seputaran Sola Scriptura ---> pertanyaan bagi para pemberhala BUKU

Lah ya sama. SS itu adalah ajaran yang TIDAK bersumber dari Alkitab. SS itu buah pikiran manusia. Dan SS itu manipulatif.

Ayat diatas sangat bersifat [b]doktrinal [/b]bukan occasional
TIDAK. Ayat tsb [b]occasional[/b].

“TUHAN berfirman kepadaku: Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu”

Spesifik di frame waktu tsb.
Spesisifik ke individu ybs.

menurut pendapat anda yang pagan,dan [b]semua orang Kristen mengakuinya[/b] demikian.
Tidak akan ada orang Kristen yang mengakui bahwa ayat tsb doktrinal.

Hanya iblis saja yang menyebarkan penyesatannya dengan menyatakan “ayat tsb doktrinal” —> “dengan demikian apa yang saya ucapkan (ungu) adalah atas hasil Allah menaruh perkataan2Nya kedalam mulutku”.

Sungguh suatu penyesatan sirkular yang alang bukan kepalang. ;D

Segala catatan tidak berlaku bagi iman Kristen kalau bertentangan dengan apa yang tertera didalam wahyu Allah yang resmi yaitu Alkitab.
Nah... tunjukan ke saya, dimana itu CATETANnya yang menyatakan ungu ? Gak akan dirimu bisa, wong ungu adalah buah pikiran iblis itu sendiri koook. ;D
Karena kritikan anda menyangkut budaya pada masa itu seperti Jilbab di Timur Tengah.
Dengan demikian, [memberhalakan buku catetan] juga adalah budaya yang saat ini sedang berlangsung.

DULU, bahkan di frame waktu Luther hidup - nggak ada itu dia memberhalakan buku catetan.
Blakangan aja ujug2 nongol [buah pikiran manusia] yang tereak2 [tradisi RC bertentangan dengan Alkitab, tidak SS]

Dulu baptis turun kesungai sekarang tidak perlu demikian.
Well, however tetep aja itu orang tereak [Tradisi baptis yang spt X, yang bener - sesuai dgn Alkitab. Tradisi baptis yg spt Y bertentangan dengan Alkitab].
Pahami saja secara ilustrasi bung !
Nope. Ilustrasi-mu tidak ada perihal akibat terkait individu. Sementara JELAS, kalimat tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina laki2 menunjukan akibat... yakni : [i]si pelaku menghina para laki2.[/i]
Alkitab jauh diatas logika manusia
Ungu diatas adalah buah pikiran iblis. Dan karena ungu datengnya dari iblis, [u]jelas tidak ada logikanya[/u]. Karena memang sengaja diajukan secara tidak berlogika AGAR seolah-olah penyesatannya itu sesuai dgn Alkitab.
[b]tidak harus masuk logika[/b] dalam hal hal tertentu karena dia lebih tinggi dari logika manusia.
Nah... betul kan spt apa yang barusan saya tulis diatas ;D.
Baca lagi komentar saya soal [b]pemahaman kontekstual didalam kebudayaan era tertentu[/b] bukan membabibuta membaca Alkitab secara Biblicist.
Nah... iblis-nya lupa, bahwa kalimat bold itu sendiri tinggal dibalikin ke para pemberhala Alkitab : [i]"pahami kontekstual didalam kebudayaan era tertentu, bukan membabibuta membaca Alkitab"[/i].

A. [Perempuan berdoa tanpa tudung, menghina laki2]
—> ini adalah budaya/tradisi yang ada saat itu di lokasi tertentu.
TIDAK PERLU di acu acu ke catetan.

B. [Devotion to Mary]
—> ini adalah budaya/tradisi yang ada saat itu di lokasi tertentu.
TIDAK PERLU di acu acu ke catetan.

Mengenai mungkin masih ada atopun sudah tidak ada lagi tradisi A ataupun B dijalankan di jaman sekarang ini oleh kelompok tertentu, laen cerita.

Iblis nggak akan bakal nyadar, karena point utamanya adalah PENYESATAN.
Iblis lupa bahwa budaya/tradisi [perempuan berdoa tidak bertudung menghina laki2] saat itu yang sedang berlangsung itu sendiri TIDAK Es Esssssssssssssss !!! ;D

Well, kosakata [sola] itu sendiri kamu manipulasi dengan mengajukan statement “ada perbedaan antara kosakata [sola] VS [solo]” kooook. Kenapa juga jadinya tidak berani mengajukan [solo fide] dan [solo gracia] ?

Soal tradisi sudah saya kutip ayat ayat Alkitab [b]secara tegas[/b] menentang tradisi manusia yang bertentangan dengan wahyu Tuhan,karena itu hanya ajaran manusia.
Adanya tradisi tidak perlu di acu acu ke sebuah catetan.

Tidak ada itu kalimat yang boro boro SECARA TEGAS, wong kalimatnya itu sendiri tidak ada, sama sekali NIHIL kooook.

Kalimat :
ayat ayat Alkitab secara tegas menentang tradisi manusia yang bertentangan dengan wahyu Tuhan —> JELAS JELAS ini kalimat PENYESATAN.
Kalimat sirkular yang sengaja dibikin demi melancarkan penyesatan. ;D

Kolose 2:22 semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut [b]perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia[/b].
Nah itu. Si penulis kalimat [tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina laki2] sedang menuruti perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia !!
[b]Kalau [/b]anda ngotot menganggap tradisi manusia sudah pasti benar
Oh itu kalo ngototnya saya [KALAU menganggap ijo]. Kenyataannya ngotot saya bukan yang ijo. Dan iblis memang akan selalu berlagak buta dan gagu walopun sudah tau bahwa yang saya ngototin itu bukan yang ijo.

Buat pembaca yang bukan pemberhala buku … yang saya ngototin adalah : [adanya suatu tradisi TIDAK PERLU di acu acu ke catetan].

itu memang omongan paganisme bukan Kristen karena tidak sesuai dengan apa yang dikatakan Scriptura.
[b]Tidak ada catetan yang berbunyi [tradisi bla3x tidak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh [u]catetan ini sendiri[/u]] !!!!!![/b]

Dan seperti biasanya, iblis mendadak buta dan gagu diketika ada penjelasan yang benar terkait [orangnya yang error, bukan tradisinya yang error].

Buat yang BUKAN pemberhala catetan :
Yesus nggak sedang ngomel2/cerewet di perihal tradisinya itu sendiri, melainkan ke orang ybs.

Pemberhala catetan memanipulasi ayat dengan ngambil secara sepotong :
firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu

Kalimat sepotong tsb dimanipulasi menjadi :
KARENA orang ybs menjalankan tradisi yang SALAH
MAKA dengan demikian orang ybs itu menihilkan FT

Jadi ati ati… jangan sampe mao masuk ke jebakan setan :smiley:

Bro ini masih blm memahami sola-scriptura yg dikaitkan dg konteks Reformasi.

Tidak ada sistem yg sempurna, namun sola scriptura ini adalah jalan keluar daripada sistem sebelumnya dimana organisasi dipimpin scr absolut, bisa melahirkan produk yg setara dg scriptura dan dapat menjatuhkan sanksi scr absolut.

Dg adanya sola scriptura ini terjadi check and balances krn denominasi under protestan itu semua berkedudukan setara.

Itulah yg saya bilang bhw sola scriptura itu lahir krn problem seputar terjadinya Reformasi.

Dia bukan sistem terbaik namun menjadi jalan keluar dari persoalan yg sebelumnya.

Skrg Oda persoalkan ada denominasi yg myakini A kmudian mnyebut non-A sbg kontra-biblical sdgkn A itu dahulu dianggap tradition, ada pula yg mnganggap sbg biblical, lalu nyang bener nyang mana?

Nah itulahhh solusi dari sola-scriptura, ketiga opini yg berbeda itu mjalankan fungsi check and balances.

Better spt itu daripada kondisi pra-sola scriptura.

Bayangkan kl Oda boleh baca Alkitab tp hanya bahasa latin kmudian interpretasi sudah ditetapkan, distempel sbg perkataan Tuhan, kalo ngga pcaya maka disebut bukan Kristen.

Ini bisa ada forum diskusi yg setara dimana tiap orang mengungkapkan pemikirannya masing-masing adalah hasil dari sola scriptura.
Kl tanpa sistem sola scriptura, bukan diskusi namanya tp ngajari.

Bro kritik sola scriptura bhw sola scriptura tidak ada di scriptura,
Lha justru kritik itu Bro hasilkan secara sola scriptura.
Mantap toh.

Anda liat toh scripturanya, Anda pelajari kan. Anda interpretasikan toh dg pemikiranmu.
Anda ini pengkritik sola scriptura yg justru sangat sola scriptura, lebih daripada saya malah.

Coba kl saya suruh Anda baca dokumen ABC nomor 123 mengenai hal ini, itulah yg ditetapkan para imam, itulah yg paling bener, udah lo gak usah mikir apa2 lagi, apa Anda lebih puas?

:smiley: :smiley: :smiley:

Soal ini udah kali ya Oda.

Skali lagi, jangan liat sola-scriptura per-se, tp liat dari konteks lahirnya.

Dimananya ya yang menurut siip saya kurang paham ?

Seperti yg udah sempet saya post-kan, SS nongol terkait reformasi adalah berangkat dari ketidak-setujuan Luther thdp adanya [penjualanan surat pengampunan dosa oleh RC] —> ungu ini dah yg sepanjang pengetahuan saya problem utamanya di pov Luther. So, di pov Luther : Tidak ada kalimat2 di Alkitab yang bisa menuntun ke kesimpulan, dimana berdasarkan kesimpulan tsb jadinya dilaksanakan ungu.

Kalo menurut siip sendiri kayak begimana ?
Dan apa/dimana/yg mana yg menurut siip saya kurang paham ya ?

Tidak ada sistem yg sempurna
IMO, apabila sistemnya Luther spt oranye - ya kalo menurut saya itu bisa dipake, walopun tanpa perlu ngacu-ngacu ke AlkitabPUN - logically ungu itu sudah aneh duluan :char11:
namun sola scriptura ini adalah jalan keluar daripada sistem sebelumnya dimana : 1. organisasi dipimpin scr absolut, 2. bisa melahirkan produk yg setara dg scriptura dan 3. dapat menjatuhkan sanksi scr absolut.
IMO, pengajuan siip diatas itu menuntun ke pemikiran bahwa BAHKAN tanpa terjadinya unguPUN, Luther sbg orang Katolik sudah duluan tidak setuju dengan : 1. RC dipimpin oleh kePAUSan secara absolut. 2. Sistem kePAUSan spt nomor 1 menyebabkan RC bisa mengeluarkan ajaran yang dicanangkan setara dengan Alkitab 3. Sistem kePAUSan spt nomor 1 menyebabkan RC bisa menjatuhkan sanksi thdp siapapun dalam bentuk apapun.

Apabila ijo benar - maka jadinya terasa janggal,
karena Luther itu sendiri kan dibawah RC sebelum terjadi ungu.

Dg adanya sola scriptura ini terjadi check and balances krn denominasi under protestan itu semua berkedudukan [b]setara[/b].
Dimana-nya yang setara yah siip ?
Itulah yg saya bilang bhw sola scriptura itu lahir krn [b]problem seputar terjadinya Reformasi[/b].
Hehehe... tapi siip belon sempet ngajuin problemnya itu berupa apa. Sementara saya sudah mengajukan problemnya itu apa, yakni berdasarkan baca2 di internet - problem utamanya adalah terjadinya ungu. Dan apabila menurut siip problemnya itu BUKAN ungu, melainkan ketiga point diatas maka ini kan nggak diperlukan nunggu dulu terjadinya ungu, siip ?

IMO, ketidak setujuan Luther BUKAN mengenai point 1, 2 dan 3.
Melainkan sistem ungu yang dijalankan oleh RC di frame waktu tsb itulah yang Luther tidak setujui.
Luther tidak setuju penerapan sistem ungu yg dilakukan oleh individu Paus. Ungu, menurut Luther tidak Alkitabiah. BUKAN, [sistem kePAUSan RC] yang menurut Luther tidak Alkitabiah.

Dia bukan sistem terbaik namun menjadi jalan keluar dari persoalan [b]yg sebelumnya[/b].
Nah itu. Sistem SS Luther itu ya HANYA terkait adanya problem ungu di masa lampau yang dijalankan RC kan siip ?

bersambung

Skrg Oda persoalkan ada denominasi yg myakini A kmudian mnyebut non-A sbg kontra-biblical sdgkn A itu dahulu dianggap tradition, ada pula yg mnganggap sbg biblical, lalu nyang bener nyang mana?
Hehehe... terus terang saya kebingungan dengan kalimat siip diatas karena saya tidak bisa membuat sikon-nya kayak begimana.

Bisa siip tolong jelaskan maksud kalimat siip diatas pada asumsi saya hidup di jaman Luther when he was about to make a reformation ?

Kalopun saya maksa utk bikin sikon-nya berdasarkan kalimat siip di quote atas, jadinya begini :

ada denominasi yg myakini A kmudian mnyebut non-A sbg kontra-biblical
RC meyakini bahwa [A = penjualanan surat pengampunan dosa]. Apabila ada yang tidak sependapat dengan A, RC menyatakan bhw ybs itu kontra-biblical. So, ybs heretic, non-A.
sdgkn A itu dahulu dianggap tradition
[u]di pov umum[/u], ungu adalah tradisi ... tidak ada di Alkitab. So, sebelon saya lahir - sejak dahulu kalaPUN ungu itu sudah dilaksanakan.
ada pula yg mnganggap sbg biblical
Sementara dilain sisi, [u]di pov RC[/u] - ungu itu biblical.
lalu nyang bener nyang mana?
Jadi yang bener yang mana ? ungu itu tidak berdasarkan Alkitab ? ataukah berdasarkan Alkitab ?
Nah itulahhh solusi dari sola-scriptura
Nah... dengan membaca kalimat2 yang ada di Alkitab, diketahui bahwa ungu itu tidak Alkitabiah. Tidak ada catetan2 di Alkitab yg bisa menuntun ke suatu kesimpulan dimana berangkat dari kesimpulan tsb jadinya bisa dilaksanakan ungu.

Begitukah maksud siip ?


Better spt itu daripada [b]kondisi[/b] pra-sola scriptura.
(imo) frame waktunya spt sbb : 1. RC sebelum terjadinya [penjualanan surat pengampunan dosa] ---> sebelum taon 1500 an. 2. RC selagi terjadinya [penjualanan surat pengampunan dosa] ---> taon 1500 an. 3. SS Luther 4. RC setelah tidak ada lagi [penjualanan surat pengampunan dosa]

Berdasarkan kalimat siip, kesimpulan saya jadinya sbb :
Kondisi RC sejak awal (entah taon brapa) s/d taon 1500 an, nggak begitu baik.
Setelah SS Luther keluar, barulah kondisi RC better.

Apakah bener penangkepan saya thdp kalimat siip di quote atas ?


Bayangkan kl Oda boleh baca Alkitab tp hanya bahasa latin kmudian interpretasi sudah ditetapkan, distempel sbg perkataan Tuhan, kalo ngga pcaya maka disebut bukan Kristen.
Tapi "tradisi" buruk yang dijalankan RC di taon 1500 berupa ungu itu sendiri (imo) nggak memerlukan acuan Alkitab kan siip ? Maksud saya, bahkan tanpa saya perlu mengerti apa itu isi Alkitab yg hanya berbahasa latin ituPUN, ungu itu sendiri udah duluan ketauan nggak beres. :char11:
Ini bisa ada forum diskusi yg setara dimana tiap orang mengungkapkan pemikirannya masing-masing adalah hasil dari sola scriptura.
Betul. Namun yang saya baca di internet, bahkan isi Alkitab yang diterjemahkan itupun bisa mencerminkan pov si penterjemah itu sendiri.

IMO, RC nggak suka and/or melarang Alkitab diterjemahkan itu didalam alesan yang sudah mengrucut, yakni [terjemahannya itu sendiri jadinya bisa tergantung dari pov si penterjemahnya]. Contoh : Luther menambahkan kosakata [alone] pada ayat Roma 3:28 di hasil terjemahan dia. :smiley:

Kl tanpa sistem [b]sola scriptura[/b], bukan diskusi namanya tp ngajari.
Yang siip ajukan, bukan model SS yang saya lagi cerewetin, siip.
Bro kritik sola scriptura bhw sola scriptura tidak ada di scriptura
Nggak begituuuu.... :D. Yang saya cerewetin adalah : TIDAK ADA kalimat ayat yang bisa menuntun ke kesimpulan [i]suatu tradisi itu perlu di cek n ricek ke Alkitab, sesuai ato kagak[/i].

Oranye adalah buah pikiran manusia. Dan agar buah pikiran oranye tsb keliatannya Alkitabiah, maka diajukanlah ayat2 occasional, di ambil secomot lalu di manipulasi agar orang manggut2 “oh iya… oranye Alkitabiah”.

SS nya Luther itu menjadi nongol (sepanjang yg saya ketahui dari baca2 internet) nggak berkaitan dengan adanya tradisi/ritual RC (misal DM). Melainkan berkaitan “tradisi” yg dijalankan RC saat itu yakni berupa [penjualanan surat pengampunan dosa].

Enaknya begini…
siip sependapat nggak dengan biru saya ?
Ataukah versi siip spt sbb —> [SS nya Luther itu nongol berkaitan dgn adanya tradisi/ritual DM yg dijalankan RC] ?

[b]Lha justru kritik itu Bro hasilkan secara sola scriptura.[/b] Mantap toh.

Anda liat toh scripturanya, Anda pelajari kan

siip, bahkan tanpa perlu saya membaca kalimat2 ayat Alkitab, kecerewetan saya tetep bisa diajukan. Kecerewetan saya kan berangkat berdasarkan apa kata orang2 SS itu sendiri. Sebelumnya sudah saya ajukan. Sekarang saya pake bahan baru :

bersambung.

Does the Bible Teach Sola Scriptura?

Two points must be made concerning whether the Bible teaches sola Scriptura. First, as Catholic scholars themselves recognize, it is not necessary that the Bible explicitly and formally teach sola Scriptura in order for this doctrine to be true.

http://www.equip.org/article/a-defense-of-sola-scriptura/

Mari kita liat bareng2 itu kalimat diatas, terutama kalimat yang merah.

Statement :
It is not necessary that the Bible explicitly and formally teach BLA3x

Oda :
Statement diatas adalah buah pikiran manusia. Dan YA, saya sependapat.
Bla3x itu = [model ajaran yg spt SS, ajaran DM, ajaran kui2] —> these are not necessary that the Bible explicitly and formally teach. In fact, bahkan it’s not necessary utk di acu acu ke Alkitab.

Second, the Bible does teach implicitly and logically, if not formally and explicitly, that the Bible alone is the only infallible basis for faith and [b]practice[/b]
Nah... disini mulai penyesatan yang tentunya saya nggak sependapat. KENAPA oda nggak sependapat ? Karena kosakata [practice] itu jadinya dirujuk ke perihal tradisi/ritual. Sementara padahal, perihal "practice/praktek" di jaman Luther itu pointnya BUKAN di perihal praktek tradisi/ritual DM - melainkan di perihal praktek RC dalam [penjualanan surat pengampunan dosa].
Anda interpretasikan toh dg pemikiranmu. [b]Anda ini pengkritik sola scriptura yg justru sangat sola scriptura[/b], lebih daripada saya malah.
Saya tidak mengerti kok siip bilang spt bold ? Saya mengajukan ayat JUSTRU pada asumsi diri saya sendiri adalah penganut SS, siip. [Perempuan berdoa tidak bertudung menghina laki laki] ---> ini SCRIPTURE. Catetan. Terbaca di Alkitab.

Sikon-nya simple :

  1. Pada asumsi saya sola-scripturist yang idup di jaman saat tradisi ijo dijalankan, saya akan tanya ke si penulis : hai penulis… berangkat dari catetan mana sehingga elu ngajarin tradisi : Karena perempuan berdoa tidak bertudung menghina laki2 - Maka perempuan berdoa mesti bertudung ??

  2. Tradisi ijo adalah scripture. Dengan demikian di jaman sekarang, diketika ada perempuan berdoa tidak bertudung, perempuan ini menentang dari apa yang tertulis di scripture.

Coba kl saya suruh Anda baca dokumen ABC nomor 123 mengenai hal ini, itulah yg ditetapkan para imam, itulah yg paling bener, udah lo gak usah mikir apa2 lagi, apa Anda lebih puas?
Sepanjang pengetahuan saya, sistem di Katolik [Alkitab DAN tradisi]. Dan sepanjang pengetahuan saya pula, tradisi/ritual Katolik itu ya ada yang berbasis oral tradition.
Skali lagi, jangan liat sola-scriptura per-se, tp liat dari konteks lahirnya.
Saya selalu kerepotan kalo ngobrol dengan siip di perihal ini. Idem di thread saya yang lain mengenai TD/OS Calvinist. Karena yang siip jelaskan BUKAN point kecerewetan saya. Akibatnya siip nangkepnya "[i]si oda nggak ngerti ngerti[/i]" :D
the Bible alone is the only infallible basis for faith and practice
Pada asumsi siip adalah model SS yang saya lagi cerewetin, apakah siip bisa tolong menjawab pertanyaan saya sbb : [b][i]jadi, si Adam, Nuh, Abraham, dkk itu basis for faith and practicenya mereka itu APA ?[/i][/b]

:slight_smile:
salam.

nah… ini gw setujuh bingits…

konsep sola scriptura, sebagai salah satu atribut Brand “protestantism”, TIDAK BISA DILEPASkan dari fenomena revolusi sosial abad ke 16 itu.

Brand itu lahir sebagai ANTITESIS, dan alternatif solusi untuk lepas dari belenggu “ABUSE OF FAITH” dan “FORCED INTERPRETATION of Gospel” oleh para oknum2 Klerus roma katolik pada masa itu…

tuh… kan… lagi-lagi…
dari p.o.v. branding, marketing & organisational theory jadi keliatan lebih terang benderang kan?

maap lho ya… wkwk…

Bro kritik sola scriptura bhw sola scriptura tidak ada di scriptura, [b]Lha justru kritik itu Bro hasilkan secara sola scriptura.[/b] Mantap toh.

Anda liat toh scripturanya, Anda pelajari kan. Anda interpretasikan toh dg pemikiranmu.
Anda ini pengkritik sola scriptura yg justru sangat sola scriptura, lebih daripada saya malah.


mungkin maksud mas odad: mengambil sampling beberapa contoh ayat, yang bisa di-deduksi untuk menyimpulkan bahwa:

  • Sola scriptura itu sendiri tidak ada dasar scriptura-nya, alias engga sola
  • sola scriptura adalah salah satu alternatif metode interpretasi alkitab, shg tentu TIDAK SETARA NILAI KEBENARAN ABSOLUT-nya, karena “konsep sola scriptura itu adalah DEDUKSI MANUSIA atas interpretasi Firman Tuhan”, dan BUKAN Firman Tuhan itu an-sich.

Kalo teman-teman dengan wawasan yang luas, dan engga cuma baca alkitab doang… (spt mas siip dan beberapa rekan lainnya…), kayaknya sih cukup bisa mendudukkan diskursus sola scriptura ini scr lebih proporsional…

tapi memang, bukankah tuhan mencintai keberagaman, sehingga Dia juga membagi jatah akal budi yang berbeda-beda kadarnya untuk masing-masing manusia?

ya kebetulan temen-temen lainnya, yang jatah akal budi-nya engga sebanyak mas siip dan bbrp rekan lainnya,
mereka cenderung (bisa subconsciously, atau on-purpose) untuk melakukan ABUSE terhadap Alkitab, dan ABUSE konsep “sola scriptura”, untuk MEMAKSAKAN MODEL INTERPRETASI SOLA SCRIPTURA sebagai INFALLIBEL dan SETARA KEDUDUKANNYA dengan Firman Tuhan an-sich, PADAHAL BUKAN…
[kayaknya ini definisi dari terminologi “berhala Alkitab” itu ya, bro odad?]

jadi in short,
teman2 ini kalo hidup di abad ke 16, jenis-jenis orang seperti ini lah yang berpotensi menjadi klerus-klerus abusive yang memaksakan model interpretasi-nya kepada orang lain…
cuma beda-nya ganti jubah aja… tapi kelakuannya mirip…

kalo di ekstrak lagi, kesimpulannya:

  • It’s NOT about the teaching.
  • Its ALWAYS about the PEOPLE that are interpreting the teaching, regardless of whatever teaching it is…

demikian pendapat saya sih…

Odaaaa Odaaa,
Dari tadi yg diangkat seputar surat penghapusan dosa.

Itu hanya sebuah produk, yg jadi problem adalah sistemnya.

Skrg saya tanya Oda ya.

Kamu prefer Kitab Suci itu:

Apakah:

  1. Bisa dibaca semua orang dan diinterpretasikan, kmudian interpretasi-interpretasi ini didiskusikan, apabila ada ketidaksepakatan maka silakan jalan masing-masing sepanjang ajaran fundamental tidak berbeda

atau

  1. Hanya dapat diinterpretasikan dan ditetapkan golongan tertentu sbg aturan hukum yg berkedudukan setara dg Kitab Suci. Tidak boleh ada perbedaan pendapat sesudah ditetapkannya dan apabila ada beda pendapat maka diekskomunikasikan, dikutuk dan disebut non-Kristen.

Oda prefer mana?

Kl ada org yg menerapkan sola-scriptura tanpa paham latar-belakang kemunculannya, mreka jg potensial mlakukan abuse-of-scripture dalam bungkus-sola-scriptura.

Apa bedanya kl ada denominasi Kristen tertentu yg meng-anathema denominasi lain utk suatu doktrin yg tidak fundamental walau dilakukan atas nama sola-scriptura?

Sola-scriptura adalah solusi utk kondisi pra-reformasi, dia ada krn necessity, bukan krn di Alkitab ada yg namanya sola-scriptura dan untuk mencegah terjadinya kondisi pra-reformasi, maka sistem ini tetap digunakan.

Andai suatu ketika ada sebuah denominasi protestan yg melenceng dari Alkitab krn pendetanya mengajarkan hal-hal yg mulai ekstrim, saya yakin salah satu jemaatnya/anak buahnya akan memisahkan diri dan ber-sola-scriptura juga.

Ini Mas Cadang bisa paham, tp kl Oda krn saking keselnya ama rekan-rekan tertentu jadi kurang mau nangkep soal ini.

masalahnye kebanyakan Protestan (yang ada di forum ini) emang “meng-abuse” sola scriptura tersebut

;D

dalam kehidupan nyata juga sedikit sekali Protestan yang ngerti arti konteks sola scriptura sebenernya
mereka cuma taunya pokoknya baca Alkitab aja, yang lain ngga guna

Mgkn itu oknum protestan,
Krn kl kita liat kedudukan gereja-gereja, mreka walau independen namun saling mengakui keberadaan masing-masing.

Di Protestan itu bahkan ada satu indikator (dari sekian banyak) apakah gereja itu sesat atau tidak, yaitu kl denominasi itu mengakui diri sbg satu-satunya yg paling benar maka sudah jatuh minimal 1 kriteria.

nungguin komen mas aleph aahhh…
:*

Sedikitnya berapa? Jabarin dengan parameternya…
Sudah pernah survey?

Itu statusmu protestan ?
apa sih yang kamu protest ?
Apa tujuan dari protestmu?
kamu termasuk yang memperjuangkannya atau hanya oknum comot status ?

Saya masih belon jelas sewaktu siip bilang “sistem-nya yang menjadi problem di pov Luther”. Sistem yang berupa apa yah siip ?
A. Kepemimpinan (kepausan) yang infallible
B. Indulgences
C. Abused Indulgences (by selling the Indulgences)

Soalnya (imo) apabila itu yang A dan B yang Luther tidak sukai, lah emangnya Luther nggak tau bhw di RC itu ada sistem A dan B sewaktu dia menjadi Katolik ?

Setelah reformasi, jadi apa yang Luther capai terkait A dan B sbg sistem RC ?
Bukankah sistem A dan B itu sampe sekarang tetep eksis di RC ?
However, realitanya sekarang jadi ada pilihan utk menjadi Kristen bla3x ataukah Kristen blo3x - karena Luther mendirikan "gereja"nya sendiri yang tidak bersistem A dan B :D.

Dilain sisi, saya sendiri berpendapat bhw yg menjadi problem bagi Luther adalah yang C.
So, taroh kata C tidak eksis - Luther nggak akan mendirikan gerejanya sendiri :char11:

Tapi ini OOT.
Point-nya thread ini kan mengenai SS terkait tradisi.
So, adakah SS-nya Luther itu is about tradisi/ritual RC ?
Sepanjang yang saya baca2 dari internet, tidak ada.


Skrg saya tanya Oda ya.

Kamu prefer Kitab Suci itu:

Apakah:

  1. Bisa dibaca semua orang dan diinterpretasikan, kmudian interpretasi-interpretasi ini didiskusikan, apabila ada ketidaksepakatan maka silakan jalan masing-masing sepanjang ajaran fundamental tidak berbeda

atau

  1. Hanya dapat diinterpretasikan dan ditetapkan golongan tertentu sbg aturan hukum yg berkedudukan setara dg Kitab Suci. Tidak boleh ada perbedaan pendapat sesudah ditetapkannya dan apabila ada beda pendapat maka diekskomunikasikan, dikutuk dan disebut non-Kristen.
Saya nggak mengerti kenapa kok siip mengajukan pertanyaan spt diatas.

Point saya disini kan :
apakah SS nya Luther itu berangkat dari ketidak setujuannya thdp tradisi/ritual RC, siip.
Yang saya temui (dari baca2 internet), tidak.
So, kenapa kok sekarang nongol tereakan bahwa tradisi/ritual RC itu tidak SS ?

Sementara kalo ngikutin paparan siip, pertanyaannya jadi sbb :
apakah SS nya Luther berangkat dari ketidak-setujuannya thdp sistem kepemimpinan RC yang infallible ?
Nah, saya tidak/belon bisa jawab - karena :

  1. pertanyaan spt itu bukan point dari thread ini
  2. untuk bisa menjawab pertanyaan tsb saya masih perlu baca2 lagi internet :char11:

:slight_smile:
salam.

Okelah, udh mulai ngak nyambung dan makin jauh dari track.

Nah itu. Bold, siip.

Itu yang saya maksudkan di thread ini.
SS-nya Luther itu tidak berangkat dari ketidak-setujuannya thdp tradisi/ritual gerejanya.
Somehow di jaman sekarang SS-nya Luther di abused, dipake utk pernyataan bahwa tradisi RC itu tidak SS.

Andai suatu ketika ada sebuah denominasi protestan yg melenceng dari Alkitab [b]krn pendetanya[/b] mengajarkan hal-hal yg mulai ekstrim, saya yakin salah satu jemaatnya/anak buahnya akan memisahkan diri dan ber-sola-scriptura juga.
Nah itu maksud saya. Bold. Karena individualnya. Occasional.
Ini Mas Cadang bisa paham, tp kl Oda krn saking keselnya ama [b]rekan-rekan tertentu[/b] jadi kurang mau nangkep soal ini.
Berangkat awalnya ya dari bold yang member disini, siip. Anyway, setelah baca2 di internet - it's not about the individual anymore melainkan ajarannya itu sendiri jadinya emang sudah di abused. Ajaran yang abusive ini jadinya ya sudah berhasil ngebrainwashed beberapa individu2 tertentu.
Ini Mas Cadang bisa paham, tp kl [b]Oda [/b]krn saking keselnya ama rekan-rekan tertentu jadi [b]kurang mau nangkep soal ini[/b].
Secara garis besar, saya sudah nangkep dan mengerti dari yang siip paparkan. Anyway yang siip paparkan itu ajaran SS orig which is not abused yet. Sementara yang saya cerewetin disini justru adalah ajaran SS yang setelah di abused. Dipake utk menyatakan [tradisi DM tidak SS]. SS yang sudah di abused ini jadinya illogical, circular.

:slight_smile:
salam.

Ya betul, dang.

Bisa diliat kan post saya tidak meng-generalisir ke setiap member disini dengan kalimat saya yg berupa “kalo begitu elu ngeberhalain Alkitab”. :char11: :smiley: :cheesy:

kalo di ekstrak lagi, kesimpulannya: A. It's NOT about the teaching. B. Its ALWAYS about the PEOPLE that are interpreting the teaching, regardless of whatever teaching it is..
Yang A, it's not about the SS orig teaching. However, setelah B eksis - then (C) it's about the abused SS teaching. :D

Sola Scriptura banyak dukungan ajarannya di Alkitab berbeda dengan komentar anda itu yang tidak ada dasar Alkitabnya.

Baca lagi penjelasan saya sebelumnya bagaimana memahami prinsip Sola Scriptura.

Quote Ayat diatas sangat bersifat doktrinal bukan occasional TIDAK. Ayat tsb occasional. “TUHAN berfirman kepadaku: Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu”

Spesifik di frame waktu tsb.
Spesisifik ke individu ybs.

Itu kan menurut pandangan anda yg paganisme tetapi tidak ada orang kristen yang setuju,jadi simpan sajalah sendiri opini anda itu untuk anda sendiri.

Semua isi Alkitab adalah wahyu Tuhan yang diinspirasikan oleh Roh Kudus.

Opini anda itu tidak valid untuk mengkritik kekristenan disini mas.

Quote menurut pendapat anda yang pagan,dan semua orang Kristen mengakuinya demikian. Tidak akan ada orang Kristen yang mengakui bahwa ayat tsb doktrinal.

Silahkan anda tanya sendiri di lapak kristen !

Semua gereja kristen yg sejati mengaku Alkitab adalah firman Allah bukan sekedar catatan manusia belaka.

Hanya iblis saja yang menyebarkan penyesatannya dengan menyatakan "ayat tsb doktrinal" ---> "dengan demikian apa yang saya ucapkan (ungu) adalah atas hasil Allah menaruh perkataan2Nya kedalam mulutku".

Sungguh suatu penyesatan sirkular yang alang bukan kepalang.

Dimana ayatnya Iblis yang berkata demikian ?

Jangan jangan andalah Iblisnya itu !

Quote Segala catatan tidak berlaku bagi iman Kristen kalau bertentangan dengan apa yang tertera didalam wahyu Allah yang resmi yaitu Alkitab. Nah... tunjukan ke saya, dimana itu CATETANnya yang menyatakan ungu ? Gak akan dirimu bisa, wong ungu adalah buah pikiran iblis itu sendiri koook.

Alkitab sendiri sudah mengatakan tidak boleh ada penambahan wahyu Allah !

Hanya pikiran Iblis yang sering memanipulasi firman Allah.

Quote Karena kritikan anda menyangkut budaya pada masa itu seperti Jilbab di Timur Tengah. Dengan demikian, [memberhalakan buku catetan] juga adalah budaya yang saat ini sedang berlangsung.

Bisa saja sekarang ada budaya tertentu tetapi jangan disamakan otoritasnya dengan firman Tuhan

DULU, bahkan di frame waktu Luther hidup - nggak ada itu dia memberhalakan buku catetan. Blakangan aja ujug2 nongol [buah pikiran manusia] yang tereak2 [tradisi RC bertentangan dengan Alkitab, tidak SS]

Kalau bicara pakai bukti dong jangan asbun

Quote Dulu baptis turun kesungai sekarang tidak perlu demikian. Well, however tetep aja itu orang tereak [Tradisi baptis yang spt X, yang bener - sesuai dgn Alkitab. Tradisi baptis yg spt Y bertentangan dengan Alkitab].

Kalau cara baptisan berbeda memang wajar karena tidak dijelaskan secara rinci di Alkitab kecuali atas nama Allah Tritunggal.

Quote Pahami saja secara ilustrasi bung ! Nope. Ilustrasi-mu tidak ada perihal akibat terkait individu. Sementara JELAS, kalimat tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina laki2 menunjukan akibat... yakni : si pelaku menghina para laki2.

Itulah budaya masa itu tetapi sekarang itu tidak berlaku di Indonesia.

Quote Alkitab jauh diatas logika manusia Ungu diatas adalah buah pikiran iblis. Dan karena ungu datengnya dari iblis, jelas tidak ada logikanya. Karena memang sengaja diajukan secara tidak berlogika AGAR seolah-olah penyesatannya itu sesuai dgn Alkitab. Alkitab berada diatas logika manusia makanya pikiran anda nggak pernah nyampek. Quote tidak harus masuk logika dalam hal hal tertentu karena dia lebih tinggi dari logika manusia. Nah... betul kan spt apa yang barusan saya tulis diatas . Baca lagi diatas. Quote Baca lagi komentar saya soal pemahaman kontekstual didalam kebudayaan era tertentu bukan membabibuta membaca Alkitab secara Biblicist. Nah... iblis-nya lupa, bahwa kalimat bold itu sendiri tinggal dibalikin ke para pemberhala Alkitab : "pahami kontekstual didalam kebudayaan era tertentu, bukan membabibuta membaca Alkitab".

A. [Perempuan berdoa tanpa tudung, menghina laki2]
—> ini adalah budaya/tradisi yang ada saat itu di lokasi tertentu.
TIDAK PERLU di acu acu ke catetan.

B. [Devotion to Mary]
—> ini adalah budaya/tradisi yang ada saat itu di lokasi tertentu.
TIDAK PERLU di acu acu ke catetan.

Mengenai mungkin masih ada atopun sudah tidak ada lagi tradisi A ataupun B dijalankan di jaman sekarang ini oleh kelompok tertentu, laen cerita.

Iblis nggak akan bakal nyadar, karena point utamanya adalah PENYESATAN.
Iblis lupa bahwa budaya/tradisi [perempuan berdoa tidak bertudung menghina laki2] saat itu yang sedang berlangsung itu sendiri TIDAK Es Esssssssssssssss !!!

Kalau soal budaya harus dipahami secara kontekstual,makanya camkan baik baik penjelasan saya.