Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah dipotong-Nya

Yohanes 15:1-5

Kita akan memulainya dari membedah latar belakang ajaran Tuhan Yesus ini dengan melihat dua hal, yaitu:

Pertama: PL menunjuk Israel sebagai tanaman anggur

Perjanjian lama menggambarkan Israel sebagain tanaman anggur (Maz. 80:8-19, Yes. 5:1-8, Yer. 2:21 dan 6:8-9, Yeh. 17:6-8 dan 19:10-14, Hos. 10:1-2). Berikut saya kutip ayat yang paling menonjol mengenai hal ini, yaitu ayat 7 dari bacaan Yesaya 5:1-8 sebagai ayat kuncinya, demikian:“Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.”

Kedua: Pemeliharaan perkebunan anggur jaman itu

Satu dari dua hal penting mengenai cara orang-orang jaman itu mengurus pohon anggurnya, adalah melakukan pemangkasan dalam dua tahap.

Pemangkasan tahap pertama dilakukan pada musim semi di saat pohon anggur berbunga. Pemangkasan tahap ini mencakup memotong ujung-ujung tanaman yang menjulang supaya tidak terlalu lebat, memotong ujung ujung tanaman sepanjang kira-kira 1-2 kaki untuk menghindari tanaman dari gangguan angin, memangkas beberapa bunga dan kumpulan buah anggur tertentu yang sudah ada dengan tujuan agar buah lainnya dapat berkembang dengan kualitas yang lebih baik, dan menyingkirkan serangga-serangga penghisap yang ada. Pemangkasan musim semi ini tidak dimaksudkan untuk membuang cabang-cabang dan membakarnya.

Pemangkasan tahap kedua dilakukan di musim gugur setelah masa panen. Dalam tahap ini, cabang-cabang yang tidak diinginkan dipangkas. Cabang-cabang yang dimaksudkan di sini adalah cabang-cabang yang sudah berbuah pada musim panen sebelumnya, tetapi akan tidak berbuah pada musim berikutnya. Tahap ini juga dilakukan pemangkasan-pemangkasan seperti tahap pertama, dengan tujuan untuk memastikan hasil panen yang maksimal di musim berikutnya. Setelah pekerjaan tahap kedua ini selesai, semua sampah potongan dikumpulkan untuk dibakar.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka kita dapat memahami Yoh. 15:1-5 dengan lebih baik.

Yoh 15:1
“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.”

Lawan dari latar belakang PL mengenai Israel sebagai pohon anggur yang tidak berbuah baik adalah pernyataan Yesus tersebut dalam ayat ini:" Akulah pokok anggur yang benar ……". Pernyataan Tuhan tersebut adalah untuk menunjukan apa sebenarnya yang disebut dengan benar yang asli. Ia menyatakan kalimat tersebut untuk mengindikasikan bahwa Dialah yang akan menghasilkan buah yang baik, yang mana tidak dapat dilakukan oleh bangsa Israel; yaitu buah yang diharapkan oleh Bapa sebagai tukang kebunnya. Dalam ayat ini Yesus juga berkata:"… dan Bapa-Kulah pengusahanya.", ini adalah petunjuk yang menyatakan bahwa baik pelayanan-Nya dan murid-murid-Nya sebagai cabang berada di bawah kendali Bapa yang berdaulat untuk memilih cabang mana yang dipotong dan mana yang dibiarkan tetap tinggal di dalam Putra-Nya (pokok anggur yang benar).

Yoh. 15:2-3
“2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.”

Ayat diatas menggambarkan murid-murid Tuhan sebagai cabang-cabang dari pohon anggur, dimana Bapa berperan sebagai yang memangkas mereka untuk meningkatkan buahnya. Yesus berkata:“Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya ….”. Ada sebagian orang yang beranggapan bahwa frase “ranting pada-Ku” yang dipangkas Bapa menunjuk pada orang-orang yang tidak percaya atau yang ditolak; tetapi frase ini lebih kuat mengarah kepada orang yang menyangkal Dia. Dalam konteks “Perjamuan Terakhir” dimana Yudas Iskariot pergi untuk berkianat, memberikan keterangan bahwa ranting yang dipotong itu mengacu kepada si pengkianat. Sebaliknya untuk murid-murid sejati, Yesus berkata dalam ayat 3:" Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.". Ayat ini ditujukan kepada murid-murid-Nya, tetapi sewaktu Yesus mengatakan hal ini tentunya tidak termasuk Yudas Iskariot. Hal ini dapat kita ketahui dengan membaca ayat berikut ini

[b]Yoh. 13:10-11
"10 Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.” 11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih.”

Kenapa Yudas Iskariot dikecualikan Tuhan Yesus? Jawabannya jelas di atas, yaitu karena Yudas akan berkianat. Kenapa Yudas Iskariot tidak dianugrahkan iman seperti kesebelas murid yang lain supaya tidak berkianat? Jawabannya dapat dibaca dalam ayat berikut ini:

Yoh. 17:12
“Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.”[/b]

Yoh. 15:4-5
“4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Di atas kita telah mengetahui siapa sebenarnya mereka yang akan dipangkas dan dibakar, yaitu orang yang telah ditetapkan demikian adanya; berikut ini Tuhan Yesus menjelaskan sesuatu mengenai orang-orang (cabang-cabang) yang sudah ditentukan Bapa (tukang kebun) untuk tinggal tetap bersama Dia (pokok anggur yang benar). Yoh. 15:4-5 mengingatkan kita pada jaminan persekutuan yang erat dengan Roh Kudus yang diberikan kepada setiap orang percaya. Kalau Tuhan telah menjadikan kita ranting-rantingnya, maka kita akan berbuah banyak dan berkualitas seperti yang dikehendaki Bapa. Ini bukanlah suatu korelasi, tetapi jelas merupakan hubungan yang bersifat regresi. Kekuatannya bukanlah terletak pada kita tinggal di dalam Dia, tetapi karena Dia tinggal di dalam kita. Kita dikatakan tidak bisa berbuat apa-apa; artinya bukan karena perbuatan kita maka dia tinggal di dalam kita, tetapi hanya karena anugrah dan kedaulatan-Nya semata. Hal ini tidak dapat terelakan bahkan untuk ditolak (baca juga tulisan mengenai “Anugrah yang tidak bisa ditolak” di sini: 5 Poin Calvinisme - Bag 4: Anugerah Yang Tak Dapat Ditolak (Irresistible Grace) - Ajaran Kristen - ForumKristen.com).

==============================================================================
1 Kor. 15:55
“Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

==============================================================================

Demikian, semoga bisa memberkati
GBU

good, supaya teman2 karismatik ngerti maksudnya, sebab barangsiapa dimeteraikan RK dan dipegang Bapa (Yoh 10:27-29) tidak binasa (jaminan keselamatan)