Serigala Berbulu Domba: Sebuah Refleksi Kritis atas Teologi Kemakmuran

Sebuah Refleksi Kritis atas Teologi Kemakmuran

Teologi Kemakmuran adalah ajaran yang menggunakan tema-tema uang/kekayaan untuk memikat orang agar menjadi anggota jemaatnya. Uang/kekayaan adalah salah satu tema yang paling diminati manusia. Tema lain yang diminati adalah kesehatan, seks, percintaan. kriminalitas, politik, wisata, hiburan dan agama. Media massa memasukkan tema-tema ini sebagai rubrik tetap, bahkan situs-situs internet yang ramai dikunjungi adalah situs dengan tema-tema tersebut.

Keberatan utama terhadap Teologi Kemakmuran adalah pergeseran dari gospel/injil yang berpusat kepada “kabar keselamatan” menyimpang menjadi injil yang berpusat pada “kabar kemakmuran.” Jika semula daya tarik Injil adalah “kedatangan juru selamat”, dalam Teologi Kemakmuran, daya tariknya adalah hasrat manusia untuk mendapatkan kemakmuran.

Istilah “Teologi Kemakmuran” sebenarnya bukan ciptaan dari orang-orang yang menganutnya, melainkan sebuah julukan yang diberikan oleh para pengeritiknya. Karena itu, “teologi kemakmuran” adalah sesuatu yang tidak diakui oleh orang yang dianggap menganutnya. Teologi kemakmuran berkonotasi negatif dan gereja yang dianggap menganutnya seringkali menolak mengakui menganut ajaran tersebut.

Benarkah Teologi Kemakmuran dianut oleh gereja-gereja tersebut? Ya dan Tidak. Secara sadar, gereja-gereja ini tidak menganutnya. Jika ditanya
Apakah Anda percaya Injil dan menjadi Kristen karena ingin kaya?" Mereka akan menjawab tidak.

“Menjadi kaya bukan tujuan. Tujuan kami tetaplah Allah semata, dan bukan harta. Namun jika Allah memberkati kami, maka kami tidak akan menolak.”
Kira-kira demikian jawaban mereka dengan didasari ayat Matius 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Meskipun sebenarnya perikop ayat ini sedang bicara hal kekuatiran, dan bukan soal janji kemakmuran.

Namun manusia tidak hanya terdiri dari pikiran sadar, melainkan juga memiliki bawah sadar, dan dalam bawah sadar inilah hasrat-hasrat akan tema-tema di atas bergejolak ingin dipuaskan. Saya menemukan folder di komputer warnet dengan judul “jangan dibuka ada bokepnya.” Bagi orang tertentu, judul ini adalah larangan. Judul ini sangat membantu agar orang yang tidak suka dan menghindari pornografi bisa waspada dan tidak membukanya. namun bagi sebagian lain, judul ini malah memicunya untuk membuka.

“Jangan beribadah kepada Allah karena ingin diberkati. Jangan cari berkat, tapi carilah Sang Pemberi Berkat. Andalkan Tuhan, senangkan Tuhan, cari apa yang dikehendaki Tuhan dalam hidupmu. Dan jika Allah berkenan, Ia tak akan segan-segan melimpahimu dengan berkat.”

Ucapan di atas ini punya dampak psikologis yang sama dengan judul folder “jangan dibuka ada bokepnya.” Bagi sebagian orang yang memang tidak berhasrat ingin kaya, tema-tema kekayaan adalah hal biasa saja dan mungkin membosankan. Namun bagi sebagian yang lain, tema ini adalah pemuasan dari hasrat yang tak terakui.

Sekitar satu dekade lalu, merebak sebuah virus sederhana dengan judul “myheart.exe” yang menyamar menjadi “myheart.doc”. Judul ini sangat memikat sebagian orang karena rasa ingin tahu, kira-kira curhatan apakah yg ada dalam dokumen tersebut.

Virus psikologis efektif menyebar bukan karena kehebatan programming penciptanya, namun karena sang pencipta sangat paham hasrat terpendam manusia.

Siapakah yang paling ahli dalam hal hasrat terpendam manusia? Hasrat untuk kaya, hasrat akan kesehatan dan umur panjang, hasrat akan seks, hasrat akan kekuasaan dan kekerasan?

Bapak dari segala dusta. Dialah yang paling tahu hasrat terpendam manusia. Alkitab menyebut guru-guru palsu sebagai serigala berbulu domba. Apa yang di luar berbeda dengan yang di dalam. “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” akan terbaca oleh hasrat terpendam menjadi: “Carilah kekayaan dengan cara pura-pura mencari kerajaan Allah terlebih dahulu.”

“Jangan nakal, jangan bandel, jangan melawan orang tua, jangan, dan jangan, dan jangan” adalah perintah yang akan dibaca terbalik oleh bawah sadar menjadi: ayo nakal, ayo bandel, ayo melawan dst.

Jadi, jika ada kotbah tentang kekayaan, berhati-hatilah karena “ayo beribadah supaya kaya” ataupun “jangan beribadah karena ingin kaya” bisa berdampak sama, yaitu mem-“brainwash” kita untuk ingin kaya.

Pernah makan di tukang baso yang sibuk dan memesan “jangan pakai saos” dan justru si abang baso memberi saos banyak-banyak?

“Jangan dibuka ada bokepnya” adalah larangan yang oleh sebagian orang justru akan terbaca sebagai anjuran.

bagus juga refleksinya.mudah2an bisa mengetuk pintu hati orang2 Kristen penganut teologi kemakmuran yg saat ini hatinya sudah dibutakan oleh keinginan menjadi kaya.

Saya sebut ini refleksi, karena saya bergereja di gereja yg menganut teologi kemakmuran ini.

dampak negatif dr teologi kemakmuran ----> orang2 Kristen ga berfokus lagi pd kasih(mengasihi sesama/jiwa2 yg terhilang) tp malah pada sibuk memperkaya diri sendiri(mengasihi diri sendiri).klo kek gitu apa bedanya orang Kristen dgn orang2 dunia??udah ga jadi garam & terang dunia lagi soalnya.

Judul saya edit karena misleading.
Harap patuhi peraturan berikut.

Tuhan YESUS memberkati

Teologi kemakmuran kan yang menyebut orang lain…pelajari dulu baik-baik apa yang mereka percaya, baru ambil kesimpulan. Sama seperti gereja tertentu yang dilabelin gereja yang gak ada Roh Kudusnya

teserah ente deh mau nyebutnya teologi apa.tapi intinya sama aja kan(memperkaya diri/ingin menjadi kaya).dampak negatifnya juga seperti yg saya bilang di atas.soal penamaan aja kok diributin.

ada perkataan Tuhan yg berbunyi “lebih susah seekor unta masuk lubang jarum dari pada orang kaya masuk kerajaan surga…”

so, apakah Tuhan ingin kita miskin? atau apakah Tuhan mengajarkan theologi kemiskinan?

tentu saja bukan… ajaran Tuhan bukan masalah kaya atau miskinnya sesorang… tapi bagaimana sikap kita terhadap kekayaan/kemiskinan. bagaimana sikap kita terhadap hal2 duniawi…

kekayaan atau kemiskinan sesungguhnya adalah sebuah anugrah. rahmat tidak selalu datang dalam bentuk kebahagiaan, tapi bisa juga dalam bentuk kemalangan. justru kekayaan bisa menjadi sebuah cobaan, yg memabukan, membawa kita pada pemberhalaan terhadap uang… dan kita tidak menyadarinya… justru kita semakin terlena dengan kekayaan kita.

memuja Tuhan untuk kekayaan, bisa menjadi pembenaran untuk sebuah kesesatan…

kekayaan yg digunakan untuk kemuliaan Tuhan adalah sikap yg semestinya bisa kita sadari…, bukannya mabuk dengan kekayaan itu, sehingga menjadikan kekayaan sebagai tujuan hidup, pusat dari segala hal, sehingga justru menjual kemuliaan Tuhan untuk kekayaan itu.

sebagai murid KRISTUS kita tidak diharapkan sebagai pemburu berkat Tuhan, tapi diharapkan menjadi saluran berkat dari Tuhan, pada sesama.

sebaliknya jika dapat kekayaan, kita pandang sebagai amanat dari Tuhan untuk memuliakan Tuhan secara lebih besar…

Ad Maiorem Dei Gloriam

Anda ini gaya penulisannya berantakan sehingga perlu beberapa kali dibaca ulang untuk merunut alur pemikirannya. Dirapihin dong. Saya berhak ngatur karena mengganggu thread saya. :cheesy:becanda :cheesy:

hahaha… iya memang saya akui… waktu nulis saya lg ga konsen krn “ada gangguan…” nanti saya rapikan ya…

sudah diperbaiki mas… moga2 sudah lumayan… cm pengin berpartisipasi saja… (pemilik treadnya galak… ;D )

BUkan galak, tapi cuma latihan kalau-kalau Maxim atau Apple :angel:mampir ke sini :cheesy:

Kata Yesus :

Luk_16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

Kita harus rajin dan smart , kumpullah uang dan rajin berdoa supaya pekerjaan kita diberkati. Untuk kemuliaan Tuhan. :smiley:

Ini Teologi kemakmuran apa bukan :tongue:

Ayat di atas itu bisa digunakan secara sehat, dan bisa juga digunakan secara tidak proporsional, diulang-ulang sehingga menjadi brainwash untuk ingin kaya.

Teologi Kemakmuran (alias Prosperity Gospel) mengedepankan tema-tema kekayaan/kemakmuran. Problemnya bukan ada atau tidak ayat pendukung bagi ajaran ini. Namun masalahnya adalah ayat-ayat mana yang dipilih dan dikedepankan sebagai daya-tarik orang untuk menjadi kristen dan supaya tetap mau ke gereja. Uang, kemakmuran, kesehatan dll memikat banyak orang. Pengulangan-pengulangan tema kekayaan dalam kotbah, dalam buletin, pamflet, tema tahunan dan slogan-slogan lain berfungsi sebagai brainwash bagi bawah sadar jemaat.

comtoh brain washed yang actual adalah begini

menaruh patung patung perempuan telanjang dada najis yang mempertonton payudara perempuan kepada jemaat yang mau masuk kedalam gereja setiap minggu.

jemaat di brainwashed. patung payudara montok itu tidak dosa, tidak cabul, melainkan kudus, indah, memuji Tuhan dengan keindahan payudara wanita.

kasihan … jemaatnya benar benar di cuci otak.

bayangkan, anak anak jemaat itu, sejak kecil diajarkan kenajisan dan percabulan kedalam pikiran anak kecil itu.
Kalau besar, mau jadi apa anak anak itu ???

saya baru saja menerima berita dr temen saya, kalau ada seorang KRISTEN yang menilep duit nasabahnya. Total duit yang di tilep sekitar 50 Milyar rupiah … kristen model apa itu ???

mungkin juga, dia sudah kena brainwashed, kalau kenajisan, dosa, korupsi, mencuri adalah kudus di hadapan Tuhan.

Dimana Hartamu di situ hatimu alias cinta uang adalah berdosa. :afro:
Orang Kristen Menjadi Kaya adalah DOSA… INGIN Cepat Kaya dengan segala cara itulah DOSA.
Orang Kristen hidup Berkelimpahan / Makmur dan Menjadi saluran Berkat TUHAN adalah baik… :afro:
Orang Kristen menjalankan hukum Tabur Tuai dalam hal KEUANGAN apakah berdosa ? :mad0261:
( Tabur Tuai dalam arti menabur berkat pada orang/ gereja yang membutuhkan dan menuai berkat dari orang/ lembaga lain, semakin besar engkau menabur semakin banyak engkau menuai dan berputar terus… )
FYI : Uang hasil tabur tuai ini juga masuk ke :
- Lembaga MISI ( Penginjilan Local & Dunia )
- Membangun Panti Asuhan / Panti Jompo
- Pelayanan Penjara/ gelandangan/ Bencana Alam.
- Pembangunan Gereja perintis ( beda denominasi ) di pedalaman ( dikota IMB nya susah ! :smiley: )
- Pembangunan GEREJA BESAR / Gedung Pertemuan dapat dipakai oleh interdenominasi. ( bila IMB tidak keluar untuk Gereja ! )
- Dll.

Pendetanya memperoleh Persembahan Kasih berupa RUMAH MEWAH dan MOBIL MEWAH dari Jemaat pribadi yang diberkati TUHAN berkelimpahan apakah Pendetanya berdosa ? ataukah Jemaatnya yang Berdosa ? ( BUKAN DARI KAS GEREJA ! atau HASIL PERSEPULUHAN )

Adakah yang salah dengan orang KRISTEN yang hidup seperti diatas ?

Ayo kita renungkan juga hal tersebut diatas…sebab hal tersebut diatas juga REALITA dalam gereja2 yang disebut TEOLOGI KEMAKMURAN.
Dari buahnyalah engkau akan mengenali apakah mereka Guru2 Palsu yang SESAT ? atau istilah TS Serigala berbulu domba ?

JESUS Blessing.

Tema-tema yang disukai manusia tidak cuma harta/uang/kekayaan, tetapi juga kesehatan, panjang umur, dan juga seks. Pornografi termasuk tema dari situs-situs yang laris di internet. Ini artinya, pornografi juga bisa dijadikan daya tarik, memikat orang, dalam film, komik, majalah, koran, situs bahkan obrolan sehar-hari.

Saya kurang tahu soal adanya Gereja yang menjadikan patung telanjang sebagai daya tarik supaya orang mau ke gereja. Namun memang ada sekte-sekte keagamaan ang menggunakan seks sebagai daya-tarik, misalnya “Children of God.”

Kekerasan juga tema yang disukai masyarakat dan punya daya tarik sehingga digunakan menjadi rubruk tetap di media massa. Dan aliran-aliran agama tertentu juga menjadikan kekerasan sebagai daya tarik, baik yang berupa kekerasan fisik maupun kekerasan semantik.

gw setuju dengan penjelasan si gangga ini ;D

tapi jangan lupa pajak balik namanya diurus ;D

Bro Nggak perlu balik nama , karena langsung atasnama Pendetanya … Pendeta / Kyai/ Pastor kan semua sekarang adalah WAJIB PAJAK ( harus punya NPWP ) ya langsung dibayarin Pajak nya hehehe…

JESUS Blessing

Kalau dasarnya adalah itu, maka Prosperity Gospel secara institusional tidak ada. Yang ada adalah prosperity gospel secara subjektif masing-masing orang secara individual (baik individu pendetanya manupun individu jemaat). :happy0025:

Yang saya kritik dari “teologi kemakmuran” adalah “gospel”-nya. Jadi saya belum masuk ke isi ajaran lebih dalam dari gereja-gereja tersebut. saya sendiri bergereja di GBI, yang (diakui atau tidak) menganut teologi kemakmuran ini.

Injil adalah perjumpaan awal antara kekristenan dan seseorang yang bukan kristen. Misalnya saya orang dari pulau terpencil yang tidak tahu agama apapun. Lalu Anda bertemu saya dan Anda menceritakan kepada saya tentang kekristenan. Inilah yang saya maksud Injil. Semestinya Injil yag diceritakan kepada saya adalah tentang keselamatan oleh Yesus, dan bukan hal lain. Yang lain-lain perihal kedalaman iman kristen akan diceritakan kepada saya selanjutnya. namun pertama-tama Anda mengabarkan Injil kepada saya, yaitu Injil keselamatan. Namun teologi kemakmuran mengabarkan injil yang lain, yaitu injil tentang kemakmuran. Dan saya, sebagai orang asing kemudian mengalami bonding/ikatan dengan kekristenan lewat kabar kemakmuran. Ini yang dikritik.

Dalam rumah sakit kontemporer, bayi yang baru lahir ke dunia tidak dimandikan dulu, melainkan langsung diberikan ke pangkuan ibunya, supaya terjadi ikatan kuat antara bayi dan ibunya.

Injil macam apa sangat penting bagi seorang yang pertama kali menjadi kristen. Injil yang sejati yang harus diketahui pertama adalah kabar gembira akan keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus, dan bukan kabar tentang kemakmuran.