Sola Sriptura, Prima Scriptura, Tradisi, Magisterium

Menurut hasil browsing dan sedikit logikaku, sola scriptura berarti Kitab Suci (Alkitab) adalah satu2nya pedoman hidup. Konon katanya semua (?) penganut protestan secara garis besar menganut sola scriptura.

Sementara itu ada satu bagian yg namanya prima scriptura yg hampir sama seperti sola scriptura tapi ada embel-embel “dilengkapi dengan” tradisi dan pengalaman. Konon katanya aliran methodist dan anglikan adalah penganut prima scriptura. Konon katanya dua tangan orang methodist yang satu memegang Alkitab, satu tangan lagi memegang buku pegangan methodist.

Sola scriptura menganut paham yg ‘strict’, ‘pure/murni’. Bahkan kalo ada katanya wahyu atau perkataan seorang yg mengaku “nabi” atau bahkan malaikat yg datang langsung pun harus dipertanyakan keabsahannya seteliti mungkin dengan prinsip sola scriptura. Sola scriptura yg benar2 100% ‘murni/pure sola scriptura’ bisa dibilang sedikit “anti” kepada claim-claim wahyu, visitasi, pengalaman ‘ngeRoh’, kitab-kitab lain selain Alkitab dan lain sejenisnya.

Sementara itu para penganut prima scriptura seperti anglikan dan methodist selain memegang sola scriptura juga menjalankan tradisi sejak perintis gereja mereka. Tradisi seolah-olah sangat penting sekali. Contohnya aja bisa dilihat dari tata ibadah methodist yg sangat bersifat liturgikal. Terstruktur, sangat njelimet. Salah satu aja hilang tata ibadahnya ya bisa saja terjadi perdebatan. Mereka biasanya ikuti kebiasaan. Contoh lain di Methodist sesuai tradisi gereja methodist maka hanya orang yg uda dibaptis saja yg dikasih roti dan anggur. Mereka juga kalo sebagai majelis harus melayani berdasarkan sebuah buku panduan/pegangan methodist. Struktur organisasi methodist juga ada tertera di buku tersebut.

Silakan koreksi jika pengertian saya salah.

Orang2 yg menganut sola scriptura sepertinya sangat kritis terhadap setiap perkataan apalagi yg tidak diajarkan di Alkitab.

Menurut logikaku, aliran gereja kharismatik, methodist dan anglikan bisa dibilang penganut prima scriptura. Sementara itu yg disebut penganut sola scriptura tulen ‘mungkin’ adalah gereja2 ‘reform’ atau yg beraliran Calvinist, fundamental dan lain sejenisnya.

tapi seperti biasa, konon katanya gak ada yg murni bisa pro 100% kepada aliran gerejanya, banyak yg overlap : misalnya mengaku menganut 100% sola scriptura tapi sedikit “ok” terhadap hal2 seperti bahasa roh, ‘kesembuhan ilahi’ dan lain2. Dari hasil browsingku, kudapati golongan ini sering disebut Charismatic Calvinist → dia sola scriptura tapi dia percaya karunia Roh.

Kenapa aku bilang kharismatik itu prima bukan sola scriptura?

Khusus utk aliran kharismatik dan pentakosta (atau pantekosta? mana yg bener?) menurut pantauan dan logikaku, aku merasa mereka percaya Alkitab sebagai satu2nya pedoman tapi mereka juga percaya Tuhan masih ‘berbicara’ kepada orang2 maupun membantu orang2 memahami Kitab Suci.

Makanya aku bilang kharismatik itu prima scriptura. Mereka tidak murni sola scriptura.

Varian-varian praktik dan pemahaman yang muncul kemudian, seharusnya tidak memisahkan diri dari kelompok yang sudah eksis dari sejak Roh Kudus turun pada Hari Pentakosta. Dengan munculnya kelompok baru dan menamakan diri sebagai jemaat Kristus, menyajikan fakta bahwa pendiri kelompok baru itu memposisiskan diri sebagai pesaing Yesus dalam hal pendirian jemaat Kristus. Dengan membaca Scriptura seharusnys menangkap bahwa Yesus Kristus hanya sekali mendirikan jemaat-Nya, dan keinginan-Nya hanya memiliki jemaat yang satu sudah diungkapkan-Nya seperti kesatuan Mereka (Yoh 17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.)

Dengan demikian, menurut pendapatku, mengingat Yesus Kristus tidak menulis Scriptura, tidak mewariskan Scriptura, dan tidak mengirimkan Scriptura, maka memandang Scriptura lebih utama daripada pengajaran rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman merupakan penyimpangan dari keinginan Yesus Kristus. Jika memandang keutamaan Scriptura lebih dari keutamaan rasul yang senantiasa disertai sampai kepaa akhir zaman, berarti memandang hasil karya kanonisasi Scriptura oleh penerus rasul lebih utama daripada penerus rasul. Aneh kalo karya penerus rasul lebih utama dari penerus rasul itu sendiri.

Salam damai.

Kalau nurut saya, harus di-clear-kan dulu pengertian Sola Scriptura dan Prima Scriptura. Karena pengertian inipun berkembang.

Kalau saya sih harusnya kembali kepada waktu dan konteks istilah ini dicetuskan, yaitu pada waktu reformasi dan dalam konteks 5 sola.

5 Sola, kalau digabung pengertiannya adalah, “Keselamatan adalah kasih karunia dari Allah melalui iman kepada Kristus yang dituliskan di alkitab. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan”.

Jadi Sola Scriptura adalah berarti: hanya dari Kitab Suci kita mengenal Kristus yang kita imani, yang olehNya kita diselamatkan. Intinya adalah tidak menerima pewahyuan lain tentang Kristus diluar kitab suci.

Kalau soal praktek kesembuhan Illahi dan bahasa roh itu adalah perbedaan tafsiran. Bukan Sola atau Prima Scriptura.

Justru semua itu harus di uji didalam prinsip Sola Scriptura.

Misalnya contoh :
ada kesaksian seseorang disembuhkan karena berdoa kepada RATU SURGA. jelas hal ini adalah menyimpang dan harus di tolak karena definisi berdoa di Alkitab hanyalah kepada Allah terlepas dari telah mendapatkan kesembuhan atau mujizat lain.

TUHAN YESUS MEMBERKATI
ZheZhu

aku pernah ke gereja pentakosta, pada waktu itu pengkotbahnya itu adalah seorang nabi (atau dianggap oleh jemaat adalah nabi), waktu itu dia ada menceritakan pengalaman bahwa dia mendapat ‘nubuat’ bgini begitu.

nah ini bagaimana om?

menurut saya semuanya mirip-mirip…
cuma istilahnya aja yang beda-beda…

manusia kan bukan robot…
jadi pilihannya juga enggak seragam.

dengan adanya variasi spt itu, akan tersedia lebih banyak pilihan bagi manusia untuk memilih yang paling nyaman dan paling sesuai dengan intuisi atau karakter masing-masing.

bagus lah banyak pilihan…

karena sekali lagi,
Iman itu CUMA SUBJEKTIF,
jadi enggak bisa DI JUDGE Mana yang paling benar dan yang paling salah…
(yang bisa men-Judge ya CUMA TUHAN SENDIRI)

kalo ada manusia yang ngaku-ngaku MAMPU PAHAM PIKIRAN TUHAN shg MERASA SOK MAMPU untuk paham mana iman yang benar dan salah,
maka jangan-jangan orang itu sudah melanggar 10 perintah tuhan karena MENYETARAKAN DIRINYA dengan TUHAN.

as simple as that.

dan sejarah mencatat supremasi jabatan rasul sesudah era para rasul dan era para bapa gereja mula2 menciptakan perpecahan besar dlm tubuh gereja Katholik (universal)

Kenapa bisa menyulut perpecahan?

Menurut pendapatku, karena para penerus rasul tidak sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Di mana Tuhan Yesus Kristus tidak menunjuk secara langsung, misalnya dengan kalimat, “Kau penerus ajaran-Ku” kepada seorang dari antara rasul, dan justru Tuhan Yesus Kristus memberikan kewenangan mengajar kepada 11 rasul sebelum Matias meneruskan kerasulan Yudas Iskariot, dan sebelum Saulus direkrut menjadi Paulus.

Namun, jika dicermati dari sikap Tuhan Yesus Kristus yang membedakan Petrus, Yohanes, dan Yakobus dari rasul lainnya, di mana Tuhan Yesus Kristus mengajak mereka bertiga pada waktu-waktu tertentu seperti naik ke gunung dan melihat Yesus berbincang dengan Musa dan Elia, mengikut Yesus Kritstus membangkitkan anak Yairus, dan memberikan kunci Kerajaan Sorga hanya kepada Petrus dan hanya kepada Petrus dikatakan untuk menggembalakan domba Kristus, seharusnya para rasul menangkap bahwa Petrus dipilih menjadi penerus ajaran Kristus. Namun faktanya, karena para penerus rasul tidak mempercayai sikap dan perbuatan Tuhan Yesus Kristus yang memilih seorang dari antara rasul itu, mengklaim semua rasul dan penerus rasul adalah sama hak dan kewajiban, yah… pecah deh.

Salam damai.

Menurut saya sih tergantung gimana nubuatannya.
Kalau dia sudah membuat pengajaran atau dogma berdasarkan nubuatan yang tidak ada di alkitab, itu berarti dia sudah tidak berpijak pada sola scriptura lagi.

Kurasa karena mulanya Allah yg sengaja memecahkan bahasa di Babel
Sebab dgn satu bahasa, satu logat mereka muter2 mulu pd satu sumbu putar
Manusia jadi blo’on, tak berani mencar ke penjuru bumi yg telah disediakan Allah

Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel,
karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi
dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Lalu Abraham dipanggil dr daerah itu, Mesopotamia
Ia menjadi bapak org beriman, moyang bangsa Israel
Dr Israel timbul Yahudi, dr pd-nya keselamatan [Yoh 4:22]

Kata Yesus kpd kita2 kini:
Akulah gembala yang baik
dan Aku mengenal domba2-Ku
dan domba2-Ku mengenal Aku

Kemudian Yesus mencurahkan ROH KUDUS
Menyatukan pengajaran-Nya melalui pendengaran
Lalu para rasul dpt berkata2 dgn ragam bahasa asing

Yerusalem heran, koq, org Galilea gile2, Yahudi KW-2 bisa bahasa2 asing?
Bahasa Partia, bah.Media, Elam, Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
Bah. Frigia dan Pamfilia, Mesir, bah.daerah Libia dekat Kirene, Kreta , Arab, “kali2 Swahili pun”

Mungkin itu sebab Yesus memilih 12 murid-Nya
Utk menjadikan semua bangsa menjadi murid-Nya dan
Mebaptis mereka dlm nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS

Maka dgn demikian perpecahan itu indah, Bro!
Sing penting perpecahannya bukan karena meledak
Meledak karena hubungan pendek atau bom+daging
Atau karena sabotase demi memanen kuasa duit dunia

Salam Damai!

Contoh Pengajaran YANG TIDAK ADA DI ALKITAB misalnya apakah contohnya “Ajaran bahwa Tuhan CUMA berFIRMAN SEJUMLAH 66 kitab”?

Kalau contoh orang idiot itu elu.

iya memang… elo saking pinternya dan saking udah paham pikiran tuhan…
sampe-sampe ELO merasa kompeten untuk ber-FIRMAN bahwa
“Tuhan itu cuma NGOMONG SETEBAL 66 kitab, habis itu mingkem” padahal tidak ada dasar scriptura-nya

dan FIRMAN ALEPH ini juga INFALLIBLE sifat-nya sehingga SETARA KEBENARANNYA Dengan Firman Tuhan.

luarbiasa pinter banget elo ya…
hahahahaha

ini orang idiot lagi sakau

haha…

gw cuma menanggapi post elo sendiri yg ini:

maka gw tanya:
kelompokmu MEMBUAT suatu AJARAN atau DOGMA bahwa “Tuhan CUMA BERFIRMAN setebal 66 KITAB”, yang ternyata Ajaran itu TIDAK ADA DI ALKITAB, apakah bisa diartikan bahwa TIDAK BERPIJAK PADA SOLASCRIPTURA LAGI?

kalo kamu memang masih merasa berpijak pada solascriptura, kan tinggal ditunjukkan aja Dasar Scriptura dari AJARAN / DOGMA mu “tuhan CUMA BERFIRMAN setebal 66 KITAB” itu…

beres kan?

enggak perlu pakai ngomong idiot sakau segala…
tinggal tunjukin aja dengan gagah berani nomer ayatnya, seperti ketika kamu “mengkoreksi kekeliruan” Ajarannya ORANG LAIN…

kok malah plintat plintut cari alesan sana sini?

Lha elunya emang idiot kok.
Tuh ditrit sebelah udah dijawab secara gamblang dan terbukti elu yang guoblok. Eh, malah mau meracau di trit ini.

sebelah mana?
trit sebelah mana yang elo tunjukkan Dasar Scriptura nya?

sebelah sumur?
ngimpi yaaaaa
haha…

jadi ada dasar scripturanya gak nih Ajaran Dogma yang kamu imani itu?

Setelah mencermati ulang pada judul trit, kutangkap, Katolik tidak terwakili.
Katolik itu mengacu kepada Scriptura tanpa prima, Tradisi Gereja atau Tradisi Suci, dan Magisterium. Sependek pengetahuanku, Scriptura, Tradisi Suci, dan Magisterium yang diimani Katolik, saling bersinergi melayani Firman Tuhan (Yesus Kristus). Tidak ada yang prima dari ketiganya, atau ketiga-tiganya prima.

Salam damai.