Setan diciptakan Allah di Taman Eden

sambungan

Allah tidak menciptakan mahluk didalam kegelapan, tetapi didalam terangNya.

Mazmur 104:27-30
27 Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya.
28 Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan.
29pabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.
30Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.

Mazmur Daud diatas mengambarkan bahwa semua mahluk diciptakan Allah didalam terangNya, bukan diciptakan jauh dariNya. Mereka semua memandang wajah Allah dan menantikan rejekinya dari Allah. Demikian juga dengan ular tua di taman Eden. Ular tidak diciptakan dalam kegelapan, tetapi ia memutuskan sendiri untuk tinggal dalam kegelapan. Menjauhkan diri dari hadirat Allah, menjauh dari terang. Yehezkiel 28:15 menuliskan, “Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.

Keputusan ular tua untuk memperdaya Hawa dan Adam, adalah keputusannya untuk menjauh dari terang dan berada dalam kegelapan. Seperti keputusan Hawa dan Adam untuk memakan buah terlarang, adalah keputusan untuk menjauh dari terang dan menempatkan dirinya jauh dari Allah. Kejadian 3:10, Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi. Seperti yang dijelaskan Yohanes 3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Saat seorang berbuat jahat, maka ia berada dalam kegelapan, artinya memisahkan diri dari terang. Sebab hal itu telah ditetapkan Allah sejak dari semula penciptaan, gelap dipisahkan dari terang. Adanya kejahatan dan gelap, karena diciptakan oleh Allah, bukan ada dengan sendirinya. Tidak ada sesuatu yang ada dengan sendirinya tanpa diciptakan selain YHWH. Demikan juga kasih, kebencian, sakit, bahagia dan semua hal itu ada karena diciptakan oleh Allah, bukan ada dengan sendirinya.

Allah dapat terlihat jahat saat kita jauh dariNya dan terlihat baik saat kita dekat denganNya. Saat kita dalam kegelapan maka Allah terlihat jahat dan kejam, tetapi saat kita berada didalam terang, maka Allah itu terlihat baik. Roma 11:22 berkata, “Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya.” Ada dua sisi dari Allah, keras yang biasa disebut jahat oleh kebanyakan manusia dan kemurahan yang biasa disebut baik oleh manusia pada umumnya. Semua tergantung dimana kita berada, didalam kegelapan atau didalam terang. Jauh dari Allah atau mendekat kepada Allah.

Yeremia 23:23, menyatakan demikian; “Masakan Aku ini hanya Allah yang dari dekat, demikianlah Firman Tuhan, dan bukan Allah yang dari jauh juga?” Saat seorang berdosa, berbuat jahat, maka ia berada dalam kekelapan, artinya dipisahkan dari terang. Jauh dari Allah. Tetapi walau ia berada didalam kegelapan, jauh dari Allah, tetap saja YHWH adalah Allah bagi mereka, bagi orang berdosa dan bagi ular tua, iblis dan pembantunya. YHWH adalah Allah didalam terang dan juga didalam kegelapan. Tidak ada tempat dimana tidak dalam kuasa Allah, baik terang maupun gelap. Tetapi Allah menetapkan diri dan menyatakan, “terang itu baik”, selanjutnya Allah memisahkan terang itu dari gelap, baik itu dari jahat/buruk. Demikian juga diciptakanNyalah pohon yang disebut pohon pengetahuan akan yang baik dan jahat.

Semoga mencarahkan.

Kalau Allah menciptakan kejahatan, berarti Allah itu sumber kejahatan. Anda setuju?

Kalau Allah mencipta Kejahatan dan menjadi sumber dari kejahatan itu, apakah gelar “KUDUS, KUDUS, KUDUS” sampai diulang tiga kali dalam suatu ayat, apakah itu layak dikenakan kepada-Nya?

Kalau Allah pencipta kejahatan, sungguh Dia TIDAK LAYAK disebut KUDUS!

Kitab agama seberang mnyatakan bhw ‘allah itu paling pandai dlm perkara menyesatkan orang’.
Tp Alkitab mnyatakan bhw Bapa ingin semua orang diselamatkan dan beroleh pengetahuan akan kebenaran.

Jd Krispus myakini Allah tipe mana?

Semoga quote di atas tidak pernah dan tidak akan pernah terbayangkan di pikiran ane. Sungguh, kiranya hal-hal itu jauh dan dijauhkan dari ane selama-lamanya. So, help me God!

Anda berpikiran sempit tentang Allah.

Baik kejahatan ataupun kebaikan, baik najis ataupun kudus, ada karena ditetapkan oleh Allah. Tanpa ditetapkan oleh Allah, tidak ada yang namanya najis dan kudus, terang dan gelap, baik dan jahat. Anda sendiri sudah posting ayat Keluaran 20:21, 1 Raja-raja 8:12, Mazmur 97:2 tentang kata “ARAFEL”. Baik kebaikan maupun kejahatan, terang dan gelap, semua ada dalam kuasa Allah.

Selanjutnya Allah menetapkan, bahwa terang itu baik. Sementara kepada gelap yang dipisahkan dari terang, tidak disebutkan hal itu baik, sebab memang gelap dipisahkan dari apa yang Allah katakan “baik”. Demikian juga kudus dan najis. Apa itu kudus?

Kudus, קדשׁ (qodesh) artinya dipisahkan, dipisahkan dari apa? Kita sudah membaca ayat yang berbunyi, “Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.” Benar kedua kata itu tidak memakai kata yang sama dalam bahasa Ibrani, tetapi kita memahami hukum Allah, bahwa ada pemisahan antara terang dan gelap, antara suci dan dosa, antara kudus dan kotor. Kita juga tahu Allah menyatakan terang itu baik dan mengambarkan diriNya seperti terang, sehingga Alkitab menyatakan Allah adalah terang (1 Yoh 1:5), selain pernyataan bahwa Allah adalah kudus (1 Petrus 1:16), sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Gambaran tentang kudus adalah sebagai berikut:

2 Korintus 6:17, Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.

Saat Allah menyatakan terang itu baik, dan menyatakan diri seperti terang, maka sejak saat itu terang identik dengan diri Allah, identik juga dengan kudus, terpisah dari kegelapan. Sebab memang gelap, najis, jahat, dosa semua akan dijauhkan Allah dari hadapanNya. 2 Tesalonika 1:9, Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya. Dipisahkan dari terang, dipisahkan dari kudus.

Allah tidak menciptakan sesuatu dengan efek samping yang tidak dikehendakiNya muncul sendiri, seperti kebanyakan gereja kuno beranggapan demikian, karena mereka melihat posisi Allah sebagai musuh Iblis, sementara Alkitab kita membaca permusuhan itu ditetapkan Allah antara Iblis dengan manusia. Saat kita beranggapan Iblis itu musuh Allah, maka akan sulit bagi kita memahami bahwa kejahatan itu juga diciptakan oleh Allah, sebab seakan Allah menciptakan musuhNya sendiri, maka terbeloklah kita kepada pandangan mungkin Iblis adalah “efek samping”, kotoran yang tidak dikehendaki. Tidak! Iblispun adalah hambaNya (Kolose 1:16), yang menjalankan kehendak Allah di dunia ini terhadap manusia. Kita digoda dan dicobai oleh Iblis agar kita keluar bagaikan emas murni yang dimurnikan oleh api.

Daniel 12:10, Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

Dalam posting sebelumnya menjawab pertanyaan mrt_bla, Setan diciptakan Allah di Taman Eden - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com saya menjelaskan tentang proses, bahwa Allah menciptakan segalanya disempurnakan dalam proses. Demikian juga kita, diproses untuk menjadi anak-anak Allah, bukan tahu-tahu muncul sebagai anak Allah yang kudus dan benar. Kudus adalah proses kita memisahkan diri dari gelap dan menjauhkan apa yang najis dari hidup kita. Perjalanan kita dimulai dari percaya, tetapi banyak orang kristen beranggapan sebaliknya, bahwa tujuan Allah adalah menjadikan orang percaya. Tidak! Percaya itu adalah awal, selanjutnya kita bertumbuh menjadi serupa dengan Allah, menjadi terang, menjadi kudus, terpisah dari gelap dan kenajisan.

Saat Wahyu menuliskan tentang penyembahan dengan seruan, “Kudus, kudus, kudus”. Kita tahu yang dimaksudkan adalah bahwa Allah menyukai terang dari pada gelap, ketaatan dari pada dosa. Saat kekudusan Allah dinyatakan, maka artinya Ia akan memisahkan kegelapan untuk selamanya dari manusia, setelah kita dibentuk menjadi seperti yang dikehendakiNya.

Demikian semoga cukup jelas.

Justru saya sedang mengajak Anda “step-by-step” memahami apa makna “TOV” (yang biasanya diterjemahkan “baik”) dan “RA” (yang biasanya diterjemahkan “jahat/ evil”). Makna “TOV” dan “RA” dalam bahasa Ibrani itu luas sekali. Dan terjemahan KJV menerjemahkannya dengan “sangat kaku” sesuai pemahaman orang Barat, bukan sesuai pemahaman orang Semitik.

Kalau Allah itu Anda klaim sebagai Sumber/ Yang menciptakan Kejahatan… artinya: dusta, porno, zinah,muslihat, tipu-daya, dll juga berasal dari-Nya. Coba bandingkan dengan tantangan Yesus kepada para musuh-Nya demikian:

“Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku” (Yohanes 8:46)

Apakah Anda percaya Yesus Kristus adalah Allah?

Jika Anda percaya Yesus Kristus adalah Allah, coba cari bukti-bukti sesuai klaim Anda, bahwa “Allah pencipta kejahatan” tersebut, misalnya tentang keburukan/ keberdosaan Allah, misalnya Dia berzinah, ngelirik/ ngerebut bini orang, berdusta, bertipu-daya, masturbasi, poligami, utang nggak bayar, nyuri, nilep duit tetangga, atau apa saja…

Coba carikan saya satu saja bukti bahwa Alalh / Yesus itu berbuat dosa…

Menjelaskan tentang kalimat diatas…

Jahat menurut kebanyakan orang, dan baik menurut kebanyakan orang, tidak sama dengan apa yang Allah sebut jahat dan baik. Bagi kebanyakan orang apa yang disebut jahat adalah sesuatu yang menimbulkan kesakitan, penderitaan, kesedihan dan segala yang tidak menyenangkan. Sedangkan apa yang disebut baik adalah sesuatu yang menyenangkan hati, yang enak dan tidak menyakitkan.

Amsal 27:6, Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.

Bagi kebanyakan orang mereka yang mencium secara limpah, adalah baik, mencurahkan kasih. Sedangkan seorang yang menempelak, memukul dan menentang adalah jahat. Itu hal umum yang ada disekitar kita (Ibrani 12:11).

Lantas apa arti jahat dimata TUHAN? Jahat atau רעע (ra‘a‘) yang artinya merusak atau meremukan. Kata jahat timbul dari sikap durhaka, perbuatan yang melawan kehendak Allah alias fasik. Kejahatan berkaitan erat dengan kefasikan. Saat seorang disebut jahat oleh Allah maka yang dimaksud adalah bahwa perbuatannya merusak apa yang baik dengan cara melawan ketetapan Allah.

Kejadian 6:5-6
Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

Seperti seorang bapa melihat anaknya mendurhaka, demikian hati Allah melihat anak-anak Adam memilukan hatiNya, dengan hidup seenaknya sendiri menuruti kemauan dagingnya (Kejadian 6:3) bukan menurut hati nuraninya (Amsal 20:27). Kehidupan yang melawan hati nuraninya sendiri (Roma 2:15), adalah perbuatan durhaka, yang mendatangkan kerusakan. Itulah yang disebut jahat oleh TUHAN, sebelum Allah menetapkan hukum Taurat. Tetapi sebaliknya, jika kita menuruti kehendak Allah, maka kita akan mematikan segala perbuatan daging kita untuk tunduk pada kehendak Allah. Roma 8:13 menyatakan, Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

Iblis disebut si Jahat, karena Iblis menggoda manusia untuk berbuat sesuatu yang melawan hukum Allah. Ingat bahwa kejahatan itu ada didalam gelap (b]Yoh3:19[/b]), dan gelap itu artinya memisahkan diri dari terang, artinya menjauhkan diri dari Allah. Iblis membawa manusia menjauh dari Allah dengan membuatnya berdosa. Sejatinya Iblis atau ular tua, adalah sosok yang disebut Bintang Timur, yang menjadi penerang bagi Adam dan Hawa, tetapi ia telah melawan kehendak Allah dan menuruti kehendaknya sendiri, itulah jahat. Demikian kita yang menolak kehendakNya juga disebut jahat.

Contoh dalam Kejadian 38:9-10 disebutkan, “Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga.” Kejahatan adalah mendurhaka atas kehendak Allah. Perbuatan Onan disebut TUHAN jahat, karena ia tidak melakukan kehendak Allah, memberikan keturunan kepada Er. Demikian kita jika kita hidup fasik, tidak hidup sesuai hukum-hukum Allah, maka kita juga adalah umat yang jahat di mataNya.

Kejahatan itu diciptakan oleh Allah, saat Allah menciptakan terang, dan memisahkan terang dari kegelapan. Allah telah menghadirkan kejahatan di dunia ini. Baik malaikat, manusia, mahluk surgawi yang lainnya, dihadapkan juga kepada pilihan untuk tetap berada didalam terang, atau menjauh dari terang, tetapi berada didekat Allah atau menjauh dari Allah. Untuk malaikat yang memilih kegelapan, tidak ada kemurahan seperti kita, demikian juga mahluk surgawi lainnya. Tetapi langsung dipenjarakan sampai pada hari penghakimannya (2 Pet 2:4)

Amsal 16:4, UHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.

Psalm 5:4 For You are not a God who takes pleasure in wickedness; no evil dwells with You

1 John 1:5 God is light, and in Him there is no darkness at all

Jika Allah adalah sumber kejahatan, maka nafsu jahat ada didalam Dia dan Dia dicobai, diseret, dipikat oleh nafsu jahat tsb ==> totally nonsense!

Logikanya:
https://www.gty.org/resources/print/sermons/90-235
If God created evil, then God would be both good and evil.
And if God were both good and evil, there would be no hope for the ultimate triumph of good.

If God were Himself evil, He could not therefore triumph over evil, so good could not triumph.
If God were the source of evil, He would have to be evil Himself.
And if He were evil Himself, then there could be no basis for salvation, for God could not save us from evil if evil was in His nature.

So, the biblical revelation of the original goodness of creation protects the goodness of God.
And it makes the source of evil outside of God.
Only if the source of evil is outside of God can God conquer evil and can God save sinners from evil

Bukankah sudah saya tunjukan buktinya kepada anda, apakah anda tidak membaca ayat-ayat disertakan? Bahwa kejahatan itu ada karean diciptakan, bukan ada dengan sendirinya. Allah menetapkan terang itu dipisahkan dari gelap, sebagai awal dari hari-hari penciptaan. Itu bukan soal matahari, bulan dan bintang, sebagai penerang sebab itu diciptakan pada hari ke-empat. Penciptaan selama 6 hari, juga bukan tentang peristiwa cosmic, tetapi juga tentang surga, neraka dan bumi. Tentang yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Malaikat sering digambarkan sebagai bintang dilangit dalam Perjanjian Lama, dan Allah menjadikan bintang pada hari ke-emat. Manusia pada hari ke-6. Hari bukan mewakili peride waktu bumi mengelilingi matahari, sebab belum ada matahari saat hari pertama saat disebutkan tentang hari pertama. Kejadian 1-3 adalah seperti kitab nubuatan, yang mengambarkan pertiwa yang telah lewat yang dilihat Musa dalam pengelihatan ilahi dan dituliskan dalam bahasa Musa.

Banyak orang menduga ada kehidupan sebelum Kejadian 1:1 dituliskan. Allah telah menciptakan sesuatu sebelum pertiwa penciptaan dikisahkan. Tetapi pandangan itu hanyalah tafsir atas kebuntuan beberapa hal yang disini saya ingin menunjukan kepada anda puzzle yang tidak pas itu adalah puzzle yang salah ditempatkan.

Pandangan umum tentang terang dipisahkan dari gelap, adalah tentang malaikat jahat dan malaikat baik dipisahkan sehingga munculah Iblis yang ada sejak lampau kemudian dilempar ke bumi untuk merusak bumi yang diciptakan Allah dengan cinta. Sesuatu yang tidak pas akan melahirkan lebih banyak pertanyaan yang tidak terjawab.

Allah adalah terang, dan tidak ada kegelapan didalamNya, adalah gambaran bahwa Allah memisahkan terang dari gelap dan Allah menyebut terang itu baik dan tidak pada gelap. Allah mengenalkan kita kepada apa yang baik yaitu terang, dan menunjukan kepada kita apa yang jahat yaitu kegelapan. Allah menghadapkan kepada kita pilihan untuk mendekat kepada terang yaitu Allah atau menjauh dari Allah yaitu kegelapan.

Konsep bahwa Iblis adalah musuh Allah, membuat anda sulit memahami kebesaran Allah. Anda menempatkan kejahatan itu lahir dari Iblis dan oposisinya yang sejajar adalah YHWH yang mengenalkan kebaikan. Perang antara kebaikan dan kejahatam adalah perang antara Allah dan Iblis. Setandingkah Iblis dengan Allah?

Yakobus 2:19, Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Tidak ada satupun ayat yang menempatkan Iblis setanding dengan Allah sehingga ia layak disebut lawan Allah, sebagai oposisiNya yang menghadirkan kejahataan disaat Allah mengenalkan kebaikan. Bukankah adanya kejahatan itupun juga dalam kuasa Allah? Jika pada hari pertama Allah tidak menetapkan untuk memisahkan terang dari gelap, apakah ada kegelapan itu? Jika demikian apakah ada yang tidak diciptakan oleh Allah?

Ya Allah itu berpihak, Ia berpihak kepada orang benar dihadapan orang fasik. Ya Allah itu juga tidak pandang bulu, Ia juga menerbitkan matahari bagi orang benar dan orang fasik. Kejahatan itu diadakan oleh Allah, tetapi Allah menetapkan terang atau kebaikan sebagai pernyataan diriNya dan kejahatan sebagai bagian diluar diriNya.

Percuma saya menjelaskan semua dan setiap pernyataan saya sertakan ayat mendasarinya jika anda tidak membacanya dan menganggap saya tidak menjelaskan apa-apa dari Alkitab.

Jadi sekarang, mari saya yang bertanya kepada anda, darimanakah datangnya kejahatan itu?

Sebelum ada ciptaanNya yg diberiNya freewill, emang ada kejahatan ?

You can remove light from a room, but you can’t add darkness to a room.
Darkness is not a thing, it is the word we have created to describe the absence of another thing (light).

Penggunaan kata [darkness] pada alkitab a/l:

  1. physical darkness.
  2. spiritual darkness
  3. darkness that is figurative of punishment
  4. supranatural darkness.

Boleh anda jelaskan lebih lanjut dasar pemikiran anda mengkaitkan kejahatan dgn Kej 1:2-3 ?

Lantas mana premisnya yg merujuk pada pembuktian bhw Allah sumber kejahatan ?

Archbishop Kallistos Ware:
“Evil is the twisting of what is in itself good. Evil resides not in the thing itself, but in our attitude toward the thing – that is to say, in our will."

Evil is not the presence of something, evil is the absence of righteousness.
You can’t create evil because evil doesn’t exist as a created entity.
It doesn’t exist as a created reality.
Evil is a negative.
Evil is the absence of perfection.
It’s the absence of holiness.
It’s the absence of goodness.
It’s the absence of righteousness.
Evil became a reality only when creatures chose to do disobey.

Wherever a lack of that exists, sin exists.
And that cannot exist in the nature of God or in anything that God makes.
Evil comes into existence when God’s creatures fall short of the standard of moral perfection.

Example 1:
God created sex to be a good and beautiful thing.
However, our attitude toward sex is not always good.
It becomes twisted when men use it to dominate women through rape or devalue their individuality and humanity through pornography.
Sex is good, but the twisting of it is not.

Example 2:
I believe that authority is a good thing from God.
However, it is often abused and twisted.
A leader is meant to serve.
But we see how twisted it can become when people rule out of fear or a desire to control.

So, in short, God created us with free will, which in turn allows us to twist and distort his pure Energies.
So, Let me put it to you simply. God is not responsible for evil; His creatures are.

https://www.gty.org/resources/print/sermons/90-235

And God saw the light, that it was good: and God divided the light from the darkness.

Allah menghadirkan terang, dan Allah memisahkan terang itu dari gelap. Allah menyatakan terang itu adalah baik dan dipisahkanNya baik dari yang jahat. Ini bukan peristiwa cosmic belaka, tetapi ini adalah hukum Allah tentang keberadaan terang dan kegelapan, antara kebaikan dan kejahatan. Allah memisahkan sejak hari pertama, karena hal itu dikehendaki oleh Allah.

Terlalu sukarkah memahami bahwa penciptaan itu bukan saja bercerita tentang peristiwa cosmic? Tidak bacakah anda Kolose 1:16, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

Terlalu sukarkah anda memahami bahwa segala sesuatu ada dalam kuasa Allah, bahwa kebencian, kemarahan, percabulan, perzinahan, bohong, kelicikan dan ketidak taatan itu semua juga dihadirkan Allah didunia ini bersamaan dengan adanya kasih, kelamahlembutan, kesetiaan, kemurnian, kejujuran, ketulusan dan ketaatan? Tidak ada satupun yang diluar kendali dan kehendakNya yang dapat terjadi. Demikian juga dosa dan kejahatan ada karena dipisahkan dari ketaatan dan kebaikan. Paulus menyatakan dalam Roma 7:7, Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: “Jangan mengingini!” Buah pengetahuan baik dan jahat jika tidak dimakan oleh Adam dan Hawa oleh bujukan ular tua, juga manusia tidak akan tahu apa itu baik dan apa itu jahat.

Sekarang manusia telah tahu apa itu jahat, dan iblis memperdaya manusia seakan jahat itu dari Iblis, agar manusia gagal mengenal Allah, bahwa kehadiran baik dan jahat adalah juga diciptakanNya agar manusia memilih yang baik dari yang jahat, seperti seluruh konsep dalam Alkitab kita selalu dihadapkan kepada pilihan. Apakah sangkamu Iblis yang menawarkan pilihan itu? Tidak bacakah anda bahwa Allah yang menaruh pohon pengetahuan baik dan jahat yang merupakan pohon kematian berada disamping pohon kehidupan, ditengah-tengah taman? Jangan salahkan Iblis sebab pilihan itu ada ditangan anda. Saat berdosa jangan kita menyalahkan Iblis yang menggoda, sebab Allalah yang menghadapkan kita kepada pilihan yang harus kita pilih. Terang atau gelap, benar atau jahat, taat atau fasik.

Coba baca lagi ayatnya Kej 1:4-5, ada kata “yang jahat” atau tidak ?

Kej 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Mohon jelaskan pengertian anda atas kalimat merah ???

Wa baca ayat kolose tidak ada tertulis bhw di dalam Dialah telah diciptakan kejahatan.
Dan wa jujur langsung berasa sesak nafas nulis kalimat [di dalam Dialah telah diciptakan kejahatan.]

Maaf, wa memang gak bisa menerima konsep bhw Allah adalah sumber kejahatan… dan terlalu sukar menerima konsep begituan.

Allah menciptakan terang, dan dari terang itu lahirlah gelap dengan memakai istilah dipisahkan. Keduanya diciptakan oleh Allah, dihadirkan sebagai hukum Allah. Jadi gelap itu tidak diciptakan terpisah dari terang, sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari terang (yang tidak menerima terang). Jika tidak ada terang maka tidak ada gelap, itulah hasil dari ditetapkanNya hukum tentang terang dan gelap.

Kejahatan itu ada karena ada kebaikan, kebencian itu ada karena adanya kasih, tanpa kenajisan tidak ada yang disebut kudus. Itulah artinya dipisahkan, diciptakan sebagai satu kesatuan. Sehingga tidak dapat disebut dalam diri Allah ada kebaikan dan juga kejahatan. Allah menghadirkan kejahatan, tetapi itu sebagai bagian dari tidak adanya kebenaran. Hukum ini melandasi tentang penghakiman Allah, tentang Lautan Api, kondisi dimana dijauhkan dari hadirat Allah untuk selama-lamanya.

Konsep berfikir diatas dilandasi dari pemikiran Allah vs Iblis, sehingga mereka menempatkan terang dan gelap sebagai dua bagian yang berbeda, bukan sebagai satu kesatuan penciptaan, seperti yang tertulis dalam Alkitab. Gelap ada karena tidak ada adanya terang, kejahatan ada karena tidak adanya kebaikan. Tidak adanya Allah itulah disebut kegelapan, karena Allah telah memperkenalkan diriNya seperti terang. Dunia tanpa Allah adalah dunia yang dalam kegelapan.

Pertama-tama harus paham dulu bahwa Iblsi bukan musuh Allah, tetapi manusialah yang menjadi musuh Iblis. Allah berada diatas semua dan segala hal, diatas Iblis dan juga manusia dan para malaikat. Barulah anda paham bahwa gelap itu diciptakan atau diadakan oleh Allah sebagai bagian dari terang yang diciptakanNya. Ini bukan soal perseteruan Allah vs Iblis, tetapi tentang kebesaran YHWH. PemerintahanNya bukan pemerintahan demokrasi, tetapi kerajaan yang berkuasa penuh, tidak dapat digantikan dan digulingkan, tidak dapat menghadirkan partai oposisi. Kehidupan demokrasi telah merusakkan gambaran Allah sebagai Raja diatas segala raja yang berkuasa mutlak atas segala ciptaanNya.

Rm. 8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

Jika Allah sumber kejahatan, maka keinginan daging bukan perseteruan terhadap Allah dong ?

Gal 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri…

Tidak ada wa baca adanya ayat tertulis: buah Roh ialah: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.

Yak 1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

The reason God gave us free will is because of love. We could never give or receive genuine love if we had no free will.

Yang memperdaya = ular.
Yang memilih tuk makan BP = adam hawa.

Lantas kok jadi Allah yg responsible of evil ?

Saya sudah memaparkan dari halaman 1 sampai halaman ke-8 ini, sudah jelas sekali jika anda bersedia membuka dan membaca ayat yang tidak saya copas, hanya menuliskan saja.

Sekarang saya ingin tahu dari tadi anda bilang Tuhan tidak pernah menghadirkan kejahatan. Lalu menurut anda dari mana datangnya kejahatan itu. Coba jelaskan kepada saya agar saya paham bagaimana anda memahami Alkitab,

Minta izin masuk nah, cuma lima posting… Saya sudah mengetik dari tadi… ;D ;D ;D

Pak Krispus, banyak sekali persamaan ajaran antara Anda dengan ajaran yang pernah saya dengar ini. Bahkan boleh dibilang, perbedaan yang saya tangkap sampai saat ini, hanya pada perbedaan pada masalah penciptaan Iblis dan roh-roh jahat. Sekarang saya akan coba mengungkapkan ajaran yang pernah saya dengar ini.

Next…