Sikap GPIB terhadap GMIT, GMIS dan GMINDO

Dear all…

Minggu kemaren saya baru mengantarkan pendeta GMINDO : Gereja Masehi INjili Indonesia untuk melayani di gereja GMIT : Gereja Masehi Injili Timor.

Nah pada waktu menjemput kembali kami diundang untuk santap siang bersama disitu ada sedikit bincang2…
Dari perbincangan tersebut disebutkan bahwa di Batam karena masuk Indonesia bagian barat maka GPIB kurang menyukai keberadaan GMIT : Gereja Masehi INjili Timor atau juga GMIS : Gereja Masehi Injili Sangirtalaud dan GMindo : Gereja Masehi Injili Indonesia.

Karena dulu sudah pernah ada kesepakatan antara GPIB dan GMIT, GMIS dan GMIM (Gereja Masehi Injili Minahasa) bahwa untuk umat mereka yang berada di Indonesia bagian barat maka mereka hendaknya bergabung dibawah GPIB ; Gereja Protestan Indonesia Barat.

So dengan berdirinya GMIT, GMIS dan GMINDO yang merupakan pecahan dari GMIM berarti mereka menyalahi kesepakatan terdahulu.

Menurut pendeta GMIT bahkan masalah ini pernah dirundingkan di tingkat PGI dan PGI tidak bisa berbuat banyak karena GPIB berkeras pada hasil kesepakatan terdahulu dan kata pendeta GMIT , GPIB meminta PGI memilih antara mensahkan GMIT di bagian indonesia barat dan GPIB akan keluar dari PGI …

waduh kok bisa begini yah dalam hati saya …padahal tata liturginya sama dan sama aliran tapi kok sampai harus berpisah yah…:slight_smile:

Sejak saat itu PGI menurut pendeta GMIT mulai tidak melibatkan GMIT dalam kegiatan2 bersama…(kurang jelas bagi saya)

Well itu saja sharing dari saya mungkin temen2 disini bisa memberikan tanggapan atau mungkin klarifikasi untuk hal2 yang kurang saya ketahui ini.

shalom :slight_smile:

Shalom,

Bro Leonardo, apakah Bro mau mengatakan sesuatu atau analsis Bro tentang keberadaan itu dan juga penyebanya?

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Shalom Bro Leonardo,
Nggak usah heran lah Bro… :mad0261: justru yang kita Prihatin adalah IRIAN / PAPUA yang oleh Gereja2 Misi di kaplingin wilayah ini Katolik, wilayah ini GKI, wilayah ini Baptis, wilayah ini Pantekosta, Wilayah ini GMIM , Wilayah ini Bethel ? :mad0261: :mad0218:

Inilah yang membuat sedih hati TUHAN ! :’( apalagi sekarang Papua sudah di masuki secara massive oleh Kedar ! hampir 50 % mereka yang tadinya tidak pakai baju dan ternak babi sekarang sudah pakai baju dan ternak kambing / sapi ( babi haram ! ) sementar GEREJA sibuk dengan ego masing2 pemimpin Gereja merasa PALING BENAR ! & PALING BERHAK !
KESATUAN TUBUH KRISTUS ? :mad0261: jangan cuma FORMALITAS ! :knuppel2:
Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.”
Firman Tuhan adalah pedang bermata dua , Ayat diatas berlaku untuk mengingatkan Gereja Tuhan juga …
GBU.

Iya, kita doakan saja supaya dapat bersatu sesuai dengan ke-inginan-Nya…

nice info…sedih membacanya…

Menurut saya, selama masih ada conflict of interest antar para pendetanya, sepertinya kesatuan ini sulit terwujud. Semoga terang Roh Kudus selalu menerangi pemimin gereja-gereja ini supaya kesatuan gereja bisa terwujud dengan kasih.

AMDG

[email protected]

COBA KITA Lihat SECARA sudut pandang KELEMBAGAAN / institusi YANG ADA di Indonesia saja dulu dan jangan masuk dulu keranah Alkitab. Malah nanti jadi Rancu…Karena ini semua bukan menjadi sangkut pautnya Alkitab. Tapi ini menyangkut manusianya yang mengusung Gereja Tuhan.

Menurut saya Nama gereja GPIB ya sesuai dng teritorial bukan .??.( sesuai kewilayahan yang ada di Indonesia …Barat, Tengah dan Timur ). Wilayah NKRI kita dari Sabang ( termasuk wil.Barat ) sampai Marauke ( termasuk wil.Timur ) Namun Wil. Tengah adalah antara Barat dan Timur.
Dan semuanya itu diatur dalam sidang besar Sinode…Yang mana tiap wilayah teritorial yang ada di nkri ini punya Sinodenya secara sendiri-sendiri pula.

Kemudia di wilayah Jabiotabek ini sendiri banyak Gereja ada dan berdiri dikarena faktor kesukuan, seperti adanya Gereja Jawa, Gereja Batak, Gereja Minahasa…dll NYA lagi. Dan semuanya itu beraliansi Protestan juga. Jadi kalau tidak salah dibawah naungan SINODE Indonesia bagian Barat juga.

Nah kalau melihat persoallan yang anda informasikan tsb…Ya kok jadi aneh juga kan…??? Soalnya wilayah Batam tsb masih termasuk WIlayah teritorial Indonesia Bagian Barat BUKAN…??
Dan secara faktual di Batam ada GEREJA : GMIT; GMIS dan GMINDO…Namun induk organisasi GEREJA tsb adalah GMINDO bukan ( kalau endak salah loh …)
Kedua gereja itu, misalnya GMIT ( Gereja Masehi Injili Timor )…bukan Timur kan.?? Tapi memang Gereja itu dominan
bagi KUMUNITAS yang bersuku Timor pastinya , yang kebetulan komunitas tsb sdah banayk berada di wilayah Batam.
Dan kalau misalnya GMIS ( Gereja Masehi Injili Sangirtalaut ) , berarati memeng gereja itu dominan bagi komunitas yang bersuku Sangir talaut pastinya, yang kebetulan komunitas tsb juga sudah banyak berada di wilayah Batam.

Berarati venomena kebangkitan ( bertambahnya jumlah gereja di indonesia ini ) sekarang ini sedang lagi ngetrend
mungkin ya…sesuai dng faktor KESUKUANNYA. Karena memang sudah banyak orang mau menjadi pendeta. apapun itu sukunya. Dan generasi di dekade sekarang inilah memeng banyak bermunculan Pendeta-pendeta generasi muda yang membangun gereja ( atau mencari pangsa pasarnya )… melalui dari landasan kesukuan…Dan sepertinya antusias masyarakat kesukuan malah menjadi terpanggil untuk mensuport anak-anak berpotensi dari sukunya untuk membangun Gereja ( persekutuan gereja sesuai dasr kesukuan ). KARENA YANG NOTA BENE SUDAH ADA PENDETA YANG DARI MASING MASING SUKU tsb bukan…???

Jadi mnurut saya…jika gereja tsb mengarah kepada segi bisnis…mencari pangsa pasar…maka terdikotomilah siitim
Organisasi gereja secara Teritorial ( perwilayahan ). Dan secara Garis komandonya pun menjadi semangkin sulit dalah hal pembinaan secara keseluruhannya…

Namun jika Gereja itu mengarah pada aturan dasar Alkitab, maka sistim Teritoriallah yang sebetulnya menjadikan Gereja itu solid secara kedalam dan keluar. Walaupun aliansinya berbeda satu dengan yang lainnya …namaun poros nya sama, yakni tetap Tuhan Kita Yesus Kristus.

Salam GBU

perasaan bro leonardo belum mengutip alkitab deh… :smiley:

Shalom Bro Purba,
Diatas Bro bilang masalah TERITORIAL dan KESUKUAN gereja di INDONESIA . saya jadi teringat akan GEREJA KRISTEN PASUNDAN secara Teritori berada di Indonesia bagian Barat, Secara kesukuan ya suku SUNDA ( Jawa Barat ) tetapi kenapa Pendeta dan Pengurusnya MAYORITAS dari Hutabarat, Sitorus, Siahaan , Simangunsong… dan orang Sundanya malah MINORITAS ? terus gimana nich Bro pembagian berdasar TERITORI dan SUKU nya ? :mad0261: lagi - lagi masalah KAVLING ?! :mad0261:
GBU.

Wah menarik ya tentang gereja2 di Indonesia, ada yang mau tau tentang gereja2 di Malaysia, lumayan juga hahaha…

Saya sih dari Gereja Injili/Evangelikal Borneo dengan jumlah keanggotaan sebanyak 400, 000, dengan GRK merupakan mayoritas sebanyak 600, 000 anggota.

Gereja lain ialah Gereja Anglikan sebanyak 100, 000, Gereja Kristen Basel Malaysia (Kalvinisme) sebanyak 70, 000, Gereja Protestan di Sabah, 65, 000, Gereja Methodist, 60, 000 anggota, Gereja Lutheran sebanyak 50, 000. Gereja2 beraliran Karismatik-Pentakosta-Indepen, 40, 000 anggota. Lain2 spt Adven, 10, 000, SSY, 4000, Mormon 2000 anggota.

Jika dihitung, jumlah pemeluk Kristen di Malaysia ialah 1.7 juta jiwa dengan 65 persen adalah pribumi spt suku Dayak (Iban, Bidayuh, Melanau, Long Bawang, Kelabit, Kenyah dan Penan) di Sarawak, suku Melayu asli (10, 000 anggota) dan suku Kadazan, Dusun, Lundayeh, Rungus dan Murut dari Sabah, lain-lain ialah suku Tionghua, Serani dan India.

Tetapi sayang, kepimpinan (termasuk dana dan pendidikan/sekolah2 theologia) semuanya dipegang suku Tionghua baik itu dari GRK atau gereja2 Protestan mainstream dan Karismatika-Pentakosta. Keterbalikkan, mayoritas gereja2 pribumi antara yang paling termiskin dengan gereja2 usang di kampung2 manakala gereja2 mega kebanyakan dari suku Tionghua di kota2 besar…sungguh satu ironi yg bukan hanya masalah di Indonesia saja.

Aku mau tanya bro…

kalo di Malaysia, Sejauh mana Negara mencampuri urusan Agama Warga Negaranya…?
Dalam hal Hari Raya, Pendirian Rumah Ibadat, Denom2 yang diharamkan… atau sejenisnya…

===

mengenai Syariat Islam, seberapa Jauh Syariat Islam disana mempengaruhi Umat Kristiani…?

Menurut saya sih, orang Kristen menganggap mereka selalu dijadikan kambing hitam dalam pertikaian kelompok2 Islam. Kami juga sentiasa dianiaya. Ya, seperti 2nd class citizen begitu…

Dalam hal Hari Raya

ya memang hari Natal dan Jumat Agung itu hari liburan tetapi Gereja2 dilarang meraikannya secara besar2an, saya masih ingat saat sebelum Natal, gereja kami mendirikan poster besar dengan lukisan kisah kunjungan orang majus di perkarangan gereja tetapi kemudian disuruh pemerintah lokal untuk menurunkannya karena menyinggung orang Islam (lukisan orang majus kayak orang Arab yg nota bene orang Islam).

Pendirian Rumah Ibadat

Gereja2 lama dilarang membesarluaskan gereja meskipun jemaat sudah bertambah. Gereja2 baru dilarang membangunkan gereja khususnya di kawasan2 mayoritas Islam. Jadi banyak gereja dibangunkan di mall dan ruko (rumah toko). Di propinsi yg mayoritas Kristen hal ini tidak sulit, hanya di propinsi mayoritas Islam saja.

Denom2 yang diharamkan.. atau sejenisnya..

Pemerintah tidak pernah melarang denom2 Kristen termasuk bidat2, pemerintah juga tidak mengkontrol gereja. Cuma berbeda dengan Indonesia, orang Kristen mempunyai banyak MPR di Parlimen, sekitar 35% dengan 10 daripada 24 Mentri dan Wakil Mentri ialah orang Kristen. Tetapi anggota2 ini tidak melakukan banyak, justru mereka banyak yg merugikan orang Kristen, misalnya ngga berani bersuara apabila org Kristen dianiaya, misalnya dalam kasus 'Allah" dan kasus murtad.

Tetapi Kristen sama sekali dilarang menyebarkan agama ke pemeluk Islam.

mengenai Syariat Islam, seberapa Jauh Syariat Islam disana mempengaruhi Umat Kristiani..?

Sebetulnya ngga ada undang2 Islam di Malaysia, maksud saya yg murni ngga ada. Semuanya sudah dimodifikasi, misalnya orang Muslim yg murtad tidak dihukum mati tetapi dimasukkan ke dalam sel khusus (Pusat Pemulihan Akidah) sehingga benar2 ‘sadar’.

Juga puasa, kalu ditangkap basah tidak melakukan puasa (makan di khalayak) minimal di hukum dengan dengan sekitar RM1000.00 (3 juta rup).

Memang di sana sini dilakukan Islamisasi. Banyak juga orang Kristen pribumi yg akhirnya meninggalkan iman mereka. Satu hal yg harus dicatat, orang Melayu Islam tidak terlalu ekstrim terhadap agama mereka hanya mereka sering dikawal oleh pemerintah hingga banyak juga yg bosen dengan tindakan pemerintah itu, baru2 ini diadakan himpunan anti murtad yg menjadikan Kristen sebagai target, para panatia mengantisipasikan 1 juta jiwa muslim tetapi yg hadir cuma 5000 jiwa, nah Melayu disana udah bosen dengan pemerintah yg terlalu mengkontrol dan memanupulasikan agama mereka untuk mempertahankan kekuasaan yang korup dan tidak demokratis ini.

iya [email protected]… memang sengaja belum…kan saya ajak dulu melihtanya dari luar Alkitab…dulu…?? heheheh
tapi dicuekin ama yang punya tRIT…yo wes…lah…!! ta enteni wae…
GBU

HAHAHAHAH…YAITU BROO…jADI PIJAKANNYA APA DONG…kalao ada maslah seperti ini bukan…???

Sedih juga dan menjadi kita yang kristen berpikir.apa ya yang membuat para petinggi-petinggi gereja sampai tidak punya tolok ukur lagi untuk memposisikan mana yang dapat secara bijaksana dapat dijadikan stsndardnya…??

Salam GBU

Wah mas Leonardo hebat yah. Mas ini pastor atau romo ya?

Mungkin mereka kurang baca alkitab ya? rawan dimanipulasi antek iblis tuh

Kesepakatan gimana ya mas? jelas ada antek iblis diantara mereka.

ya jelas bisa mas Leonardo, Yesus bilang kan banyak antek Antikris yang berkeliaran di akhir jaman untuk menyesatkan umat.

Bukannya bingung meneliti Firman Tuhan dan mengajarkannya, malah ikut pola pikir berdasar denom/ organisasi yang diwariskan dari abad kegelapan. INJIL KRISTUS kok dibagi2 berdasar golongan. Yang musti dipisahkan itu Injil Kristus dengan Injil Lain yang BERTENTANGAN dengan Injil Kristus

Well itu saja sharing dari saya mungkin temen2 disini bisa memberikan tanggapan atau mungkin klarifikasi untuk hal2 yang kurang saya ketahui ini.

shalom :slight_smile:

Justru saya mengharapkan masukan atau sharing dari rekan2 yang lain lebih bagus kalau yang dari denom yang bersangkutan itu sendiri yang jauh lebih paham dari saya.

shalom :slight_smile:

Sebenarnya sih kalau mereka pakai baju dan jadi peternak domba atau kambing yah nggak apa2 bro :slight_smile:
Tapi kalau meninggalkan iman akan Kristus wah sangat disayangkan …mudah2an jadi perhatian para hamba2 TUhan disana yah bro…dengan memperkuat kesatuan diantara mereka .

GBu :slight_smile:

boleh2…silahkan bro :slight_smile:

Oh begitu yah…:slight_smile:

Tapi GMIM : Gereja Masehi Injili Minahasa punya sinode sendiri juga bro…sinodenya di Tomohon wilayahnya Menado, bitung, dan minahasa dan memang mayoritas orang2 manado.
Kebijakan mereka memang tidak membuat jemaat di tempat lain.

Oleh karena itu orang2 manado di tempat lain seperti Jakarta membuat pecahan GMIM dengan nama GMINDO : Gereja Masehi Injili Indonesia dan mereka punya sinode sendiri juga jadi sudah terpisah dari GMIM.

Di Batam GMINDO baru sedikit karena kebanyakan orang Manado masih bergereja di GPIB.
Mungkin ceritanya akan lain kalau GMIM buka jemaat di Batam …kemungkinan para kawanua di GPIB pada pindah ke situ :slight_smile:
Ada juga kabar kurang sedap karena GMINDO mulai merangsek ke daerah manado dan membuat gusar sinode GMIM…

Kalau GMIS ini juga punya sinode sendiri di Sangir coraknya kesukuan juga tetapi tata liturgi, lagu2nya masih sama dengan GMIM atau GPIB.
Nah kalau GMIS kebijakan sinode mereka membuka jemaat di mana2…
Di indonesia bagian barat , mereka juga buka ada yang di batam, di medan, di jakarta dll…kalau di batam kebanyakan adalah pelaut.

sedangkan GMIT : Gereja Masehi Injili Timor…ini juga punya sinode sendiri.
Di daerahnya sendiri banyak penatua dari pendatang, maklum di tempat mereka kebanyakan / mayoritas beragama katolik jadi yang protestan memang sedikit dan banyak juga dari pendatang.

Di batam ada sekitar 60 KK…awal mulanya sinode GMIT sendiri tidak merestui mereka dan awalnya mereka bergereja di GPIB namun kata mereka sekali GMIT tetap GMIT diakui atau tidak oleh sinodenya …wah2…akhirnya GMIT mengirimkan pendeta ke sana dan terjadilah gesekan dengan GPIB begitu juga dengan GMIS dan GMINDO.

Sebenarnya dalam keanggotaan PGI malah GMIM dan GMIT dan GMIS termasuk anggota2 yang awal sama seperti GPIB jadi dari sinilah mereka mulai bikin kesepakatan pada waktu jemaat mereka belum berdiaspora :slight_smile:

Mungkin ada baiknya PGI memfatilitasi kembali pertemuan diantara mereka…
sayang sekali karena baik GPIB, GMIM, GMIT dan GMIS mempunyai tata liturgi, iman, syahadat bahkan lagu2 yang sama diambil dari kidung jemaat. Sayang sekali jika terjadi pergeseran2 di antara mereka.

sekedar sharing…kalau di Katolik memakai sistim keuskupan jadi masing2 daerah punya keuskupannya sendiri2…tetapi tetap dalam kesatuan iman , liturgi, dll.

Puji TUhan saya ndak pernah kesulitan kalau sedang tugas luar daerah karena dimana2 Gereja katolik ada dengan tata liturgi, misa dll yang tetap sama.

shalom :slight_smile:

saya bukan orang hebat dan saya bukan pastor :slight_smile:

Mungkin mereka kurang baca alkitab ya? rawan dimanipulasi antek iblis tuh

Kesepakatan gimana ya mas? jelas ada antek iblis diantara mereka.

ya jelas bisa mas Leonardo, YESUS bilang kan banyak antek Antikris yang berkeliaran di akhir jaman untuk menyesatkan umat.

Bukannya bingung meneliti Firman Tuhan dan mengajarkannya, malah ikut pola pikir berdasar denom/ organisasi yang diwariskan dari abad kegelapan. INJIL KRISTUS kok dibagi2 berdasar golongan. Yang musti dipisahkan itu Injil KRISTUS dengan Injil Lain yang BERTENTANGAN dengan Injil KRISTUS

shalom :slight_smile:

Jujur saya bingung koment kamu ini kok dikit2 iblis …dikit2 menghakmi…ini denom kamu sendiri lho mbok yah kalau kasih koment sedikit menghargai begitu apalagi ini hamba2 TUhan . Sikap mereka yang kurang kita sepakati, sukai bukan menjadi alasan untuk kita buat menjudge atau mengiblis2kan mereka… Paham!

shalom :slight_smile:

hehe…orang sabar disayang TUhan…sudah ditanggapi kan…

GBu :slight_smile: