Siapa yang diciptakan Allah Bapa pada hari keenam dan Ketujuh ?

Syalom,

Mohon kawan2 jgn tertawain saya ya, saya jarang gereja jadi gak paham tentang ayat ini.

Kejadian 1:26-28 dikatakan demikian :

i Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
(27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
(28) Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”[/i]

lalu dilanjutkan ke ayat ke ayat 31, demikian bunyinya :

(31) Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah HARI KEENAM.

Tetapi dilanjutkan ke pasal berikutnya, Kejadian 2 : 1-7 , demikian bunyinya :

(1) Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
(2) Ketika Allah pada HARI KETUJUH telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
(3) Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
(4) Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, –
(5) belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; (5) belum ada benih yang bertunas dan belum ada tanam-tanaman di bumi, karena TUHAN belum menurunkan hujan dan belum ada orang untuk mengerjakan tanah itu.
(6) tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu–
(7) ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Pertanyaan saya kawan2 :

  1. Pada hari keberapakah Manusia itu diciptakan ? hari keenam atau ketujuh-kah? karna saya jarang mengikuti hal2 ttg Kekristenan dan jarang baca alkitab jadi sy nggak ngerti hal ini…mohon maklum

2.Siapakah yang diciptakan Allah YHVH yang dimaksud dalam Kej 1 : 26-28 ?
dan siapakah yg diciptakan yg dimaksudkan pada Kej 2 ayat 6-7 ?

Mohon respon dari kawan2 yang mau berbaik hati mengajari saya.
Terima Kasih…GBU

Salam damai sejahtera

Kejadian 1:26-28 memberitahu tentang pernikahan mula-mula.
Harus diketahui, bahwa Allah saat ini berkehendak supaya manusia mengetahui dua hal yang belum ada di dunia, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Yang pertama diberikan adalah mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Pernikahan seorang laki-laki dan seorang perempuan mula-mula adalah menerima kuasa atas segala makhluk hidup di atas bumi.
Dalam pernikahan mula-mula ini, manusia menurunkan kuasa yang mereka peroleh atas segala makhluk diatas bumi ini kepada anakcucunya.

Dalam pernikahan mula-mula ini seorang laki-laki dan seorang perempuan setara.
Dengan setaranya seorang suami dan isteri maka dasar pernikahan adalah kasihilah sesamamu seperti diri sendiri.

Dan tujuan pernikahan adalah memperoleh keturunan; supaya kuasa yang diterima dalam pernikahan itu diturunkan kepada anakcucu.

Pada masa ini manusia berlomba dalam mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Ada seorang perempuan yang sempurna dalam mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Perempuan inilah yang saat masih belum memiliki pernikahan (perawan), ia mengandung dari Roh Kudus, sehingga melahirkan manusia itu (Adam).

Lihatlah! Dengan adanya berlomba dalam saling mengasihi sesama seperti diri sendiri dan dengan adanya seorang yang sempurna; pada pandangan Allah, dalam hal manusia mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri telah membuat Allah melihat bahwa segala segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.

Dan jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Kejadian 1:31

Manusia itu (Adam) telah merangkum pengetahuan bagi manusia tentang asal mula Sabat; yang terdiri dari tujuh hari.

Dengan menguduskan hari Sabat, maka manusia itu (Adam) mendatangkan dua hal.

Datangnya cara pertama manusia mengasihi Allah; yang sesuai kehendak Allah, yaitu menguduskan Sabat.

Beristirahatnya Allah dari segala penciptaan dan ditinggalkannya sepuluh perintah menurut hukum Taurat di dunia.

Jadi, pertama-tama adanya mengasihi sesama seperti diri sendiri. Setelah itu ada mengasihi Allah.
Dengan adanya dua kasih terutama Allah, maka datanglah sepuluh perintah menurut hukum Taurat.

Inilah sebabnya tertulis bahwa Kristus Yesus telah ada terlebih dahulu di dunia, sehingga Ia lebih berkuasa; termasuk atas sepuluh perintah menurut hukum Taurat.

Dengan mengasihi Allah (menguduskan Sabat), manusia itu (Adam) menerima berkat Allah.

Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:3

Mengasihi Allah (menguduskan hari Sabat) membuat manusia itu (Adam) menerima kuasa atas sesama manusia.

Manusia itu (Adam) telah menguduskan Sabat maka Allah membuat taman di Eden, dan menempatkannya disana.

Dua hal untuk diketahui lebih lanjut adalah,

  1. Mengapa manusia itu (Adam) didatangkan dari seorang perempuan yang belum memiliki pernikahan?

Supaya manusia tidak berkata bahwa hal mengasihi Allah berasal dari hal mengasihi sesama seperti diri sendiri.

  1. Mengapa Allah membuatkan sebuah tempat khusus untuk manusia itu (Adam) yaitu taman di Eden?

Karena setelah manusia itu (Adam) mengasihi Allah maka di dunia ada dua kasih terutama tetapi sepuluh perintah menurut hukum Taurat juga ada; bersamaan saat itu juga, setelah manusia itu (Adam) menguduskan Sabat secara bertahap

Untuk mempertahankan pengetahuan hari Sabat yang terdiri dari tujuh hari, maka manusia itu (Adam) akan menguduskan hari Sabat menurut satu hari yang tetap untuk jangka waktu lama, sehingga manusia itu (Adam) mengasihi Allah secara sepuluh perintah menurut hukum Taurat.

Tetapi Allah menginginkan manusia itu (Adam) hidup dalam dua kasih terutama, bukan dalam sepuluh perintah menurut hukum Taurat.

Itulah sebabnya ditempatkannya manusia itu (Adam) di taman Eden.

Lalu siapakah yang disebut dalam Kej 2:7 :

(7) ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Salam damai sejahtera

Manusia itu (Adam) dijadikan pada hari keenam.

Dalam Kejadian 2:7, ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup, ini adalah keadaan dimana manusia itu (Adam) telah menguduskan Sabat, menjadikannya manusia pertama yang mengasihi Allah.

Taman Eden dibentuk adalah pada hari ketujuh karena telah ada dua kasih terutama. Dan manusia itu (Adam) menjadi yang pertama dijadikan untuk mengusahakan tanah.

Dan ketika itu jugalah diberikan perintah padanya supaya jangan memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat.

Allah hendak menjadikan manusia itu (Adam) hidup dalam dua kasih terutama, itulah sebabnya manusia itu (Adam) dilarang menjalankan sepuluh perintah menurut hukum Taurat.

Diketahui saat itu dia menguduskan Sabat.

Disinilah Allah melihat demikian, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Terimakasih bro atas jawabannya, hanya masih mengganjal di benak saya bahwa jawabannya kurang kena ( mohon maaf),jadi saya mau bertanya lagi ya (pertanyaan yg berwarna biru)

1.pada Kej 1:27 ==>Allah menciptakan laki-laki dan perempuan
Pada ayat 28==>Allah memerintahkan utk ‘manusia’ tersebut agar beranak cucu dan menjadi penguasa di bumi.

Dari jawaban sodara, artinya ‘manusia’ tersebut diciptakan pd hari keenam(laki2 dan perempuan)…

2.Tetapi pd Kej 2:7 dikatakan Allah (kembali) menciptakan manusia (lagi) dari debu tanah, dan menghembuskan nafasNya sehingga manusia itu menjadi mahluk hidup.

b[/b]Jadi siapa yg dimaksud ‘manusia’ di hari ke-6 td (laki2 dan perempuan)? dan
(2)
siapa yg dimaksud ‘manusia’ di hari ke-7 itu?

mengingat kain, (Ketika dimarahi Allah karena telah membunuh adiknya habel) berkata
Kej. 4:14 :
“Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.”

b[/b]memangnya Siapa yg bisa membunuh Kain?

ditambah lagi dikatakan pada Kej.6:1-2 :

"(1) Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
(2) maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

pertanyaan saya b[/b] Siapakah yg dimaksud Anak-anak Allah tersebut,

b kenapa mereka dipisahkan antara ‘anak-anak Allah’ dan ‘anak-anak perempuan’?

karena pada ayat keempat dikatakan:
Kej 6:4 :
“Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.”

b [/b]Apakah Allah menciptakan “anak-anak Allah” pada hari keenam? dan manusia ( Adam dan kemudian hawa (Kej.1:21-22)) pada hari ketujuh?
b[/b] “anak-anak Allah” inikah yg dikatakan “orang-orang raksasa”?

Maaf, saya belum paham mengenai ini, makanya saya bertanya…Thanks

GBU

Menurut saya, Tuhan menciptakan Adam pada hari ke enam

Kejadian 1:27-31

1:27Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
1:29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian.
1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Sedangkan kejadian 2:1-7 harus dilihat sebagai 2 paragraf
Ayat 1-3 (mengenai apa yg dilakukan oleh Tuhan pada hari ke tujuh)
2:1 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Ayat 4-7 (merupakan summary/Ringkasan dari apa yg dilakukan oleh Tuhan dalam penciptaan bumi)
2:4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, -
2:5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
2:6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu–
2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Jadi tidak ada pertentangan sama sekali dari kedua ayat diatas. :slight_smile:

Shalom,

Bro Alexander Will, mari kita sama-sama mencermati pertanyaan Bro dalam judul topik ini.

“Siapa Yang Diciptakan Allah Bapa Pada Hari Keenam dan Ketujuh”

Jawaban ringkas adalah: tidak ada “siapa” yang diciptakan pada hari ketujuh.

Ayat kuncinya adalah Kejadian 2:1: “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya”. Penciptaan langit dan bumi dan segala isinya selesai pada hari keenam.

Untuk mencermati pertanyaan Bro itu, simaklah Kej. 1 ayat 1, ayat 6 dan ayat 8

Ayat 1: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”.
Ayat 6: “Berfirmanlah Allah: 'Jadilah cakrawala…”
Ayat 8: “Lalu Allah menamai cakrawala itu langit…”

Simaklah dan hubungkan dengan pertanyaan Bro.

Lalu sekarang simaklah Kej. 1:1 dan Kej 2:1.
Kejadian 1:1 merupakan prolog kejadian penciptaan pada Kej. 1:3 sampai dengan Kej. 1:31. Kejadian 2:1 merupakan epilog kejadian penciptaan pada Kej. 1:3 sampai dengan Kej. 1:31.

Kemudian cermati Kej 2:1 dan Kej. 2:4 bagia awal.
Kej. 2:1 merupakan epilog Kej. 1:3 s/d Kej. 1:31.
Kej. 2:4 bagian awal juga merupakan epilog Kej. 1:3 s/d Kej. 1:31.

Sekarang perhatikan Kej. 2:4 bagian akhir: “Ketika Tuhan Allah menjadikan bumi dan langit,”.
Lalu lihat Kej. 2:5 dimulai dengan tanda slash “-”, hingga akhir Kej. 2:6 ditutup juga dengan tanda slash “-”. Kej. 2:7: “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup”.

Tanda slash “-” itu mengapit hal yang integral (tidak terpisahkan) dengan Kej. 2:4 bagian awal dan Kejadian 2:7. Kej. 2:4 bagian awal dan Kej. 2;7 dapat dibaca secara nyambung, tetapi tidak bisa melupakan ayat 5 dan ayat enam.

Bila Kej. 2:4 bagian awal dan Kej. 2:7 itu dibacaca nyambung, maka:

“Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, … ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debut tanah…”

Jadi Kejadian 2:4 bagian awal sampai Kejadian 2;7 adalah keterangan dari Kejadian 1:3 s/d Kej 1:31. Perhatikan Kejadian 2:5-6 memberi keterangan keadaan penciptaan manusia itu. Kej. 2:7 memberi keterangan bagaimana manusia itu dibentuk dari debu tanah lalu diberi nafas hidup, hingga menjadi makhluk yang hidup.

Jadi jelas, tidak ada manusia diciptakan pada hari ketujuh.

Pesan:
Bro, kalau boleh (walaupun masih relevan) pertanyaannya jangan langsung ditambah dulu, kalau menurut Bro jawaban yang diberikan belum cukup, supaya pertanyaan yang menurut Bro belum cukup itu diberikan yang lain. Thanks Bro.

Semoga postingan saya bisa membantu, Salam, Jericho J.

Terima kasih dan saya masih menunggu jawaban dari yang lain…
silahkan

[email protected]

ayat 26 nya adalah planning cetak birunya kalau kita analogikan bicara proyek di dunia pekerjaan seperti itu…saat di dunia.

dan di ayat 7 nya adalah proses setiap item project pada setiap produk yang sudah di planning seperti itu adanya…Jadi disitulah Tuhan Allah memproses Manusia dari bahan bakunya dan di beri essensi insaninya dengan nafas yang ditiupkan dari Mulut Tuhan ALLAH sendiri KEPADA HIDUNG insani manusia tsb…Makanya kita jangan kualat dehh ama Tuhan Allah

Salam GBU

[email protected]

ayat 26 nya adalah planning cetak birunya kalau kita analogikan bicara proyek di dunia pekerjaan seperti itu…saat di dunia.

dan di ayat 7 nya adalah proses setiap item project pada setiap produk yang sudah di planning seperti itu adanya…Jadi disitulah Tuhan Allah memproses Manusia dari bahan bakunya dan di beri essensi insaninya dengan nafas yang ditiupkan dari Mulut Tuhan ALLAH sendiri KEPADA HIDUNG insani manusia tsb…Makanya kita jangan kualat dehh ama Tuhan Allah

trims bro purba,

apakah itu artinya sebelum ditiup oleh Allah nafas kehidupan(kej 2:7), “blue print” itu masih sebatas apa? patung?
lalu kenapa Allah menciptakan kembali dari debu tanah(ditambah ada embun==>tanahnya jd basah) ‘manusia’ lagi?(kej 2:7)

YA GIMANA MAU BISA HIDUP KALAU BELUM ADA NAFAS KEHIDUPAN BROO…?? HEHEHHE
Ga ada menciptakan kembali…salah kamu memahami ayatnya…!!
di ALKITAB IMAN KRISTIANI GA ADA TUH DITULIS KATA EMBUN DALAM PENCIPTAAN MANUSIA…PASTI KAMU DAPET DARI CERITA DONGENG SERIBU SATU MALAM KALE…??? Kamu pinjem buku dari seberang ya…?? ngaku aja deh…!!
Jadi ini dalam rangka ngebanding bandingi ya…??? pasti kamu non- kristen neh…!!! tapi ga papalah…kalo demikian adanya…jika pun bukan ya mohon maaf saja…lanjoot…!!

Salam…GBU

YA GIMANA MAU BISA HIDUP KALAU BELUM ADA NAFAS KEHIDUPAN BROO..?? HEHEHHE Ga ada menciptakan kembali..salah kamu memahami ayatnya..!! di ALKITAB IMAN KRISTIANI GA ADA TUH DITULIS KATA EMBUN DALAM PENCIPTAAN MANUSIA..PASTI KAMU DAPET DARI CERITA DONGENG SERIBU SATU MALAM KALE..??? Kamu pinjem buku dari seberang ya..?? ngaku aja deh..!! Jadi ini dalam rangka ngebanding bandingi ya...??? pasti kamu non- Kristen neh..??!! tapi ga papalah..kalo demikian adanya...jika pun bukan ya mohon maaf saja...lanjoot..!!

Salam…GBU

hehehe, saya gag tau makanya saya tanya lae,

saya orang batak (sama kita khn), opung+Bapak saya sintua HKBP, saya jg jemaat HKBP, tp karna sy baru2 ini baca alkitab, makanya pemahaman alkitab saya sangat minim,
amit-amit dah kalo gue “penganut agama seberang ( Pengikut nabi palsu)” cuiiiiiihhhh…hehehehe

Okelah, yg mw lanjut memberi jawaban lain silahkan…

GBU

Salam damai sejahtera

Sesungguhnya hari ketujuh ada saat manusia itu (Adam) telah menguduskan hari Sabat.

Manusia juga dibolehkan menghitung hari dan tahun serta masanya selain menurut matahari.

Manusia itu (Adam) adalah yang pertama yang menguduskan hari Sabat, yaitu setelah Allah bekerja enam hariu maka pada hari ketujuh Allah beristirahat.

Allah beristirahat karena dua kasih terutama telah ada dan juga diberikan sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat supaya selamanya berada di bumi menjadi hakim.

Manusia yang hendak menuntut kebenaran dalam hukum Taurat akan dihakimi oleh sepuluh perintah menurut hukum Taurat, inilah yang menjadi hakim baginya.
Dan barangsiapa yang merasa benar dalam kasih akan dihakimi Kristus Yesus.
Sekalipun Kristus Yesus berkuasa, bahkan sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat telah diberikan Allah kepadaNya, tetapi Kristus Yesus sendiri tidak menghakimi, sebab itu dikatakan yang menghakimi adalah sepuluh perintah menurut hukum Taurat; karena dalam perintah ini nyata kuasa Allah.

Jadi manusia yang diciptakan pada hari keenam adalah mereka yang memperoleh kuasa Allah melalui pernikahan untuk memperoleh keturunan; sehingga menerima kuasa Allah yaitu berkuasa atas segala hewan dan diatas segala yang ada di bumi, kecuali atas sesama manusia.

Kelahiran manusia itu (Adam) termasuk dalam hari keenam, tetapi kelahirannya dibedakan Allah yaitu melalui seorang perawan (yang belum menikah) karena Allah menjaga supaya tidak dikatakan oleh manusia bahwa mengasihi Allah berasal dari mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri.

Allah membedakannya karena untuk memperoleh kuasa dalam pernikahan yang mendatangkan kuasa atas bumi itu melalui keturunan-keturunan, manusia harus saling mengasihi sesamanya seperti diri sendiri.

Dan pada hari keenam itu seluruh manusia melakukan kehendak Allah. Perempuan perawan (yang tidak menikah) dan melahirkan manusia itu (Adam) adalah tanda bahwa Allah berkenan kepada manusia, karena pada pandangan Allah, manusia berlomba-lomba dalam mengasihi sesama seperti diri sendiri; itulah sebabnya Allah berkenan memberikan hal mengasihi Allah kepada manusia.

Jadi manusia pada hari ketujuh adalah saat manusia itu telah mengetahui Allah menciptakan dunia selama enam hari dan beristirahat pada hari ketujuh, sehingga manusia itu (Adam) menguduskan Sabat itu.

Menguduskan Sabat mendatangkan kuasa, yaitu kuasa yang datang karena mengasihi Allah ialah kuasa manusia atas sesamanya manusia.

Demikianlah manusia itu (Adam) menerima kuasa itu.

Lihat, manusia itu (Adam) dibawa ke taman Eden.

Disini nyata bahwa manusia itu (Adam) diperingatkan tentang sepuluh perintah menurut hukum Taurat yaitu pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat.

Karena mengasihi Allah secara menguduskan Sabat adalah berarti berada dibawah sepuluh perintah itu; itulah sebabnya dibawanya manusia itu (Adam) ke taman Eden.

Allah memberitahu bahwa manusia itu (Adam) tidak beroleh jalan keluar dari permasalahan yang dihadapinya.

Itulah sebabnya Allah sendiri yang memberikan jalan keluar baginya.

Kejadian 2:18 " … Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Allah hendak memberikan manusia itu (Adam) pernikahan yaitu pernikahan untuk mengawinkan dua kasih terutama.

Sebab itu dibawalah para malaikat-malaikat yang dikuasai manusia-manusia pada masa itu (manusia tidak dibawa ke taman Eden karena tidak ada yang mengasihi Allah selain manusia itu (Adam) dan juga karena manusia itu menguduskan Sabat menurut mengasihi Allah yaitu berada dalam sepuluh perintah menurut hukum Taurat; itu terjadi karena saat manusia telah menerima dua kasih terutama; maka dunia juga menerima sepuluh perintah menurut hukum Taurat dari Allah.)

Kejadian 2:20 … tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

Tetapi setiap malaikat yang dibawa kepadanya, tidak ditemui pada mereka bahwa ‘yang berkuasa atas mereka di bumi ini yaitu manusia’ memiliki mengasihi sesama yang sepadan dengan mengasihi Allah miliknya.

Kemudian Allah menjadikan demikian; Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

Rusuk manusia sendiri menunjukkan enam cara manusia mengasihi sesama dan empat hal mengasihi Allah. Dan semuanya termasuk dalam dua kasih terutama

Lihat, Allah mengambil hal mengasihi Allah milik manusia itu (Adam) yaitu menguduskan Sabat.

Dan menguduskan Sabat ini Allah berikan pada seorang perempuan yang hidup dalam mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Demikianlah Allah mengubah hal ini yaitu manusia itu (Adam) menguduskan Sabat untuk menunjukkan bahwa dirinya mengasihi Allah menjadi diberikan pada perempuan itu (Hawa), supaya perempuan itu (Hawa) menjadikan menguduskan Sabat adalah untuk menunjukkan manusia mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Setelah itu sesuatu yang mengasihi sesama yaitu pernikahan diberikan kepada manusia itu (Adam) supaya dilakukannya untuk menunjukkan dirinya mengasihi Allah.

Demikianlah dalam pernikahan laki-laki berkuasa atas perempuan.

Dan perempuan itu (Hawa) menguduskan hari Sabat untuk menunjukkan mengasihi sesamanya manusia seperti diri sendiri; dalam tujuh hari, perempuan itu (Hawa) menguduskan salah satu hari, yang menurutnya bisa semakin membuatnya sempurna dalam mengasihi sesama seperti diri sendiri.

HEHEHHE SANTAI AJA LAE…DISINI SAYA TIDAK BERMAKSUD MENGHINA ATAU MELECEHKAN KOK…KITA SAMA SAMA BELAJAR DAN TUKAR PIKIRAN…JIKA APA YANG SAYA KATAKAN DAN DILIHAT TEMAN YAN LAIN JUGA SALAH MAKA SYA JUGA PASTI DI KASIH ARAHAN MANA YANG SEBETLNYA BENAR…LANJUTT YA BROO.@ALEX…!!

OYA LAE…GEREJA SAYA DI GPIB…TAPI KITA TETAP SATU IMAN KARAENA
YESUS KRISTUS…KAN…??
Jadi suarakan kehausan anda mengenai apa yang masih menjadi pertanyaan di dalam BENAK PIKIRAN DAN kalbu anda saat anda memebaca Aliktab.
Semua teman Kristiani di FK INI PASTI AKAN MEMBANTU DENGAN BAIK DAN BENAR WAL;AUPUN BERLAINAN GEREJA ( DENOMINASI GEREJA )

SALAM GBU

ini teh pemahaman darimana Adam dilahirkan melalui perawan? Kejadian 2:7 dengan jelas mengatakan kalo Adam itu dibuat oleh Tuhan Allah, bukan dilahirkan -_____-

Sebab perempuan itu (Hawa) ketika tergoda menerima kuasa dalam sepuluh perintah menurut hukum Taurat, telah menolak dikuasai suaminya dan meminta kesetaraan dalam pernikahan.

Hawa adalah penolong yang sepadan untuk Adam. Tidak dikatakan Hawa lebih rendah sampai harus meminta kesetaraan. Alkitab menyatakan Hawa tergoda karena “buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian”, kalaupun ingin setara, itu setara dengan Allah dalam artian tau yang baik dan yang jahat.

Kalau manusia pada hari keenam hanya blue print, kenapa Allah berfirman supaya mereka beranak cucu?

Kalau manusia udah ada sejak hari keenam, tidak ada yang aneh kenapa dibedakan anak-anak Allah dengan anak perempuan, dan kepada siapa Kain takut akan dibunuh.

1 Korintus 15:47 bilang Adam adalah manusia pertama, mungkin karena Adam adalah manusia pertama yang punya satu tambahan lain yaitu nafas hidup.

Saya punya pendapat yang berbeda,
Manusia diciptakan pada hari ke enam, dasarnya : Kejadian 1 :27-31.

Adam tidak diciptakan pada hari ke enam , dasarnya : Kejadian 2 : 4-7.

Dengan pendapat saya seperti diatas, hal ini dapat menjelaskan bahwa ada manusia yang sudah ada dibumi sewaktu Adam dan Hawa masih berada di Firdaus.

Shalom,

Dua pendapat ini ada logikanya, tetapi begitukah? Mari kita simak nas tersebut.

Kej 1:26-27
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Kej 1:31
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Kej 2:1-7
(1) Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. (2) Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. (3) Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (4) Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, - (5) belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; (6) tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu - (7) ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Kej 2:5 (warna merah) mengatakan bahwa belum ada orang. Jadi pendapat Bro Endang tidak selarah dengan nas Alkitab ini.

Namun selain pernyataan eksplisit Kej. 2:5 itu, dari Kej Kej 1:31, 2:1, Kej 2:2 tadi sudah jelas bahwa tidak ada lagi penciptaan apapun setelah Kej 2:3.

Demikian juga jelas bahwa Kej 1:26,27 manusia itu telah selesai diciptakan menjadi makhluk yang hidup atau menjadi jiwa yang hidup (KJV).

Jadi Kej. 1:26 bukan tentang blue print. Kej. 1:31 jelas menyatakan penciptaan manusia sudah selesai pada hari keenam. Kej. 2:1 menandaskan bahwa penciptaan bumi dan segala isinya telah selesai pada hari keenam. Kej. 2:2 juga menyatakan Allah berhenti dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

Selanjutnya mari perhatikan Kej 2:4 bagian akhir hingga kejadian 2:7. Perhatikan tanda slash sesudah ayat 4 dan sesudah ayat 6. Nas dalam di antara dua tanda slash itu adalah keterangan atas ayat 4 bagian akhir dan ayat 7. Selengkapnya sebagai berikut:

Kej 2:4-7
“…Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, - … - ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”

Jadi sangat jelas bahwa tidak ada penciptaan manusia setelah hari keenam.

Juga jelas bahwa Kej 2:7 adalah keterangan atas Kej. 1:26,27 tentang penciptaan manusia.

Sebelumnya hal ini telah saya sampaikan dalam topik ini. Kej 2:5-6 memberi keterangan keadaan penciptaan manusia itu. Kej. 2:7 memberi keterangan bagaimana manusia itu dibentuk dari debu tanah lalu diberi nafas hidup, hingga menjadi makhluk yang hidup.

Selanjutnya perhatikan Kej 2:21-22.
"(21) Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. (22) Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

Nas ini juga bukan menyatakan bahwa Hawa diciptkan setelah hari ketujuh (setelah Kej 2:2-3). Mengapa, karena pada hari keenam telah selesai penciptaan langit dan bumi dan segala isinya. Lebih tegasnya perhatikan Kej 1:27 perempunan sudah diciptakan, dan Kej 1:31 menyatakan bahwa segala yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik. Artinya sempurna, jadi bukan hanya blue print lagi.

Ringkasnya, dalam Kej 1:31 sampai Kej. 2:3, berkali-kali dikatakan bahwa pekerjaan penciptaan telah selesai.

Demikian, semoga bermafaat,

Salam, JBU, Jericho, J.

Beberapa kalangan mnafsirkan ayat di Kej 1 dan 2 seolah-olah ada 2 macam manusia yg Tuhan ciptakan.
Mreka mnafsirkan seolah golongan awal yg Tuhan ciptakan adl manusia purba (yg tdk mmiliki roh) dan golongan brikutnya yg Tuhan ciptakan adl Adam.

Apakah tafsiran dmkn dapat pertanggungjawabkan?

Ternyata tidak.

Kita simak pnuturan PB mngenai penciptaan manusia :

Mrk 10:6-8
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.

Apa yg Tuhan Yesus katakan di atas adl pnggabungan antara Kej 1 dan Kej 2.
Dg kata lain, Tuhan Yesus mnyatakan bhw rangkaian pristiwa di Kej 1 dan Kej 2 adl pristiwa yg sama, yaitu pciptaan Adam.

Allah tdk mciptakan golongan manusia lain sebelum Adam.

1 Kor 15:45
Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.

Paulus mngatakan bhw Adam adl manusia pertama, bukan manusia purba tanpa nama.


Bgmn dg kronologi kitab Kejadian itu sendiri?

Kej 1 26-28
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Ptama-tama, kita mneliti kata ‘manusia’.
Kata Ibrani utk manusia adl ADAM.

Jd jika terjemahannya dileteralkan ke Ibrani, kita akan mdapatkan kalimat :

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan ADAM menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Tuhan memberi nama ADAM kepada Adam.

Phatikan ayat ini :

Kej 5:2
laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” (ADAM) kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.

Jd ‘MANUSIA’ di Kej 1 adl sosok yg sama dg ADAM yg dsebutkan di Kej 2.


Kedua, kita teliti kronologi pciptaan di Kej 1.

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Silakan phatikan bhw pd awalnya yg dciptakan adl DIA (maskulin).
Kmudian stelah itu diciptakanNya MEREKA, yaitu laki-laki dan perempuan.

Ini sesuai dg kronologi di Kej 2.

Memang benar bahwa Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan dari debu dan kemudian diberikan Roh Kehidupan oleh Tuhan dan selanjutnya Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam (Kejadian 2). Saya menganggapnya bahwa penciptan Adam dan Hawa oleh Tuhan adalah special karena tangan Tuhan sendiri dan Dia sendiri yang memberikan Nafas Kehidupan langsung dari TUHAN.

Sedangkan Kejadian 1, TUHAN menciptakan manusia laki dan perempuan pada hari ke-6 dengan menggunakan FIRMAN-NYA, “Jadi, maka jadilah sesuai dengan kehendak-Nya”.

Jadi ada perbedaan antara manusia Adam dan manusia yang diciptakan pada hari ke-6.

Saya punya pendapat bahwa Adam menempati Firdaus setelah TUHAN menciptakanNya dengan Tangan Nya sendiri, sedangkan manusia ciptaan TUHAN pada hari ke-6, menempati bumi, berkembang biak dan memenuhi bumi.