Sistem ibadah

di thread2 sebelah banyak yang mengatakan Taurat sudah batal dan diganti dengan hukum kasih. Memang secara teologis tidak salah.

Tapi menurut saya sistem ibadah taurat, seperti aturan2, jam-jam berdoa, menurut saya masih sangat berguna. Dan kalau kita cari di PB tidak ada hal2 seperti itu.

Beribadah memang kesadaran masing2, tapi untuk mencapai ibadah yang baik, harus dimulai dari keteraturan. Bukan kita fokus ke aturan seperti orang farisi. Tapi aturan itu perlu untuk memulai.

Orang sebelah mengistilahkan : Syariat-Hakikat-Ma’rifat. Syariat berupa aturan2, lalu menemukan hakikat beribadah, dan bisa menyatu dengan Tuhan (ma’rifat).

menurut saya kristen barat banyak yang meninggalkan sistem ibadah yahudi seperti ini. Sementara kristen timur masih banyak melaksanakan.

mari berdiskusi

Ketertiban dan keteraturan itu penting dalam meningkatkan kwalitas hidup.

Demikian juga dengan kwalitas hubungan, baik dengan sesama manusia atau dengan Allah.

Tetapi jika fokus pada aturan ibadah atau sistem ibadah mengambil istilah anda, maka akan timbul kecenderungan akan melenceng dan meletakan sistem berada didepan Kebenaran.

Hukum Taurat diberikan kepada bangsa Israel, tetapi mereka lebih menyukai perintah manusia dan peraturan yang dihafalkan, dari pada Kebenaran. Sebab manusia dan Allah memiliki jurang pemisah yang besar, yang disebut dosa. Segala kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan dan kejahatan kitalah yang membuat kita tidak dapat melihat Kebenaran selain dari peraturan dan perintah manusia.

Markus 7:7 (TB)
Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.

Dosakah jika saat ibadah Minggu (atau Sabtu) dimulai dengan snack time lalu dilanjutkan dengan persembahan drama dan konser rock baru kemudian perjamuan suci dan pembacaan Alkitab dan langsung doa syafaat (atau pembacaan doa-doa) kemudian baru kidung (atau puji-pujian) lantas pulang?

Akan banyak pendapat dan akan muncul pertentangan, sebab ada perbedaan dalam memahami tentang sistem ibadah dan Kebenaran. Manusia lebih mudah memelihara sistem ibadah dari pada memelihara Kebenaran didalam hidupnya. Datang ke gereja mengikuti liturgi lebih mudah dari pada mengasihi orang disebelah kita.

Karena itu maka Allah mengirim Roh Kudus untuk menuntun kita kepada segala Kebanaran, sehingga apa yang kita terima tidak akan sama dengan yang dunia terima dari tulisan hasil percetakan LAI. Sebab yang satu Roh Kudus memberi perngeritan dan menunjukan jalanNya sedangkan yang lainnya memahami seperti sebuah buku pelajaran sekolah atau malah menjadikannya bak KUHP.

Matius 19:11 (TB)
Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja."

Karnia itu diberikan oleh Allah, bukan atas kepandaian kita tetapi karena karya Roh Kudus. Kita mengerti Kebenaran, sebab Yesus memang mau menyatakan hal itu kepada kita, sedangkan kepada orang lain, walau berbusa kita menjelaskan, Kebenaran tetap tertutup dan mereka lebih memilih mengikuti sistem ibadah yaitu perintah dan peraturan manusia.

Taurat memang sudah dibatalkan Yesus , lihat efesus 2:15
tapi kalau mau tetep hidup dibawah taurat silahkan saja lho, tapi konsekwensinya akan dihukum menurut taurat

GBU