Setan diciptakan Allah di Taman Eden

Mohon Pak Krispus menjelaskan lebih lanjut bahwa setan itu bukan malaikat Allah yang jatuh dalam dosa, tetapi diciptakan Allah di Taman Eden. Berikut ini kutipan dari topik Ada yang percaya Hantu?,

Setan bukan malaikat Allah yang jatuh dalam dosa. Tetapi mahluk yang diciptakan Allah di Taman Eden. Tentang hal ini sebaiknay dibahas berbeda sebab butuh pembuktian ayat cukup panjang, dikarenakan berlainan dengan konsep asal usul setan yang selama ini diajarkan, yang sumbernya banyak berasal dari kitab Henokh, kitab yang diragukan keasliannya.

Bagaimana dengan ayat 2 Petrus 2:4?
Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;

Apakah ayat tersebut di atas juga bersumber dari kitab Henokh?
Demikian dan terima kasih.

Mau Ikut menyimak, siapa tahu ada pengajaran baru :slight_smile:
Silakan @Krispus

Lukas 10:18
i_TB : Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
AV : And He said unto them, I beheld Satan as lightning fall from heaven.

Sedangkan menurut Krispus Taman Eden = Sorga, benar kan Krispus ?

Di sorga ada taman eden,
Di bumi pernah ada taman eden.

Di sorga ada Bait Suci Sorgawi, di bumi juga pernah ada Bait Suci.

Jd mungkin saja Iblis dicipta di taman eden sorgawi dan tadinya diberi kediaman disana.

Ini masih pnafsiran, bukan kebenaran mutlak.

Pandangan yang umumnya diterima adalah iblis dicipta/kejatuhannya terjadi sebelum manusia dicipta

Yes,
Bgitulah pnafsirannya.

Pnafsiran lhooo…

Kitab Henok menceritakan tentang penghulu malaikat Allah yang berdosa dan dilempar ke bumi beserta dengan pasukannya sebagai tempat hukuman mereka.

Seperti yang ditulis oleh Petrus, jika malaikat berdosa maka akan dilemparkan dalam penjara malaikat (Tartaro) sampai hari penghakiman. Artinya tidak ada malaikat yang berubah menjadi setan setelah berbuat dosa (melanggar ketatapan Allah), lantas dipenjarakan di bumi seperti yang diajarkan guru sekolah minggu. Tetapi dipenjarakan di Tartaro tanpa ada kemurahan seperti manusia diberi kesempatan bertobat atau memperbaiki kelakuannya.

Berangkat dari ayat diatas, maka dengan yakin dapat kita pastikan tidak ada malaikat Allah purba yang berdosa lalu dihukum Allah dengan dilempar ke bumi menjadi setan. Ingat bumi bukan tempat hukuman atau penjara malaikat, Allah menjadikan bumi untuk manusia dan Ia mengasihi manusia. Apa yang dinubuatkan Yehezkiel, Yesaya dan Yohanes (Wahyu) adalah kejadian yang sama, bukan dulu setan pernah dipenjarakan di Bumi dan nanti entah bagaimana lolos dan jaman Yohanes dipenjarakan lagi di Bumi lagi. Tidak demikian sebab nubuat itu saling melengkapi. Seperti nubuat Daniel dan Yohanes, bukan dua kejadian berbeda (tentang hal ini pelajaran akhir zaman secara umum sudah jelas). Saat penguasa diudara yang meninggikan diri dalam kitab Yehezkiel dan Yesaya akan diusir dari langit, selanjutnya kitab Wahyu melengkapi nubuat itu, hal ini terjadi dimasa yang akan datang. Saat ini mereka bekerja dalam batas-batas pekerjaan mereka sebagai penggoda dan penuduh, seperti sebutannya.

Berikut perbedaan yang harus diketahui:

Malaikat Allah berdosa akan dipenjarakan di Tartaro
Setan yang berdosa akan dipenjarakan di Abussos
Pada hari penghakiman keduanya akan dilemparkan ke Lautan Api bersama-sama dengan manusia berdosa.

Malaikat artinya utusan atau pesuruh. Malaikat Allah artinya utusan dari Allah, malaikata Abussos artinya utusan dari Jurang Maut (Wahyu 9:11). Beberapa penafsir Alkitab menyatakan bahwa kita juga dapat menjadi malaikat bagi orang lain, sebagai utusan Kristus.

Satan diterjemkan Iblis (bahasa Indonesia) artinya musuh. Lihat Kejadian 3:15.
Diabolos diterjemahkan Iblis (bahasa Indonesia) artinya penuduh atau pemfitnah.
Daimon diterjemahkan Setan (bahasa Indonesia) artinya ilah jahat.

bersambung dibawahnya

Melihat sebutannya maka kita tahu bahwa Satan, adalah sosok yang memiliki kaitan langsung dengan manusia. Menjadi musuh manusia dan penuduh atau pemfitnah manusia. Ia disebut ilah yang jahat, jahat terhadap manusia. Sementara malaikat Allah, tidak berkaitan langsung dengan manusia, sebab malaikat Allah adalah hamba-hamba Allah, menjalankan perintah Allah saja. Manusia memiliki sosok yang menjadi penasihat di taman Eden, sosok yang paling pintar dan cerdik diantara seluruh mahluk yang diciptakan Allah di taman Eden (Kejadian 3:1). Selanjutnya kita tahu kisahnya dimana Ular Tua tersebut hendak memperdaya manusia agar melanggar Firman Allah, supaya mati. Kemudian mereka bertiga diadili Allah. Manusia yang melanggar Firman Allah dihukum sesuai Firman Allah dan Ular menerima kutuk dari Allah, tetapi ia tidak melanggar Firman Allah, sehingga tidak ada kata kematian baginya.

Waktu bergulir dan Allah bukan hanya mengeluarkan satu hukum yang membawa maut bagi mahluk hidup, tetapi banyak hukum yang membwa maut, yaitu Taurat, bukan tanpa maksud.

Dasar inilah mengapa kita baca iblis berkeliaran di Surga sampai hari mereka di usir dari Surga, sekali untuk selamanya. Kelak pada akhir jaman.

Ada ayat tentang satan yang meninggikan diri, sering kali orang salah menganggap Ular Tua itu ingin mereplace kedudukan Allah, mengkudeta Allah dan menduduki tahtaNya. Tidak demikian, Ular Tua juga tahu siapa YHWH, ia tahu diri, tidak seperti manusia yang tidak melihat Allah dengan mata jasmani kita. Dengan memperdaya Adam dan Hawa, tujuan Ular Tua jelas adalah ingin membunuh manusia (Yohanees 8:44). Jika Adam dan Hawa mati, maka yang memerintah atas seluruh taman Allah di Eden dan yang berkuasa di atas bumi adalah Ular Tua, sosok yang disebut Bintang Timur bagi Adam dan Hawa.

Bintang Timur atau Lusifer, adalah sebutan untuk sosok yang menjadi penasihat, penerang yang mewakili Allah. Ular Tua diciptakan cerdik dan pandai, ditempatkan disamping Adam dan Hawa sebagai penasihat dan pembawa terang. Sebab itu pula maka nasihat Ular Tua untuk melanggar Firman Allah demi kebaikan didengar Adam dan Hawa, sebab kedudukannya. Ia bukan binatang sekedar lewat yang mengajak bicara, tetapi penasihat yang mengkianati Adam.

Demikian sejak saat itu, satan dan manusia selalu bermusuhan. Allah yang mengasihi manusia, rela menjadi anak keturunan Adam, agar Ia juga menempatkan diri sebagai musuh satan. Sejak saat itu, maka kemenangan ada di pihak manusia. Kita disebut lebih dari pememang, sebab kita menerima kemenangan Kristus. Pada akhir zaman akan terjadi perang antara satan dan manusia, Ular Tua dan pasukannya melawan Yesus sebagai Anak Manusia yang menjadi Raja bagi umat manusia di tahta Daud akan memerangi Ular Tua itu sampai akhir. Cara yang sulit ditempuh Allah menjadi Anak Manusia, Anak Adam, mati sebagai manusia menebus dosa seluruh anak-anak Adam, sesuai hukum yang dibuatNya sendiri, semua itu karena peristiwa kecil di Taman Eden yang berdampak besar. Allah tidak dapat semena-mena tanpa menyatakan keadilan, kebaikan, kebenaran dan kesetiaanNya bukan saja kepada manusia tetapi juga kepada Ular Tua dan seluruh pembantunya (malaikatnya).

Demikian ringkasannya.

@Krispus

Thx sudah memberi penjelasan. Kalau bisa jangan versi singkatnya Pak. Tolong dijabarkan lebih detail, kalau bisa, tulisannya juga jangan terlalu padat untuk setiap alineanya.

Entah benar atau salah, sementara yang saya dapatkan dari tulisan @Krispus adalah:
*Tidak ada malaikat yang dilempar ke bumi menjadi setan.
*Malaikat Allah berdosa akan dipenjarakan di Tartaro.
*Setan yang berdosa akan dipenjarakan di Abussos.
*Pada hari penghakiman keduanya akan dilemparkan ke Lautan Api bersama-sama dengan manusia berdosa.
*Ular Tua (Iblis/Setan/Satan) adalah penasihat di taman Eden untuk Adam dan Hawa.
*Iblis masih di Surga (kisah Ayub).
*Manusia melanggar Firman Allah demi kebaikan manusia (mungkin maksudnya supaya manusia mandiri).
*Iblis bermusuhan dengan manusia, tetai tidak bermusuhan dengan Allah.
*Allah inkarnasi menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia.

Menjabarkannya seperti mengadakan sebuah seminar. Panjang sekali.

Jika anda ingin bertanya, baiklah berangkat dari apa yang anda tahu dan tidak tahu. Sehingga dapat menyatukan kepingan yang hilang dari siapa Iblis dan mengapa Allah harus menjadi manusia.

Apa yang anda tulis sudah benar. Kalau mau diluruskan saya coba koreksi agar lebih tepat.

*Tidak ada malaikat Allah yang dilempar ke bumi menjadi setan.
*Malaikat Allah berdosa akan dipenjarakan di Tartaro.
*Setan yang berdosa akan dipenjarakan di Abussos.
*Pada hari penghakiman keduanya akan dilemparkan ke Lautan Api bersama-sama dengan manusia berdosa.
*Ular Tua (Iblis/Setan/Satan) adalah penasihat di taman Eden untuk Adam dan Hawa.
*Iblis masih di Surga (kisah Ayub).
*Manusia melanggar Firman Allah demi kebaikan manusia Adam (mungkin maksudnya supaya manusia mandiri). —> anak ingin menjadi seperti bapanya, tawaran menjadi seperti Bapanya dalam waktu singkat itu godaan iblis.
*Iblis bermusuhan dengan manusia, tetai tidak bermusuhan dengan Allah.
*Allah inkarnasi menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia.

Ok Pak, kalau demikian saya ingin bertanya:

  1. Kapan setan diciptakan (sebelum / sesudah penciptaan manusia) ?

  2. Kenapa Allah menciptakan setan?

  3. Kenapa manusia (Adam/Hawa) perlu penasihat? Bukankah mereka bisa tanya langsung kepada Allah?

Sementara itu saja Pak dan terima kasih untuk koreksinya dan memang itu maksud saya.

Kejadian 2:18-19
18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.
19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.

Ada dua kelompok binatang yang diciptakan. Binatang pertama dalam Kejadian 1:21-23, Allah menciptakan burung di hari ke-5, kemudian pada hari ke-6, diciptakan binatang di darat menurut ayat 24-25. Binatang kedua diciptakan di Taman Eden, untuk Adam, sepeti yang anda baca diatas.

Mengapa saya katakan beda? Sebab burung dan binatang darat tidak diciptakan dalam hari yang bersamaan seperti yang terjadi di taman Eden. Sedangkan manusia diciptakan bukan sebelum burung diciptakan, tatapi setelah Allah menciptakan burung di hari ke-4. Hal yang menunjukan bawah Allah menciptakan mahluk di Taman Eden tergambar juga dari kata yang dipakai dalam Kejadian 3:1, “Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN.” Kata “darat” dipakai kata שׂדה (sadeh) yang artinya sebuah tempat tertentu yang subur, biasanya menunjuk ladang, peternakan, lapangan, bukan menunjukan daratan diseluruh bumi, seperti kata ארץ (‘erets) = daratan bumi atau אדמה (‘adamah) = tanah secara umum. Hal ini memberi gambaran bahwa Ular adalah binatang yang paling cerdik dari segala binatang yang diciptakan Allah di Taman Eden, dengan mengabaikan keberadaan binatang dibumi diluar taman Allah. Fokus kisah semua ada didalam taman Allah.

Sedangkan manusia, disebutkan dalam Kejadian 2:8, “Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.” Manusia ditempatkan Allah, bukan diciptakan Allah di Taman Eden. Jadi setelah taman Allah dibuat, barulah manusia diletakan disana, dan kemudian Allah menciptakan binatang didarat dan diudara untuk dihadapkan kepada Adam.

Pada saat Adam diusir dari Taman Eden (Kejadian 3:23-24), tidak ada binatang yang ada di Taman Eden yang juga diusir termasuk Ular Tua. Kemudian Taman Eden dipisahkan dari dunia jasmani, berada dalam dunia roh. Demikian juga semua binatang yang berada didalamnya beserta tanamannya.

Wahyu 12:9, Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Ular di Taman Eden dan ular tua yang disebut kitab Wahyu adalah sosok yang sama. Kata tua ditambahkan agar kita ingat bahwa itu adalah ular purba yang ada sejak diciptakan di Taman Eden saat Adam dan Hawa masih hidup.

Banyak bukti yang mengarahkan bahwa Iblis itu adalah ular yang diciptakan Allah di Taman Eden.

Apakah sampai disini cukup dimengerti?

lihat dibawahnya

lihat diatasnya

Kejadian 2:20-22
20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
23 Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”

Saat Allah memberikan penolong bagi Adam untuk mengelola seluruh ciptaanNya (Kejadian 1:28, dijadikannyalah penolong dari tanah dibentuknya binatang di taman Eden. Ular adalah yang paling cerdik dan pandai diantara mereka semua, tetapi Ular bukan penolong yang cocok bagi Adam. Ular dalam referensi Yesaya 14:12 disebutkan, "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Sebagai Bintang Timur, ular tua adalah sosok yang berfungsi sebagai penerang bagi Adam, seperti Yesus adalah Bintang Timur (Wahyu 22:16) dan juga semua orang yang menang seperti yang dikatakan Wahyu 2:28.

Apa itu Bintang Timur? Petrus menjelaskan demikian.

2 Petrus 1:19, "Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Bintang Timur atau menurut banyak orang adalah planet Venus yang tampak kasat mata bersinar mencolok di saat fajar sebelum matahari terbit dan akan tidak terlihat lagi saat matahari telah bersinar terang. Demikian sosok Bintang Timur adalah gambaran tentang peran sebagai pembawa terang, menyatakan kehendak Allah. Ular tua pada awalnya berperan demikian sebelum kedapatan kecurangan dalam dirinya terhadap Adam dan Hawa. Memakai perannya sebagai Bintang Timur menyesatkan Hawa dan kemudian Adam. Adam bukan orang bodoh tentu anda setuju, dan ia tidak cukup bodoh untuk melanggar Firman Allah satu-satunya kalau bukan karean penerang itu menyatakan hal sebaliknya.

Yehezkeil 28:11-15
“Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah Firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.

Demikian walau Iblis dihadirkan untuk menjadi penolong Adam tetapi ternyata tidak sepadan. Gambaran ini sama seperti seluruh konsep Allah dalam Alkitab, baik kisah tentang Ismail dan Ishak, Esau dan Yakub, Saul dan Daud, Undangan dan mereka yang berada di jalan-jalan, Israel dan bangsa-bangsa lain, semua menggambarkan bahwa apa yang dipilih Allah telah memberi kesempatan sebelumnya untuk sesuatu yang terbaik. Saul adalah sosok paling unggul diantara sebangsanya, jika kita membaca bagaimana cara pemilihannya. Esau seorang yang jantan dan perkasa, demikian bukan yang terhebat yang dipilih oleh Allah.

1 Korintus 1:27-29
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

Demikan sekilas gambaran kehadiran ular disamping Adam.

Ok Pak Krispus, apa berarti jawaban untuk 3 pertanyaan saya adalah sebagai berikut:
T: Kapan setan diciptakan (sebelum / sesudah penciptaan manusia) ?
J: Sesudah Adam masuk ke taman eden dan semua makluk hidup yang ada di taman eden masih hidup sampai sekarang, kecuali Adam dan Hawa yang sudah diusir.

T: Kenapa Allah menciptakan setan?
J: Supaya menjadi penolong untuk Adam tetapi setan mencurangi/menyesatkan Adam lewat Hawa.

T: Kenapa manusia (Adam/Hawa) perlu penasihat? Bukankah mereka bisa tanya langsung kepada Allah?
J: Supaya menjadi penerang bagi Adam.

Jika demikian, maka saya ingin bertanya lagi:

  1. Apa semua makluk hidup yang ada di taman eden itu adalah makluk rohani?
  2. Kenapa ular lebih tinggi posisinya daripada Adam? Bukankah Allah memberkati Adam dan berfirman kepadanya agar: beranak cucu dan berkuasa atas semua binatang termasuk ular?

Demikian dan terima kasih.

Menurut saya ya demikian, sebab perbedaan mahluk jasmani dan rohani adalah ditetapkan oleh Allah, jadi bukan hal yang sulit bagi Allah untuk memisahkan jasmani dari rohani. Taman Eden yang ada di bumi lantas menjadi sesuatu yang berada dalam alam roh demikian juga sosok ular tua, dan tentunya juga binatang-binatang yang lainnya yang namanya diberi oleh Adam ikut dalam bagiannya mahluk roh.

Kita kelak juga suatu kali akan diubahkan dalam sekejap dari manusia jasmani menjadi manusia rohani.

1 Korintus 15:51-52
Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

Ular tidak lebih tinggi posisinya. Adam adalah raja dan ular tua adalah perdana menterinya, jika kita ingin menganalogikan dunia yang kita kenal. Adam di ciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan kuasa atas segala ciptaan diberikan kepada Adam. Adam adalah gambaran Allah, bagi dunia ini. Posisi inilah yang diincar oleh ular tua, sehingga ia berencana membunuh Adam.

Yesaya 14:13-14
Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

Manusia sebagai gambaran Allah yang berkuasa atas segala ciptaanNya, disebut anak Allah (diciptakan segambar dan serupa dengan Allah) telah gagal ditangan Adam. Kemudian datanglah Yesus sebagai Anak Allah, yang benar-benar lahir dari Allah, Ia yang memulihkan rancangan Allah sejak semula atas manusia yang segambar dan serupa denganNya. Untuk itulah maka Yesus harus menjadi manusia, keturunan Adam dan harus ditinggikan Allah dalam statusnya sebagai Anak Manusia, untuk memulihkan segala sesuatunya. Ia disebut Adam terakhir, yang menyelamatkan setelah Adam pertama gagal menjadi penguasa segala sesuatu yang diciptakan Allah.

Yohanes 12:34, Lalu jawab orang banyak itu: “Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?”

Gelar atau sebuatan adalah bagian penting dari memahami rencana dan kehendak Allah.

Mesias adalah sebutan lain untuk seorang raja yang dipilih oleh Allah.
Anak Manusia adalah sebutan untuk seorang manusia keturunan Adam.

Ok Pak, tetapi saya belum mengerti kenapa status ular yang adalah binatang bisa lebih tinggi statusnya daripada Adam. Ada penjelasan tambahan? Tks.

Mengapa anda katakan lebih tinggi?

Ular tua hanyalah bintang timur, sedangkan Adam adalah gambaran Allah, sebagai raja dan penguasa seluruh ciptaan Allah. Ular hanya penasihat, pembwa terang dan penuntun. Sama seperti Yesus adalah Bintang Timur, sosok yang muncul disamping Bapa. Walaupun sulit dicerna, tetapi Anak Manusia tidak lebih tinggi dari Bapa. Demikian ular tua dari Adam.

Ular tua dan ular yang kita temui di kebun binatang adalah dua mahluk yang berbeda. Sebutan ular adalah keterbatasan kita akan kosa kata, tetapi ular tua itu adalah mahluk yang berbeda dengan binatang yang kita kenal dan kita sebut ular.

Ular binatang diciptakan Allah di dunia ini dan ular tua diciptakan Allah di taman Allah lalu dihadapkan kepada Adam. Ular binatang tidak berbicara dan ular tua berkomunikasi baik dengan Allah maupun dengan manusia. Ular biasa makannya binatang, ular tua makannya adalah debu tanah (bahasa kiasan). Bukankah sudah saya jelaskan peristiwanya penciptaan ular tua? Bukan hanya ular tua, ada banyak mahluk roh yang ditaman Eden. Beberapa menjadi pengikut ular tua dan lainnya tetap berada di taman Allah.

Oh saya reply sebelum Bapak edit Reply #14 dengan tambahan: Ular tidak lebih tinggi posisinya. Adam adalah raja dan ular tua adalah perdana menterinya, jika kita ingin menganalogikan dunia yang kita kenal. Adam di ciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan kuasa atas segala ciptaan diberikan kepada Adam. Adam adalah gambaran Allah, bagi dunia ini. Posisi inilah yang diincar oleh ular tua, sehingga ia berencana membunuh Adam.

Ok. Kalau begitu saya tanya lagi: Apakah binatang dan hewan yang ada sekarang ini adalah ciptaan susulan? – Mengingat yang lama tidak ikut Adam dan Hawa keluar dari taman eden. Tks.

Saya kira anda paham.

Pada hari ke-4 Allah menciptakan ikan dan burung, pada hari ke-5 Allah menciptakan binatang darat dan manusia. Semua diciptakan Allah di bumi ini.

Lalu kemudian Allah membuat taman di Eden, disana manusia ditempatkan Allah yang sudah diciptakan itu. Selanjutnya Allah menciptakan di taman itu, binatang dan burung dan dihadapkan kepada Adam. Binatang dan burung ini adalah mahluk yang diciptakan Allah di taman Eden, berbeda dengan binatang yang diciptakan sebelumnya diluar taman Eden dalam Kejadian 1. Ular adalah salah satunya dan ular tua diciptakan spesial karena dilengkapi dengan kepandaian dan kecerdikan.

Binatang yang ada sekarang adalah binatang yang diciptakan sebelum Allah membuat taman di Eden. Mereka berevolusi menjadi binatang yang kita kenal sekarang ini. Kejadian di taman Eden, Adam memakan buah kehidupan, sebab buah itu tidak dilarang. Karena itu hidup Adam dan Hawa bisa jutaan tahun di Taman Eden. Sementara di luar taman Eden binatang berevolusi, sampai punahnya semua binatang besar, agar saat Adam dan Hawa diusir Allah mereka tidak dibinasakan dinosaurus. Evulusi adalah bagian dari kehendak Allah.

Sementara binatang di taman Eden, yang terangkat dari bumi adalah mahluk roh. Itulah Iblis dan para pembantunya, Iblis menghasut semua binatang seperti halnya Iblis menghasut manusia dan pada akhir zaman sekali lagi Iblis akan diberi kesempatan untuk menghasut dalam Kerajaan 1000 tahun sebelum perang Gog dan Magog. Iblis selalu berhasil menghasut karena kecerdikannya.

Apakah anda sudah benar-benar paham? Maaf jika ternyata saya bicara ditengah pengajaran.

Ok Pak, saya mengerti.

Tetapi untuk Adam yang sudah makan buah kehidupan dan hidup jutaan tahun di Taman Eden saya baru membacanya saat ini. Karena di Gen 3:22 Allah berkata bahwa jangan sampai Adam makan buah pohon kehidupan. Karena itu saya anggap Adam belum makan itu buah. Mohon penjelasan lebih lanjut. Tks.