Siapakah PENEMU / PENCIPTA / PENGARANG DOKTRIN-Per10an-WAJIB ?

Kita tahu bahwa

→ Gereja Katolik tidak menciptakan doktrin-per10an-wajib,
→ Martin Luther tidak menciptakan doktrin-per10an-wajib CMIIW

bahkan salah satu gereja Kristen yg cukup besar di Indonesia, yaitu GKI
jg menolak doktrin per10an

Lantas

  1. Siapakah PENEMU / PENCIPTA / PENGARANG DOKTRIN-Per10an-WAJIB ?

  2. Kapankah/Pada tahun berapakah DOKTRIN-Per10an-WAJIB diketemukan ?

Tolong yg tahu informasinya silahkan dibagi2kan :smiley:

jawaban sudah diketemukan di link berikut.

mbak Moderator silahkan meng-close thread ini terimakasih

Ketika Gembala sebuah Gereja mewajibkan jemaatnya utk mberikan perpuluhan, maka jemaat Gereja tsb mjadi wajib utk mbrikan perpuluhan.

Kewajiban Gereja tersebut utk mberikan perpuluhan bukan didasarkan pd aturan Taurat PL, mlainkan didasarkan pd ketaatan thd otoritas Gembala Sidang.

Stiap bentuk ketaatan pasti mbuahkan berkat.


Di sisi lain,
Ketika Gembala sbuah Gereja tidak mwajibkan jemaatnya utk mbrikan perpuluhan, maka jemaat Gereja tsb tidak wajib mberikan perpuluhan.


Meskipun perpuluhan tidak lagi dwajibkan di jaman PB (krn hukum Taurat sudah batal), NAMUN bukan berarti pemberian perpuluhan sama skali sia-sia atau btentangan dg kebenaran.

Kegunaan perpuluhan antara lain :

  1. Untuk pmbangunan Gereja, penghidupan hamba Tuhan, pelayanan diakonia (janda, org miskin, anak yatim)
  2. Untuk menghambat rasa cinta uang pd hati manusia dan melatih iman akan berkat Tuhan
  3. Sebagai investasi dengan prinsip tabur-tuai
  4. Mberikan berkat ketaatan jika perpuluhan diinstruksikan Gembala

Bagi yg memilih utk tidak mbrikan perpuluhan, memang tindakan tsb tidak melanggar spirit Perjanjian Baru.

Tetapi yg harus Anda ingat juga adalah :

SELURUH HARTA yg kita ‘miliki’ adalah MILIK Tuhan, bukan hanya 10%, bukan juga 20%, bukan juga 30%.

Jangan sampai karena aturan perpuluhan Taurat telah batal maka kita ‘mrasa berhak’ atas SELURUH HARTA kita.

Tuhan berhak meminta lebih banyak daripada hanya 10%.


Bagi yg rajin mbrikan perpuluhan, ingatlah juga :

SELURUH HARTA yg kita ‘miliki’ adalah MILIK Tuhan, bukan hanya 10% saja.

Jd jangan sampai krn rajin mbrikan perpuluhan, maka LUPA bahwa sisa uang yg 90% itu juga pd dasarnya smua milik TUhan yg berhak Ia minta berapapun juga.


Saya pikir salah satu jebakan halus dari roh agamawi adl mnetapkan sbuah standar shg bagi yg merasa sudah mmenuhi standar itu, ia akan merasa tidak perlu memberikan lebih.

Di sisi lain, ada juga roh-bebas-bablas yg menolak sama skali standar apapun shg tidak mrasa wajib mbrikan apapun.

ketika orang bingung akan duit, baik yang kebingungan mencari maupun yang taku kehilangan ^^

saya perlu meluruskan ,
kami, penganut doktrin-per10an-TIDAK-wajib tidak diwajibkan memberi per10an-wajib-bayar

bukan karena otoritas Gembala Sidang (seperti pemahaman anda),
melainkan karena otoritas Firman/Alkitab

lalu berapa banyak yg seharusnya umat-Kristen beri ?.

“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan
sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan
sukacita” (2 Korintus 9:7).

“Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima,
kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu,
bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu” (2 Korintus 8:12).

Jadi Tidak ada jumlah atau persentase yang ditentukan, nominal pemberian menurut kerelaan hati

@Siip
bro, saya akan kutip seperlunya saja , supaya tidak melenceng keluar dari topik

Jadi yg menemukan / menciptakan / mengarang DOKTRIN-Per10an-WAJIB adalah
Gembala Sidang sebuah gereja tertentu (bearti tidak semua gereja)

Lantas

  1. Siapakah gembala sidang PERTAMA yg menDOKTRINkan Per10an-WAJIB ?

  2. Dari gereja manakah gembala sidang tsb ?

  3. Kapankah gembala sidang tsb pertama kali menerapkan doktrin per10an-wajib kepada jemaat gerejanya ?
    (seharusnya sesuai timeline, gembala sidang tsb muncul setelah era Marthin Luther)

Mohon informasi jawabannya ,
apabila bro Siip memang mengetahui GS.10% I (Gembala Sidang per10an-wajib yg pertama)

Thx before

ya bukan pendukung perpuluhan wajib, tapi saya mendukung perpuluhan layak dilakukan dan dilakukan dengan ketulusan bagi yang mampu. Karena perpuluhan akan sangat membantu perkembangan ketaatan, ucapan syukur, memberi, dan melepaskan diri dari ikatan uang dan mungkin penyembahan terhadap uang, baik disengaja atau tidak disengaja.

Maaf saya ga punya info nya. Tapi pentingkah itu? Menurutku ga penting asalkan jemaat memahami fungsi secara jasmani dan rohani tentang perpuluhan maka segala sesuatu tentang itu akan selesai.

@siip
Selama otoritas gereja dipergunakan untuk kemuliaan nama Tuhan maka otoritas itu boleh diikuti. Tapi kalau tidak, apalagi untuk kepentingan pribadi, maka menurut saya tidak perlu diikuti secara membabi buta.

Investasi, sebuah kata yang sangat saya pribadi tentang, kalau berbicara mengenai perpuluhan. Bagaimana mungkin seorang hamba dan seorang ciptaan bisa berani menganggap apa yang dipersembahkannya kepada pencipta dan pemberinya kemudian berfikir itu sebuah “investasi” yang artinya penerima persembahan “harus mengembalikan” plus keuntungan??? Anda mempersembahkan ucapan syukur atau membungakan uang sama Tuhan?? Kita mempersembahkan atau meminjamkan uang sama Tuhan?? Emang Tuhan butuh kita pinjami uang ya?? Sangat sangat tidak masuk akal dan sangat sangat tidak dalam batas kewajaran ketika untuk hidup dan nafas saja kita bergantung pada Tuhan, kemudian memberikan sepersepuluh saja dari keuntungan yang, kembali, Dia juga yang beri, kita menuntut ““kembalian plus bunga””??? Maaf, tapi wow… Hebat sekali pemahamannya???

Orang Kristen selalu senang banget berfikir bahwa “taurat” sudah batal… Karena didengar ditelinga, hukum mengikat dan hukum perbuatan baik sudah tidak perlu dilakukan lagi. Seakan akan “bebas” dari segala ikatan. Ga tahunya hukum kasih itu adalah melakukan seluruh sepuluh hukum taurat dan “”“masih plus”"" hukum lagi… Menurutku, terlalu memanjakan jemaat dan HT jaman ini kalau dinyatakan bahwa Hukum taurat sudah tidak berlaku lagi. Dan kemudian mereka yang malas membaca FT akan berfikir, "“darah YESUS sudah mengkuduskan, maka sekarang apapun yang aku lakukan YESUS ampuni. Hkum taurat dah ga ada, maka aku boleh tidak menghormati orang tua, boleh berzinah, boleh menyembah berhala, nenek moyang dan dewa lain, asal sudah dibabtis”. Mati lah kalau jemaat memandang itu. Siapapun yang mengakhibatkan itu terjadi, akan bertanggung jawab dihadapan Tuhan. Itu kepastian.
Belum lagi jemaat memandang, baik baik aja pergi kedukun, kan kita minta tolong, suapaya sembuh, supaya dipulihkan. Boleh saja sembahyang sama dewa - dewa, kan kita percaya YESUS, dewa dewa itukan cuman buat bantu saja, dan sudah budaya nenek moyang. Sayang kalau ditinggalkan, toh selama ini sembahyang kemereka juga malah dapat berkat dari Tuhan dan tetap kami percaya berkat itu dari Tuhan. Sama saja gpp. Taurat yang mengatur itu, “”“sudah dibatalkan oleh darah YESUS”… Ancur dah… :huh:
:’(

Firman Tuhan juga berkata utk menaati pemimpin.

Jika Gembala Sidang di Gereja Bro mmrintahkan, maka spantasnya Bro taat.

Hanya saja yg perlu diuji adalah, dengan roh apakah ia mmrintahkannya.
Apakah ia mmrintahkan dg roh ketakutan, roh intimidasi, roh Taurat agamawi ataukah dengan roh yg benar, yakni utk mbangun Jemaat.

lalu berapa banyak yg seharusnya umat-Kristen beri ?.

“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan
sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan
sukacita” (2 Korintus 9:7).

“Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima,
kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu,
bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu” (2 Korintus 8:12).

Jadi Tidak ada jumlah atau persentase yang ditentukan, nominal pemberian menurut kerelaan hati

Tergantung pemimpinmu.

Jika pemimpinmu mbebaskan jemaat mbri dg kerelaan hati, lakukanlah dg kerelaan hati.
Jika pemimpinmu mnetapkan jumlah, ikutilah otoritas.

Jika kamu tidak stuju dg otoritasnya, silakan ganti otoritasnya, pindah Gereja saja, namun jangan mhakimi Gereja tsb.

@Siip bro, saya akan kutip seperlunya saja , supaya tidak melenceng keluar dari topik

Jadi yg menemukan / menciptakan / mengarang DOKTRIN-Per10an-WAJIB adalah
Gembala Sidang sebuah gereja tertentu (bearti tidak semua gereja)

Betul.
Memang tidak semua Gereja.

Jika ada Gereja yg tidak mnerapkan perpuluhan, berjalanlah tanpa perpuluhan; dmikian juga sbaliknya.

Tp silakan renungkan, apakah perlu mengkritik Gereja (tertentu) krn ia bbeda paham dg kita krn masalah perpuluhan?

Lantas
  1. Siapakah gembala sidang PERTAMA yg menDOKTRINkan Per10an-WAJIB ?

  2. Dari gereja manakah gembala sidang tsb ?

  3. Kapankah gembala sidang tsb pertama kali menerapkan doktrin per10an-wajib kepada jemaat gerejanya ?
    (seharusnya sesuai timeline, gembala sidang tsb muncul setelah era Marthin Luther)

Saya mau tanya dulu.
Apa tujuan Bro mnanyakan hal ini?

Mohon informasi jawabannya , apabila bro Siip memang mengetahui [b] [u]GS.10% I[/u] (Gembala Sidang per10an-wajib yg pertama)[/b]

Thx before

Silakan Bro melihat referensi tentang Sinode Macon (585), lalu Konsili Trent sebelum mengambil kesimpulan terlebih jauh mengenai siapa yg mcetuskan perpuluhan di Gereja.



Bgini Bro Repento,
Saya senang bahwa Bro ini mulai mengenai kberadaan roh agamawi dan Bro mnyadari bahwa Taurat sudah dbatalkan.

Saya sendiri berjemaat di Gereja yg menjadikan Taurat sbg landasannya dlm mbri perpuluhan.

Saya pribadi bkeyakinan bhw Gereja tmpt saya bjemaat tidak tepat dlm melandaskan perintah perpuluhannya tsb.
Namun demikian, saya tidak akan dengan terbuka menyerang Gereja tmpt saya berjemaat.

Jika ada forum tertutup, maka saya baru akan mngatakan kyakinan saya dg sikap yg hormat pd saudara sesama Jemaat.
Jika itu forum terbuka, maka saya akan mengedepankan ulasan doktrinal tanpa mbawa denominasi apapun.

Di sisi lain,
Saya sendiri memberikan perpuluhan walau saya bkeyakinan bhw itu tidak lagi dwajibkan scr doktrinal dalam smangat Perjanjian Baru.

Mngapa?
Krn Gereja saya mmrintahkan dmikian.
Simpel saja.

Bisa saja saya pindah Jemaat ke tempat yg tidak mnganut perpuluhan, tp saya tau bahwa tempat saya bjemaat skarang adl tempat yg Tuhan khendaki bagi saya.

Bro Repento,
Apa yg kita tau bisa mnambah wawasan orang lain, tp bisa juga mjadi senjata mlukai sesama saudara.

Tgantung bgmn kita mnggunakannya.

Bro,
Silakan disimak diskusi antara saya dan Bro Repento.
Semoga dsana bisa dtemukan tanggapan atas tulisan Bro.

sepertinya lebih penting bertindak daripada berdebat…

thread perpuluhan banyak juga yah :smiley:

mungkin nanti ada thread “Semua tentang per-10an masuk disini”

takutnya???
tar pake baju ini boleh tidak??? makan ini??? melakukan ini??? atau itu???

apabila pemimpin menyuruh kita menipu , apakah kita tetap tunduk ?

jadi yg dimaksud Paulus adalah
menaati pemimpin yg memiliki pengajaran sesual Firman

misalkan
Jika tiba2 GS(Gembala Sidang) gereja anda/ GS gereja lain membacakan Matius 19:21
(tentu saja GS sebelumnya sudah mengatakan bahwa kotbah dia hari ini diinspirasi oleh RK)

Matius 19:21
Kata YESUS kepadanya:
Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, "juallah segala milikmu dan
berikanlah itu kepada orang-orang miskin ,
maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

setelah itu GS tsb memerintahkan dgn otoritas pemimpin bahwa
semua jemaat gerejanya harus menjual SEMUA harta dan memberikan ke orang miskin
dalam hari itu juga.

apakah bro Siip akan menjual SEMUA harta materi milik anda dan memberikannya ke orang miskin ?

bagaimana apabila ada jemaat yg tidak menjual SEMUA miliknya,
apakah bearti jemaat tsb tidak taat kepada otoritas GS ?

yg perlu diuji adalah apakah perintah GS tsb apakah sudah sesuai dengan Alkitab
karena ROH KUDUS tidak mungkin bertentangan dengan Firman

Apabila tidak sesuai alkitab, maka alkitab berkata TIDAK USAH DIPEGANG

1 Tesalonika 5:21
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Ujilah segala sesuatu tentu termasuk ujilah kotbah/ajaran pak Gem,

peganglah ajaran pak Gem yg baik (yaitu yg sesuai Firman),
sementara
yg tidak baik (yaitu yg tidak sesuai Firman) tentu tidak usah kita pegang

berbeda dengan saran anda yaitu pindah Gereja ,
langkah yg saya ambil adalah meluruskan kembali penyesatan yg dilakukan oleh doktrin-per10an-wajib

Jika ada Gereja yg tidak mnerapkan perpuluhan, berjalanlah tanpa perpuluhan;
maka
Jika ada Gereja yg mnerapkan perpuluhan, berjalanlah dengan perpuluhan;

saya cukup bingung dengan kalimat diatas,
diatas anda menulis suruh menilai berdasarkan sisi roh-nya,
sementra di tulisan kali ini seolah2 menyuruh mau tidak mau tetap harus berjalan di gereja tsb CMIIW

menurut saya perlu, karena doktrin-per10an-wajib adalah
batu sandungan baik bagi yg sudah Kristen maupun orang yg mau jadi Kristen

tentang soal kritikan

silakan renungkan, Alkitab pernah mencatat Paulus mengkritik para pengajar yg mengejar keuntungan utk perut mereka.
Apakah perlunya Paulus menuliskan hal ini dalam Alkitab ?
Apakah perlunya Paulus menuliskan dirinya berkali2 mengkritik pengajar palsu dalam Alkitab ?

apalagi YESUS juga pernah mengkritik habis2an para pemimpin peribadatan / para imam

YESUS perlu mengkritik imam krn imam itu berbeda paham dg YESUS

menyerang tentu berbeda dengan berdiskusi
diskusikanlah dengan pendeta GS anda

saya yakin anda mampu utk berdiskusi dengan baik

[b]saya akan mengedepankan ulasan doktrinal[/b] tanpa mbawa denominasi apapun.

Bro Siip,
Apa yg kita tau tapi kita simpan sendiri
bisa jadi tidak mlukai sesama saudara dan tampaknya menjaga perdamaian. tapi sebenarnya
bisa juga bisa mnambah wawasan orang lain dan meluruskan mereka(pendeta) kembali ke jalan yg benar

Tgantung bgmn pilihan kita mnggunakannya.

Alkitab mencatat bahwa
Paulus tidak sungkem dan bungkem terhadap ketidakbenaran yg terjadi diantara jemaat (gereja)

salah satu ciri2 roh agamawi adalah membuat orang percaya utk sungkem dan bungkem terhadap ketidakbenaran ,

Yohanes Pembabtis adalah salah satu contoh orang yg tidak bungkam terhadap ketidak-benaran para pemimpin agama.
Yohanes Pembabtis menelanjangi habis2an imam Farisi didepan banyak orang.

sikap YESUS sendiri terhadap roh agamawi adalah menelanjanginya di depan umum
karena YESUS tahu salah satu cara mengatasi roh agamawi adalah menelanjanginya

saya ingin tahu sejarah doktrin-per10an-wajib

terima kasih banyak atas masukannya yg berharga, akan coba saya pelajari lebih dulu

Jika saya dminta utk mngajarkan soal perpuluhan dg mentalitas PL kepada jemaat, maka saya pasti menolak.

Tp jika saya dprintahkan utk mbrikan perpuluhan, maka saya akan memberi.
Hanya saja saya mlakukannya tidak dg mentalitas PL tetapi dg mentalitas PB sambil saya berusaha mencari cara utk bdiskusi dg otoritas Gereja.

Itulah cara saya Bro.

Boleh stuju boleh tidak terserah masing-masing orang.

misalkan Jika tiba2 GS(Gembala Sidang) gereja anda/ GS gereja lain membacakan Matius 19:21 [i](tentu saja GS sebelumnya sudah mengatakan bahwa kotbah dia hari ini diinspirasi oleh RK)[/i]

Matius 19:21
Kata YESUS kepadanya:
Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, "juallah segala milikmu dan
berikanlah itu kepada orang-orang miskin ,
maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

setelah itu GS tsb memerintahkan dgn otoritas pemimpin bahwa
semua jemaat gerejanya harus menjual SEMUA harta dan memberikan ke orang miskin
dalam hari itu juga.

apakah bro Siip akan menjual SEMUA harta materi milik anda dan memberikannya ke orang miskin ?

bagaimana apabila ada jemaat yg tidak menjual SEMUA miliknya,
apakah bearti jemaat tsb tidak taat kepada otoritas GS ?

Jika memang dia diinspirasikan oleh Tuhan, maka saya pasti akan mlakukannya krn ROH KUDUS akan mggerakkan hati saya utk mlakukannya.

Jika tidak, maka tidak akan saya lakukan.
Saya akan keluar dari Gereja itu, pindah Gereja lain tapi saya akan brusaha utk tidak mhakimi Gereja tsb.

Sampai disini apakah Bro mnangkap maksud ssungguhnya dari sgala postingan saya?

Yg saya psoalkan bukan ajaran dan opini Bro thd PERPULUHAN.
Mlainkan SIKAP Bro thd Gereja maupun Hamba Tuhan yg mengajarkan soal perpuluhan.

Perpuluhan itu bukan psoalan ajaran sesat.

Perpuluhan itu masih ajaran ekstrim krn stau saya hingga saat ini tidak ada Gereja yg mngajarkan bhw binasalah orang yg tidak mbayar perpuluhan.

yg perlu diuji adalah apakah perintah GS tsb [b]apakah sudah sesuai dengan Alkitab[/b] karena ROH KUDUS tidak mungkin bertentangan dengan Firman

Apabila tidak sesuai alkitab, maka alkitab berkata TIDAK USAH DIPEGANG

1 Tesalonika 5:21
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Ujilah segala sesuatu tentu termasuk ujilah kotbah/ajaran pak Gem,

peganglah ajaran pak Gem yg baik (yaitu yg sesuai Firman),
sementara
yg tidak baik (yaitu yg tidak sesuai Firman) tentu tidak usah kita pegang

Skali lagi, yg saya persoalkan bukanlah pendapat Anda ttg perpuluhan krn kita mnganut pmahaman dan kyakinan yg sama ttg perpuluhan.

Apakah sampai disini Anda blm paham maksud saya?

berbeda dengan saran anda yaitu pindah Gereja , langkah yg saya ambil adalah meluruskan kembali penyesatan yg dilakukan oleh doktrin-per10an-wajib

Apakah itu ‘penyesatan’?

Rupanya kita masih perlu mdiskusikan soal ‘apa yg sesat’ dan ‘apa yg masih sebatas ekstrim’.

Saya melihat upaya Anda yg begitu berapi-api utk ‘meluruskan’ soal perpuluhan ini sama berapi-apinya spt Gereja yg berupaya ‘meluruskan’ agar perpuluhan diberlakukan.

Pd akhirnya, smua masalah ini kembali pd iman tiap-tiap orang.

Ini bukan masalah KRUSIAL yg mpengaruhi keselamatan.


Soal perpuluhan ini setara dg soal makan babi.

Jika ada Gereja mharamkan babi, ya sudah biar dia haramkan.
Jika ada Gereja mngatakan bhw tidak makan babi akan dberkati Tuhan, ya sudah biar dia mengimaninya.

Ngga penting sama skali utk djadikan bahan serangan Bro.

Ingat apa kata Paulus :

Rm 14:1-23
Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya.
Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja.
Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.
Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.
Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri.
Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah.
Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri.
Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

Sebab untuk itulah KRISTUS telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.
Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.
Karena ada tertulis: “Demi Aku hidup, demikianlah Firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah.”
Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.
Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!

Aku tahu dan yakin dalam Tuhan YESUS, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.
Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena KRISTUS telah mati untuk dia.
Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah.
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh ROH KUDUS.
Karena barangsiapa melayani KRISTUS dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.
Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung!
Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu.
Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

Perhatikan ayat di atas itu Bro.

Skali lagi,
Perpuluhan itu bukan persoalan krusial yg mpengaruhi keselamatan.

Jika ada Gereja yg tidak mnerapkan perpuluhan, [b]berjalanlah[/b] tanpa perpuluhan; maka Jika ada Gereja yg mnerapkan perpuluhan, [b]berjalanlah[/b] dengan perpuluhan;

saya cukup bingung dengan kalimat diatas,
diatas anda menulis suruh menilai berdasarkan sisi roh-nya,
sementra di tulisan kali ini seolah2 menyuruh mau tidak mau tetap harus berjalan di gereja tsb CMIIW

Itu kan berlaku bagi saya pribadi.

Bagi saya, Tuhan ingin saya tetap tinggal disana meski ajarannya ttg perpuluhan tidak saya spakati.

Tp toh saya tidak akan rugi dg mbrikan perpuluhan jika dlakukan dg sikap hati ssuai smangat Perjanjian Baru.

Lagipula perpuluhan bukan soal krusial seolah smua jadi sesat hanya krn masalah salah interpretasi ttg perpuluhan.

menurut saya perlu, karena doktrin-per10an-wajib adalah batu sandungan baik bagi yg sudah Kristen maupun orang yg mau jadi Kristen

Saya tidak stuju dg hal ini.
Jikapun saya dpercaya Tuhan mjd Gembala Sidang, maka sangat mungkin saya akan terapkan perpuluhan.

Walau saya tidak akan mngajarkan kutuk jika tidak mberi perpuluhan dan saya tidak akan mmaksa jemaat mbrikan perpuluhan krn memang sudah tidak mjd hukum, namun lebih berguna bagi saya jika jemaat didisiplinkan mbri perpuluhan dan hasilnya dapat lebih mbantu pekerjaan Tuhan.

Fair saja Bro.

Tp jika jemaat saya tidak mau mbri perpuluhan, ya sudah juga ndak apa.
Dia tetap diberkati Tuhan.

tentang soal [b]kritikan [/b]

silakan renungkan, Alkitab pernah mencatat Paulus mengkritik para pengajar yg mengejar keuntungan utk perut mereka.
Apakah perlunya Paulus menuliskan hal ini dalam Alkitab ?
Apakah perlunya Paulus menuliskan dirinya berkali2 mengkritik pengajar palsu dalam Alkitab ?

apalagi YESUS juga pernah mengkritik habis2an para pemimpin peribadatan / para imam

YESUS perlu mengkritik imam krn imam itu berbeda paham dg YESUS

menyerang tentu berbeda dengan berdiskusi
diskusikanlah dengan pendeta GS anda

saya yakin anda mampu utk berdiskusi dengan baik

Paulus mengerti motivasi orang-orang itu.
Tuhan YESUS juga tau persis motivasi orang-orang itu.

Tapi Anda?
Apakah Anda benar-benar yakin bhw perpuluhan semata dgunakan utk kpentingan egoisme pribadi si pendeta?

Apakah kyakinan Anda benar-benar bdsk penelitian mendalam dan meluas ttg sebanyaknya hamba Tuhan yg mberlakukan perpuluhan?

Ataukah Anda mhakimi bdsk apa yg dilihat mata manusia?


Itulah mngapa saya katakan :

Saya stuju dg maksud Bro ttg perpuluhan dan Taurat.
Pendapat kita sama.

Yg saya psoalkan adalah sikap hati.


Saya sendiri tidak pernah (seingat saya) mhakimi Gereja yg tidak mberikan perpuluhan sbg Gereja yg pelit dan cinta uang.

Mngapa?

Krn saya tidak punya kapasitas utk mbuat phakiman tsb.

Bro Siip, [b]Apa yg kita tau tapi kita simpan sendiri[/b] bisa jadi tidak mlukai sesama saudara dan tampaknya menjaga perdamaian. tapi sebenarnya bisa juga bisa mnambah wawasan orang lain dan meluruskan mereka(pendeta) kembali ke jalan yg benar

Tgantung bgmn pilihan kita mnggunakannya.
Alkitab mencatat bahwa
Paulus tidak sungkem dan bungkem terhadap ketidakbenaran yg terjadi diantara jemaat (gereja)

Ya.
Dengan sikap hati yg proporsional tentunya Bro.

Saya sarankan kita utk mbedakan dulu mana yg fundamental dan mana yg tidak krusial.

Cara kita utk mnegur perkara fundamental tentu beda dg cara kita mnegur perkara yg tidak krusial.

salah satu ciri2 roh agamawi adalah membuat orang percaya utk sungkem dan bungkem terhadap ketidakbenaran ,

Yohanes Pembabtis adalah salah satu contoh orang yg tidak bungkam terhadap ketidak-benaran para pemimpin agama.
Yohanes Pembabtis menelanjangi habis2an imam Farisi didepan banyak orang.

sikap YESUS sendiri terhadap roh agamawi adalah menelanjanginya di depan umum
karena YESUS tahu salah satu cara mengatasi roh agamawi adalah menelanjanginya

Bro Repento,

Saya sarankan bagi Anda untuk tidak lekas mhakimi jemaat lain mngenai perpuluhan.

Walau di Injil itu perpuluhan tidak lagi dwajibkan, tp juga tidak dtuliskan bhw penerapan perpuluhan itu dilarang sama sekali.

Gereja dan otoritas Gereja tetap berhak menerapkan perpuluhan, apalagi jika ROH KUDUS sendiri yg memerintahkannya.

Apa mungkin Roh Kudus mmrintahkannya?
Mengapa tidak?
Kan tidak ada larangan lagi bagiNya utk mnerapkan keinginanNya bagi GerejaNya di jaman PB?

Jika ada sbuah Gereja yg cinta uang, bisa saja Roh Kudus mdisiplinkan Gereja itu dg mnerapkan perpuluhan.

Jika Ia terapkan, mana ada ayat PB yg mlarangNya?

Jika kita serang Gereja itu, bukankah kita mnyerang si Empunya?

Jika Anda menutup kerja ROH KUDUS pdhl tidak ada ayat yg mlarang dilakukannya perpuluhan, maka Bro tau sendiri roh apa yg sdg bkerja.

Saya sadar bhw Gereja tertentu masih kurang tepat dalam melandaskan dasar mngenai ajaran perpuluhan.

Tp kita tidak dalam posisi mhakimi Gereja tsb, krn masalah perpuluhan bukan masalah hidup-mati keselamatan.

terima kasih banyak atas masukannya yg berharga, akan coba saya pelajari lebih dulu

Saya juga mdapat banyak opini berharga dari Bro.

Saya akhiri diskusi sampai disini.
Smua yg perlu saya sampaikan sudah disampaikan dg segala kekurangannya.

wah saudara sipp paham maksud saya …

@slip

Saya senang dengan penjelasan anda dan sebagian besar itulah yang saya pikirkan dan terus terang harapkan dari banyak gereja hari ini.
Sayang anda sudah tutup. Sebenarnya saya mau tanya beberapa hal tentang ini.
Khususnya “mentalitas PL”, ya saya mengerti tentang beberapa hal secara spesifik dihapuskan dari perjanjian Tuhan ketika PL digenapi oleh Yesus, tapi sejauh saya tahu secara mentalitas tetap kecuali kita bicara motivasi, dan motivasi bukan berasal dari FT tapi dari masing2 pribadi. ketika kita bicara mentalitas yang diajarkan PL, maka kita bicara tentang ketaatan, ketulusan, kebaikan, kepasrahan, ucapan syukur, dst. Saya tidak melihat hal yang beda tentang itu didalam PL ataupun PB. Seandainya anda bersedia mungkin bisa memberikan penjelasan tentang hal itu, karena dalam pemahaman saya dengan kata “mentalitas”, maka seakan akan PL mengajarkan manusia memiliki mental yang buruk.

Shalom gbu.

tentu saja harus ditolak, karena itu sama saja menyebarkan doktrin-per10an-yg sesat

bearti disini kita ada 1 kesamaan(yg warna biru)
dan ada 1 perbedaan

tentu saja si pendeta selalu berkata bahwa kotbahnya dia diinspirasi RK
tapi bagaimana apabila ROH KUDUS tidak menggerakkan hati anda ? anda keluar dari gereja ?

ya saya menangkapnya, anda mengajarkan suatu sikap dalam menghadapi ketidakbenaran didalam gereja
dimana sikap anda itu tidak akan saya ambil

jika anda jelas2 tahu bahwa RK tidak menggerakkan anda(posisi anda sama seperti Paulus),
lalu mengapa anda mengambila sika sungkan dan bungkam utk menegor pak Gem ?
anda seharusnya tidak pindah gereja , mungkin justru andalah orang yg Tuhan kirim utk melurukan pak Gem

anda Boleh stuju boleh tidak dengan saya, terserah anda

pemahaman kita memang sama soal per10an sudah tidak wajib bagi umat PB

tapi sikap anda dengan sikap saya terhadap doktrin/ajaran per10an jelas berbeda

menurut saya
doktrin-per10an-wajib adalah doktrin yg menyesatkan bahkan menghancurkan kerohanian didalam gereja
dan lebih jauh lagi menyebabkan perpecahan dalam organisasi gereja

sedangkan menurut anda sepertinya tidak menyesatkan apalagi menghancurkan

berangkat dari 2 sikap yg berbeda terhadap doktrin yg salah ,
tentu saja mengakibatkan sikap saya dan sikap anda
terhadap pendeta-per10an-wajib menjadi sikap yg berbeda pula.

disinilah tampak perbedaan sikap kita dalam merespon doktrin-per10an-wajib
bagi anda hanya sebatas ekstrim,

sedangkan bagi saya doktrin-per10an-wajib, selain tidak alkitabiah juga menyesatkan, menghancurkan kerohanian, bahkan sudah pernah menimbulkan perpecahan diantara para pendeta sendiri

bro Siip, mengapa anda harus permissive terhadap ketidakbenaran didalam gereja ?

yg saya sesalkan .
kalau anda sudah tahu per10an-wajib itu tidak alkitabiah mengapa anda sampai memelintir ayat tentang otoritas pemimpin segala

tahukah anda bahwa sudah ada beberapa gereja yg mengajarkan / mendoktrinkan bahwa
tidak beri per10an = keselamatan hilang

model doktrinnya sbb :
– per10an adalah wajib dengan dasar maleakhi 3:10
– tidak beri per10an → maka berdosa → upah dosa maut → maka tidak beri per10an = maut

Faktanya gereja advent mendoktrinkan bahwa yg makan babi sama saja berdosa
dan Upah dosa ialah maut. apakah ini juga suatu kategori penyerangan ?

sebenarnya pembahasan per10an-wajib ini bukan soal serang-menyerang
melainkan memberikan pengajaran yg benar sesuai standard alkitab

mungkin anda merasa saya sendang menyerang
hal ini saya pahami, itu karena GS anda menerapkan per10an-wajib di gereja tempat anda berjemaat

sehingga terbentuk auto-defence dalam pola pikir anda , ketika saya mengatakan -
pendeta-per10an-wajib adalah pendeta yg cinta uang / pendeta mamon

dimana auto-defence terhadap ketidakbenaran dalam gereja sebenarnya adalah salah satu bentuk jebakan roh agamawi

ayat diatas adalah sikap yg diambil Paulus dalam merespon
persoalan makanan dan persoalan hari

tentu saja sikap Paulus terhadap para pengajar-doktrin-per10an-wajib berbeda .

lalu bagaimana sikap Paulus terhadap pengajar-pengajar Palsu yg mementingkan perut masing2 ?

Roma 16:17-20
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara,
supaya kamu waspada terhadap mereka, yang
bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima,
menimbulkan perpecahan dan godaan.
Sebab itu hindarilah mereka!
Sebab orang-orang demikian tidak melayani KRISTUS, Tuhan kita,
tetapi melayani perut mereka sendiri.
Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk
dan bahasa mereka yang manis
mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.
Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang.
Sebab itu aku bersukacita tentang kamu.
Tetapi aku ingin supaya kamu
bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat.
Semoga Allah, sumber damai sejahtera,
segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu.
Kasih karunia YESUS, Tuhan kita, menyertai kamu!

Perhatikan ayat di atas itu Bro.
Paulus mengkritik pengajar2 palsu yg mementingkan perut dan menipu orang2 yg tulus hatinya
bahkan
Paulus menyuruh jemaat untuk MENGHINDAR

siapa yg akan tahu kalau ternyata
maksud Tuhan menempatkan anda di gereja tsb adalah utk menyadarkan GS anda

terserah terhadap apa langkah yg anda ambil jika anda dipercaya jadi GS

tapi sikap yg diambil oleh Rasul Paulus (sikap seorang Rasul yg diinspirasi RK)
ketika dia menjadi GS sudah JELAS adalah

1 Korintus 9:18
Kalau demikian apakah upahku?
Upahku ialah ini:
bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan
bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

sebagai GS, Rasul Paulus tidak menerima kolekte apalagi yg namanya menerapkan per10an-wajibpajak

bukankah bro sendiri juga sudah tahu sendiri tentang
seorang GS mengajarkan per10an dengan “mentalitas PL” bahkan GS gereja anda sendiri

ketika seorang GS mengajarkan per10an-wajib (apalagi menggunakan maleakhi)
tidak diperlukan penelitian mendalam, kita berdua sudah tahu itu adalah ketidakbenaran,

GS tsb sebernarnya sudah dihakimi oleh Firman, kita yg menegornya

masalahnya disini adalah sikap kita yg benar-benar berbeda terhadap GS yg mengajarkan/mendoktrinkan ketidakbenaran di dalam gereja

sebenarnya kasus kali ini cukup mirip dengan 2000 tahub lalu ,
dimana YESUS menemui ketidakbenaran dalam tempat peribadatan orang Israel

semoga anda menangkap maksud saya sampai disini

kita menegor dengan landasan Firman,
kalau Firman bilang sesuatu ajaran itu salah, kita tidak boleh bungkam dan sungkem

karena bungkam dan sungkem terhadap ketidakbenaran yg terjadi didalam gereja
adalah jebakan halus dari roh agamawi

sekali lagi, menurut saya pribadi. doktrin-per10an-wajib sudah masuk wilayah fundamental

karena sudah sangkin parahnya pengajaran tentang doktrin-per10an-wajib ,

doktrin-per10an-wajib ini sudah berkali-kali menjadi batu sandungan dalam penginjilan

beberapa org ada yg tidak jadi percaya YESUS gara-gara
doktrin-per10an-wajib yg mulai tersebar luas oleh karena ulah para gereja/pendeta-per10an-wajib

bahkan sampai ada kalimat semacam : “untuk masuk ke surgaNya YESUS itu mesti bayar 10%”

menurut saya
penyesatan doktrin-per10an-wajib sudah parah dan mencapai titik fundamental (keselamatan)

Alkitab memang tidak melarang per10an , karena doktrin tentang per10an yg benar adalah

per10an seperti yg dilakukan Abraham yaitu Doktrin-Per10an-TIDAK-wajib

-maaf, bagi saya
kalimat pernyataan anda diatas tidak ada dukungan dasar yg memadai dari Alkitab

bro Siip, ROH KUDUS tidak mungkin berkontradiksi dengan Alkitab

coba renungkan,
bagaimana mungkin ROH KUDUS bisa menerapkan per10an wajib apabila tidak ada dasarnya di Alkitab ?

apabila seorang GS menerapkan per10an secara wajib kepada jemaat gerejanya
tentu saja GS tsb mengatakan bahwa dia diinspirasi oleh ROH KUDUS

-1- perintah-per10an-wajib jelas2 tidak ada dasarnya di Alkitab
-2- ROH KUDUS tidak mungkin melawan isi Alkitab

dengan 2 poin diatas, maka Bro tau sendiri roh apa yg sdg bkerja di dalam diri GS tsb kan.

Saya sadar bhw anda memlilih sikap bungkam dan sungkem terhadap
GS Gereja anda / Gereja tertentu yg kurang tepat dalam melandaskan dasar mngenai ajaran per10an.

saya menyadari posisi anda,
karena kita memang beda pandangan terhadap dampak-buruk yg dihasilkan oleh doktrin per10an-wajib

Thx, Saya mdapat banyak opini berharga dari Bro.

supaya diskusi tidak OOT lagi, berikutnya kita FOKUS ke
Siapakah PENEMU / PENCIPTA / PENGARANG DOKTRIN-Per10an-WAJIB ?

Bro Sip,
dari hasil pencarian saya di om Google

konsili trente tidak merumuskan per10an-adalah-wajib . CMIIW

sedangkan tentang Sinode Macon, saya masih kesulitan mencari isi dari rumusan Sinode tsb
mungkin bro bisa membantu saya memberi link tentang rumusan apa saja yg dihasilkan dari sinode Macon

mohon ijin berdiskusi, hanya ingin berbagi pendapat saja.

Matius 23:23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Lukas 11:42
Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Mengenai topik perpuluhan yang tidak “terlalu” dibahas di PB, alasannya begini. Orang-orang PB sangat mengasihi Tuhan lebih dari segalanya, maka dari itu mereka memberikan persembahan dengan jumlah besar(bukan lg perpuluhan). Oleh karena itu Rasul Paulus menghimbau.

2 Korintus 9:7
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Karena saking banyaknya perpuluhan yang diberi, Paulus berkata seperti itu. Apakah relevan lagi jika Paulus mengatakan 10 persen, sedangkan yang diberi adalah 50%, dan bahkan 90%? Tanah dijual, barang2 dijual dan dipersembahkan kepada jemaat.
Akan tetapi puji syukur karena Alkitab adalah otoritas tertinggi. Dimana 2 ayat pertama mengatakan, yang satu HARUS, dan yang lain jangan di abaikan. Perpuluhan itu harus, dan keadilan & belas kasihan & kesetiaan jangan diabaikan. God bless…

@pleasewait

berbeda dengan penafsiran anda,
penafsiran saya sama dengan gereja Katolik, Lutheran, GKI, GKA, dan beberapa gereja sinode GBI
yang mana gereja2 tsb tidak menerapkan doktrin-per10an-wajib dalam ibadah gereja

terimakasih atas masukannya

tolong tetap fokus pada topik dan tidak melebar kemana-mana

untuk meneruskan diskusi anda bisa memposting di thread seperti “Apakah Perpuluhan penting ?”

nah Topik yg sedang dibahas di thread ini adalah

– Gereja Katolik tidak mewajibkan per10an
– Martin Luther juga tidak mewajibkan per10an

maka ,

Siapakah PENDIRI / PENEMU / PENCIPTA / PENGARANG DOKTRIN-Per10an-WAJIB pertama kali bagi umat PB?

Maaf kalau saya salah kamar. Namun saya masih bingung dengan bagian dari topik. Topik yang dibahas masih seputar perpuluhan. Dan kalaupun ingin mempersempit scope diskusi, saya berpendapat bahwa Perpuluhan adalah Doktrin Alkitab (bibliology). Karena Alkitab sendiri yang mengajarkannya.

Yang lebih mengherankan saya adalah. Tidak ada doktrin gereja yang dibuat tanpa dasar Alkitabnya. Gereja Katolik dan Lutheran tidak menerapkan apakah dasar Alkitabnya?

Pendapat saya, perpuluhan itu wajib sama halnya dengan Yesus itu Tuhan dikarenakan Alkitab berkata demikian. Maka Alkitablah yang menyebabkan doktrin perpuluhan.

Kalau ada ayat referensi yang tidak mengharuskan perpuluhan, atau ada persembahan2 lain diluar yang wajib jemaat tahu, mohon dibagi. God bless

silahkan saja anda menafsirkan demikian,
walaupun sebenarnya penafsiran diatas adalah penafsiran turun-temurun yg terjadi di gereja bapak-anak-mantu

Gereja Katolik : Persepuluhan - Iman Katolik .....Media Informasi dan SaranaKatekese
Gereja GKI : PERSEPULUHAN | suplemenGKI.com

Ok. back to topik
– Gereja Katolik tidak mewajibkan per10an
– Martin Luther juga tidak mewajibkan per10an

maka ,

Siapakah PENDIRI / PENEMU / PENCIPTA / PENGARANG DOKTRIN-Per10an-WAJIB pertama kali bagi umat PB?

atau mungkin juga bisa begini

GEREJA manakah yang pertama kali menegakkan doktrin-per10an-wajib ?

Saya kutip langsung dr link ygn anda beri

GKI
Di GKI tidak ada ketentuan mengenai persepuluhan, kita tidak diwajibkan memberi persembahan dengan jumlah tertentu seperti persepuluhan. Karenanya sampul persembahan di GKI adalah sampul bulanan (bukan sampul persepuluhan) supaya tidak terikat prosentase tertentu, namun mestinya umat tetap memberikan persembahan dengan jujur dan penuh syukur secara rutin sesuai berkat Tuhan yang telah kita terima. Kita juga sungguh memiliki tanggungjawab untuk ikut serta menunjang kebutuhan-kebutuhan Gereja.

*Pertanyaan saya. Di Alkitab, adakah anjuran/perintah yang mengatakan sampul bulanan(yg tidak terikat prosentase tertentu)?

Katolik
Hukum persepuluhan itu dipraktekkan oleh orang Yahudi sampai zaman Tuhan Yesus. Bahkan orang-orang Farisi berusaha mempraktekkan persepuluhan sampai pada hal-hal yang kecil. Mereka mengira bahwa dengan demikian mereka bisa berkenan di hati Tuhan. Namun, kenyataannya mereka justru mengabaikan yang terpenting dalam Taurat, yakni keadilan, belas kasih, dan kesetiaan, sehingga Tuhan Yesus mengecam mereka (Mat 23:23). Dalam perumpamaan Yesus pun Orang Farisi yang telah melakukan banyak kesalehan, termasuk persepuluhan, ternyata tidak dibenarkan oleh Tuhan karena dia tidak menghadap Tuhan dengan penuh kerendahan hati (Luk 18:10-14).
Apakah Pengikut Kristus mempraktekkan persepuluhan?
Bagaimana dengan para pengikut Kristus, apakah mereka diwajibkan untuk membayar persepuluhan? Surat kepada orang Ibrani menegaskan bahwa hukum persepuluhan dipraktekkan orang Yahudi untuk menghidupi para imam dan kaum Lewi (Ibr 7:5). Sementara kita memiliki Yesus, imam agung kita, yang tidak membutuhkan persepuluhan!

*Penulis(Rm. F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr) mengutip Matius 23:23 seperti yang saya kemukakan di atas, dimana perpuluhan harus, dan kesetiaan kepada Allah jangan di abaikan. Namun dia menarik kesimpulan jemaat PB tidak perlu memberikan perpuluhan.

Intisari link di atas adalah Perpuluhan adalah 10% nett dari penghasilan manusia yang diberikan manusia. Sementara yang di maksud Paulus adalah persembahan jemaat kepada gereja. Yang dimaksud Paulus adalah keseluruhan persembahan kita. Tidak berarti tiap bulan namun berarti tiap ada rasa syukur/berkat yang Tuhan berikan kepada kita. Tidak perlu pas gajian ataupun harus tiap bulan kita memberikan persembahan lewat persembahan bulanan.

Kesimpulannya, sampul bulanan ataupun syukur/berkat yg kita berikan kepada gereja itu adalah perpuluhan. Idealnya menurut Alkitab, 10% bisa juga lebih(berdasarkan himbauan Paulus). Akan tetapi sudah mendarahdaging dalam pemahaman kita bahwa perpuluhan itu adalah 10% dr gaji yang HARUS. Ini adalah konsep yang salah dimana orang akan memberi dengan paksaan(bayangkan kalau itu harus). Perpuluhan(persembahan) harus diberikan dengan kerelaan hati, bukan dengan paksaan. Tidak ada gereja yang akan bertahan tanpa persembahan(nama lain Perpuluhan dalam jemaat PB).

GEREJA manakah yang pertama kali menegakkan doktrin-per10an-wajib?
*Semua gereja pasti memberikan perpuluhan(persembahan) saya rasa. Cuma konsep dibalik perpuluhan itu yang ada banyak tafsirannya. Ada yang bilang tanpa perpuluhan, gereja bisa berkembang. Tanpa disadari persembahan itu adalah persepuluhan(pemberian). God bless