Sharing: Menghasilkan Kehidupan Allah dalam Jiwa Anda

Ketika dilahirkan kembali, perubahan dasar terjadi dalam hidup orang percaya. Roh lama yang berdosa digantikan dengan roh baru yang murni dan sekaligus Roh Kudus datang tinggal dalam diri mereka. Paulus memberitahu bahwa kita sudah menjadi ciptaan yang baru (2 Kor 5:17). Sekarang Roh Kudus yang tinggal didalam kita (1 Kor 3:16) menghasilkan dan melepaskan buah Roh ke dalam kita secara terus menerus (Gal 5:22-23). Tidak ada usaha dari diri kita yang dapat menghasilkan buah tersebut.

Buah Roh itu dilepaskan langsung ke dalam roh, bukan ke dalam jiwa (emosi). Karena itu, kita bisa memiliki posisi yang tampak bertentangan, dimana roh kita dipenuhi sukacita, sementara kita merasa tertekan; atau di saat emosi kita sedang kacau, namun damai sejahtera Allah memenuhi roh kita. Emosi jiwa naik turun, pasang surut seperti ombak di laut; buah Roh stabil. Roh yang selalu dipenuhi buah Roh tidak pernah merasa tertekan, kuatir, benci, tidak percaya, dst-nya. PILIHAN: apakah kita akan membiarkan perasaan (jiwa) mendominasi, atau membiarkan Roh Kudus melepaskan buah Roh-nya melalui roh kita kedalam emosi kita? BAGAIMANA caranya?

continue

DENGAN MEMPERBAHARUI PIKIRAN MELALUI FIRMAN ALLAH. Contoh: Jika pikiran sedang kacau dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, maka kita bisa memilih untuk menikmati damai sejahtera yang melampaui segala akal. Paulus menulis (Filipi 4:6-7). “Janganlah hendaknya kamu kuatir” - ini mengindikasikan bahwa kita sbenarnya memiliki kemungkinan yang terbuka untuk khawatir. Apapun situasinya, kita bisa memilih untuk merasa kuwatir atau tidak merasa kuatir. Paulus memerintahkan agar kita tidak kuatir, tetapi: nyatakanlah dalam segala hal (apapun masalahnya) keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Yes 26:3, Kol 3:15). Bila kita bekerjasama dengan Allah dengan taat pada FirmanNya, maka kita akan menemukan damai sejahtera Allah dalam hati kita; yang tidak terpengaruh dengan kekacauan apapun.

Setiap orang Kristen memanifestasikan buah Roh sebanyak yang dia tentukan!! Semuanya ada di dalam roh kita. Sangat mungkin untuk hidup dalam penderitaan namun memiliki sukacita Allah didalam hati. Itu seperti seorang yang berdiri di sebuah pinggir sumur, mati kehausan, hanya karena ia tidak berusaha mengambil air dari dalam sumur tersebut!!!

continue

APA YANG ALLAH TARUH DALAM DIRI KITA (setelah kita dilahirkan kembali)?

[ol]- Kasih (AGAPE). Yesus menujukan kasih ini dengan mati disalib, meskipun Dia tidak ingin melakukannya (Mat 26:39). Kasih ini memampukan kita untuk mengasihi musuh dan mencari yang terbaik dari mereka, tanpa mempedulikan perasaan kita sendiri (Luk 6:35)

  • SUKACITA (Yunani: damai sejahtera). Ketika pikiran tertuju (FOKUS) pada Allah dan beriman di dalam Dia (Yes 26:3), kita bisa tetap bersukacita (damai) walau di tengah pencobaan.
  • KESABARAN (kapasitas ketabahan hati). Kesabaran dalah iman yang ditopang dalam jangka waktu yang lama. Kita menujukan kesabaran ketika kita aktif percaya pada manifestasi janji Allah melawan rintangan yang ada, tanpa peduli seberapa lama hal itu terjadi. Kesabaran dilepaskan dari dalam roh kita kedalam jiwa kita dengan MERENUNGKAN FIRMAN ALLLAH. Alkitab memberikan harapan. Kesabaran adalah hasil dari pengharapan. (Roma 8:25)
  • KELEMAHLEMBUTAN dan KEBAIKAN. Kelemahlembutan adalah kebaikan yang dilatih tanpa kekasaran/kekerasan. Termasuk didalamnya adalah kerendahan hati dan penundukan diri. Allah mengimpartasikan kelemahlembutan ini, sehingga kita bisa membawa kebaikanNya ke dalam karakter (jiwa) kita dan mengerjakannya dalam kehidupan kita.
  • PENGUASAAN DIRI. Kita memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi dan tingkah laku. Dan ini semakin bertambah bila diperaktekkan.[/ol]