Setujukah hukuman mati di Indonesia?

Presiden Jokowi menolak grasi 64 pidana mati kasus narkoba, 5 diantaranya akan segera dieksekusi.
Setujukah anda dengan penerapan hukuman mati di Indonesia?

:rolleye0014: :rolleye0014:

kalo saya pribadi ya mas…
saya ga setuju…
karena itu jelas melanggar hak asasi manusia untuk hidup…
kata nya HAM harus di junjung tinggi
tapi ada hukuman mati…
gimana sih ?

:mad0261:

Betul, Katolik secara resmi menolak hukuman mati.
Tetapi pada kasus narkoba, kita bisa lihat bahwa banyak terpidana mati kasus narkoba yang masih terus berbisnis narkoba dari dalam sel, Freddy misalnya. Jadi dengan membiarkannya tidak dieksekusi mati seolah membiarkan bisnis tetap berjalan. Tidak ada kata kapok/jera pada kasus narkoba.

Nah, gimana?

kalo dilihat dari segi positif
bahwa hukuman mati bisa membuat gembong narkoba (pembuat dan pengedar) lebih jera…karena mereka juga merampas hidup orang sehat dan membuat orang khususnya remaja tidak punya masa depan lagi,
dan bangsa ini menjadi hancur karena calon2 pemimpin sudah diracuni akan barang haram
orang tua juga merasa anak2nya hancur dan tidak punya harapan lgi,terutama yg sudah mati OD
pendidikan jadi hancur karena sudah dimasukin barang haram tersebut

kalo dilihat dari segi negatif
bahwa hukuman mati merampas pula hak manusia utk hidup,manusia tidak punya hak terhadap hidup manusia yg lain.
yang kedua hukum tersebut membuat kita kembali ke jaman / hukum taurat nyawa ganti nyawa sehingga jauh dari hukum kasih yg telah Tuhan Yesus ajarkan

kalo dari Pemerintah memandang hukum tersebut Worth it/ layak dikarenakan sisi positif tadi buat bangsa dan negara ini kedepan agar tidak hancur dan digerus oleh narkoba apa boleh buat…

tetapi sebagai hamba kristen sejujurnya tidak setuju,karena bertentangan dengan hati nurani dan ajaran KasihNya…
tetapi juga sebagai hamba kristen kita harus tunduk dan patuh sama pemerintah karena memang perintahnya seperti itu,dan kepala negara/pemerintahan juga berasal dari Allah juga…

bingung yah…
kalo boleh usul mah ya penjara seumur hidup dan dimiskinkan kekayaannya saja.

tetapi sebagai hamba Kristen sejujurnya tidak setuju,karena bertentangan dengan hati nurani dan ajaran KasihNya.. tetapi juga sebagai hamba Kristen kita harus tunduk dan patuh sama pemerintah karena memang perintahnya seperti itu,,dan kepala negara/pemerintahan juga berasal dari Allah juga..

bingung yah…
kalo boleh usul mah ya penjara seumur hidup dan dimiskinkan kekayaannya saja.

Nah itu yang saya katakan di atas tadi…

Sebagai orang Kristen, kita memang seharusnya menolak hukuman mati, karena berlawanan dengan kasih.

Tetapi, kenyataannya, banyak gembong narkoba yang sudah tertangkap, dan sudah divonis mati, masih tetap saja menjalankan bisnis dari penjara, seolah tidak ada lagi rasa takut dan jera. Kalau seumur hidup, maka seumur hidup pula mereka akan menjalankan bisnis haram itu dari penjara. Sia sialah tujuan kita.

Maka, melihat kasus seperti itu, hukuman mati memang sepertinya paling tepat.

Jangan buruk muka cermin dibelah…
Kalau memang gembong narkoba tetap dapat berbisnis di penjara, petugas penjara lah yang harus dibereskan.
Supaya para gembong narkoba dapat menerima hukuman sesuai proporsinya

Yang bold itu, porsi yang mana? Kalau menurut hukum yang berlaku mereka memang sudah dijatuhi vonis mati, dan sudah inkracht pula. Tinggal dieksekusi saja.

Biarin kerja paksa di penjara…
Lama2 kan mati sendiri

Jika vonis nya adalah hukuman mati, maka cepat atau lambat, harus dieksekusi, bro.

makanya kan dilema kalo sebagai hamba kristen…
tetapi kita lihat lagi sisi positif dari hukum tersebut dan efek yg didapat apa…
kalau memang bermanfaat yg sangat luar biasa utk dilaksanakan maka kita juga harus patuh karena itu sudah hukum positif negara.

kalo urusan dia masih bekerja dalam penjara ya berarti orang dalam yg bermain pula
kan nanti juga ketahuan juga siapa yg membantu dia, dibekuk sekalian lah…

Setuju untuk narapidana gembong narkoba, jika perlu proses eksekusinya dilakukan terbuka dan live di televisi nasional maupun media2 internasional.
Menunjukkan Indonesia serius memerangi narkoba, jadi negara kita tidak terus menerus menjadi tempat transit narkoba dan peredarannya.
… namun mengenai “kasih” gimana ya? Apakah disebut kasih bila narkoba merajalela dan merusak generasi bangsa? Tak tahu saya

Akankah kita lebih rela mengasihi 1 orang yang tidak mengasihi ribuan orang

Utk orang-orang kedagingan, yg cocok diterapkan adalah Taurat.
Paulus pernah mngatakan bhw hukum Taurat adalah baik jika dgunakan dg tepat, yaitu bagi para pembunuh, pencuri, dll.

Krn orang-orang itu tidak bisa bicara bahasa kasih, maka mreka akan mdengarkan bahasa Taurat.

Adanya ancaman hukuman mati bisa mngurangi intensi dari orang-orang daging utk mlakukan tindakan yg dapat djatuhi hukuman mati.
Andaikan mreka tetap mlanggar, maka risiko itu mrekalah yg timbulkan krn mreka tetap mlanggar skalipun sudah tau hukumannya mati.

Jd orang-orang Kristen tidak perlu mrasa bsalah/btanggung jawab ktika negara mhukum mati sso ssuai dengan ksalahannya.

Bagi mreka yg djatuhi hukuman mati, jangan protes hukumannya, biarkan saja hukumnya jalan, tetapi kita brusaha slamatkan jiwa orang itu mlalui Injil.

Itu mnurut saya…hehehe…

Sependapat, terlebih lagi memang secara hukum sudah ada aturannya pula.
Nah, bagaimana dengan gerakan anti hukuman mati?
Dalam hal ini merubah KUHP, mencabut pidana mati, sebagai Kristen apakah kita dukung pencabutan atau kita justru mendukung hukuman mati?

:mad0261:

Nanti ktika sluruh Indonesia sudah bisa hidup dg nilai-nilai kristiani, baru kita hapus hukuman mati.

Kl mnrt saya, ktika sso mlihat dari sisi pengamat/mngambil sudut pandang tpidana, maka dia bisa saja mnganggap hukuman mati itu biadab.
Tp ktika mreka ada di pihak korban dan mngalami sndiri rasa keadilan yg timbul dari kedekatan mreka dg korban, maka mreka bisa jadi brubah pikiran.

Misalnya kasus Pollycarpus,
Aktivis HAM bisa sangat sewot ktika mdengar Polly dbebaskan lebih cepat.
Pdhl kan scr HAM si Polly berhak mdapat pngurangan hukuman jika ia bkelakuan baik.

Bagaimana jika terjadi kasus salah putusan? Seseorang dipidana mati untuk suatu tindaka yang ternyata tidak dilakukannya? Misalnya dituduh kasus pembunuhan, dan ternyata kemudian tidak dilakukannya? Misalnya kasus Sengkon dan Karta, atau seorang pemuda chinese Bekasi yang dituduh membunuh ayahnya sendiri kemudian terbukti dilakukan pegawainya?

Itu lain soal,
Kl tjadi ktidakpercayaan pd sistem peradilan.
Yg dbereskan adl sistem peradilannya, bukan hukuman matinya.

Sama aja spt kita btanya-tanya, bgmn dg orang-orang yg bsalah tp lolos krn punya uang banyak.
Apakah kpd mreka kita terapkan saja peradilan jalanan?
Kan ngga bisa juga.

Kl di film-film itu, I believe in the system.

Justru disitulah masalahnya, bro.
Bahkan sistem hukum secanggih di AS atau Eropa sekalipun, bisa terjadi salah hukum. Kalau terjadi salah hukum kurungan, bisa diperbaiki dan diberikan kompensasi. Nah kalau terjadi salah hukum mati, urusannya ya the end.

:mad0261:

Kalau gembong narkoba apa iya salah hukum? Bukti-bukti nya kan kuat.

Nah masalahnya hukum kan harus jelas dan pasti. Jika KUHP sudah ditentukan, ada hukuman mati adalah hukuman maksimal, ya itu yang bisa diterapkan, kalau hukuman tertinggi adalah hukuman kurungan seumur hidup, maka itu pulalah yang diterapkan.

Masalah kemudian apakah ada yang tertangkap basah atau terbukti karena penyelidikan polisi, atau justru karena rekayasa penyidik, urusannya di pengadilan. Dan celakalah kalau kemudian karena ketidak mampuan membayar pengacara yang handal berakibat kepentingan terdakwa tidak terbela, sehingga jatuhlah hukuman mati, dan lebih celaka lagi jika kemudian terungkap bahwa kejadiannya karena rekayasa.

Jadi, yang harus kita perjuangkan adalah penghapusan hukuman mati atau sebaliknya justru di undang undangnya, di KUHP, bukan pada terpidana matinya.