Setan diciptakan Allah di Taman Eden

Ok Pak, saya ingin bertanya:

  1. Apakah orang mati masih bisa berteriak?
  2. Apakah nanti tidak menjadi soal baru bahwa Nabi Yunus adalah yang pertama bangkit?

Terima kasih.

Ini pertanyaan bagus. :slight_smile:

1. Orang mati bisa berteriak?

Coba Anda baca kisah tentang Orang Kaya yang berada di HADES/ SHEOL, dimana dia berteriak minta tolong, namun teriakannya ini tidak menyelamatkannya. Memang banyak orang menganggap ini suatu “perumpamaan” yang bisa jadi tidak terjadi secara nyata di akhirat itu. Namun demikian, apabila kita meyakini bahwa Tuhan Yesus adalah "Sang Benar/ Kebenaran “ALÊTHEIA”, Tuhan Yesus tentu saja tidak akan menceritakan sesuau yang bertentangan dengan keadaan di alam sana.
Reff: http://www.sarapanpagi.org/36-orang-kaya-dan-lazarus-yang-miskin-vt2145.html#p11524

2. Apakah nanti tidak menjadi soal baru bahwa Nabi Yunus adalah yang pertama bangkit?

Bukankan masih ada sosok lain yang bangkit dalam PL? Misalnya putera janda Sarfat yang dibangkitkan oleh nabi Elia dalam 1 Raja 17:17-24?
Namun demikian dalam istilah teologis dalam PB dikatakan “Yesus Kristus”-lah yang Sulung dalam kebangkitan, apa maksud Rasul Yohanes dan Rasul Paulus dalam menyatakan ungkapan itu?
Tentu makna “bangkit” sebagai “yang sulung” memiliki makna dari sekedar makna harfiah ragawinya, tetapi tentu saja istilah ini mengandung pengajaran theology yang dalam…

Silahkan baca penjelasannya di http://www.sarapanpagi.org/yesus-kristus-yg-pertama-bangkit-dari-antara-orang-mati-vt6558.html#p28288

Blessings,
BP

@Krispus
Rasanya saya tidak ada pertanyaan lagi mengenai topik ini. Terima kasih Bapak sudah memberikan pandangan baru yang berhubungan dengan thread ini.

@SarapanPagi
Saya juga tidak ada pertanyaan lanjutan tentang Nabi Yunus dan rasanya sudah cukup paham juga mengenai yang sulung atau yang utama dari sudut pandang orang Israel atau orang Ibrani. Terima kasih Bapak sudah mampir di thread ini.

aduh sopan amat… sama-sama thanks deh :slight_smile:

kebanyakan ketemu yg error

giliran ketemu yang sopan bingung ya

hahaha

Posting di atas saya comot tanpa seizin yang punya. Kalau pengajaran seperti di atas, bagaimana Pak Krispus? Karena saya juga mempunyai pandangan yang sama dengan posting di atas. Bila Anda mau melihatnya, nanti saya buatkan ringkasan pengajarannya dan kita koreksi bersama. Tentunya membutuhkan waktu beberapa hari bagi saya. Walaupun jujur saja, sepertinya nanti pandangan saya tetap sama dengan posting di atas. Kebetulan ada Pak Sarpag, yang dulu pernah saya recoki untuk menterjemahkan setiap ayat yang memuat kata ‘iblis, setan, setan-setan, satan, dan roh-roh jahat’ dari bahasa Yunaninya :smiley:

Nah keluar deh “sontoloyo Alkitabiah” nya NGIKUTIN Mr Hati2 yg juga Non Alkitabiyah !
Betapa Bodohnya kalau menganggap ada manusia jadi Raja Babel yg mampu :

  1. Aku hendak naik ke langit, di zaman Nabi Yesaya menuliskan ayat tsb ! :idiot2:
  2. aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi (DIATAS) bintang-bintang Allah, di zaman Nabi Yesaya ???
    dan
  3. Aku hendak naik mengatasi (DIATAS) ketinggian awan-awan, Bikin Kapal Terbang saja baru di Abad XX :idiot2:
  4. hendak menyamai Yang Mahatinggi!
    Manusia Super Sontoloyo yg punya Pikiran mau menyamai Yang Mahatinggi!
Mengenai "Ejekan tentang raja Babel" memang selama ini [u][b]banyak pengajaran[/b][/u] kalau itulah [u][b]pemberontakan malaikat.[/b][/u]
Nah tinggal Otak dipakai "sedikit" lalu mulai meng ANALISA dan OBSERVASI pakai Logika sedikit maka TERLIHAT kok mana mungkin manusia TERBANG diatas awan2 , naik Ke Langit dizaman Nabi Yesaya ratusan tahun sebelum Masehi itu ?! :coolsmiley: :'( :cheesy: Ayat yg gak perlu pakai DITAFSIR TAFSIR dan Di TAKSIR2 karena begitu GAMBLANG kok penjelasannya ! Hanya [b]Mahluk Roh[/b] yg sering kumpul dengan Allah di Sorga yg tidak punya Tubuh Fisik/Jasmani yg tidak terpengaruh oleh Gravitasi Bumi yg melakukan apa yg Yesaya 14 tuliskan !! :coolsmiley: :happy0062: :happy0025:

Belajar dulu yg matang di Sekolahan dan Belajar cari tahu Siapakah Raja Babel itu yg bisa terbang ke Langit, keatas Awan2 di zaman Nabi Yesaya !!!
Makanya kalau pakai AVATAR jangan asal COMOT , udeh tahu yg disebut Bintang Timur dan Putera Fajar dalam ayat diawah ini adalah Mahluk Terkutuk yg nanti setelah KIAMAT itu Mahluk tak tahu diri dilemparin ke NERAKA !
Jadi biasa deh kalau antek itu membela Gembongnya ! :coolsmiley: :happy0062: ;D :tongue:

Nah Sok Takabur main asal TUDUH “tidak ada dasar Alkitabiah” dan tidak ada dasar menyebutkan Bintang Timur adalah penghulu malaikat.
Emangnya Elo gak MIKIR dan OBSERVASI yah mengapa ada ayat yg berbunyi sbb :
Wahyu 12 :
3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.
Ngarti gak elo mengapa ada angka 1/3 dan siapa yg dimaksud dengan sepertiga dari bintang-bintang di langit dengan mengacu ke ayat INI :

7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, 8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya… yg disebut para setan
Bisa lihat bedanya SATAN dengan setan , sekarang ? :coolsmiley: :happy0062: :cheesy:

Baiklah saya akan jelaskan tentang masuknya kejahatan.

Kejadian 1:3-5
3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

Hari pertama Allah menciptakan bukan saja dunia jasmani tetapi juga rohani. Bukan saja ilmu fisika tentang cahaya dan gelap, tetapi juga secara rohani tentang baik dan jahat, tentang benar dan salah, tentang kudus dan najis, putih dan hitam. Hal itu telah ditetapkan Allah, saat Allah menciptakan terang ia berkata itu baik, lalu Allah memisahkan terang itu dari gelap, yang artinya memisahkan yang baik dari yang jahat. Gelap ada karena ia jauh dari terang, jadi gelap dan terang adalah satu kesatuan. Kondisi tidak ada cahaya itulah disebut gelap, demikian ketidak adaan kebenaran itulah kejahatan. Penciptaan bukan saja soal penetapan hukum alam semesta tetapi juga tentang hukum-hukum rohani. Lain topik kita akan berdiskusi tentang ini.


Kalau aye’ bilang itu Penjelasan diatas yg banyak Bumbu Penyedap Tafsiran kehendak manusia
2 Petrus 1 :
20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, 21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan ROH KUDUS orang-orang berbicara atas nama Allah.
Belajar dimana Bro, Yang Maha Kudus menciptakan KENAJISAN ? :idiot2:
Ayat2 di Kitab Kejadian bercerita tentang Kegelapan bukan tentang yg JAHAT, mosok kalimat INI
Kejadian 1 :
16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Emangnya Elo gak ngarti ya buat apa ada Malam dan Siang ? Elo apa kagak tahu/ngarti ada yg disebut Istirahat dan Aktif bagi mahluk hidup di Bumi !
5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
Gak ada tuh diayat diatas Gelap itu Kejahatan !! Elo mah LEBAY amat kalau Nafsirin semau gue’ sehingga sebutannya bukan Tafsiran tetapi lebih pasnya Taksiran yg akan berujung pada KESESATAN!
Bersambung …

Sambungan …

Jadi keberadaan Iblis, adalah hasil dari ciptaan Allah. Allah menciptkan sesuatu yang jahat sejak hari pertama pencitaan. Kondisi jika menjauh dari terang, itulah kegelapan.
Bumi dari dulu enggak pernah tuh "menjauh dari terang", elo belajar dulu Geologi dan selidiki mengapa bisa sebagian Bumi berada dalam Kegelapan !? Elo cari apa akibat dari [b]Rotasi Bumi ![/b] :knuppel2: :2funny: :mad0218: Mungkin [u][i]allah2 lain[/i][/u] yg elo sembah yang : Iblis, adalah hasil dari ciptaan [u][i]allah elo[/i][/u]. [u][i]Allah elo[/i][/u] menciptakan [b]sesuatu yang jahat[/b] sejak hari pertama penciptaan [b]Allah YHWH[/b] yg aye' kenal yg pernah turun ke Bumi menjadi [b]Allah Juruselamat (Yah-Shuah)[/b] , paling OGAH menciptakan [u][b]yg JAHAT2[/b][/u] lha Firman-Nya menyatakan [i]"Allah turut serta dalam segala peristiwa untuk mendatangkan [u][b]Kebaikan[/b][/u] bagi orang2 yg percaya kepada-Nya !"[/i], bukan mendatangkan [b]Kejahatan[/b] !
[b]Kejadian 4:7[/b], [i]"Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi [b]jika engkau [u][b]tidak berbuat baik[/b][/u], [u][b]dosa[/b][/u] sudah mengintip di depan pintu[/b]; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."[/i] Kata שׂטן (satan) artinya adalah "lawan" atau "musuh". Sebutan ini hanya untuk ular tua yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri sebagai satan (musuh) bagi manusia. [b]Kejadian 3:15[/b], [i]"[b]Aku akan mengadakan permusuhan[/b] antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."[/i]
Jangan2 ayat diatas buat elo deh Bro sebab ngubah2 [b]makna [/b][b]Firman Tuhan [/b][i]semau gue'[/i] itu termasuk [u][b]perbuatan tidak baik,[/b][/u] nah elo ngintip deh didepan Pintu ada[b] "tamu" [/b]buat elo Bro , [b]Mr Sin[/b] namanya! :coolsmiley: :happy0062: ;D

Elo mah nanyanya LUCU deh, elo kira Siapa yg pada ber teriak2 dalam ayat ini :
Matius 7 :
22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru (BERTERIAK TERIAK) kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Mereka yg ber-teriak2 itu adalah Orang Mati yg dibangkitkan
Wahyu 20 :
11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya (KIAMAT).
12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. 13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. 15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Nah itu para Kambing akan Teriak2 Ketakutan sebelum mereka dilempari ke Neraka dihari Terakhir mereka bertemu Tuhan setelah itu mereka TERPISAH KEKAL dengan Tuhan = MAUT di Neraka !
Percuma mereka teriak2 sebab Jawaban-Nya :
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

2. Apakah nanti tidak menjadi [u][b]soal baru[/b][/u] bahwa Nabi Yunus adalah yang pertama bangkit? Terima kasih.
Soal baru nya buat si Bro aja deh sebab Nabi Yunus nya sudah bangkit barengan Abraham dan yg lain2 sesuai ayat2 ini : 1 Petrus 3 : 19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan [b]Injil (Proklamasi FREEDOM)[/b] kepada roh-roh yang di dalam penjara, Makanya Tuhan Yesus berkata :"Bapamu, Abraham dalam kuburnya bersuka cita melihat Aku telah datang ke Bumi "

Matius 27 :
52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

Nah Domba2 lain Bangkitnya nanti di Peristiwa RAPTURE = Pengangkatan orang2 Percaya :
1 Tesalonika 4 :
16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat RAPTURE bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. :coolsmiley: :happy0062: :afro: ;D :angel:

Bro octa yang super ngawur,
Mana ada pernyataan kalau raja Babel bisa terbang ke Langit.
Yang ada juga hayalan Raja Babel yang pengen terbang ke Langit tapi kagak bisa.

Pernyataan “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!” itu bukan berarti si Raja Babel secara fisik berasal dari Langit, tapi itu metafora bahwa dia sudah jatuh dari tahtanya (gak jadi raja lagi).

Nih baca hayalan si Raja Babel yang gak kesampaian, malah mati konyol.

13-15 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

Hayalan kalau tidak diungkapkan masih tetap Chayalan ! Kalau sudah sampai terungkap dan tertulis itu disebutnya NIAT dan KEHENDAK alias VISION !
Belajar dari Agnes Monika dulu mendingan deh … “Make a Dream and make it Real !”
Kalau Bapa di Surga Yang Maha Tahu sampai TAHU ISI Hatinya , lalu dinyatakan dalam Tulisan Firman Tuhan … itu artinya bukan main2 lagi makanya turun HUKUMAN baginya yg akan di Eksekusikan setelah Perang Besar di Sorga nantinya ! :coolsmiley: :happy0062:
Kalau sekarang mah si Lucifer masih bisa keluar masuk Sorga !
Ayub 1 :
6 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.
7 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.”
8 Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”
9 Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? 10 Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. 11 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.”
12 Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.
Gimana Bro udeh nemu Siapakah Raja Babel tsb ?

Antar orang Kristen bisa saling memaki, saling ngeklaim “kamu sesat”, bahkan “saling bunuh-bunuhan” karena beda tafsir, sejarah mencatat itu. Galileo dihukum karena penemuannya berbeda dengan “tafsir Gereja” kala itu. Kaum Anabaptis dibunuhi oleh kalangan Calvinis gara-gara beda tafsir, yang salah satunya soal “Baptis Percik versus Celup” dan seterusnya…

Sama halnya dengan Tafsir tentang sosok “Lucifer” dalam Yesaya 14:12. Kata Lucifer sendiri belum pernah muncul sama sekali dalam Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Kata ini baru muncul sekitar abad ke-4 Masehi ketika St. Jerome menerjemahkan Naskah Perjanjian Lama ke dalam Terjemahan Latin Vulgata. Kemudian diikuti oleh terjemahan KJV pada abad 16 Masehi menggunakan kata bentukan yang dipilih St. Jerome itu dalam terjemahan bahasa Inggris untuk Yesaya 14:12.

Kemudian berkembang suatu tafsir bahwa sosok “HEYLEL” (kata bahasa asli Ibrani-nya) atau “LUCIFER” (dalam bahasa Latin-nya) adalah “Malaikat yang jatuh,” dan dia adalah “raja Iblis.” Tafsir ini berkembang luas dalam Gereja-gereja Barat (termasuk Katolik Roma dan Protestan yang root-nya memang dari Katolik Roma).

Namun dalam Yudaisme sosok “HEYLEL” tidak ditafsirkan sebagai raja Iblis, buktinya ada banyak orang Yahudi bernama “HEYLEL”, misalnya sosok Rabbi Hilel yang terkenal itu yang hidup sebelum Yesus Kristus lahir, dikenal oleh kalangan Yahudi sebagai Rabbi/ Guru yang besar dan berhikmat. Bahkan pada zaman modern ini masih banyak orang bernama “HEYLEL/ HILEL/ HAYLEY/ HALEY” Andai saja “HEYLEL” adalah nama dari “raja Iblis” tentu tidak ada orang tua yang percaya Allah dan lalu menamakan anaknya “HEYLEL/ HILEL/ HAYLEY/ HALEY”.

Lagipula, St. Jerome tidak menganggap “LUCIFER” itu sebagai nama dari “raja Iblis.” Buktinya, St. Jerome juga mengenakan gelar “LUCIFER” itu kepada sosok Kristus → lihat bahasan di http://www.sarapanpagi.org/lucifer-vt391.html#p11833
Bahkan dalam Ritus Latin Katolik Roma sendiri menyebut-nyebut nama “LUCIFER” dalam suatu ibadah, maka tidak mungkin bahwa “LUCIFER” ini adalah raja Iblis, lihat video-nya dalam bahasan di http://www.sarapanpagi.org/lucifer-vt391.html#p28527

Saya tidak mempersoalkan seorang yang cenderung kepada tafsir bahwa sosok “LUCIFER” di Yesaya 14:12 adalah “raja Iblis.”
Dan, saya juga tidak mempersoalkan bahwa sosok “HEYLEL” di Yesaya 14:12 adalah nama dari Nebukadnezar, Raja Babel yaitu “HEYLEL BEN SYAKHAR.” Nebukadnezar bisa jadi adalah sebuah gelar sebagaimana nama “Firaun” yang dikenakan semua di raja Mesir.

Nyatanya memang ada 2 macam tafsir yang berbeda. Namanya juga “tafsir”, tafsir itu bisa salah, bisa benar…
Dan yang harus diingat bahwa “LUCIFER” bukan mutlak nama bagi “raja Iblis”, St. Jerome tidak memaksudkan itu!

Biarlah para orang lama jaman dahulu saja yang saling bunuh-bunuhan karena “beda tafsir”, biar mereka saja yang saling maki "kamu sesat, kamu ngawur, dst… " Masak kita mau ngulang sejarah buruk itu

Jadi disini, kita tak perlu mengolok-olok seseorang yang tidak sama tafsir dengan kita. Namanya juga belajar, nanti Anda sendiri bisa menimbang-nimbang sendiri ketika kita merenungkan ayatnya dengan benar.

Kejadian 3:15
“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Keturunannya adalah Anak Manusia, Yesus, yang akan mengalahkan Iblis. Manusia tanpa Yesus tidak akan dapat mengalahkan Iblis. Kemenangan kita adalah kemenangan Kristus, bukan oleh kuat dan gagah kita.

Kata םדא artinya manusia dan juga artinya Adam (nama diri), tulisannya adalah sama dalam bahasa Ibrani. Satu menunjuk kepada manusia secara umum dan satu lagi dipakai sebagai nama diri manusia pertama. Anak Manusia, gelar yang disebut Yesus, adalah benih/keturunan Adam, yang dinubuatkan dalam Kejadian 3:15, yang datang kedunia untuk meremukan Iblis.

Manusia tidak diciptakan Allah dengan tujuan untuk melawan Iblis, tetapi diciptakan untuk menjadi anak Allah, segambar dan serupa dengan Allah untuk mengelola segala ciptaanNya, termasuk para malaikat (1 Korintus 6:3).

Permusuhan yang ditetapkan Allah antara manusia dan iblis, adalah tentang dosa dan pengkianatan (ketidak setiaan). Selama tidak ada hukum maka tidak ada dosa, tetapi Allah menetapkan sebuah hukum di taman Eden. Selama tidak ada pohon pengetahuan baik dan jahat, maka tidak ada buah yang dilarang untuk dimakan, tetapi Allah telah menaruh pohon itu ditengah-tengah taman Eden. Dosa masuk kedalam dunia, juga karena Allah memang hendak memurnikan manusia, memprosesnya menjadi serupa dengan Allah. Segala yang diciptakanNya disempurnakan dalam proses, tidak ada pohon yang langsung berdiri tegak menjulang, tidak ada binatang yang langsung besar, tidak ada hujan yang datang dengan sendirinya tanpa proses penguapan, membentuk awan. Semua karyaNya adalah sebuah proses, demikian untuk menjadikan kita segambar dan serupa denganNya, adalah sebuah proses.

Kolose 3:9-10
Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.

Iblis tidak bersalah terhadap YHWH, dalam arti tidak melanggar perintah dan larangannNya. Tidak ada hukum yang memawa kepada kematian yang jatuh bagi Iblis pada peristiwa di taman Eden. Tetapi ia memilih gelap dari pada terang, memilih memperdaya dari pada menyatakan kebenaran, padahal Allah menyatakan diri dalam Kejadian 1:4, “Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.” Allah memisahkan apa yang baik dari yang jahat, ular tua menempatkan memilih yang jahat dari yang baik, demikian juga manusia, sehingga dunia mengenal dosa dan kematian (kemataian artinya dipisahkan/dijauhan dari hadirat Allah, 2Tes 1:9)

Jadi tidak perlu dibuktikan bahwa Iblis memang bersalah, sebab Allah adalah hakim dan juga saksi. Tidak perlu seorangpun atau mahluk apapun untuk membuktikan sesuatu kepada Allah. Ular tua dan pengikutnya akan dihakimi kelak berserta semua orang berdosa para hari penghakiman kelak. Tetapi sebelum itu, manusia harus mencapai tingkat kepenuhan Allah seperti yang dikehendaki oleh Allah. Karena itu sering saya katakan, tidak semua orang kristen akan diselamatkan.

Lukas 13:23-24
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.

Kekristenan itu bukan pasif menerima keselamatan, tetapi aktif bertumbuh menjadi serupa dengan Bapa di Surga, sehingga kita layak disebut anak-anak Allah. Kristus dan Roh Allah telah menyatakan diriNya untuk membantu kita menjadi seperti yang diinginkan oleh Bapa dan tidak ada keinginanNya yang tidak jadi.

@Krispus

Kalau “Iblis itu diciptakan Allah” dan Allah itu “menciptakan Iblis yang jahat,” Maka Allah-lah yang menciptakan “kejahatan” itu.

Apakah menurut Anda: Allah menciptakan kejahatan?

Allah itu Hakim yang Adil, dari mula Alkitab ditulis, sudah dinyatakan kalau Dia adalah Hakim yang Adil.

Maka, kalau Iblis itu telah diciptakan di dalam keadaannya yang jahat oleh Allah, maka sangatlah tidak adil jika pada akhirnya Allah menghukum Iblis.

Tuhan Yesus berkata:

* Matius 25:41
“Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.”

Sebagai Hakim yang adil, layakkah Allah menghukum Iblis yang memang dari sono-nya sudah diciptakan Allah untuk jahat?

Kuasa “gelap” memang sering dipakai untuk menggambarkan secara metaforis tentang kuasa Iblis.

Tapi apakah “gelap” itu selalu bermakna jahat?

Bukankah ada ayat yang menulis bahwa Allah juga bersemayam di dalam kekelaman, dalam bahasa Ibrani terdapat kata “ARAFEL” (kegelapan yang paling pekat) yang adalah sesuatu yang lebih dari “gelap” (KHOSYEK) seperti dalam Kejadian 1:4 , lihat ayat ini:

* Keluaran 20:21
LAI TB, Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam (ARAFEL) di mana Allah ada.
KJV, And the people stood afar off, and Moses drew near unto the thick darkness (ARAFEL) where God was.

lihat juga ayat-ayat lainnya yang menulis tentang Allah berada di 'ARAFEL, di

* 1 Raja-raja 8:12
Pada waktu itu berkatalah Salomo: "TUHAN telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman ('ARAFEL).

* Mazmur 97:2
Awan dan kekelaman ('ARAFEL) ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.

Terbukti bahwa Alkitab menulis tentang Allah yang terang, sekaligus juga gelap.

Nah Apakah menurut Anda, Allah itu jahat?

[email protected]

Wadohhh…sabar…sabar…Jangan salah paham dolo broo…??? hehehehe…

Baru di sentil seperti itu saja sudah menjadi murka dan panas hati…?? padahal bahasa untuk mencari konfirmasi
itu menjadi dua sisi mata pedang sebetulnya…Yang satu mencari kebenaran sejati dan yang sataunya mengoreksi kwalaitas kedewasaan sang Guru…Karena anda menjadi ahlinya di fk ini mengenai Pengetahuan Alkitab dan bagaimana mengupas isi Alkitab.

Jadi apakah untuk masalah menguliti siapa itu setan pun anda menjadi ahlinya disini [email protected]…?? cmiiw…
Karena seperti kata anda…bahwa saya gak ada apa-apanya ( tidak berpengetahuan ) dibandingkan dng anda di masalah setan ini loh… Tapi karena kelebihan / kebanggaan anda, karena anda sudah membaca serta andalan anda karena memegang buku henokh…??

Salam Damai GBU…

Benar, Allah yang menciptakan kejahatan. Sebab hanya Allah yang ada dengan sendirinya, dari kekal kepada kekal, sedangkan hal-hal yang lainnya ada karena diciptakanNya.

Wahyu 4:11, “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”

Kejahatan tidak akan ada jika Allah tidak menciptakan kejahatan. Jika kejahatan itu ada dengan sendirinya maka kejahatan itu adalah kekal sekekal Allah itu sendiri. Tentang kejahatan, Kejadian 1:2-3, menuliskan “Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Mengapa Allah memisahkan terang dari gelap? Tidak ada yang diperbuat TUHAN tanpa alasan dan tujuan. Allah menyatakan Ia menyukai terang dan menempatkan terang sebagai gambaran diriNya. 1 Yohanes 1:5 menulis, “Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.”

Saat seorang itu berdosa, Allah mengambarkan mereka berada didalam kegelapan. Kegelapan itu adalah kondisi yang jauh dari Terang, saat manusia jauh dari Allah, itulah kegelapan. Kisah 26:18 menjelaskan kaitannya antara kegelapan, dosa dan Iblis sebagai berikut; “Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.” Agar mereka berbalik kepada Allah, maka Yesus diutus, Yohanes 12:46, Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.. Saat seorang memiliki iman, maka ia didamaikan dengan Allah melalui Yesus, artinya bukan lagi jauh dari Allah, yang digambarkan bukan lagi tinggal dalam kegelapan tetapi tinggal didalam Terang Allah. Kondisi gelap dan terang, keduanya diciptakan Allah yang kita baca dalam kitab Kejadian, pertama-tama sebelum Allah menciptakan yang lainnya.

bersambung dibawahnya

sambungan

Allah tidak menciptakan mahluk didalam kegelapan, tetapi didalam terangNya.

Mazmur 104:27-30
27 Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya.
28 Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan.
29pabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.
30Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.

Mazmur Daud diatas mengambarkan bahwa semua mahluk diciptakan Allah didalam terangNya, bukan diciptakan jauh dariNya. Mereka semua memandang wajah Allah dan menantikan rejekinya dari Allah. Demikian juga dengan ular tua di taman Eden. Ular tidak diciptakan dalam kegelapan, tetapi ia memutuskan sendiri untuk tinggal dalam kegelapan. Menjauhkan diri dari hadirat Allah, menjauh dari terang. Yehezkiel 28:15 menuliskan, “Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.

Keputusan ular tua untuk memperdaya Hawa dan Adam, adalah keputusannya untuk menjauh dari terang dan berada dalam kegelapan. Seperti keputusan Hawa dan Adam untuk memakan buah terlarang, adalah keputusan untuk menjauh dari terang dan menempatkan dirinya jauh dari Allah. Kejadian 3:10, Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi. Seperti yang dijelaskan Yohanes 3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Saat seorang berbuat jahat, maka ia berada dalam kegelapan, artinya memisahkan diri dari terang. Sebab hal itu telah ditetapkan Allah sejak dari semula penciptaan, gelap dipisahkan dari terang. Adanya kejahatan dan gelap, karena diciptakan oleh Allah, bukan ada dengan sendirinya. Tidak ada sesuatu yang ada dengan sendirinya tanpa diciptakan selain YHWH. Demikan juga kasih, kebencian, sakit, bahagia dan semua hal itu ada karena diciptakan oleh Allah, bukan ada dengan sendirinya.

Allah dapat terlihat jahat saat kita jauh dariNya dan terlihat baik saat kita dekat denganNya. Saat kita dalam kegelapan maka Allah terlihat jahat dan kejam, tetapi saat kita berada didalam terang, maka Allah itu terlihat baik. Roma 11:22 berkata, “Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya.” Ada dua sisi dari Allah, keras yang biasa disebut jahat oleh kebanyakan manusia dan kemurahan yang biasa disebut baik oleh manusia pada umumnya. Semua tergantung dimana kita berada, didalam kegelapan atau didalam terang. Jauh dari Allah atau mendekat kepada Allah.

Yeremia 23:23, menyatakan demikian; “Masakan Aku ini hanya Allah yang dari dekat, demikianlah Firman Tuhan, dan bukan Allah yang dari jauh juga?” Saat seorang berdosa, berbuat jahat, maka ia berada dalam kekelapan, artinya dipisahkan dari terang. Jauh dari Allah. Tetapi walau ia berada didalam kegelapan, jauh dari Allah, tetap saja YHWH adalah Allah bagi mereka, bagi orang berdosa dan bagi ular tua, iblis dan pembantunya. YHWH adalah Allah didalam terang dan juga didalam kegelapan. Tidak ada tempat dimana tidak dalam kuasa Allah, baik terang maupun gelap. Tetapi Allah menetapkan diri dan menyatakan, “terang itu baik”, selanjutnya Allah memisahkan terang itu dari gelap, baik itu dari jahat/buruk. Demikian juga diciptakanNyalah pohon yang disebut pohon pengetahuan akan yang baik dan jahat.

Semoga mencarahkan.

Kalau Allah menciptakan kejahatan, berarti Allah itu sumber kejahatan. Anda setuju?

Kalau Allah mencipta Kejahatan dan menjadi sumber dari kejahatan itu, apakah gelar “KUDUS, KUDUS, KUDUS” sampai diulang tiga kali dalam suatu ayat, apakah itu layak dikenakan kepada-Nya?

Kalau Allah pencipta kejahatan, sungguh Dia TIDAK LAYAK disebut KUDUS!