kepada ortu” —> ini adalah yang FT.

So, BUKAN tradisinya yang error - melainkan orangnya yang error.

Komentar anda hanya bikinan anda sendiri bukan bersumber dari Kitab Suci Kristen yang otentik.

Quote Kata Yunani yang diterjemahkan “digerakkan” adalah dari kata “phero” dan berarti “mempengaruhi.” Dari II Timotius 3:16 dan II Petrus 1:21 kita melihat bahwa ROH KUDUS mempengaruhi pikiran penulis selama mereka menuliskan kata-kata yang dinafaskan Allah dalam Alkitab. Sekali lagi, ungu.

Sekali lagi baca yg diatas.

Quote Misalnya, dalam Yeremia 1: 9, kita membaca : “TUHAN berfirman kepadaku: Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu” (Jeremiah 1:9). Satu kalimat ayat yang menunjukan X tidak sertamerta artinya X bisa di terapkan ke setiap kalimat ayat yang ada. Ayat diatas occasional. Nggak bisa lalu diambil kesimpulan "dengan demikian setiap kalimat2 yg terbaca di Alkitab itu dikarenakan Allah menaruh perkataan2Nya ke setiap penulis catetan2 tsb".

Ayat diatas sangat bersifat doktrinal bukan occasional menurut pendapat anda yang pagan,dan semua orang Kristen mengakuinya demikian.

Quote PL sudah lama dalam bentuk tertulis sebelum era Perjanjian baru. Well, didalam PL itu sendiri juga ada terbaca bhw di event realita saat itu mereka juga mengacu ke suatu catetan2.... misal The Book of the Wars of Yahweh. Di PB, ada penulis PB yg juga mengacu ke suatu catetan yang tidak berasal dari PL.

Segala catatan tidak berlaku bagi iman Kristen kalau bertentangan dengan apa yang tertera didalam wahyu Allah yang resmi yaitu Alkitab.

Quote Apa persoalannya kalau pemahaman hermeneutika Alkitab harus kontekstual didalam jaman dan budaya terkait ? Kok jadi ke perihal jaman dan budaya ?

Karena kritikan anda menyangkut budaya pada masa itu seperti Jilbab di Timur Tengah.

Quote Baptisan sekarang tidak perlu harus turun kesungai ! Tidak ada akibat. Tidak diketemukan kalimat : A. orang yg dibaptis tidak turun ke sungai, orang ini bla3x B. orang yg membaptis tidak nurunin ke sungai orang yg dibaptis, orang ini bla3x

Dulu baptis turun kesungai sekarang tidak perlu demikian.

Quote Perjalanan penginjilan tidak harus naik keledai lagi tapi bisa naik Jet ! Tidak ada akibat. Tidak diketemukan kalimat : orang yg menginjili tidak naik keledai, orang ini bla3x

Pahami saja secara ilustrasi bung !

Quote Gereja tidak pernah mentrapkan Alkitab secara Biblicist atau Solo Scriptura ! Makanya saya udah ajukan bahwa bahkan para pencatet itu sendiri TIDAK MELULU SOLA SCRIPTURIST. Yang diajukan penulis itu LOGIC standalone yang ada di pov si penulis sendiri.

Alkitab jauh diatas logika manusia,tidak harus masuk logika dalam hal hal tertentu karena dia lebih tinggi dari logika manusia.

tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina laki2

Perhatikan itu kalimat merah.
Kalimat merah adalah sebuah akibat apabila kalimat sebelumnya terpenuhi.
Dan akibat yg spt merah tsb nongol dari pov si penulis itu sendiri.

Saya bisa nge-respond kalimat si penulis berupa :
Mao tu perempuan saat berdoa [bertudung kek - nggak bertudung kek] nggak ada hubungannya dengan menghina laki laki. It doesn’t connect at all.

Idem thdp misal VB atopun PV.
Mao itu Yusuf [langsung menyetubuhi Maria kek, nunda2 kek, sama sekali nggak menyetubuhi Maria kek], nggak ada hubungannya dengan kekudusan Yesus. It doesn’t connect at all.

Respond saya diatas logic, YET saya nyadarin bahwa realitanya ADA.
ADA orang yang berpikiran bhw perempuan berdoa nggak bertudung itu menghina laki2.
ADA orang yang berpikiran bhw DM itu menjaga/meninggikan kekudusan Yesus.

Dengan demikian JELAS, tradisi itu nggak ada hubungannya dengan apa yang tercatet.
Apabila ada tradisi [setahun sekali satu gadis perawan di gorok lehernya lalu di jorogin ke sumur] —> ini kan nggak perlu adanya catetan2 utk diketahui bertentangan dgn catetan ato kagak . Logic sendiri sudah duluan menyatakan bahwa tradisi tsb nggak bener.

Baca lagi komentar saya soal pemahaman kontekstual didalam kebudayaan era tertentu bukan membabibuta membaca Alkitab secara Biblicist.

Saya hanya concern Sola Scriptura sesuai topik !

Soal tradisi sudah saya kutip ayat ayat Alkitab secara tegas menentang tradisi manusia yang bertentangan dengan wahyu Tuhan,karena itu hanya ajaran manusia.

Kolose 2:22 semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.

Kalau anda ngotot menganggap tradisi manusia sudah pasti benar itu memang omongan paganisme bukan Kristen karena tidak sesuai dengan apa yang dikatakan Scriptura.

Skali lagi Bro,
Tradisi itu nggak jadi masalah di Sola Scriptura, hanya sifatnya sekunder, tidak mengikat.

Kl Luther menganut perpetual virginity of Mary, maka itu bersifat sekunder dan tidak mengikat buat Gereja scr universal.

Skrg di semua Gereja Protestan jg gitu kok.

Gereja A mngajar tradisi bgini,
Gereja B mngajar tradisi bgitu,
Semua ajaran itu mengikat bagi gerejanya sendiri ssuai aturan internal, tp tidak mengikat buat semua Gereja scr universal.

Skali lagi, Oda harus pahami konteksnya.

Kl pd masa menjelang Reformasi itu, andaikan ada jemaat (bagian Gereja) yg tidak sepakat dg Gereja Roma utk sesuatu yg di luar Scriptura (mksdnya Tradisi), maka jemaat tsb anathema, di ekskomunikasi, terkutuk.

Kl skrg saya karismatik, semper reformed, gereja kami tidak saling meng-anathema tuchhh.


Trus kamu nanya mulu soal membunuh.
Itu yg menghukum adalah negara.

Tepok jidat dah.


Dan udah saya tulis di post nomor sekian (saya lupa) SS itu muncul karena ketidak-setujuan Luther thdp GK yang melakukan : 1. Penjualanan surat pengampunan dosa 2. Pembunuhan heretic 3. dll

Halaghhh itu kan produknya.
Yg jadi masalah adalah sistem yg mengeluarkan produk tsb.

Kamu spt bilang dulu pd masa orde baru, yg jadi masalah adalah penculikan aktivis.
Penculikan aktivis itu produknya.

Nah, apa yg mnyebabkan proses sampai dputuskannya penculikan aktivis?
Itulah konteksnya.

Tuhan itu ESA dan SEMPURNA. Ajaran-Nya pasti Mono Tafsir/Universal.
Manakah yang benar ?

Tuhan memberkati…

ESA dan SEMPURNA bukan berarti mengharuskan seragam.
Di alkitab ada nasehat untuk saling menerima tanpa mempercakapkan imannya ketika membahas tentang perbedaan praktek kerohanian.

Yang tidak benar justru yang menentang perbedaan dan menganggap diri sendiri paling bener.

IMO, kalimat bold dari siip itu kayaknya bukan secara dari pov SS itu sendiri, siip.

Apabila [bold = True] - kan kelogisan selanjutnya tidak perlu ada orang SS yg tereak2 mengenai Tradisi RC, siip ?

Kl Luther menganut [b]perpetual virginity[/b] of Mary, maka itu bersifat sekunder dan tidak mengikat buat Gereja scr universal.
Nah... contoh salah satu adalah : sementara Luther sendiri sbg pencetus SS, namun di SS nya dia itu sendiri yang terlihat adalah bold spt yg siip tulis di quote pertama karena berdasarkan info, Luther sendiri juga menganut tradisi PV.
Gereja A mngajar tradisi bgini, Gereja B mngajar tradisi bgitu, [b]Semua ajaran itu mengikat bagi gerejanya sendiri ssuai aturan internal, tp tidak mengikat buat semua Gereja scr universal[/b].
Saya sependapat kok sama bol, siip. Point-nya disini kan ada banyak orang SS yang "nyebrang" dengan bilang [tradisi RC itu bertentangan dgn Alkitab, tidak SS]. Ungu itu mungkin tadinya lisan. Blakangan dituliskan. Lama2 tulisan ungu nyebar. Lama2 tulisan ungu menjadi "ajaran". Lama2 tulisan ungu menjadi "tradisi", baik lisan maupun tulisan. :D

Sekarang kalo saya tarik mundur, berasal dari mana/siapa itu ungu ?
Q : berasal dari Luther sbg pencetus SS ?
A : TIDAK.

oda :
Dengan demikian, ungu itu sendiri telah menjadi “tradisi” yang tidak diketahui ujung-pangkalnya.
Sebelum SS Luther, tidak ada itu “tradisi” yang seperti ungu.
Segera setelah SS Luther (masih di time frame Luther hidup), tidak ada itu “tradisi” yang seperti ungu.
Entah kapan dimulainya, yang ketauan saat ini - di jaman sekarang ini, “tradisi” ungu eksis baik lisan maupun tulisan :D.

Skali lagi, Oda harus pahami konteksnya.

Kl pd masa menjelang Reformasi itu, andaikan ada jemaat (bagian Gereja) yg tidak sepakat dg Gereja Roma utk sesuatu yg di luar Scriptura (mksdnya Tradisi), maka jemaat tsb anathema, di ekskomunikasi, terkutuk.

Well, Luther sendiri juga menerapkannya kan, siip ? Pembunuhan para Anabaptist yg di otorisasi Luther, misalnya.

Kl skrg saya karismatik, semper reformed, gereja kami tidak saling meng-anathema tuchhh.
Tetep, realita yang ada oranye, kan siip. :wink:
Trus kamu nanya mulu soal membunuh. Itu yg menghukum adalah negara.
whoever yang ngebunuh siapa, siip. Saya disini kan emang nggak ngomongin perihal SIAPA yang ngebunuh, melainkan kayak begimana itu ajarannya itu sendiri. [pembunuhan heretic] yang ngebunuh bukan RC sendiri, bukan Luther sendiri, bukan Calvin sendiri, melainkan pihak lain. Namun ajarannya itu sendiri kayak begimana dari masing2 pihak ?

Nah…
RC nggak ada ngajarin SS. RC nggak ada ngajarin TULIP. Oda diem.
Calvin tereak2 TULIP, orang2 SS jaman sekarang tereak2 SS. Oda cerewet :char11:.
Kecerewetan saya : [TULIP dan SS itu sendiri AMBIGU. Manipulatif].

Halaghhh itu kan produknya. Yg jadi masalah adalah sistem yg mengeluarkan produk tsb.
Ya. Oleh karena itu di thread satu lagi (Perseverance of the Saints) saya ajukan pertanyaan apakah [membunuh heretic] [u]saat itu[/u] telah menjadi tradisi oleh sebagian orang ? (sehingga di contoh oleh Luther dan Calvin).

Thread tsb tidak ada jawaban yang bisa menuntun ke kesimpulan “Luther/Calvin mengikuti contoh buruk RC”. Oleh karena itu saya cerewetin terkait ajarannya. (di thread tsb didalam hal Perseverance of the Saints).

Kamu spt bilang dulu pd masa orde baru, yg jadi masalah adalah penculikan aktivis. Penculikan aktivis itu produknya.

Nah, apa yg mnyebabkan proses sampai dputuskannya penculikan aktivis?
Itulah konteksnya.

IMO, nggak bisa disamain dengan NKRI, siip.
[penculikan aktivis] = undang-undangiah ato kagak ?
[pembunuhan heretic] = Alkitabiah ato kagak ?

Point-nya disini adalah :
jadi, SS itu timbul karena apa ?
A. karena Luther tidak setuju dgn “tradisi” RC saat itu di perihal [pembunuhan heretic]
B. karena Luther tidak setuju dgn “tradisi” RC saat itu di perihal [penjualanan surat pengampunan dosa]
C. karena Luther tidak setuju dgn tradisi RC saat itu di perihal [Devotion to Mary]

Apabila jawabannya BUKAN point C, lah dari mana itu jadinya ujug2 timbul “tradisi” ungu ? :rolleye0014:

:slight_smile:
salam.