Setan diciptakan Allah di Taman Eden

Tuhan TIDAK MENCIPTAKAN Satan
Yang Tuhan ciptakan adalah 3 Penghulu Malaikat yaitu Mikhael, Gabriel dan Lucifer.
Lucifer yg paling Elok merasa IRI HATI kepada Allah dan ingin disembah juga oleh para malaikat lainnya !
Yesaya 14 :
9 Dunia orang mati yang di bawah gemetar untuk menyongsong kedatanganmu, dijagakannya arwah-arwah bagimu, yaitu semua bekas pemimpin di bumi; semua bekas raja bangsa-bangsa dibangunkannya dari takhta mereka.

10 Sekaliannya mereka mulai berbicara dan berkata kepadamu: 'Engkau juga telah menjadi lemah seperti kami, sudah menjadi sama seperti kami!’

11 Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu."
12 Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.

14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

16 Orang-orang yang melihat engkau akan memperhatikan dan mengamat-amati engkau, katanya: Inikah dia yang telah membuat bumi gemetar, dan yang telah membuat kerajaan-kerajaan bergoncang,

17 yang telah membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah?

18 Semua bekas raja bangsa-bangsa berbaring dalam kemuliaan, masing-masing dalam rumah kuburnya.

19 Tetapi engkau ini telah terlempar, jauh dari kuburmu, seperti taruk yang jijik, ditutupi dengan mayat orang-orang yang tertikam oleh pedang dan jatuh tercampak ke batu-batu liang kubur seperti bangkai yang terinjak-injak.
Sikap Sok Tinggi Hati yg merubah Sosok Lucifer menjadi IBLIS dan 1/3 Malaikat pengikutnya menjadi setan2 !

3. Kenapa manusia (Adam/Hawa) perlu penasihat? Bukankah mereka bisa tanya langsung kepada Allah?
Allah menaruh [b]Roh-Nya[/b] didalam hati para Domba2-Nya yg disebut [b]ROH KUDUS, Roh Penghibur[/b] dan [b]Guru Agung manusia[/b]
Sementara itu saja Pak dan terima kasih untuk koreksinya dan memang itu maksud saya.
Semoga uraian diatas membawa anda pada [b]KEBENARAN ALKITABIYAH ![/b]

@octafalto

Thx boss sudah menyempatkan diri untuk share di sini.

Mengenai malaikat yang jatuh, saya memang sudah membacanya dulu di sarapanpagi.org dan juga beberapa topik di forum FK ini seperti yang di buat oleh @moe (http://rotihidup.blogspot.com).

Hati2 Bro hg, uraian Bro Octa itu tidak Alkitabiah sama sekali.

Ayat2 itu di Yesaya 14 itu mengenai “Ejekan tentang raja Babel”,
jadi gak ada sangkut pautnya dengan Lucifer / Setan / Iblis.

Agar jangan mereka hidup selamanya dalam dosa-dosanya. Dosa manusia akan dihapuskan, dan kita melihat karya Allah dalam menghapus dosa yang dibawa masuk oleh Adam kedunia ini melalui Mesias. Kelak kita setelah dosa-dosa kita dibersihkan dengan darah Kristus, maka kita boleh kembali makan buah dari pohon kehidupan tersebut. Tetapi tidak pada saat kondisi berdosa, seperti Adam dan Hawa pada waktu itu.

Wahyu 22:14, Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

Anda hanya copas ayat, bukan menguraikan ayat. Lagi pula tidak ada dasar Alkitabiah bahwa Allah hanya menciptakan tiga pengulu malaikat dan tidak ada dasar menyebutkan Bintang Timur adalah penghulu malaikat.

Baiklah saya akan jelaskan tentang masuknya kejahatan.

Kejadian 1:3-5
3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

Hari pertama Allah menciptakan bukan saja dunia jasmani tetapi juga rohani. Bukan saja ilmu fisika tentang cahaya dan gelap, tetapi juga secara rohani tentang baik dan jahat, tentang benar dan salah, tentang kudus dan najis, putih dan hitam. Hal itu telah ditetapkan Allah, saat Allah menciptakan terang ia berkata itu baik, lalu Allah memisahkan terang itu dari gelap, yang artinya memisahkan yang baik dari yang jahat. Gelap ada karena ia jauh dari terang, jadi gelap dan terang adalah satu kesatuan. Kondisi tidak ada cahaya itulah disebut gelap, demikian ketidak adaan kebenaran itulah kejahatan. Penciptaan bukan saja soal penetapan hukum alam semesta tetapi juga tentang hukum-hukum rohani. Lain topik kita akan berdiskusi tentang ini.

Jadi keberadaan Iblis, adalah hasil dari ciptaan Allah. Allah menciptkan sesuatu yang jahat sejak hari pertama pencitaan. Kondisi jika menjauh dari terang, itulah kegelapan. Kejadian 4:7, “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

Kata שׂטן (satan) artinya adalah “lawan” atau “musuh”. Sebutan ini hanya untuk ular tua yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri sebagai satan (musuh) bagi manusia. Kejadian 3:15, Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

bersambung dibawahnya

sambungan

Siapa musuh kita? Orang jawab Satan atau Iblis jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Tetapi mereka tidak tahu arti satan itu adalah musuh. Jadi sebenarnya siapa yang disebut Satan itu?

Yohanes 8:44, Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

  1. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula
    Mengapa ada kata sejak semula? Sebab sejak jaman purba pada awal dunia ular tua itu berusaha membunuh manusia dengan cara membuat manusia melanggar satu-satunya Firman Allah bagi Adam dan Hawa di Taman Eden.

Kejadian 2:17, Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

Tanpa memakan buah larangan, manusia tidak akan mati sebab Adam dan Hawa punya akses kepada pohon kehidupan, jadi hanya satu caranya untuk membunuh manusia, yaitu dengan melanggar Firman Allah, memakan buah larangan. Itulah maksud kata sejak semula.

  1. Tidak hidup dalam kebenaran
    Gelap dipisahkan dari terang, seperti yang saya jelaskan diatas. Iblis memutuskan untuk hidup dalam kegelapan dengan menjauhi kehendak Allah. 1 Yohanes 1:5 menjelaskan bahwa Allah adalah terang, Allah menyatakan menyukai terang dan memisahkan terang itu dari kegelapan. Saat seorang menjauhkan diri dari kehendak Allah, ia memutuskan untuk tinggal dalam kegelapan. Demikian juga ular tua yang dituliskan oleh nabi Yehezkiel.

Yehezkeil 28:13,15
Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala… Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.

  1. Berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri
    Gelar ular tua itu adalah Lusifer, atau Bintang Timur. Harusnya ia berbicara atas kehendak Allah, menyampaikan hikmat dan pengetahuan yang benar dari Allah, tetapi sebaliknya sang Bintang Timur malah mendustai Adam dan Hawa. Karena itu ia disebut Yesus, Bapa Pendusta. Perhatikan kata “atas kehendaknya sendiri” sebagai sebuah kalimat yang ditekankan oleh Yesus, mengingatkan kita tentang Bintang Timur yang harusnya menyampaikan kebenaran, tatapi atas kehendaknya sendiri tidak mengatakan kebenaran melainkan dusta.

Anda dapat melihat bahwa Yohanes 8:44 seluruhnya mencirikan pribadi ular tua di Taman Eden. Dengan cara bagaimanapun kita menyelidiki Alkitab, tentang Iblis kita akan selalu diarahkan kepada ular tua di Taman Eden. Bukan tentang salah satu malaikat yang berdosa, sebab malaikat berdosa akan dipenjarakan di Tartaro seketika itu juga saat mereka bersalah dan tidak dilepaskan sampai hari penghakiman.

2 Petrus 2:4, Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;

Neraka disana adalah ditulis ταρταροω (tartaroo), meminjam istilah mitologi Yunani tentang penjara para dewa dan mahluk ilahi lainnya, untuk memudahkan kita memahami tentang penjara bagi para malaikat.

Jelas ditulis mereka tidak dibuang ke Bumi dan tidak dibiarkan berkeliaran tetapi langsung ditangkap dan dipenjarakan sampai hari penghakiman. Jelas ular tua bukan malaikat Allah sama seperti Mikael dan Gabriel, tetapi mahluk yang diciptakan di taman Allah di Eden untuk dihadapkan kepada Adam saat Allah hendak mencari penolong baginya. Sebab malaikat yang berdosa tidak dapat berkeliaran seperti Iblis yang sekarang ini.

Bro Krispus,
Kl boleh tau, apakah pngajaran ini diajarkan oleh pendeta yg brasal dari Korea?

[email protected]

Apakah kitab henokh yang menjadi landasan pegangan anda untuk menjelaskan asal usul setan…??

Jika demikian anda pasti menjelaskan asal-usul setan berdasarkan dongeng dongeng dan dicampur adukan dng ayat Alkitab yng dikanonkan kalau begitu.

Apakah dng demikian menjadikannya dapat dipercaya atau hanya berupa tafsiran atau logika anda yng bermain disitu…Sehingga anda membuat cerita muasal setan itu bertolak belakang darai KEBENARAN ALKITAB…??

Sehingga jika melihat judul trit ini…maka akan menjadi bertolak belakang dari KEBENARAN ALKITAB, Bahwa setan tidak diciptakan oleh Allah, Melainkan berasal dari MALAIKAT YANG BERONATAK DI SORGA, kemudian malaikat tsb mendapat penghukuman dari Allah dng di buangnya mereka ke Alam Dunia Fana ini.

Salam GBU…

Thx bro, saya ngerti bahwa yang dinyatakan oleh @octafalto adalah tafsiran.

Mengenai “Ejekan tentang raja Babel” memang selama ini banyak pengajaran kalau itulah pemberontakan malaikat.

Sebenarnya penjelasan yang saya inginkan dari Bapak adalah tentang Adam yang sudah makan buah kehidupan dan hidup jutaan tahun di Taman Eden, karena saya anggap Adam belum makan kehidupan.

Ok saya baca ulang Reply #18. Dan saya kutip berikut ini:

Binatang yang ada sekarang adalah binatang yang diciptakan sebelum Allah membuat taman di Eden. Mereka berevolusi menjadi binatang yang kita kenal sekarang ini. Kejadian di taman Eden, Adam memakan buah kehidupan, sebab buah itu tidak dilarang. Karena itu hidup Adam dan Hawa bisa jutaan tahun di Taman Eden. Sementara di luar taman Eden binatang berevolusi, sampai punahnya semua binatang besar, agar saat Adam dan Hawa diusir Allah mereka tidak dibinasakan dinosaurus. Evulusi adalah bagian dari kehendak Allah.

Dan saya tanya lagi, apakah yang Bapak maksud dengan kalimat:
Kejadian di taman Eden, Adam memakan buah kehidupan, sebab buah itu tidak dilarang. Karena itu hidup Adam dan Hawa bisa jutaan tahun di Taman Eden.

Apakah Adam sudah makan itu buah? Kalau memang sudah makan itu buah, maka saya minta penjelasan lebih lanjut, kenapa Adam masih bisa mati? Atau apa saya salah tangkap maksud pernyataan di atas? Tks.

Bukan, saya menyelidiki sendiri dan telah mengujinya dengan berbagai pengajaran. Bukan hal aneh jika ada beberapa orang di tempat dan aliran berbeda memiliki pemahaman yang serupa. Juga bukan atas satu hal ini saja saya jumpai seperti itu.

Btw, pendeta korea yang mana kalau boleh tahu, agar saya juga bisa bandingkan.

Apakah anda pernah membaca kitab Henokh? Jika anda belum, silahkan mencarinya, ada beberapa orang telah menterjemahkan dalam bahasa Inggris. Disana anda akan jumpai cerita malaikat yang berdosa dan dibuang ke bumi, kemudian merusak bumi, identik dengan pengajaran sekolah minggu selama ini tentang asal usul Iblis, dan bertentangan dengan apa yang saya ajarkan.

Menyampaikan sesuatu dimulai dari mengerti, bukan dimulai dari tidak mengerti. Dari sanalah akan timbul debat kusir dan panas hati. Jika anda tidak paham lebih baik diam, bertanya atau mendengarkan saja.

Apakah dng demikian menjadikannya dapat dipercaya atau hanya berupa tafsiran atau logika anda yng bermain disitu..Sehingga anda membuat cerita muasal setan itu bertolak belakang darai KEBENARAN ALKITAB..??

Sehingga jika melihat judul trit ini…maka akan menjadi bertolak belakang dari KEBENARAN ALKITAB, Bahwa setan tidak diciptakan oleh Allah, Melainkan berasal dari MALAIKAT YANG BERONATAK DI SORGA, kemudian malaikat tsb mendapat penghukuman dari Allah dng di buangnya mereka ke Alam Dunia Fana ini.

Salam GBU…

Silahkan di share dan kita adu argumen dan penjelasan Alkitab tentang asal usul malaikat. Saya jamin anda tidak punya data apa-apa dari Alkitab selain sepenggal kalimat di Yehezkiel dan Yesaya tetapi tidak dapat mendukung dan didukung oleh seluruh pengajaran dalam Alkitab.

Silahkan berbagi argumen anda, jangan seperti anak kecil hanya menyampaikan suka dan tidak suka saja.

Anda tidak paham tentang hukum-hukum Allah. Simak baik-baik…

Kejadian 2:9
Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Kemudian dalam ayat 16 dikatakan

Kejadian 2:16-17
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Ada dua pohon ditengah taman Allah, satu pohon kehidupan dan satu lagi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Semua pohon boleh dimakan, termasuk pohon kehidupan. Kecuali hanya satu pohon saja yaitu pohon pengetahuan baik dan jahat.

bersambung dibawahnya

sambungan

Adam dan Hawa bebas memakan apa saja disana dan pohon yang menarik tentu akan dimakannya, apalagi namanaya “kehidupan” jelas akan dimakan. Kedua pohon ini saling berdampingan, seperti Ebal dan Gerizim, gambaran manusia selalu dihadapkan kepada pilihan memilih hidup atau kematian, berkat atau kutuk, setiap hari.

Adam dan Hawa memilih memakan buah dari pohon kehidupan setiap hari, dan mereka hidup selamanya di Taman Eden sampai ular tua itu dengan curangnya mendustai Hawa dan Adam untuk memilih makan dari buah kematian.

“tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

Sebelum ada titik kematian, maka Adam dan Hawa hidup selamanya di taman Eden, tetapi setelah mereka memakan buah kematian itu, maka titik kematian dimulai sejak saat itu. Usia Adam dan Hawa mulai dihitung demikian juga usia anak cucunya, usia kita semua dihitung sampai kepada kematian kita.

Yehezkiel 33:13, “Kalau Aku berfirman kepada orang benar: Engkau pasti hidup!tetapi ia mengandalkan kebenarannya dan ia berbuat curang, segala perbuatan-perbuatan kebenarannya tidak akan diperhitungkan, dan ia harus mati dalam kecurangan yang diperbuatnya.

Buah dari pohon kehidupan adalah membuat seorang hidup selamanya, pada saat Adam dan Hawa melanggar hukum Allah, maka hukum Allah tentang kematian jatuh kepadanya, maka ia tidak lagi hidup selamanya. Dosa menghambat segala yang baik dari Allah. Yeremia 5:25, “Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu.”

Selanjutnya…

Kejadian 3:22
Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.

Jika saat itu Adam dan Hawa langsung memakan buah kehidupan, maka ia akan hidup selamanya dalam dosa dan kesalahannya. Kejahatan akan selalu membayangi hidupnya. Namun lewat kematian Allah membuat jalan bagi kelepasan dosa. 1 Korintus 15:36 berkata, “Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.” Melalui persekutuan dalam kematian Kristus kita menerima kehidupan baru dan janji hidup tanpa mengenal lagi apa itu yang baik dan jahat.

Yesaya 65:17, “Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.

Apa yang timbul dalam hati? Matius 15:19 mengatakan, “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat. Kita tahu apa itu jabat dan baik, benar dan salah, hitam dan putih, tetapi manusia telah terjual kepada dosa, sejak Adam dan Hawa memakan buah pengetahaun baik dan jahat. Hati dan perbuatan kita akan cenderung untuk berbuat jahat. Yohanes 3:19 menulis, “Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Janji tentang Surga dan Bumi baru adalah janji pemulihan atas mahluk yang dibuat segambar dan serupa dengan Allah dan dipanggilNya sebagai anak. Hidup kembali seperti Adam dan Hawa di Taman Eden.

Yesaya 11:6-9
“Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.”

Demikian sekarang kita dipisahkan dari yang jahat agar kita menjadi umat Allah yang kudus dan dipersiapkan untuk masuk dalam Kerajaan Surga, yang dijanjikanNya, dunia tanpa pengetahuan akan yang baik dan jahat. Ingatan akan dunia lama dihapusNya.

Heii…, kalau saya sudah paham, maka saya tidak akan bertanya. Apakah ada kesan saya mengetes pengetahuan Bapak?

Ok, menurut Bapak adalah:
Sebelum jatuh dalam dosa, Adam sudah makan buah pohon kehidupan dan hidupnya sudah jutaan tahun. Ketika Adam jatuh dalam dosa, maka buah pohon kehidupan yang sudah dimakannya menjadi tidak ngefek lagi khasiatnya. Karena itu Tuhan mencegah Adam supaya jangan makan lagi buah pohon kehidupan yang akan membuatnya hidup selamanya dalam dosa.

Mungkin OOT pertanyaan saya, tapi saya penasaran, saat di Taman Eden, apakah Adam sudah punya anak?

Menyelidiki sendiri ya Bro.
Okey.

Saya tidak sependapat dg penafsiran Bro ini, tetapi karena sifatnya tafsiran utk ssuatu yg tidak mpengaruhi kselamatan kita dalam Yesus Kristus, maka ijinkan saya tidak berargumen lebih lanjut.

Saya tidak tahu kalau soal anak. Ada beberapa pandangan tetapi karena belum saya uji saya tidak bagikan dahulu sampai benar-benar seluruh isi Alkitab mendukung pandangan tersebut. Jika tidak maka saya lupakan.

Silahkan, ini tidak penting seperti tentang keselamatan. Hanya untuk mereka yang rindu mengenal Allah lebih dalam lagi. Jika suatu saat anda menemukan penjelasan yang janggal dari sebah doktrin seperti sebuah puzzle yang tidak pas ditempatkan disana atau merasa ada puzzle yang hilang dari keseluruhan pemahaman Alkitab, silahkan di buka lagi diskusi ini, baru pada saat itu anda akan paham apa yang saya tulis.

Dari pada pusing karena berlainan dengan apa yang sudah sering anda dengar lebih baik sementara istirahat dulu jangan melanjutkan diskusi disini. Banyak hal yang kurang tepat dari penafsiran gereja pada jaman lampau, selain ini juga tentang Yunus di perut ikan. Doktrin gereja menyatakan Yunus hidup dalam perut ikan, tetapi sesungguhnya ia mati dalam perut ikan. Dan banyak lainnnya lagi. Semua jika jelas maka akan banyak ayat yang sulit dipahami atau janggal akan menjadi jelas.

@Krispus

Menurut Bapak mengapa ular bertanya kepada Hawa: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

Bukankah mereka sudah kenal lama dan hidup mereka sudah jutaan tahun? Pastinya sudah diketahui kalau Hawa boleh makan buah2 di taman tsb (kec. buah pengetahuan), kalau ga boleh makan buah semua pohon, terus makannya apa?

Menurut saya adalah aneh kalau sudah kenal lama tapi pertanyaannya seperti orang yang baru kenalan. Segampang itukah Hawa terjebak oleh pertanyaan dari ular yang sudah jutaan tahun dikenalnya?

Boleh minta penjelasan lebih lanjut? Atau buat thread baru?