Siapakah ILLAH dalam Gereja Katolik?

KUASA ILAHI PAUS PONTIFEX MAXIMUS (POTETAS SACRA)

Terima kasih bro Alamak.


KUASA ILAHI SIMONI MAGIS dan para Imam pembantunya

KGK/ Katekismus Gereja Katolik) 882:
“Paus, Uskup Roma dan pengganti SIMON, merupakan ASAS DAN DASAR yang kekal dan kelihatan bagi kesatuan para Uskup maupun segenap kaum beriman” (Luman Gentium 23)

Dogma EENS dan Unam Sanctam: TIDAK ADA KESELAMATAN DILUAR PAUS

Kitab Hukum Kanonik 1983 dibawah judul De potestate regiminis (kuasa kepemimpinan) menjelaskan secara rinci tentang kepemimpinan Gereja (bdk. kann. 129-144). Kepemimpinan Gereja mengacu pada KUASA ILAHI yang diperoleh seseorang beriman melalui penerimaan sakramen tahbisan Paus.

Konsili Vatikan II mengamini apa yang dinyatakan di atas bahwa kuasa (potestas/exousia) kepemimpinan dalam Gereja diperoleh melalui penerimaan tahbisan. LG, 21: “Untuk menunaikan tugas-tugas yang mulia itu para Rasul diperkaya dengan pencurahan istimewa ROH KUDUS, yang turun dari Kristus atas diri mereka (bdk. Kis 1:8). Dengan penumpangan tangan mereka sendiri meneruskan kurnia rohani itu kepada para pembantu mereka (bdk. 1 Tim 4:14). Kurnia itu sampai sekarang ini disalurkan melalui tahbisan Uskup sebagai kepenuhan tahbisan imamat”. Dari kurnia ilahi yang diterimakan seseorang melalui tahbisan lahirlah KUASA KEPEMIMPINAN Gereja secara hierarkis[/b][/color] sesuai dengan tahbisan yang diterimanya: Diakonat, Presbiteriat dan Episcopat.

Keputusan dalam kepemimpinan Gereja ada ditangan pemimpin yang memiliki KUASA ILAHI (POTETAS SACRA)
Dengan KUASA ILAHI yang ada pada imam pejabat membentuk dan memimpin umat beriman, menyelenggarakan korban Ekaristi atas nama Kristus dan mempersembahkannya pada Allah atas nama segenap umat. Imamat jabatan itu mereka laksanakan pada saat merayakan sakramen-sakramen Apostolik/ Paus (bdk. LG 10b).

Kanon 129, §1 menengaskan pernyataan Konsili: “menurut ketentuan norma hukum, yang mampu mengemban KUASA kepemimpinan yang oleh penetapan ilahi ada dalam Gereja dan juga disebut kuasa yurisdiksi, ialah mereka yang telah menerima TAHBISAN SUCI”.

Jadi Imam (clerus) dalam pelaksanaan kuasa yurisdiksi berkat penetapan ilahi yang diterimanya atau oleh kuasaTAHBISAN IMAMAT.

Pertanyaannya:

Benarkah PAUS adalah ILAH atau oknum Allah Bapa dalam Gereja Katolik?