SILOGISME ALA YOHANES 1:1

Silogisme Yohanes 1:1 kerap kali digunakan oleh KRISTENER sebagai argumentasi ketuhanan Yesus, hal ini karena secara eksplisit yesus tidak pernah menyatakan bahwa Ia Tuhan n bahkan memerintahkan manusia untuk menyembahnya… wal hamdulillah… dan kami ummat Islam menjadi saksi atas hal ini…
Karenanya, hal ini menggelitik saya untuk membahas KONSEP SILOGISME dan aplikasinya atas Silogisme versi New Testament ini…
Silogisme adalah suatu metodologi logika DEDUKTIF… artinya suatu kesimpulan yang sah dari suatu penalaran deduktif selalu merupakan akibat yang bersifat keharusan dari pernyataan-pernyataan yang lebih dulu diajukan. (Elements of Philosophy; Louis O Kattsoff)
Proposisi (qodiyyah) adalah perkataan yang bisa dinilai apakah orang yang mengatakannya benar atau salah.
Silogisme (qiyas) adalah perkataan yang tersetruktur dari beberapa proposisi yang, jika sekali saja dituturkan, meniscayakan munculnya perkataan lain. (hikmatul Isyroq/filsafat iluminasi; Suhrawardi)
Bentuk silogisme memiliki 2 proposisi dan satu konklusi
Proposisi 1: disebut Premis Mayorà disebut MAYOR/UMUM karena proposisi inilah yang memayungi premis Minor, artinya Premis minor akan selalu berada dalam wilayah premis mayor, kecuali jika bentuk premis minor bersifat negasi, maka konklusi pun bersifat negasi, yang artinya mengecualikan bentuk umum Premis Mayor.
Proposisi 2: disebut Premis Minor disebut MINOR/SPESIFIK, karena Premis ini adalah bagian dari nilai Premis Mayor, kecuali jika dalam bentuk Negasi terhadap premis Mayor
Konklusi à konklusi bersifat afirmatif, jika semua proposisi bersifat afirmatif, bersifat negatif, jika salah satu proposisi bersifat negatif dan tidak mempunyai konklusi jika kedua proposisi bersifat Negatif.
Bentuk-bentuk Silogisme: 1. Kategoris, hipotetis dan Konjungtif.
Karena bentuk silogisme Yohanes 1;1 adalah kategoris, maka dalam hal ini kita bahas silogisme kategoris saja.

  1.   Silogisme Kategoris/penggolongan
    

silogisme Kategoris adalah struktur suatu deduksi berupa suatu proses logis yang terdiri dari tiga bagian yang masing-masing bagiannya berupa PERNYATAAN KATEGORIS (pernyataan tanpa syarat). Mudahnya, disebut Kategoris karena semua proposisinya berbentuk Kategoris. Dan Silogisme Yohanes 1:1 termasuk dalam bentuk Silogisme ini

Suatu Silogisme harus memiliki 3 term;
Subjek (S)
Predikat (P)
Midle term (penghubung antara 2 kalimat) (M)

Contoh:
Setiap manusia (M) akan merasakan MATI (P) (kullu insaan zaaiqotul maut) > PREMIS MAYOR
RUDI (S) seorang Manusia (M) > PREMIS MINOR
Rudi (S) akan MATI (P) > KONKLUSI

Lalu bagaimana dengan ini:

Setiap Manusia (M) akan merasakan MATI (P) à Premis Mayor Aksiomatis
Raja SALOM (S) seorang MANUSIA M) à Premis Minor
Raja SALOM (S) TIDAK MATI (bukan M) à Konklusi
Kesimpulan silogisme ini jelas keliru, karena bersifat NEGASI, sedangkan kedua Premis di atas bersifat Afirmasi
Konklusi telah keluar dari Proposisi yang benar dan sah
Konklusi tidak berbentuk kondisional konektif (syartiyyah muttashilah)
Lalu bagaimana jika bentuk silogisme dirubah:
Setiap Manusia (P) akan merasakan MATI (M) à Premis Mayor Aksiomatis
Raja SALOM (S) TIDAK MATI (bukan M) à Premis Minor
RAJA SALOM (S) BUKAN MANUSIA (bukan M) à Konklusi
Jika bentuk silogisme seperti di atas, maka dapat kita katakan itu bentuk silogisme yang BENAR dan SAH. Lalu bagaimana dengan pernyataan Bible sendiri terhadap jati diri Raja Syalom…??

Silogisme al-Quran
Setiap Manusia akan merasakan MATI (kullu nafsin zaaiqotul maut – Ali Imran:185/al-Anbiyya:36)
ALLAH tidak merasakan mati (kullu syai;in haalikun illa wajhaHu – Al Qosos: 88)
ALLAH bukan Manusia

ALLAH menciptakan makhluk hidup dari AIR (al-Anbiyya: 30)
Besi bukan dari AIR
Besi Bukan mahkluk hidup

PRINSIP DASAR SILOGISME
Terdapat dua buah term, keduanya mempunyai hubungan dengan term lain, maka kedua term itu satu sama lainnya memiliki hubungan pula (A = C; B = C; … A = C)

Contoh : Pak Budi adalah ayah Anto
Pak Budi adalah guru SD
Jadi, ayah Anto adalah guru SD

  1. Terdapat dua buah term, satu di antaranya mempunyai hubungan dengan sebuah term ketiga, sedangkan term yang satu lagi tidak, maka kedua term itu tidak mempunyai hubungan satu sama lain (A = C; B = C; … A = B)
    Contoh:

Ani bukanlah putri Pak Ano
Puteri Pak Ano sngatlah cantik
Jadi, Ani tidaklah cantik

BENTUK SILOGISME

Bentuk I : Dalam bentuk I, term penengah adalah S premis mayor dan P premis minor.
Semua manusia akan mati (MP)
Rudi adalah manusia (SM)
Jadi, Rudi akan mati (SP)

Bentuk II : Dalam bentuk II, term penengah P dari kedua premisnya
Semua manusia bijaksana (PM)
Semua hewan tidak berotak (SM)
Semua hewan bukan manusia (SP)

Bentuk III : Dalam bentuk III, term penengah adalah S dari kedua premisnya
Manusia adalah berbudaya (MP)
Manusia itu juga berakal budi (MS)
Jadi, semua yang berakal budi juga berbudaya (SP)

Bentuk IV: Dalam bentuk IV, term penengah adalah P dari premis mayor dan S dari premis minor
Semua dosen menulis (PM)
Semua yang menulis pandai (MS)
Sebagian yang pandai adalah dosen (SP)

Aturan-aturan Umum Silogisme Kategoris dan Pelanggaran yang
Menimbulkan Kesalahannya.

Aturan I : Tiap-tiap silogisme pastilah terdiri atas tiga term.
Aturan itu berguna untuk menentukan cara penarikan konklusi dalam bentuk silogisme atau bukan. Suatu bentuk silogisme harus mempunyai tiga term yaitu term mayor, term minor dan term penengah yang masing-masingnya disebut dua kali. Pelanggaran terhadap aturan ini akan berdampak kesalahan adanya empat buah term atau kesalahan pembolakbalikan (fallacy of equivocation).

Contoh 1:
Semua manusia pasti mati

Semua monyet adalah binatang
Jelaslah bahwa dari dua premis di atas, tidak terdapat konklusi yang dapat diambil.

Contoh 2
Kaki saya menyentuh sofa
Sofa menyentuh lantai.
Kaki saya menyentuh lantai.
Dalam contoh 2 terdapat empat butir term yaitu kaki saya, menyentuh sofa, sofa
dan menyentuh lantai. Karena itu, tidak ada konklusi yang dapat ditarik.
Berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat menarik kenyataan bahwa term yang dipakai dalam silogisme tidak boleh ada yang bermakna ganda (ambigu). Jika salah satu term bermakna ganda, maka kita akan membuat kesalahan equivocation. Kata- kata yang dimiliki makna ganda merupakan beberapa term sesuai dengan jumlah makna yang terkandung di dalamnya. Jika term mayor bermakna ganda, kesalahan akan menjadi bermakna ganda mayor. Jika term minor atau term penengah yang bermakna ganda, maka kesalahan akan menjadi bermakna ganda minor atau bermakna ganda penengah.
Berikut ini merupakan contoh kesalahan argumen dan pemakaian term yang

bermakna ganda.

  1. Bermakna ganda mayor
    No courageous creature flies
    The eagle is a courageous creature
    The eagle does not fly
    Dalam contoh pertama term mayor terbang (flies) dipakai dengan makna ganda.
    Dalam premis mayor artinya ‘hilang dari perasaan’ . Dalam konklusi artinya

‘terbang di udara’

  1. Bermakna ganda minor
    No man is made of paper
    All pages are me
    No pages are made of paper
    Pada contoh diatas term nimor pages dipergunakan dengan arti yang tidak sama.

Pada premis artinya ‘pelayan’. Sedangkan dalam konklusi artinya ‘halaman buku.’
Bermakna ganda penengah

  • Semua perbuatan kriminal harus dihukum dengan undang-undang
    Pendakwan terhadap pencuri adalah perbuatan criminal.
    Pendakwaan terhadap pencurian harus dihukum dengan undang-undang.
    Perbuatan kriminal dalam premis mayor artinya ‘kejahatan’ dan dalam premis
    minor artinya ‘perkara kriminal’.

Aturan II : Silogisme mestilah terdiri dari hanya tiga proposisi
Aturan II, sama halnya dengan aturan I yakni hanya untuk membedakan silogisme dari bentuk-bentuk penarikan konklusi tidak langsung lainnya. Aturan ini sebenarnya telah dinyatakan dalam definisi silogisme oleh karena itu, tidak ada yang harus dibahas lagi.
Aturan III: Term penengah mestilah tersebar dalam premis, paling kurang satu kali.
Karena term penengah menyebabkan term mayor dan term minor mempunyai hubungan, maka ia mestilah tersebar dalam salah satu premis, paling kurang satu kali. Jika term penengah itu tak tersebar, jelas tidak akan terdapat hubungan antara kedua premis itu dan karena itu konklusi tidak akan dapat ditetapkan. Oleh karena itu, jika sebagian term penengah berhubungan dengan term mayor, dan sebagian lainnya berhubungan dengan term minor, maka tidak ada konklusi yang dapat diambil. Misalnya dari dua proposisi di bawah ini tidak ada koklusi yang dapat diambil.

HUKUM2 YANG BERKAITAN DENGAN SILOGISME KATEGORIS
A. Bila salah satu Premisnya bersifat PARTIKULAR (menyatakan sebagian), maka Konklusinya juga harus PARTIKULAR
Contoh:
Semua Manusia SENANG Kemerdekaan
SEBAGIAN BESAR Kristen dan Yahudi adalah IMPERIALIS (Penjajah)
Semua manusia TIDAK SENANG TERHADAP SEBAGIAN BESAR KRISTEN DAN YAHUDI.
Atau KONKLUSI bisa juga;
SEBAGIAN BESAR KRISTEN DAN YAHUDI TIDAK DISENANGI MANUSIA.

B. Bila salah satu Premisnya bersifat NEGATIF, maka konklusinya juga harus NEGATIF
Contoh:
Semua lulusan S2 ITB berintelektual tinggi
Rudi tidak mempunyai Intelektual yang tinggi (PREMIS NEGATIF)
Rudi bukan lulusan S2 ITB (KONKLUSI NEGATIF)

Sekarang mari kita bahas Yohanes 1;1
Pada Mulanya (P) adalah FIRMAN (M) à Premis Mayor
Firman (M) bersama-sama dengan Tuhan (S) à Premis Minor
Firman (M) itu adalah Tuhan (S) à Konklusi
Kesalahan dari Silogisme ini:
Bentuk Proposisinya tidak sempurna, karena tidak berbentuk MP, SM, SP bahkan hanya berbentuk PM, MS, MS. Lalu dimana bentuk silogismenya…??
Posisi Midle Term sebenarnya hanya berfungsi sebagai koneksi, dan bukan premis yang dijadikan sebagai bahan silogisme itu sendiri, dan Yohanes 1;1 ternyata melakukan silogisme terhadap Midle Term.
Menyalahi bentuk logika dasar.
Pada Mulanya adalah FIRMAN… artinya sebelum segala sesuatu adalah FIRMAN, bahkan firman lebih dulu dari Tuhan… maka bagaimana mungkin konklusinya menjadi Firman itu adalah tuhan…??
Jika Firman adalah awal segala sesuatu, lalu apa maksud kebersamaan firman dengan tuhan…??
Secara fakta, semua manusia memahami, bahwa berbicara adalah bagian dari manusia, akan tetapi manusia itu sendiri bukanlah kata-kata. Lalu bagaimana dengan silogisme Yohanes 1;1 yang menempatkan Premis Minor di Posisi Mayor…??

Demikian…

katro:smiley: :smiley:
sok menggunakan logika untuk meng-analisa alkitab …
alkitab bukan tulisan ilmiah …
alkitab diatas ilmiah
BIBLE IS BEYOND SCIENCE / LOGICAL :afro:

Maaf-maaf, kok begini ya buah dari pohon yang anda yakini itu ??

coba dulu dicerna baik-baik…
“pada mulaya adalah firman…” maksud dari pada mulanya itu ketentuannya / artinya bagaimana ?

pada mula sebelum Tuhan ada ?
pada mula sebelum dunia ada ?
pada mula sebelum bumi ada ?
pada mula sebelum manusia ada ?

jadi anda membuat konklusi dari sebuah kalimat yang anda belum cerna, tetapi anda beri konklusi dari “pengertian” dan “sangkaan” / “asmumsi” anda sendiri.
konklusi seperti inilah yang membuat argumen anda rontok semua.
tolong dipelajari bentuk dari susunan kalimat menurut bahasa aslinya secara tuntas baru dikupas.

GBU

Pada mulanya adalah Firman itu BUKAN BERARTI Firman lebih dulu ada dibandingkan dengan keberadaan ALLAH… itu logika yang kebablasan!! :smiley:

Yang dimaksudkan dengan Firman adalah awal dari segala sesuatu itu adalah keberadaan Firman itu lebih dulu sudah ada dibanding dengan segala sesuatu yang dijadikan (diciptakan, sebab tidak mungkin segala sesuatu menjadi ada/tercipta jika ALLAH tidak berfiman)… baca ayat selanjutnya.

Yoh.1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Maksud dari kebersamaan Firman dengan ALLAH itu sangat jelas, sebab (pada mulanya) tidak ada yang lain yang berfirman selain dari pada ALLAH itu sendiri.

Kata-kata (firman) ALLAH sangat berbeda dengan kata-kata manusia… bagaimana mungkin saudara tidak memahami hal itu? :coolsmiley:

Salam,

THIS THREAD IS DEAD
BOOORRRIIIING
;D ;D

NO ONE INTERESTED ;D ;D

Yang dibicarakan di Yohanes 1:1 itu manusia atau Allah?
Saya sempat memiliki secercah harapan ketika membaca tulisan Anda yang panjang. Tapi beberapa kesalahan logika di kalimat-kalimat terakhir memupuskan harapan itu.

Salam

wkwkwkwk
gak perlu pake logika… bunuh, jarah, kafirkan, perangi,… gampang… dah jelas adalah perbuatan jhat
belum lagi wanita adalah setengah nilai laki2…^^
hmmm kayak pasar^^

Maksud dari Firman adalah Allah ialah bahwa sejak kekal, Allah telah memiliki Firman (Allah tidak pernah bisu!)
Yang ada sejak kekal hanyalah Allah sendiri. Jika Firman juga ada sejak kekal, maka Firman adalah Allah.

Kalau masih bingung, mungkin yang ini bisa membantu:

Pertama
Premis Mayor: Yang ada sejak semula adalah Allah
Premis Minor: Pada mulanya adalah Firman
Kesimpulan: Firman itu adalah Allah
Terbukti :slight_smile:

Kedua
Premis mayor: Pribadi yang kekal hanyalah Allah
Premis minor: Firman itu bersama-sama dengan Allah
Kesimpulan: Firman itu sama kekalnya dengan Allah

Dengan kesimpulan seperti itu, apakah berarti ada dua Allah? Bukan, itu namanya musyrik :slight_smile:
Jawabannya, lihat kesimpulan pertama: “Firman itu adalah Allah”
Terbukti :slight_smile:

Topik dikunci karena sudah terjawab. Terima kasih untuk semua member yang telah berpartisipasi. Sampai jumpa di topik lain yang menarik.

Tuhan YESUS memberkati