Siapa pencipta langit dan bumi ?

Oke… jadi point-1 saya bener kan ya ----> tidak ada yang menciptakan, mereka semuanya kekal

’ĕ·lō·hîm adalah rū-aḥ yang menciptakan langit dan bumi.
[/quote]
Saya inget, menurut vbn kata “’ĕ·lō·hîm” disitu HANYA para ’ĕ·lō·hîm yg didalamnya tidak trdapat yang Ha ’ĕ·lō·hîm.

Please CMIIW, vbn.

ĕ·lō·hîm menciptakan tempat kekuasaannya sendiri, yaitu [b]langit dan bumi[/b].
Apakah para ’ĕ·lō·hîm ini juga menciptakan makhluk2 hidup bermateri yang mengisi langit dan bumi tsb, vbn ?

:slight_smile:
salam.

Benar, Ha’ELOHIM itu adalah Eloah Yahweh; Dia tidak termasuk dalam kegiatan 'ELOHIM dalam mencipta.

Tetapi Dia (Yahweh) yang menjadikan –mewujud-nyatakan– ciptaan 'ELOHIM.

Ya, 'ELOHIM juga menciptakan makhluk-makhluk roh-materi; seperti para jin, misalnya; yang oleh Kitab Suci dinyatakan sebagai roh-roh dunia yang lemah dan miskin.

Gal. 4:8 Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Θεὸν, kamu memperhambakan diri kepada makhluk-makhluk (physei/nature) yang pada hakekatnya bukan θεοῖς (θεός).
Gal. 4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Θεόν, atau lebih baik, sesudah kamu mengenal-Nya melalui Θεοῦ, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh (stoicheia) dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?

Salam,

Sepertinya saya menangkep ada perbedaan antara merah dan biru dari pov vbn.
Bisa tolong jelaskan perbedaan tsb, vbn ?

Sebentar, saya mencobanya sendiri dgn ilustrasi :

Susi membuat kue berdasarkan bahan2 yang ada.
Susi mewujud-nyatakan kue tsb.
Bahan2 yang ada bukan ciptaan Susi.

Ha ELOHIM membuat bumi berdasarkan bahan2 yang ada.
Ha ELOHIM mewujud-nyatakan bumi tsb.
Ha ELOHIM tidak menciptakan bahan2 yang ada.
Bahan2 yang ada adalah ciptaan para ĕ·lō·hîm (creation ex nihilo)
Ha ELOHIM tidak melakukan aksi creation ex nihilo.
Ha ELOHIM tidak termasuk dalam kegiatan ĕ·lō·hîm dalam mencipta.

Kalo analisa saya salah, tolong dikoreksi ya vbn.

Ya, 'ELOHIM juga menciptakan makhluk-makhluk roh-[b]materi[/b]; seperti para jin, misalnya
saya nggak nangkep maksud vbn pada kata "roh-materi". Para jin itu kan bukannya makhluk roh ? dengan demikian secara pov vbn mereka kekal / tidak diciptakan ?

==============================================

bagaimana dengan makhluk hidup yg berupa para hewan, vbn ?

(20) And ’ĕ·lō·hîm said, Let the waters bring forth abundantly and swarm with living creatures, and let birds fly over the earth in the open expanse of the heavens. (21) ’ĕ·lō·hîm created the great sea monsters and every living creature that moves, which the waters brought forth abundantly, according to their kinds, and every winged bird according to its kind. And ’ĕ·lō·hîm saw that it was good and He approved it.

Apa hasilnya ’ĕ·lō·hîm dalam aksi penciptaan orange ----- dan apa hasilnya Ha ’ĕ·lō·hîm dalam aksi mewujud-nyatakan orange ?

(22) And ’ĕ·lō·hîm blessed them, saying, Be fruitful, multiply, and fill the waters in the seas, and let the fowl multiply in the earth

Pada ayat atas, jadi disitu secara pov vbn HANYA para ’ĕ·lō·hîm (tidak termasuk si Ha ELOHIM) yg berfirman agar para hewan “be fruitful”. Please CMIIW, vbn.

:slight_smile:
salam.

Begini bro.oda…
Pada dasarnya, materi bahan-bahan dasar langit dan bumi itu sudah ada pada masa kehampaan… hanya saja materi bahan-bahan dasar tersebut belum berbentuk –masih menyebar gak karuan/kacau balau–. --Kej.1:2–

Dari keadaan itu, lantas 'ELOHIM –yang tidak mau berada di bawah kekuasaan Bapa— menciptakan (mengkhayalkan/meng-ide-kan) suatu tempat dimana ia dapat berkuasa, yakni langit dan bumi.

Bapa yang mengetahui semuanya itu mengutus TUHAN, yakni Anak-Nya untuk mewujud-nyatakan semua khayalan/ciptaan 'ELOHIM tersebut dengan maksud menyatakan bahwa dosa adalah dosa, pemberontakan adalah jahat.

Benar, para jin itu memang makhluk-roh dalam artian makhluk yang tidak kasat mata; Sedangkan 'ELOHIM bukan makhluk, artinya kekal, tidak diciptakan/tidak dijadikan oleh siapapun.

Semua yang diciptakan oleh 'ELOHIM itu ‘hidup’, hanya saja tidak/belum berwujud/diwujudkan.

Salam,

Supaya saya bisa ngerti dan bisa nyama-in persepsi dgn vbn, apakah penangkepan saya pada quote diatas sbb, benar vbn ? Yakni :

Materi = juga kekal (btw, saya teringat pernah diskusi ttg hal ini dgn temen FK saya yg lain) … materi tidak diciptakan… tidak ada creation ex nihilo.

Please CMIIW ungu, vbn.

Dari keadaan itu, lantas 'ELOHIM [b]--yang tidak mau berada di bawah kekuasaan Bapa---[/b] menciptakan [b](mengkhayalkan/meng-ide-kan)[/b] suatu tempat dimana ia dapat berkuasa, yakni langit dan bumi.
Ibaratnya, [i][u]musuh [/u]si Susi mengkhayalkan sebuah kue - Susi membuat kue tsb[/i].

Please CMIIW.

[b]Bapa[/b] yang mengetahui semuanya itu mengutus TUHAN, yakni Anak-Nya untuk mewujud-nyatakan semua khayalan/ciptaan 'ELOHIM tersebut [b]dengan maksud menyatakan[/b] bahwa dosa adalah dosa, [b]pemberontakan adalah jahat[/b].
Berdasarkan bold, lah kalo gitu [u]LAW (Causal) Sistem[/u] itu BUKAN para ĕ·lō·hîm yang buat donk, vbn melainkan Bokap ?

“pemberontakan adalah jahat”.
So, dari pov vbn : SEBELUMnya pernah ada ketiadaan pemberontakan ?
Dengan kata lain : para makhluk kekal ini dulu pernah hidup saling rukun dgn Bokap sbg pemimpin mereka yang mana pada suatu ketika (kok di kekekalan ada krono waktu yah ? hehehe … :char11:) SEMUA para ĕ·lō·hîm mengadakan kudeta thdp Bokap. Bokap nelangsa sendirian, tidak punya siapa2 lagi karena SEMUA para ĕ·lō·hîm memberontak.

Please CMIIW.

Bapa yang mengetahui semuanya itu mengutus TUHAN, yakni Anak-Nya
Lalu yang Ha ELOHIM itu si Bokap ato si Anak, vbn ?
Benar, para jin itu memang makhluk-roh dalam artian [b][u]makhluk[/u] yang tidak kasat mata[/b]; Sedangkan 'ELOHIM [b]bukan makhluk[/b], artinya kekal, tidak diciptakan/tidak dijadikan oleh siapapun. [b]Semua yang diciptakan oleh 'ELOHIM itu 'hidup', hanya saja tidak/belum berwujud/diwujudkan[/b].
Pada bold, agar lebih mudah dimengerti ... kalimatnya yang lebih pas adalah sbb :

Semua yang DIKHAYALKAN (di-ide-kan) oleh 'ELOHIM itu ‘hidup’, hanya saja tidak/belum berwujud/diwujudkan — karena para ’ĕ·lō·hîm ini tidak mampu utk mewujud-nyatakan-nya … para ’ĕ·lō·hîm ini butuh Ha ELOHIM sbg pelaksana perwujudan-nyata-nya.

Please CMIIW.

Sekarang kita ke ttg khayalan/ide makhluk jin dari para ’ĕ·lō·hîm dimana Ha ELOHIM si pengwujudnya : Secara bumi ada materi-nya - manusia/hewan juga ada materinya (ada bahan materi dasarnya) … nah pake bahan dasar apa Ha ELOHIM ini mewujud-nyatakan jin, vbn ? Kan nggak ada creation ex nihilo ?

Semua yang diciptakan oleh 'ELOHIM itu 'hidup', hanya saja tidak/belum berwujud/diwujudkan

(20) And ’ĕ·lō·hîm said, Let the waters bring forth abundantly and swarm with living creatures, and let birds fly over the earth in the open expanse of the heavens. (21) ’ĕ·lō·hîm created the great sea monsters and every living creature that moves, which the waters brought forth abundantly, according to their kinds, and every winged bird according to its kind. And ’ĕ·lō·hîm saw that it was good and He approved it.

Jadi secara pov vbn, kalimat2 pada ayat diatas … sebenernya BELUM terjadi perwujudannya ya ? Ayat 20 itu semua masih di angan2/khayalan/ide para ’ĕ·lō·hîm. Dengan kata lain :

ĕ·lō·hîm said = didalam pikiran (masih baru berupa ide)
ĕ·lō·hîm created = didalam pikiran (masih baru berupa ide)
’ĕ·lō·hîm saw = didalam pikiran (masih baru berupa ide)

Please CMIIW.

And ’ĕ·lō·hîm saw that it was good and He approved it
Sedangkan pada kalimat diatas, secara pov vbn maksudnya ibarat : “wah… kayaknya ide kita orang mantep juga nih” yg dimana ide itu sendiri belum diwujud-nyatakan oleh Ha ELOHIM ketika ayat 20 tsb berbunyi

Please CMIIW.

:slight_smile:
salam.

Begini Bro, supaya gak rumit2, saya sangat menyealami pemahamhaman dzat Elohimnya Sizbentarian sbb:

Definisi Dzat Elohom menurutnya Sizbentarian adalah :
a, Elohim ABBA adalah ELOHIM MAHA TINGGI.
b. Elohim para berhala. Cuma para elohim berhala itu, Abba memberikan kesayangannya dengan memberi kuasa penuh kepada Ha ELOHIM yakni YAHWEH alias YESUS KRISTUS.

Jika

Jika Benar, Ha’ELOHIM itu adalah Eloah Yahweh; Dia tidak termasuk dalam kegiatan 'ELOHIM dalam mencipta.

Maka kejadian 1:1 menurut Alkitabnya Sizbentarian tertulis :

[b]Pada mulanya Ha’ELOHIM yang berwujud berhala tidak menciptakan langit dan bumi !

Betul ya kitab anda Sizbentarian ?[/b]

Kalau kitabnya @hayatek dalam pengakuannya, ia berbeda dengan kitabnya @Sizbentarian tapi tujuannya sama yang pernah dikatakan oleh @Raja888 ialah orang buta menuntut orang buta ! yang :

  1. ( Beda ) @hayatek Abba adalah YAHWEH, tapi Sizbentarian bukan melainkan YAHWEH adalah Yesus yakni ha elohim berwujud berhala.

  2. ( Sama ) @hayatek dan @Sizbentarian sama2 menunjukan YESUS adalah ilah2 / berhala hala yang dimana berhalanya / ilah2nya disayangi oleh masing2 beda Abba yakni Abba nama bapanya Sizbentarian dan Abba bernama YAHWEH oleh @hayatek !

Inilah yang dimaksud oleh @Raja888 :

Semoga lebih jelas Bro.

GJBU

Benar… bahwa materi bahan-bahan langit dan bumi tidak diciptakan; yang dimaksud –langit-bumi-- “diciptakan” pada mulanya itu adalah sehubungan dengan ‘kreasi’ dari materi bahan-bahan dasar yang sudah ada.

Saya tidak nangkep maksud bro.oda… diperjelas lagi dong :slight_smile:

Berontak yang = jahat itu timbul dari satu pihak, yakni pihaknya 'ELOHIM; Bapa hanya meresponsnya dengan “mewujud-nyatakan” pemberontakannya melalui perwujudan ciptaannya sendiri.

Persoalannya kemudian adalah manusia –yang dijadikan sarana oleh TUHAN untuk “mewujud-nyatakan” pemberontakannya— eh, malah tidak mendengarkan Perintah-Nya… itupun hasil usaha si 'ular-tua-
.
Artinya, hukum sebab akibat itu bermuara dari satu sisi, yaitu dari Pemberontakan si Pemberontak alias si jahat.

Pemberontakannya itu --sebenarnya-- sudah ada dari sejak ketiadaan, namun belum dinyatakan dalam ide penciptaan langit bumi.
Situasi itu tidak bisa dipandang dari sisi waktu, sebab, di dalam masa ketiadaan tidak ada batasan waktu.

Bapa tidak sendiri…
Bapa mempunyai Anak dan para roh yang tetap setia melayani-Nya.

Ha’ELOHIM itu Anak, bro…

Boleh juga penjelasannya bro :slight_smile:

Tapi, kalo dikatakan bahwa 'ELOHIM membutuhkan Ha’ELOHIM untuk mewujudkannya, saya pikir tidak begitu; Sebab jika begitu maka boleh dikata bahwa 'ELOHIM bekerja sama dengan Ha’ELOHIM pada masa penciptaan… ya tidak begitu bro.

Mewujud-nyatakan ciptaan 'ELOHIM merupakan inisiatif Bapa (satu pihak) yang dikerjakan oleh Anak-Nya (Ha’ELOHIM) sendiri dengan maksud supaya 'ELOHIM Pencipta itu tetap mengakui Kebesaran-Nya melalui Anak-Nya.
Namun, pada kenyataannya, 'ELOHIM tidak mau mengakui itu; 'ELOHIM lebih suka keluar dari penguasaan Bapa dan menghendaki berkuasa sendiri di dalam ciptaan yang sudah diwujud-nyatakan-Nya melalui Anak-Nya.

bersambung…

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa semua ciptaan 'ELOHIM itu hidup… hanya saja tidak/belum semuanya berwujud/diwujudkan… contohnya “Naga Besar” yang di laut dan semua yang berkeriapan dalam air; tidak pernah diwujudkan oleh Ha’ELOHIM

Adanya makhluk jin itu merupakan bukti dari penjelasan saya di atas, bahwa apa yang sudah diciptakan oleh 'ELOHIM itu hidup, ada dan bergerak, sekalipun dalam alam yang berbeda dengan semua makhluk yang dijadikan oleh Ha’ELOHIM.

Penjelasannya kurang-lebih sama dengan yang di atas bro…

Salam,

IEUE adalah Abba/Bapa, sang Tuhan yang Esa.

2. ( [b]Sama [/b]) @hayatek dan @Sizbentarian sama2 menunjukan YESUS adalah ilah2 / berhala hala yang dimana berhalanya / ilah2nya disayangi oleh masing2 beda Abba yakni Abba nama bapanya Sizbentarian dan Abba bernama YAHWEH oleh @hayatek !

Anda salah paham,

Ilah-Ilah itu = elohim = Tuhan-Tuhan = Tuhan dalam jamak.

Tafsirannya = keturunan Tuhan.

Ada pihak di luar Tuhan yaitu setan, juga tidak mau ketinggalan untuk menyebutkan dirinya Ilah-Ilah = elohim.
1 Korintus 8:4, 5.

Kalau elohim di Kejadian adalah Yesus Putra Tuhan, bukan berhala!

salem.


Tuhan bukan banyak, melainkan Esa yakni AKU dan Bapa adalah SATU !

Kalau pencipta bumi dan langit anda ngaku YESUS, maka yang bisa mencipta langit dan bumi berserta isinya termasuk tubuh anda sekarang itu adalah RAJA SURGA, yakni YESUS saja bukan ilah2 yang anda hina itu termasuk YESUS !

Jangalah ada ilah2 lain dihadapan-KU.

Salam.

Ahhh…itu mah karangan indah akal dungu anda saja…

Dzat ? :azn:

Saya sama-in dulu persepsi saya ke vbn ya…

berdasarkan bold, secara bahan manusia adalah debu (sedangkan hewan, yah anggaplah bahannya debu juga :char11:) —> maka : bahan-bahan manusia dan hewan juga tidak diciptakan.

Bener kan yah, vbn ? :).

Ibaratnya, musuh si Susi mengkhayalkan sebuah kue - Susi membuat kue tsb.
Saya tidak nangkep maksud bro.oda..... diperjelas lagi dong :)
musuh Susi = para ĕ·lō·hîm, Susi = Ha ELOHIM ---> Para ĕ·lō·hîm mengkhayalkan (ber-idea) sebuah cosmic universe (termasuk langit dan bumi) - Ha ELOHIM mewujudkannya. Para ĕ·lō·hîm mengkhayalkan (ber-idea) manusia yg bisa beranakpinak (termasuk hewan2 dan tanaman darat laut udara) - Ha ELOHIM mewujudkannya.
Berontak yang [b]=[/b] jahat itu timbul dari satu pihak, yakni pihaknya 'ELOHIM; [b]Bapa hanya meresponsnya[/b] dengan "mewujud-nyatakan" pemberontakannya melalui perwujudan ciptaannya sendiri.
Ada Causal disitu vbn. KARENA ada berontak yg berupa khayalan2/ide2 para ĕ·lō·hîm MAKA Bokap merespond.

Makanya saya masih “cerewet” utk nanyain : SIAPA itu yang bikin Sistem Causal Law ? (Karena/Maka - If/Then) … hehehe… :char11:

Artinya, [b]hukum sebab akibat itu bermuara dari satu sisi[/b], yaitu dari Pemberontakan si Pemberontak alias si jahat.
Terlepas apakah bermuara dari satu sisi ataupun lebih, pertanyaannya bukan ttg itu, namun If__Then__ itu sendiri siapa yang bikin ?
Pemberontakannya itu --sebenarnya-- [b]sudah ada dari sejak ketiadaan[/b], namun belum dinyatakan dalam ide penciptaan langit bumi.
Ya... oleh karena itulah saya ajukan sbb : [i]bertengkar terus gak kelar2 s/d jaman sekarang[/i]
[b]Situasi itu tidak bisa dipandang dari sisi waktu[/b], sebab, di dalam masa ketiadaan tidak ada batasan waktu.
Bold, ya saya mengerti vbn. Namun sekalipun tidak/belum masuk di krono durasi waktu bumi, TETEP disitu ada logik If__Then__, kan vbn ?

Taroh kata ada entitas2 biner oposisi pada keKekalan, Bokap + Ha ELOHIM + RK + and their gang —VERSUS— ĕ·lō·hîm and the gang. Maka berdasarkan ini, tidak ada yang bisa dikatakan salah satunya berontak.

Sekarang kalo tidak ada satupun (baik geng biru maupun geng merah) yg bisa dikatakan berontak, maka pasti ADA satu lagi yang lebih tinggi dari kedua geng tsb. Dan yang satu ini (yg diluar geng biru dan merah) adalah : ya Sang Sistem.

Sang Sistem-lah yang menyatakan bhw geng merah berontak thdp geng biru.
Apabila tidak ada Sang Sistem, maka di pov geng biru : geng merah berontak ----vice versa---- di pov geng merah : geng biru berontak. Di pov geng biru : geng merah = jahat ----vice versa---- di pov geng merah : geng biru = jahat.

Selanjutnya taroh kata secara pov vbn bhw geng merah-lah yang membuat If__Then__(Sistem) tsb. Maka ini menjadi suatu kemustahilan … karena apabila geng merah si pembuat rancangan If__Then__, maka tidak mungkin geng merah merancang kelompoknya pada akhirnya nanti sbg pihak yang di barbekyu :char11:

Mudah2an vbn nangkep maksud paparan saya diatas, sehingga vbn ngerti kenapa odading “cerewet” di perihal Sistem … :wink:

Ha'ELOHIM itu Anak, bro...
Lalu si Bokap ?

bersambung

Tapi, kalo dikatakan bahwa 'ELOHIM [b]membutuhkan[/b] Ha'ELOHIM untuk mewujudkannya, saya pikir tidak begitu; Sebab jika begitu maka boleh dikata bahwa 'ELOHIM bekerja sama dengan Ha'ELOHIM pada masa penciptaan.... ya tidak begitu bro.
Saya mengerti kalimat2 vbn diatas. Namun maksud saya pada kata "membutuhkan" disitu adalah : [i]apabila tidak ada Ha Elohim yg mewujud-nyatakan-nya, maka khayalan2/ide2 para ĕ·lō·hîm tsb, ya cuma sekedar khayalan2/ide2 saja[/i] :char11:
Mewujud-nyatakan ciptaan 'ELOHIM merupakan [b]inisiatif Bapa[/b] (satu pihak) yang dikerjakan oleh Anak-Nya (Ha'ELOHIM) sendiri dengan maksud [b]supaya [/b]'ELOHIM [s]Pencipta[/s] [b]Pengkhayal[/b] itu tetap mengakui Kebesaran-Nya melalui Anak-Nya.
kembali lagi ada Causal disitu, vbn.

Oleh karena itulah saya katakan : adalah suatu kemustahilan para ĕ·lō·hîm pengkhayal tsb yang menciptakan Sistem.

mustahil :
Di pov para ĕ·lō·hîm pengkhayal : “mari kita ciptakan sistem, dimana KALAU kita mengkhayal - Ha Elohim merespond - dimana KALAU Ha Elohim merespond MAKA itu SUPAYA kita para ĕ·lō·hîm pengkhayal mengakui Kebesaran Ha Elohim - dimana KALAU kita tidak mengakui Kebesaran Ha Elohim, MAKA kita bikin diri kita di barbekyu oleh Ha Elohim pada akhirnya nanti.”

Oleh karena itu,
EITHER Sang Sistem lebih tinggi dari kedua geng tsb OR Sistem itu dibuat oleh geng biru :happy0062:

begimanaaaa… ?? :coolsmiley: :wink: :azn:

:slight_smile:
salam.

Saya nggak ngerti vbn…

Dari mana vbn bisa memilah milah binatang “Naga yg goede” yg hidup didalam laut itu bukan Ha Elohim yang mewujud-nyatakan-nya ? Sementara langit dan bumi, Ha Elohim yg mewujud-nyatakannya ?

Menuntun ke pertanyaan :
jadi… hewan2 darat laut dan udara itu siapa yg mewujud-nyatakan-nya ? AdamHawa, siapa yg mewujud-nyatakan-nya ? Jin, gendruwo, kolongwewe, poltergeist, sundebolong, lady in white - siapa yg mewujud-nyatakan-nya ?

Apa maksud kalimat “mewujud-nyatakan” ?
Bukankah mewujudkan suatu bentuk berdasarkan bahan2 materi yang ada ?
Susi mewujudkan sebuah kue berdasarkan bahan2 materi yang ada.

Please CMIIW.

Adanya makhluk jin itu merupakan bukti dari penjelasan saya di atas, bahwa [b]apa yang sudah diciptakan oleh 'ELOHIM itu hidup, ADA dan bergerak[/b], sekalipun dalam alam yang berbeda dengan semua makhluk yang dijadikan oleh Ha'ELOHIM.
Berdasarkan bold, bahannya apa, vbn ?

Kayaknya penangkepan saya pada pov vbn masih salah nih… :char11:

Dari keadaan itu, lantas 'ELOHIM --yang tidak mau berada di bawah kekuasaan Bapa--- menciptakan [b](mengkhayalkan/meng-ide-kan)[/b] suatu tempat dimana ia dapat berkuasa, yakni langit dan bumi
Jadi, yang vbn bilang : "mengkhayalkan/meng-ide-kan" itu maksudnya gimana ya ? Karena kalo berdasarkan kalimat merah vbn, maka itu kan gak bisa disebut mengkhayalkan/meng-ide-kan ? Melainkan mewujud-nyatakan ---> hidup, ADA dan bergerak ?
Penjelasannya kurang-lebih sama dengan yang di atas bro...
Maap... karena masih belon jelas, saya ulang lagi ya vbn ayatnya :

(20) And ’ĕ·lō·hîm said, Let the waters bring forth abundantly and swarm with living creatures, and let birds fly over the earth in the open expanse of the heavens. (21) ’ĕ·lō·hîm created the great sea monsters and every living creature that moves, which the waters brought forth abundantly, according to their kinds, and every winged bird according to its kind. And ’ĕ·lō·hîm saw that it was good and He approved it.

Diketika ayat 20 tsb berbunyi, event apakah yang terjadi ?
ĕ·lō·hîm said = didalam pikiran (masih baru berupa ide) ? ataukah
creatures swarm in the water dan birds fly over the earth in the open expanse of the heavens itu memang literally : hidup, ADA dan bergerak ?

ĕ·lō·hîm created = didalam pikiran (masih baru berupa ide) ? ataukah
sea monsters dan creature that moves itu memang literally : hidup, ADA dan bergerak ?

’ĕ·lō·hîm saw = didalam pikiran (masih baru berupa ide) ? ataukah
Yang para ’ĕ·lō·hîm saw (lihat) itu memang literally : hidup, ADA dan bergerak ? di darat air dan udara ?

sekalipun dalam alam yang berbeda
Nggak ngerti nih saya, maksud vbn berenang di air, berjalan di darat dan terbang di udara itu bukan alam universe termasuk langit dan bumi ?

:slight_smile:
salam.

iyah, bener vro… :slight_smile:

Ya, sama…

Respon Bapa dalam hal ini adalah meluluskan tempat kekuasaan 'Elohim yakni dengan mewujud-nyatakan langit dan bumi yang diciptakannya dengan segala isinya itu… dan sampai pada taraf ini, tidak ada sesuatu apapun yang dapat dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa di situ penyebab timbulnya hukum sebab-akibat.

Bahkan, perintah TUHAN kepada manusia-pun tidak bisa dijadikan dasar untuk mengatakan: bahwa hukum sebab-akibat itu berasal dari TUHAN.
“Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
Sebab, pesan dibelakang perintah itu adalah sebuah peringatan TUHAN kepada manusia atas keberadaannya yang sesungguhnya di Taman Eden; yaitu bahwa ia berada di bawah kekuasaannya 'Elohim yang sewaktu2 dapat saja membunuhnya apabila ia tidak mau mendengarkan dan melakukan Perintah-Nya.

Artinya, Perintah-Nya itu tidak bisa dikatakan sebagai penyebab timbulnya hukum sebab-akibat; karena TUHAN dalam hal itu tidak berbuat apa-apa kecuali memberikan peringatan dalam Perintah.

Hukum IF-THAN itu sebenarnya tidak pernah ada pada pihak TUHAN, hanya ada di pov pemandangan bro.oda saja, sehingga jadi ada.

Karena sebenarnya, karya ‘spirit’ 'ELOHIM dengan karya Spirit TUHAN itu tidak pernah ada hubungannya sama sekali.

Ya, kira-kira seperti itulah…

Biasanya, label pemberontak hanya dapat dilekatkan pada kelompok yang lemah (rakyat) terhadap pemimpinya (raja); tidak ada istilah pemberontak dilekatkan pada raja terhadap rakyatnya. :slight_smile:

Dalam pengertian itu maka dapat dipastikan bahwa hukum sebab-akibat itu ditimbulkan oleh karena adanya pemberontakan yang dilakukan oleh 'ELOHIM; Dimana manusia pada mulanya sampai sekarang berada di bawah kekuasaan 'ELOHIM.
1Yoh. 5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Θεοῦ dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

Bapa adalah satu-satunya Θεὸν/'El yang benar.

Dapatkah bro oda membuktikan niatan jahat orang terhadap bro.oda apabila bro.oda tidak bisa mem-faktakan niatan jahat tersebut? begitu juga dengan Bapa.

Jika ‘ide’-nya 'Elohim itu tidak diwujud-nyatakan maka artinya Bapa tidak bisa menyatakan kejahatan 'Elohim.
Keadaan yang seperti itu –khayalan2/ide2 jahat– tidak mungkin bisa dibiarkan di dalam Kekuasaan Bapa.

Kalo barbekyu yang ada pada akhirnya itu --saya pikir-- tidak bisa dikategorikan sebagai bentuk system causal law yang ada/berlaku sekarang karena beda waktu dan beda persoalan.

Artinya, system causal law yang berlaku sekarang bukan buatan Bapa ataupun TUHAN.

Kitab Suci tidak mencatat bahwa “Naga Besar” dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dijadikan oleh TUHAN.

Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa semua ciptaan 'ELOHIM itu hidup… hanya saja tidak/belum semuanya berwujud/diwujudkan.

Bahan dasarnya adalah air dan ruang/udara…

Mengkhayalkan/meng-ide-kan/menciptakan pada tataran–hidup, ADA dan bergerak-- artiannya adalah bahwa 'ELOHIM sudah memberontak dalam KHAYALAN/IDE/CIPTAAN; dan hal itu Bapa yang mengetahuinya sehingga Bapa ber-inisiatif mewujud-nyatakannya.

Diketika 'ELOHIM berfirman, maka semua yang di-IDE-kannya itu Hidup, ADA dan bergerak sekalipun tidak kasat-mata; Itu yang saya maksud dengan mengatakan: “sekalipun dalam alam yang berbeda”—dalam artian belum mengkristal/nampak/kelihatan—

Hanya saja, diketika TUHAN mewujud-nyatakan ‘IDE’ 'ELOHIM itu, tidak semuanya diwujud-nyatakan-Nya; seperti halnya dengan “Naga Besar” dan dengan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, tidak diwujud-nyatakan oleh TUHAN.

Salam,

Vbn, maksud saya disini adalah : ketika ada Respond, maka sebelumnya itu ada suatu kondisi yang menyebabkan timbulnya Respond tsb. Begitu loh maksudnya.

ilustrasi :
Tung! muncul di layar komputer monitor :
file yang akan anda tutup belum di save - apakah anda ingin menyimpannya ?
yes - no - cancel

dan sampai pada taraf ini, tidak ada sesuatu apapun yang dapat dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa [b]di situ penyebab[/b] timbulnya hukum sebab-akibat.
Bukaaan... bukan bold yang saya maksud. Penyebab-nya itu timbul karena ada [u]penyebab sebelumnya[/u], penyebab sebelumnya timbul karena ada penyebab yang sebelum penyebab sebelumnya, penyebab [u]sebelum penyebab sebelumnya[/u] timbul karena ada penyebab sebelumnya lagi, dst ----> s/d ke titik awal, yaitu [u]The First Cause[/u].
Bahkan, perintah TUHAN kepada manusia-pun tidak bisa dijadikan dasar untuk mengatakan: bahwa hukum sebab-akibat itu berasal dari TUHAN. "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Begini vbn, maksud saya disini tidak sedang fokus pada hasil dari suatu aksi-respond yang dilakukan oleh pihak si responder. Melainkan KETETAPAN If__Then__ itu sendiri, dimana KALAU anu, MAKA bla3x .... KALAU una, MAKA blu3x - dst dst dst.

Nah, dari ijo itu harus ada The First Cause-nya.
The First Cause disitu adalah awal dari rentetan If__Then__ yang saling nge-“link” dan bujubuset amat sangat banget2 rumit sekali consider of the life, our world, let alone this vast universe :char11:

Taroh kata deh, secara pov vbn para ĕ·lō·hîm TIBA TIBA muncul ide/gagasan/khayalan ttg langit dan bumi. Maka pertanyaan-nya : apakah bener itu “tiba tiba” ??? Ternyata tidak… karena ada kondisi sebelumnya yang menyebabkan timbul orange di para ĕ·lō·hîm, yakni mereka berontak.

Sebab, pesan dibelakang perintah itu adalah sebuah peringatan TUHAN kepada manusia atas keberadaannya yang sesungguhnya di Taman Eden; yaitu bahwa[b] ia berada di bawah kekuasaannya 'ELOHIM[/b] yang sewaktu2 dapat saja membunuhnya apabila ia tidak mau mendengarkan dan melakukan Perintah-Nya.
coba deh vbn pelan2 "resapi" kalimat2 diatas. Kalimat diatas itu, di pov event yg sedang berlangsung itu karena ADA Sistem. Kalo gak ada Sistem, TUHAN gak perlu memperingatkan bhw manusia berada dibawah kekuasaan geng merah.
Artinya, Perintah-Nya itu tidak bisa dikatakan [b]sebagai penyebab[/b] timbulnya hukum sebab-akibat;
Seperti yg diatas saya tulis, saya nggak sedang bicarain bold, vbn. Timbulnya "Perintah" itu sendiri justru karena ada kondisi sebelumnya yang menimbulkan dicanangkannya Perintah tsb.
karena TUHAN dalam hal itu [u]tidak berbuat apa-apa[/u] [b]kecuali memberikan[/b] peringatan dalam Perintah.
Secara kalimat penyampaian yang vbn tuliskan itu tidak ada yang janggal, vbn. NAMUN kalo diliat secara logik, tidak bisa dikatakan Tuhan tidak berbuat apa apa samasekali, karena ternyata Dia berbuat sesuatu - yakni memberikan peringatan.

Semoga sampe sini vbn nangkep/mengerti apa yg odading maksudkan :wink:

:slight_smile:
salam.

vbn mungkin belon nangkep maksud saya disini… :).

Saya nggak sedang memaksakan pov pandangan saya sendiri ttg If__Then__, vbn.
Coba vbn buka sedikiiiiiiit aja hati vbn, vbn akan ngliat bahwa pasti ada itu yang disebut The First Cause.

Karena sebenarnya, karya 'spirit' 'ELOHIM dengan karya Spirit TUHAN itu [b]tidak pernah ada hubungannya sama sekali[/b].
vbn tulis bold, karena kita secara gak sadar sudah mempunyai pedoman biner oposisi, dimana oposisi itu kita sebut yang satu baik - yang satu lagi tidakbaik.

Tapi coba deh kalo vbn sempet "nge-blank"kan rasio dalam sikon TIDAK TAU baik, TIDAK TAU tidakbaik. Maka diperlukan The First Cause yang menyatakan bhw yg satu baik, yang satu lagi tidakbaik.

ilustrasi :

<---------------------------->
A B

A dan B adalah biner oposisi
(btw, biner oposisi cuma istilah odading aja yaaa… hehehe… :char11:)
Di pov A : si B menjauh (yg berontak)
Di pov B : si A yg menjauh (yg berontak)
Tidak bisa diketahui yang mana yang bener.

Sistem-lah yang menyatakan bhw salah satunya (entah yg A, entah yg B) yg menjauh / berontak. Diketika sistem menyatakan demikian, maka ada The First Cause yang menetapkan demikian.

Karena sebenarnya, karya 'spirit' 'ELOHIM dengan karya Spirit TUHAN itu [b]tidak pernah ada hubungannya sama sekali[/b].
Maka quote diatas, itu ADA hubungannya dengan Sistem, bukan bold :).
Biasanya, [b]label pemberontak hanya dapat dilekatkan pada [u]kelompok yang lemah[/u][/b] (rakyat) terhadap pemimpinya (raja); tidak ada istilah pemberontak dilekatkan pada raja terhadap rakyatnya. :)
Nah, kalo gitu Sistem yg berawal dari The First Cause itu dateng dari kelompok yang kuat kan vbn ?

Oleh karena itu saya bilang di post sebelumnya :
Either Sistem lebih tinggi dari geng biru OR geng biru-lah yang membuat Sistem tsb (The First Cause) :happy0062:

Dalam pengertian itu maka dapat dipastikan bahwa [b]hukum sebab-akibat itu ditimbulkan oleh karena adanya pemberontakan[/b] yang dilakukan oleh 'ELOHIM;
Bukaaaaaaann.... :char11:. Sistem itu dibuat oleh geng biru, dimana ketetapannya adalah : KALAU ada kelompok yg berpendapat/beraksi/berkhayal/ber-ide tidak sesuai dengan keinginan kelompok geng biru MAKA kelompok ini disebut pemberontak. Orange terpenuhi, ungu teraplikasi.
Θεοῦ ----- Θεὸν
haduh... saya nggak bisa baca apalagi ngerti kata tsb, vbn :char11:

:slight_smile:
salam.