[SHARE] Tarot, Pendulum, Spirits, Oracle

How it started
Sebelum aku punya tarot pertamaku, aku mmg selalu tertarik sama hal" spiritual; I read a lot of books about tarot, sebelum pada akhirnya aku punya tarot pertamaku, Favole Tarot. Butuh berbulan-bulan buat belajar seluruh arti dari masing" 78 kartu + cara" penafsirannya, sampai akhirnya aku jadi lumayan jago + banyak temen yg dimintain baca. At first, it was for fun. Ramalan" yg ternyata betul, bikin aku makin semangat. Aku pengen tau banyak hal, dan tarot selalu memberi jawaban.

Karena ramalanku makin tepat, aku jadi makin pengen belajar lebih dalam lagi. Aku pelajari semua buku" tarot. Karena sedikitnya buku tntg tarot di Indon (ada pun buku terjemahan), aku beli dari Amazon, eBay etc (buat para ortu yg ngasih anaknya credit card, jangan lupa dipantau apa yg dibeli dari LN, nanti jadinya seperti aku beli buku" tarot hahah). Dari buku" tsb aku mulai kenal Wicca. Long story short, jadilah aku seorang Wicca, karena menurutku itu akan membantu aku lebih jago baca tarot. Selain Wicca, aku mulai mengenal pendulum, ouija, dewa-dewi, oracles, divination, hingga spirit guides.

How it was done
Aku bisa baca dari rahasia, masa lalu, masa depan, hingga perasaan seseorang hanya dengan membayangkan wajah mereka. Aku cuman perlu membayangkan wajah mereka dan bilang “ya, orang yg itu, kamu tau kan??” seolah-olah aku bercakap-cakap sama seseorang (tapi siapa?), dan aku lgsg dapet insight dan 99% adalah benar. Aku selalu merasa ada yg “membisikkan” sesuatu ke aku pas aku baca kartu" yg keluar. Aku masih lom merasa takut pas itu.

Setelah tarot, aku sering dapat kiriman barang" gratis, seperti poster", dupa, pendulum, majalah" dari toko" Wicca. Mereka bela"in lho kirim dari Amerika ke Indon, gratis lagi :mad0261: katanya sih sampel aja. Aku sih buang semua poster" nya.

Aku mulai main pendulum buat pertanyaan yes / no. Sangat sangat akurat, tapi entahlah siapa yg goyangin pendulum nya, aku gak tau. Temen" ku pada minta pendulum, karena mereka tertarik atas keakuratannya, dan aku juga punya banyak banget pendulum / kartu tarot kiriman. Tanpa merasa bersalah kubagikan semuanya :char12: (oouw Tuhan maapkan dakuu).

The nightmare
Aku gak pernah baca buat diriku sendiri. I was too scared to know, cause I knew itd be true. Aku masih ke gereja, tapi aku pindah ke Katolik, karena aku takut sama penyembahan dan bahasa Roh; selalu gemetaran dan gelisah, rasanya pengen muntah (mual). Aku kurang nyaman sama musik"an yg sorak sorai. Sebelumnya aku Kristen karismatik, taat bahkan :stuck_out_tongue: semangat kalau ke gereja kebaktian remaja hari Sabtu.

Entah gimana, aku mulai merasa gelisah setiap saat (aku udah mulai jarang baca tarot pas itu). Aku takut banyak hal, dan aku mulai makin sering lihat setan / diganggu. Suatu malam aku inget pas aku mau tidur, aku masi baru berbaring di ranjang, tiba" badanku gak isa gerak dan aku lihat ada sesuatu yg hitam dan besar berdiri di samping kiri ku dan aku lihat tangan ku mulai terangkat (tangan kiri) tapi kagak ada yg ngangkat (keangkat sendiri wtf?!) dan mulai keluar kayak roh gt (aku percaya nya itu roh ku? entahlah) dan aku beneran takut dan percaya aku bakal mati. Aku mau teriak tp gak bisa, mau gerakkan badan apalagi. Jadi aku mulai teriak dalam hati “dalam nama Tuhan YESUS!!” berulang kali dannnn finally “they” let me go dan aku lgsg lompat dan pengen nangis rasanya serem amit. Sejak saat itu aku bener" takut dan gak mau sentuh" tarot lagi.

Wasnt easy
Aku makin sering dihantui, aku gelisah tiap saat, dan khawatir. Aku harus ke psikiater dan harus minum obat penenang + anti depresan. Aku didiagnosa OCD, depresi, dan GAD (generalised anxiety disorder / gangguan kecemasan), karena aku gak bisa tidur tiap malam, dan aku gelisah terus. Sampai suatu point psikiater ku khawatir aku bakal putus kontak sama dunia nyata, karena aku selalu ketakutan, dan itu menjadi tidak rasional. Mama ku bilang aku harus ikut pelepasan / dibaptis secara Kristen, dan mama ku mau bakar tuh tarot" / dikasihkan gereja karena gereja tau harus diapakan tarot nya. Aku didoakan sama banyak orang + dikasi minyak"an segala macem tapi gak mempan. Setahun lebih aku ikut pengobatan di psikiater tapi gak berhasil.

Sekarang sih sudah mendingan; aku sudah pindah dan gak tinggal di kamar itu lagi. Aku udah rajin ke gereja, baca renungan, kadang" baca Alkitab (selalu baca Mazmur sama Amsal doang sih), dan selalu berdoa dan mengucap syukur. Aku masih bisa lihat hantu, tapi udah gak pernah dihantui sama sekali. Ketakutan masih ada, gelisah / khawatir apalagi. Tapi sudah jau lebih baik karena aku takut nya cuman sama kematian sih kebanyakan.

Buat yg mau tau tntg proses baca tarot / pendulum bisa pm aku (buat pengetahuan, bkn buat dicoba hahah.

itu karna “roh ketakutan”… butuh pelepasan!
ngimpan kartu tarot brarti anda bawa kutuk dalam rumah.
ga tahan waktu penyembahan + musik di karismatik karna iblis dalam anda berontak.

Untuk menghilangkan perasaan depresi anda harus banyak kegiatan, jalan2, dan banyak cari teman.

Depresi disebabkan oleh jiwa yg kosong. Jadi anda harus mengisi hidup anda dgn kesibukan2.

GBU

Tried to, tp skrg sih udah gak lagi kok cuman mgkn cemas aja yg dateng tiba". Makanya mgkn Anda ada saran ayat yg bisa dibaca? Aku sendiri soalnya kurang mengerti Alkitab :o thanks for the reply :smiley:

Tapi menurutku cuman buat koleksi gak dimainkan apa tetep berpengaruh? Thanks :smiley:

rasa takut waktu mengikuti pujian dan menyembah TUHAN itu berarti ada roh di dalam anda yg berontak

temui hamba TUHAN dan minta dilayani pelepasan A.S.A.P.

btw, tarot itu bahaya lho…bisa mengundang roh2 jahat…mending dibuang atau dimusnahkan

Jika ingin lepas tuh jangan setengah2 sis… ^^ buang semua yang berbau membawa kutuk atau kegelapan… masuk posisi netral dulu… tenangkan hati penuhi dengan sukacita… banyak berbicara dengan TUHAN walaupun hal sekecil apapun agar kegelapan tidak mencari kesempatan untuk masuk… yang dibutuhkan adalah kesungguhan dan perkuat imanmu… saya yakin sis bisa melepaskannya…^^

TUHAN YESUS memberkati…

@Fairy

Sis, manusia memang selalu takut (cemas) untuk sesuatu yang baru dan belum pernah dialami. Saat anda belajar naik motor atau mengendarai mobil, pasti ada rasa cemas, perlahan lahan akan hilang dengan sendirinya, dan justru menjadi terbiasa. Memang, dalam hal kematian, bisa dikatakan tidak ada orang (kecuali Jesus) yang pernah mengalaminya dan kemudian menceritakan apa yang terjadi. kalaupun ada, kebanyakan hanyalah mati suri, dan pengalamannya adalah pengalaman near death experience, bukan mati sungguhan.

Jadi, adalah wajar bagi setiap manusia untuk takut mati. Mungkin justru itu adalah anugrah dari Tuhan sendiri, agar kita berhati hati dalam menjalani hidup, agar kita tidak mencari cari bahaya yang mendatangkan maut. Dan juga berarti kita harus dan wajib menjag tubuh kita ini yang adalah pinjaman sementara dari Tuhan.

Tetapi, sesungguhnya, mati itu sendiri bukanlah suatu yang perlu ditakuti. Saya berkata demikian, karena pernah merawat ayah saya sendiri selama sebulan di ICU, walau akhirnya saya harus merelakan beliau, saya menyaksikan saat paling akhir dari kehidupnnya sambil berdoa. Saya menyaksikan kedamaian dan kebahagiaan nya di saat itu. Bukan ketakutan ataupun penderitaan. Persis ketika seseorang terlelap.

Dan pengalaman selama itu di ICU, juga memberi saya kesempatan untuk menyaksikan sendiri, proses kematian dari begitu banyak orang, karena setiap hari selalu saja ada dua atau tiga pasien yang meninggal. Ada yang diiringi penderitaan, ada yang dengan damai, ada yang diiringi jerit tangis histeris, ada yang diiringi sedu sedan, ada yang diiringi doa.

Semua pengalaman itu, membuat saya sadar, sesadar-sadarnya, bahwa saya dan setiap manusia, pada akhirnya akan mengalami kematian, apapun cara dan prosesnya. Kita hanya tunggu saat kita dipanggil. Jadi, untuk apa ditakuti. Mati adalah hanya gerbang untuk kita melintas, ke kehidupan tahap berikutnya, yang abadi. Dan ini yang harus dipersiapkan sejak sekarang kita masih hidup.

Maka, jalani hidup kita setiap hari, bahkan setiap menit dalam kehidupan kita dengan rasa syukur. Dan jalani hidup kita setiap saat dengan berusaha menjadi lebih baik, semakin baik, walaupun pasti tidak akan sempurna, tetapi mencoba menjadi semakin dekat dengan Pribadi yang layak kita contoh kehidupanNya, Jesus sendiri.

Jika setiap saat kita selalu bersyukur, setiap saat kita menjalani hidup sesuai keinginanNya, maka saat menanti waktu dipanggil, menjadi saat yang penuh kerinduan sis, bukan ketakutan. Kita rindu untuk berjumpa denganNya. 'Memeluk’Nya, dan merasakan ‘dipeluk’ olehNya, seperti anak anak yang berlari dan memeluk Jesus dengan penuh suka cita.

Semoga apa yang saya tuliskan ini bisa membantu anda dalam mengalahkan rasa takut, mengenai kartu tarot, tidak perlu dipikirkan, disimpan terserah, dibuang boleh tetapi jangan dipercaya, karena itu hanya kartu dan benda mati, yang lebih utama adalah pikiran, hati dan jiwa anda.

Syalom

Takut mati rupanya hal yang dialami banyak orang. Buktinya kalau sakit kedokter supaya sembuh dan tidak mati.

Namun Paulus justru mengatakan bagiku hidup itu Kristrus dan mati itu untung.

Bagi Paulus mati itu untung, kenapa? karena paulus tahu waktu mati dia masuk surga. Bukankah surga itu keuntungan?

Kenapa Paulus begitu yakin bahwa kalau mati dia masuk surga?

Karena Paulus dekat dengan Tuhan.

Jadi untuk menghilangkan takut mati harus mengikuti teladan Paulus, yaitu mendekatkan diri pada Tuhan.

Menurut pendapat saya, tarot2 itu sebaiknya dibakar saja karena itu bertentangan dengan Tuhan dan tidak mendekatkan diri pada Tuhan malah sebaliknya. Kalau memang sudah tidak mau baca tarot itu kenapa tidak dibakar saja?

Thanks all for the reply :slight_smile:

Iya mgkn aku emang harus mendekatkan diri lagi sama Tuhan dan percaya apapun yg terjadi itu emang udah yg terbaik / apa yg diinginkan Tuhan.

Ya alasan gak ingin buang sebenernya si karena sayang aja, udah lama + banyak banget :c dulu ortu ku sempet mau bakar semua / diserahkan ke gereja, tapi aku nya masih gak rela…

@Bruce : iya aku juga berusaha hidup dengan penuh rasa syukur; punya tubuh sehat gak berkekurangan etc :slight_smile: and yeah I know in the end, peoples die. Tapi aku kayak “gak terima” gt lho kalau sampai itu terjadi, makanya aku sering cemas gimana kalau ini terjadi itu terjadi dan aku kehilangan orang" yg aku sayang, yg aku belum siap ditinggalkan sama mereka :’(

@Fairy

@Bruce : iya aku juga berusaha hidup dengan penuh rasa syukur; punya tubuh sehat gak berkekurangan etc and yeah I know in the end, peoples die. Tapi aku kayak "gak terima" gt lho kalau sampai itu terjadi, makanya aku sering cemas gimana kalau ini terjadi itu terjadi dan aku kehilangan orang" yg aku sayang, yg aku belum siap ditinggalkan sama mereka

Sering dalam hidup kita, kita lebih mementingkan diri sendiri dibanding memikirkan orang lain, sis, itu kenyataan ya. Kita lebih suka dekat dengan orang orang yang kita sayangi, hingga mengorbankan keinginannya dekat dengan orang yang lebih disayanginya ataupun lebih menyayanginya.

Mudahnya dalam kehidupan sehari hari adalah, anda saat ini belum menikah kan? Nah suatu saat anda pasti menikah, dan meninggalkan orang tua yang anda cintai, untuk lebih bersama dengan pasangan anda, kemudian anak anak anda. Bayangkan bagaimana orang tua anda harus ‘rela’ melapas anda untuk berbahagia bersama orang yang lebih mencintai dan dicintai anda. Itu adalah kerelaan manusia, harus melepaskan apa yang dicintainya demi cinta.

Dalam realita kehidupan yang lebih luas, setiap orang, bisa dipastikan akan dan harus melepaskan orang yang dicintainya, entah orang tua, entah saudara kandung, entah pasangan, dan bisa terjadi juga melepaskan anak-anak mereka, untuk kembali kepada Bapa Sang Pencipta dan Pemilik sebenarnya.

Kita sedih, karena seolah kita tidak lagi bisa berjumpa dengan orang yang kita kasihi itu. Tetapi, sebagai orang yang beriman, percaya pada Kasih Tuhan, kita seharusnya sadar dan tahu, bahwa orang yang kita kasihi itu, justru dipanggil untuk berjumpa dengan Pribadi yang lebih mengasihinya, Sang Sumber Kasih itu sendiri. Juga, kita imani, bahwa suatu saat kelak, kita akan dapat berjumpa lagi dengan mereka, dalam suasana yang jauh lebih membahagiakan dari saat ini. Di mana tidak ada sakit, tidak ada derita, tidak ada kesedihan, tidak ada kesusahan lagi. Kita berbahagia bersama Sang Sumber Sukacita, bersama orang orang yang kita cintai, selama-lamanya. Alangkah indahnya saat itu, suatu saat yang adalah merupakan saat yang sangat kita nantikan sebagai orang yang percaya.

Ada lagu yang sangat indah, yang dinyanyikan dengan luar biasa oleh Selah. Anda bisa cari dan dengar di youtube, berikut saya berikan liriknya,

I Know Who Holds Tomorrow

I don’t know about tomorrow,
I just live from day to day,
I don’t borrow from it’s sunshine,
for its skies may turn to gray.

I don’t worry about the future,
for I know what Jesus said,
and today I’ll walk beside Him,
for He knows what is ahead

Many things about tomorrow
I don’t seem to understand,
but I know Who holds tomorrow,
and I know Who holds my hand

Every step is getting brighter, as the golden stairs I climb,
ev’ry burden is getting lighter, ev’ry cloud is silver lined.
There the sun is always shinning, there no tear will dim the eye,
at the ending of the rainbow, where the mountains they touch the sky.

I don’t know about tomorrow,
it may bring me poverty,
but the One who feed the sparrow,
is the One who stands by me.

And the path that be my portion,
may be through the flame or flood,
but His presence goes before me,
and I’m covered with His love

Many things about tomorrow
I don’t seem to understand,
but I know Who holds tomorrow,
and I know Who holds my hand

Syalom

coba aja anda koleksi berbagai macam virus di komputer anda… hahahaha, liat apa jadinya nanti.

Lain prinsip kerjanya bro.

Kalau virus computer dikoleksi, dalam cd rom, tanpa pernah dimasukan ke dalam computer, saya yakin tidak akan terjadi apapun pada computer anda. Begitu pula kartu tarot, yang disimpan tanpa pernah dimainkan.

Tetapi kalau anda masukan virus computer dalam harddisk aktif anda, maka itu seperti memainkan kartu tarot.

Begitu perbandingannya yang setara bro.

:wink:

saya pikir dah jelas maksud ane “di komputer anda” itu yah di hard disk-nya… :slight_smile:
skrg bro bisa bilang HD-nya pake 2 buah. trus yg tempat koleksi pirus ga di colokin kabel BUS-nya kan? hahahahaha
comon dude, you know what am sain’… piz

Bisa saja kalau dicolokin semua sekalipun, tetapi dinonaktifkan secara system.
Bisa juga dikoleksi dalam harddisk tetapi berada dalam penjagaan anivirus yang handal.

:tongue:

paling aman ya hapus semua virus nya…atau buang hard disknya sekalian klo blum ada antivirus yg bisa me remove nya :stuck_out_tongue:

hahahahahahaha… ok, pis 2 ya all

Kan katanya dikoleksi, kalau dikoleksi tentu tidak dibuang bro, kalau memang mau dibuang ya kan dilakukan sejak awal. Maka sama seperti virus, jika cuma disimpan saja, kartu tarot sih oke-oke aja. Sebenarnya yang paling berbahaya kalau ada kepercayaan yang diletakan pada kartu tarot itu, dalam pengertian, dipercaya hasil ramal2an nya, itu yang jelas sangat tidak masuk akal dan salah. Kalau sekdar punya, sekedar buat koleksi, tidak ada efek apa apa, itu cuma kertas koq. Begitu bro.

Syalom

Kayaknya sedikit lain antara koleksi virus dengan koleksi tarot.

Koleksi tarot menyakiti hati Tuhan koleksi virus tidak bersangkutan dengan hubungan kita dengan Tuhan.

Tuhan membanci tarot kenapa kita malah menyimpan tarot.

Tidak ada untungnya sis buang saja sambil berdoa minta dilindungi Tuhan supaya iblis tidak menyerang kita waktu kita membakar alat2 yang digunakan iblis untuk menipu manusia ini.

Yeah, menurutku sih yg bisa menyakiti hati Tuhan gak cuman tarot aja, apapun yg kita “cintai” lebih dari Tuhan = hurting Him…

Dulu sih aku emang kurang percaya , tapi entahlah ramalan nya bisa tepat semua aku sampai bisa baca masa lalu, rahasia" etc, but actually, aku kayak dapet “bisikan” gt tntg kartu" yg keluar (menafsirkan / baca kartu nya, karena tarot merupakan symbol"), entah siapa yg bisikin. Tapi lama" sejak berhenti (karena makin lama aku jadi makin takut), aku malah sering dihantui. Aku emang dari dulu bisa lihat spirits, tapi belum pernah digangguin sampai parah kayak saat itu :o bahkan sempet punya pengalaman mengerikan dimana pas itu aku lagi half asleep aku liat kayak roh dari tangan ku udah keluar dari tangan + tangan ku keangkat tapi badan ku gak bisa gerak. All I could do was praying =/ and called Him ofc, gak lama kemudian lgsg dilepas. Serem nya minta ampun, aku pikir aku bakal mati pas itu.

Untungnya udah gak sih skrg, cuman bisa liat dikit" doang… Sejak dibaptis udah menurun drastis dan bahkan gak pernah diganggu lagi… Yay!

Aku sendiri sudah buang beberapa sih yg terlalu serem, seperti Ouija board, incenses, beberapa kain pentagram…