Sharing Pengalaman Pasutri Protestan-Katolik

Banyak pasangan suami istri antara Protestan & Katolik.
Setelah menikah, hal yang biasa terjadi selanjutnya adalah:

  • istri ikut suami,
  • suami ikut istri,
  • tetap berjalan masing-masing.

Menurut pemantauan saya, mayoritas yang terjadi adalah istri ikut suami, lalu berikutnya suami ikut istri.
Saya sendiri termasuk golongan terakhir yaitu jalan masing-masing.
Saya suka ikut misa katolik, istri juga suka ikut kebaktian protestan, kadang-kadang kita juga pergi ke kebaktian GBI, kadang-kadang juga pergi sendiri-sendiri.
Intinya kita tetap berpegang pada pedoman iman utama dan keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus.
Di saat terjadi perbedaan, kita tetap saling menghormati dan menyesuaikan diri, misalnya saat misa berdoa salam maria, saya berdiam saja.
Dan so far tidak ada masalah dan tetap harmonis.

Please share your experience… :angel:

Saya tidak punya pengalaman pribadi, tetapi menurut pribadi saya, adalah lebih baik anda memilih salah satu dengan kesepakatakan. Sebab perbedaan Protestan dan Katholik hanya dari kulitnya saja, jadi anda bisa memilih salah satu secara lapang dada.

Mengapa saya anjurkan menjadi satu? Sebab fungsi gereja adalah pengembalaan atau ada yang menyebutnya pemuritan. Dimana jemaat akan dibimbing dan diarahkan untuk bagaimana hidup memperkenankan Tuhan lewat cara-cara dan tindakan praktis yang diajarkan oleh masing-masing aliran gereja sehingga membentuk sebuah budaya secara tradisi diwariskan dari generasi kepada generasi.

Jika anda didalam satu konsep berfikir tentang bagaimana melangkahnya maka kehidupan rohani anda akan bertumbuh dan semakin indah didalam Kristus, jika tidak maka hidup anda akan hambar, Kekristenan hanya sekedar rutinitas agama dan liturgi belaka, yang mengisi sepenggal waktu kita selama seminggu.

Didalam pengajaran yang sama dapat bertumbuh bersama, sehingga dua menjadi satu, akan lebih kuat seperti tali tiga lembar yang tidak mudah dipatahkan. Tetapi pengajarannya berbeda akan melahirkan konsep berfikir yang berbeda dan membuat dua tetap dua tetapi saling toleransi, bagaikan dua buah lidi yang dapat dipatahkan satu-satu secara terpisah sendiri-sendiri.

Tidak ada aliran kristen yang paling baik, paling sempurna dan paling benar sendiri. Semua memiliki jalan yang telah ditunjuk oleh Tuhan masing-masing untuk membangun dan memimpin jemaat Allah menuju kepada kepenuhan Kristus, karena itu jangan segan untuk mendiskusikan dengan isteri hendak menempatkan diri berjalan dalam pengajaran satu gereja saja, sehingga tumbuh bersama dalam iman, kasih dan pengharapan yang sama tingkatnya.